PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
134. Situation Mansion



Pagi yang cerah di hari yang baru dengan kicaun burung-burung yang saling bersahutan menambah keindahan pagi di Mansion Park, tapi tidak dengan beberapa manusia karena mereka masih memikirkan keadaan Chaiden yang sedari malam belum ada kabar dari Ny.Park ataupun Arthur hingga membuat Tuan Park yang menelpon istrinya.


Tuan Park sekarang masih berada dalam kamarnya, Ia mulai mendial nomor telpon istrinya


"Hallo, pagi Mom."Sapa Tuan Park saat sambungan terhubung


"Iya Dad, Pagi juga."Jawab Ny.Park dari line sebelah


"Bagaimana keadaan Kai, apa ia sudah siuman?. "Tanya Tuan Park todepoin


"Belum Dad, mommy belum tenang."Jawab Ny.park dari seberang sana


"Tenanglah, sebentar lagi pasti Kai siuman."Ujar Tuan park yang menguatkan istrinya tersebut.


"Baiklah Dad, mami di panggil oleh Diky."Ujar Ny.park dan mematikan sambungan telpon membuat tuan park hanya menghela nafas.


Ny. Park juga menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena sebentar lagi mereka akan sarapan


****


Reivant tampak sudah rapi dengan pakaiannya, ia melihat istrinya yang tampak duduk di depan meja rias, entah apa lah yang di lakukan, Reivant tak terlalu mengerti apapun yang di pakai oleh wanita.


"Sayang, ada yang ingin ku katakan."Ujar Reivant yang memeluk tubuh istrinya dari belakang


"Ada apa, apakah sangat serius ?;"Tanya Shera penasaran tentunya


"Ini menyangkut Kai, Ia sekarang di rumah sakit, tadi malam terkena tembakan karena ingin melindungiku."Ujar Reivant dengan nada sedih


"Oh Tuhan, apa dia baik-baik saja sayang, aku ingin ikut menjenguknya."Ujar Shera dan membalikan badannya serta melihat seluruh tubuh suaminya itu, ada rasa takut dalam hatinya.


"Iya, kita akan menjenguknya nanti, kita sarapan dulu, karena Daddy juga akan pergi kesana."Ujar Reivant dan memeluk istrinya


"Tenanglah aku akan baik-baik saja berkat kalian."Ujar Reivant lagi sambil mencium kening istrinya dan mencium perut istrinya yang sudah Nampak membuncit.


"Hai Jagoan Daddy, baik-baik disana ya."Ujarnya lagi pada calon anaknya yang ia klaim sebagai jagoan.


"Iya Papa, aku tidak nakal."Balas Shera dengan membuat suara seperti anak kecil, hingga membuat Reivant tertawa.


Mereka berdua keluar dari kamar, saat di luar mereka bertemu dengan Rachel yang juga sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


"Pagi pasutri."Sapa Rachel sambil tersenyum pada pasangan suami istri itu


"Pagi juga Chell."Balas Shera


"Pagi kak, pagi kakak ipar, pagi juga kak Ipar dua."Ujar Brandon yang menyapa kakaknya dan kakak iparnya, tapi siapa kakak ipar dua yang di panggil oleh Brandon yang membuat kedua wanita itu menatap Brandon dengan cengonya tapi tidak dengan Reivant karena ia mengerti siapa yang di maksudkan oleh Brandon.


"Hm, Oh ya Don apakah semua berkas-berkas sudah kamu siapkan."Tanya Reivant yang sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya sudah kak, semua sudah di dalam tas ini."Jawab Brandon yang menujukan tas kantor yang berisi berkas perkara Rouwnd dkk yang akan di serahkan ke kejaksaan dan kepolisian. Ya Setidaknya mereka masih taat hukum. wkwkwkw.


"Pagi kakak semuanya."Sapa Aidyen yang juga sudah tampak rapi,


"Ai, kapan datang?."Ujar Shera yang langsung berjalan menuju adik bungsu dari suaminya itu dan ia memeluk adik iparnya yang sudah ia anggap adik kandung nya sendiri itu.


"Kak ipar kenapa peluk, Ai?."Ujar Aideyn yang tampak bingung karena ia belum tahu jika kakak iparnya itu hamil lagi.


"Biarkan saja Ai, ponaaan mu sangat ingin bertemu kamu."Ujar Reivant yang berdiri di situ


"Ha, apa Ai akan punya ponaan lagi kak?."Tanya Aidyen setelah Shera melepas pelukannya dengan wajah yang berbinar bahagia.


"Iya, dan kakak sangat ingin melihat mu dan sangat merindukanmu."Ujar Shera sambil tersenyum


"Wah jagoan kan kak?."Tanya Aidyen antusias dan membuat Shera tersenyum menanggapi perkataan adiknya itu.


"Pagi."Sapa Danien di susul oleh dua manusia gamers dan Michael terkejut menatap adik bungsunya yang ada di rumah pagi ini.


"Ai, kapan datang?."Tanya Michael berjalan ke arah adiknya itu dan mengacak rambut adik bungsunya itu.


"Semalam kak, ini mau balik lagi ke asrama."Ujar Aidyen dan tersenyum kepada kakak keenamnya itu.


"Ayo, kakek dan daddy serta paman Billy sudah menunggu kita di ruang makan."Ujar Reivant


Mereka berjalan menuju ke arah ruang makan, sedangkan Shera dengan Rachel sudah duluan Bersama Stella yang tadi datang tak lama setelah Danien.


Tampak disana Baby Carli, Axell dan Vania duduk di meja kecil untuk mereka, dimana Amel tampak menjaga mereka, karena mereka sudah makan tadi.


"Mom."Panggil Axell saat melihat mommynya, Rachel berjalan menuju ke tempat anaknya berada.


"Pagi Boy, pagi anak mantu cantik Mommy."Sapa Rachel pada anaknya dan baby Carli.


"Pagi kak."Sapa Amel


"Sudah kak, ini katanya mereka mau ikut Ny.Muda dan Tuan Muda."Ujar Amel membuat Rachel langsung menatap Shera dan Reivant yang sudah duduk di kursi meja makan.


"Oh, ya sudah, pantesan mereka sudah rapi."Ujar Rachel karena tahu pasti kedua anaknya akan di bawa ke Michael Hospital, apakah disana aman, oh sudah pasti aman.


Rachel kembali ke arah meja makan, ia melihat Danien yang juga menatapnya, entah apa arti tatapan seorang Danien hanya ia sendiri yang tahu. Rachel hanya tersenyum pada Danien yang di balas senyuman tipis dari Danien.


"Vant anak - anak mau di bawa semua ya?."Tanya Rachel pada Reivant.


"Iya sekalian mau periksa gigi anak-anak, Chell."Ujar Shera yang menjawab pertanyaan dari seorang Rachel sahabat suaminya itu.


"Oh iya, kebetulan Axell juga sudah lama belum periksa giginya."Ujar Rachel dan mendudukan diri di salah satu kursi samping kakek Aharon.


Mereka memulai makan pagi dengan berdoa terlebih dahulu dan barulah mereka menyantap makanan yang sudah di hidangkan di atas meja makan tersebut.


Rachel menghela nafas pelan dan bisa di dengar oleh Kakek Aharon, Kakek Aharon menatap sendu wajah cucu kesayangan mungkin ada sesuatu yang mengganjal di dalam pikiran Rachel, hingga dia menghela nafas seperti itu.


Setelah selesai sarapan, semua sibuk dengan urusannya masing-masing. Harld mendekati Kakak Rachelnya dan menyentuh ujung baju Rachel, hingga membuat Rachel menatap adiknya dengan tatapan penuh tanya.


"Yue, Yeye dimana?". Tanya Harld dan membuat Rachel menyerngit heran, tumben-tumbennya adik kecilnya itu bertanya tentang keberadaan Kakak pertama mereka.


"Ada apa Bibo? Tumben sekali kamu menanyakan keberadaan Yeye?." Ujar Rachel dan mengusap pucuk kepala adiknya itu.


"Hmm, tidak sih Yue. Bibo hanya ingin tahu dimana Yeye." Jawab Harld dan memayunkan bibirnya layaknya anak kecil.


"Apakah kau merindukan, Yeye?". Ujar Rachel menggoda Harld dan membuat adik kecilnya itu berdegik ngeri .


"Itu sangat tidak mungkin, Yue." Ujar Harld menyangkal dan meninggalkan Rachel yang sedang menertawakan adiknya itu.


Danien hanya tersenyum melihat Rachel yang terus mengerjai adiknya itu dan membuat Putra kedua Park menggelengkan kepalanya.


Danien menatap Rachel sejenak sebelum dia meninggalkan tempat itu. Kembali ke Kamarnya untuk mengambil sesuatu yang tertinggal di sana.


Rachel berbalik dan merasakan ada yang menatapnya, tapi tak ada seorangpun di sana kecuali dirinya sendiri dengan kesibukannya.


Tak lama Brandon menghampiri Rachel dengan tergesa-gesa. Membuat Rachel menyerngit heran melihat tingkah bosnya itu.


"Kak Chel,, apakah Kak Chel melihat Kakak kedua?". Tanya Brandon


"Entahlah, aku tidak melihatnya. Ada apa, Don?". jawab Rachel dan memastikan bahwa tak ada Danien yang melintas disana tadi.


"Baiklah. Sepertinya Kakak kedua di kamarnya. Aku pamit dulu kak Chel." Ujar Brandon dan meninggalkan Rachel yang hanya mengangguk.


Rachel menatap punggung Pria itu hingga menghilang dari balik dinding dengan tatapan yang penuh tanya. Tak lama datanglah Baby Axell menghampiri Mommy nya diikuti oleh Baby Cari.


"Mom,, kami akan berangkat sekarang. Apakah Mommy tidak ikut?". Tanya Baby Axell sambil menggenggam tangan mungil Baby Carli.


"Tidak sayang. Ada hal penting yang harus Mommy lakukan. Axell jaga Baby Cantik baik-baik yah." Ujar Rachel dengan menyamakan tingginya dengan putranya, serta berpesan pada Putra tunggalnya itu.


"Baiklah Mom. Kalau begitu Kami pamit yah." Jawab Axell dan mencium pipi Mommynya di ikuti oleh Baby Carli yang juga mencium pipi Rachel.


"Mommy,, kami pergi dulu." Ujar Baby Carli dan membuat Rachel tersenyum gemas pada bayi cantik itu.


"Baiklah sayang. Ingat jangan nakal yah." Ujar Rachel dan merapikan anakan rambut Baby Carli.


"Bye-bye." Ujar Kedua bayi itu bersamaan dan meninggalkan Rachel disana.


Sekarang yang harus ia kerjakan yaitu menyusul kakaknya ke markas King, karena ia juga ikut andil dalam menyelesaikan masalah dari sahabatnya dan kakaknya, karena mereka adalah keluarga.


TBC.


Hallo Kakak-kakak pembaca.


Salam jumpa dari kami para Author Huang Kim, Sebelumnya Kami ingin memohon maaf atas ketidaknyamanan selama ini.


Karena keterlambatan Update dan membuat Kakak-kakak pembaca harus menunggu dengan ketidakpastian yang tak tidak jelas ini.


Karena, satu dua hal yang menyita waktu kami sehingga membuat kami terlambat untuk Update cerita ini.


Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, dan Terimakasih banyak atas dukungan, Like, Vote yang selama ini telah di berikan.


Dukung terus Cerita kami dan tetap ikuti terus kelanjutan ceritanya.


Untuk kedepannya Kami akan lebih sering Update dan selalu memberikan kabar jika ada keterlambatan.


Salam Hangat Dari Daddy Danien.


Hayoo,, Mana pendukung DaVi dan Pendukung DaRen.