
Danien mengambil laptop di kamarnya, karena ia harus mencari lebih jelas lagi tentang siapa Mr.X tersebut.
Di dalam kamar, Reivant duduk di sofa dan adik-adiknya duduk di lantai yang beralaskan karpet permadani yang tebal, jadi mereka akan nyaman walaupun melantai karena kamar Reivant tidak memiliki banyak kursi seperti kamar Danien ataupun kamar Michael.
Kenapa tidak di kamar Michael saja, karena ia masih merombak bentuk kamarnya, itulah jawaban Michael, karena memang begitu adanya.
Kenapa tidak di ruang kerja Reivant, itu tidak akan terjadi karena ia tidak ingin ruangan kerjanya berantakan oleh ulah para adik-adiknya.
"Cari tahu sedetail mungkin identitas Mr.X itu."Ujar Reivant yang menatap Danien dan Michael yang sekarang masing-masing menatap layar laptopnya.
"Iya kak, aku curiga jika Mr.X itu orang yang sangat mengenal dan mengetahui tentang kita."Ujar Danien
"Bisa jadi, karena ia bisa mengetahui sedetail apa keluarga Park."Ujar Reivant menangapi perkataaan adiknya
"Oh ya Don, bagaimana perkembangan dari panti asuhan itu, apa sudah di ketahui siapa nama pemilik nya."Tanya Reivant pada adik keempatnya
"Sedikit lagi kak, karena orang-orang suruhan ku, mereka bilang jika panti asuhan itu sekarang ada di bawah kendali Rouwnd."Ujar Brandon
"Hm,,berarti selama ini orang kepercayaan Tn.AR itu membelot ke Rouwnd ya."Ujar Chaiden yang ikut menimpali
"Tapi, ada yang sedikit menganjal disini kak, beberapa waktu yang lalu, anak buah ku mengatakan ada seorang wanita muda yang datang kesana."Ujar Brandon dan menujukan ponselnya yang di mana terpampang sebuah gambar seorang wanita memegang payung hitam tapi posisi photo dari belakang jadi mereka tidak tahu siapa wanita itu.
Hanya Reivant merasakan sesuatu perasaan aneh saat melihat nya, ada perasaan rindu, entahlah ia binggung sendiri.
"Siapa wanita ini??."Ujar Chaiden yang ikut melihat photo tersebut dengan rasa penasaran,
"Aku akan mencari tahunya kak."Ujar Brandon pada Reivant yang sedari tadi hampir tak berkedip.
"Ya, carilah, semoga ini menjadi petunjuk awal."Balas Reivant
Ting,,,terdengar bunyi pesan masuk pada Ipad Danien dan itu adalah alamat IP yang selama ini Danien cari siapa pemiliknya dan sekarang mengajaknya untuk bertemu.
"bertemu dengan ku malam ini jam 1 dini hari, alamatnya jl.xx no 109."
itulah isi pesan yang di kirimkan oleh alamat IP Gosht Ry2 di Ipad Danien
"Siapa ini??."Gumam Danien yang membuat Reivant tertarik menatap ke arahnya
"Ada apa Dan?."Tanya Reivant yang ikut melihat pesan di Ipad Danien yang di tunjukan padanya,
"Kenapa aku merasa tidak asing pada nama IP ini ya."Ujar Reivant entah pada siapa, karena adik-adiknya tidak ada yang tahu. Ia berusaha keras untuk mengingatnya.
"Sekarang jam 12 malam kak."Ujar Brandon pada Danien
Tak terasa mereka sudah lama berkumpul di markas baru mereka, dan semua penghuni Mansion Park sudah berlayar di alam mimpi semua, terkecuali ke 5 pria tampan Park dan terkecuali adik kelima yang belum pulang dan Aidyen yang sudah tidur.
"Biarkan aku dan Danien yang pergi kesana, kalian disini saja, dan kamu Mike perhatikan terus pergerakan dari pria itu."Ujar Reivant memberikan arahan pada adik-adiknya
"Baik kak!."Jawab mereka bersamaan
****
Aperteman Diamond Park, di salah satu kamar tampak seorang Pria muda, ya ia adalah Raynald kakak kandung dari Rachel dan sahabat kecil Reivant, ia menatap berkas-berkas yang di berikan anak buahnya tadi.
Ia menatap beberapa dokumen, dan beralih pada laptopnya dan mengetik beberapa angka, ya selama ini ia mencari tahu tentang adik- adik daripada sahabat kecilnya Reivant park, dan ia mendapatkan sesuatu yang mengejutkan jika dua dari enam adik, sahabatnya itu adalah orang-orang yang selama ini ia cari.
Mereka adalah peretas nomor satu yang tak pernah di ketahui siapa, dan hanya seorang Raynald lah yang tahu, karena ia juga salah satu peretas terkenal, yang bisa menyimbangi kedua adik Reivant.
Dengan mengetik beberapa angka dan kalimat di Laptopnya dan mengirimkan pada alamat XD, ya itu alamat IP nya Danien adik kedua Reivant yang selama ini selalu di cari oleh Raynald. ( Ya mungkin ia ingin bekerja sama)
"Ah aku harus bersiap sekarang, saat melihat jam sudah menujukan pukul 12.30. Ya sekarang ia akan bertemu dengan Danien tapi ia tidak tahu jika ia akan bertemu dengan sahabat lamanya.
Raynald mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja kerjanya dan mendial nomor telpon asistennya, orang kepercayaannya.
"Datang sekarang."Ujarnya saat terdengar jawaban dari line sebelah, dan mematikan telponnya tanpa menunggu balasan.
Raynald membawa beberapa berkas yang akan ia berikan pada partner kerjannya itu, ya sekarang ia mengklaim jika Danien adalah partner kerjanya sekarang.
Ia turun ke bawa parkiran menuju mobil yang menjemputnya untuk bertemu dengan Danien.
"Jalan sekarang Har."Ujar Raynald pada sepupunya yang bernama harld.
"Baik kak!".jawab Harld dan mobil itu meninggalkan parkiran menuju tempat yang ia janjikan untuk bertemu yaitu Rumah pribadi milik Raynald yang ada di kota B.
****
Di mansion, Reivant dan Danien keluar dari rumah dengan pelan, karena mereka tidak ingin ada yang melihat, apalagi jika itu Ny.Park, pasti mommynya akan menanyakan kenapa mereka keluar jam segini.
"Dan, biarkan kakak yang menyetirnya."Ujar Reivant dan masuk ke dalam salah satu mobil jenis BMW I8 Raoster putih. Mereka mengunakan mobil dua pintu yang menurut Reivant lebih santai, katanya.
"Baiklah kak, biar aku bisa mencari di mana alamat ini."Ujar Danien yang membuka pintu samping, ia masuk dan memasang sabuk pengaman serta ia mulai sibuk dengan Ipadnya.
"Kak, sepertinya orang ini bukan orang yang mudah di taklukkan, karena ia tahu alamat IP ku."Ujar Danien, karena alamat IP ini adalah yang di gunakanya saat genting saja dan tak ada yang bisa masuk selain adiknya Michael, dan sekarang ada orang lain, ia yakini orang ini sama sepertinya.
"Hm berarti ia sama seperti mu,Dan."Ujar Reivant membalas perkataan adiknya itu
Tidak ada bodyguard yang mengikuti karena kedua kakak beradik itu benar-benar pergi tanpa di ketahui siapapun kecuali ketiga adik nya saja dan mereka memantau dari rumah.
"Didepan ada tikungan kak, belok kesana."Ujar Danien memberitahukan rute yang harus mereka lewati, setelah perjalanan memakan waktu 30 menit lebih dan akhirnya mereka sampai di sana, dan mereka hanya melihat sebuah bangunan kuno yang sudah sangat tampak tua dan hampir tak terurus.
Itu sebenarnya adalah rumah milik Raynald yang ia bangun saat setelah ia di angkat menjadi ketua mafia mengantikan kakeknya, sengaja ia bangun dengan gaya klasik kuno, karena ia suka model seperti itu dan ia bangun lumayan jauh dari kota, sedikit ke pinggiran.
"Apa ini tempatnya,Dan?".Tanya Reivant , mereka masih berada di dalam mobil dan memilih menunggu di dalam mobil saja.
"Jika di lihat dari alamat yang di kirimkan sepertinya memang benar."Jawab Danien
"Baiklah, kita tunggu saja!."Ujar Reivant, melihat sekitar rumah tersebut, tidak besar tapi cukup asri dan bagus dan di sini tampak sepi jauh dari keramaian hiruk pikuk kendaraan.
"Sepertinya pemilik rumah ini menyukai suasana seperti ini."Ujar Danien ikut melihat sekelilingnya.
Tak berapa lama, sebuah mobil Audi hitam datang dan dengan otomatis gerbang rumah itu terbuka, dan mobil itu masuk.
Ponsel Danien berbunyi dari nomor yang tak terdata
"Hallo,,"Jawab Danien mengangkat telponnya, karena ia yakin pasti orang itu yang menelponnya
"Masuklah."Balas dari seberang line, dan mematikan sambungan telpon
Danien hanya menatap layar ponselnya, tak berapa lama gerbang besar itu tampak terbuka
"Kak kita masuk sekarang."Ujar Danien pada Reivant
"Hm,,"Reivant hanya membalas dengan deheman serta menghidupkan mesin mobil nya masuk ke dalam pekarangan rumah yang bisa di katakan cukup luas.
Danien keluar terdahulu, sebelum Reivant
"Hati-hati Dan."Ujar Reivant pada adiknya.
TBC.
Terima kasih atas like dan komennya kakak-kakak pembaca.😊