
Kini Reivant berdiri menatap Keempat adiknya yang masih dengan wajah mengantuk mereka, dengan baby carlissa yang bermain di lantai dengan permainannya.
Ny. Park sedang menemani Tuan Park untuk bertemu dengan klien kerjanya. Jadi Reivant memilih untuk beristirahat dan kini berdiri di hadapan adik-adiknya, Chaiden yang telah siap berangkat ke Kampus harus mengurung diri karena, Reivant memanggilnya untuk berkumpul di ruang keluarga.
"Kakkkk,, Aku pulang." Suara Michael memecahkan keheningan yang berlangsung selama 30 menit itu.
Hanya suara baby Carlissa yang sesekali mengoceh dengan permainannya.
"Ieell,,ielll,, Tielll.." Panggil Baby Carlissa semangat saat mendengar suara paman Michael nya.
Ia bangkit dan berjalan dengan pelan menghampiri Michael, Dengan tangan yang terulur meminta di gendong oleh Paman tersayangnya itu.
"Baby Carli merindukan paman? Sama, paman juga merindukan mu." Ujar Michael dan mencium pipi Baby Carlissa.
"Baru pulang dek? Kenapa tidak mengabari kakak?"tanya Reivant dan menatap adiknya tajam.
"Ck,, Coba cek handphone mu, kak?"Jawab Michael dengan menunjukkan wajah yang mengejek dan kesal beradu menjadi satu.
Reivant meraih handphone yang ia letakkan di saku celananya dan melihat notif pesan dan Panggilan tak terbaca dari Michael.
"Bagaimana kabarmu,,Ahh,aku harus ke kampus sebentar baru aku akan bertanya-tanya tentang kegiatan mu disana." Ujar Chaiden dan meraih tasnya. Berjalan menuju mobil nya yang telah terparkir di depan Pintu mansion.
"Aku pergi dulu, kak."Pamit Chaiden sebelum menghilang dari balik dinding pemisah ruang tamu dan ruang keluarga.
Reivant hanya menghela nafasnya melihat adiknya Chaiden menghilang di balik pintu Mansion.
"Duduklah kalian semua,," ujar Reivant kepada ketiga adiknya, yaitu Danien, Brandon dan Arthur,,perintah yang tak mungkin mereka tolak.
"Sekarang katakan dengan jujur kepada kakak,," ujar Reivant, "kemana kalian selama dua hari kemarin, kenapa tidak meminta ijin kepada kakak dan Daddy. ini pasti kerjaaan Mommy kan???"lanjut Reivant lagi karena ia tahu bentuk karakter mommynya itu.
Kak Rei jangan marah, kita ingin meminta ijin saat itu, tapi mommy bilang pasti kak Rei tidak akan mengijikan apalagi dengan membawa baby Carli,," jawab brandon dengan terbata.
"Memangnya kalian kemana kak Brandon,," tanya Michael yang ikut menyaksikan drama dadakan di pagi hari.
"Mereka menonton pertandinganmu Mike,," jawab Reivant
"Ha,,???"Michael terlihat shock,
"berarti saat mike mendengar suara Baby Carli dan siluit badan mommy itu nyata, kalian datang. kenapa tidak mengabariku, dan tidak meminta ijin sama daddy dan kak reivant," lanjut Michael lagi.
"Ya,,karena Mommy menghawatirkan mu mike,," ujar Danien, "mommy meminta kita untuk ikut semua sekalian melihat pertandingamu."
"Baiklah untuk sekarang kakak memaafkan dan memaklumi karena kakak juga menghawatirkan Michael,,"ujar Reivant,, "tapi tidak untuk lain kali,,"lanjutnya lagi.
"Kak Rei, apakah mengirimkan orang kepercayaan kita untuk mengawasi Michael,," tanya brandon kepada kakak pertamanya itu.
Michael menatap kakak pertamanya itu,,
"Iya,,karena kalian kan tahu musuh kita ada dimana-mana dan Michael bukanlah anak yang sering keluar rumah, jadi kakak mengutus mereka untuk memantau Michael,," jawab Reivant menjelaskan alasannya
"Dan mereka juga yang melaporkan bahwa kalian ada disana,,lanjut Reivant kembali.
"iya aku tahu itu, karena aku melihat salah satu anak buah kita,,"jawab Brandon.
"Dan kamu Danien kenapa menghack penerbangan kakak dan Daddy he,," tanya Reivant kepada Danien
"Mommy yang suruh kak, karena kakak pasti tahu kan alasannya,, di Mansion akan terjadi perang dunia ke 4 oleh kakak sendiri, jika kakak dan Daddy tiba disini dan tak menemukan kita." jawab Danien dengan tanpa rasa bersalah.
Reivant hanya bisa memijit pelipisnya yang sebenarnya tidak pusing, tapi ia bingung harus berkata jika melihat wajah Danien yang menatapnya seolah tidak bersalah.
Baby Carlissa tampan tenang di pangkuan Michael dan ia terus memeluk pamannya itu, seolah ia sangat merindukan paman Tercintanya itu.
Baby Carlissa menatap Michael dan mengoceh tak ada henti seolah ia menceritakan kejadian mereka yang datang mengunjungi Michael tanpa sepengetahuan Papanya Dan Grandpa nya.
Michael sesekali tersenyum mendengar ocehan baby Carlissa, dan bahkan ia menunjuk Brandon dan pamannya yang lain.
"Baby Carli,, Paman mengemasi barang-barang dulu yah, sekalian paman mau mandi, sebentar kita bermain lagi,okeyy. Sekarang Baby Carli kembali ke Papa Reivant yah." Ujar Michael lembut dan Baby Carlissa menggelengnya dengan cepat.
"Tiell,,tiell,,ielll.." Panggil Baby Carlissa dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.
"Baiklah sayang, ayo ikut paman ke kamar." Jawab michael yang mengalah jika harus di hadapkan dengan wajah imut Baby Carlissa.
Arthur entah apa yang di lakukan pria tinggi dan tampan itu, dari tadi ia tersenyum-senyum sendiri sambil menatap layar handphone nya dan sesekali mengetik sesuatu di sana.
"Thur, temani kakak bertemu Klien." Ujar Reivant dan membuat Arthur menatapnya dengan tatapan terkejut.
Ia tak bisa membantah dan hanya bisa memayunkan bibirnya, di saat keasyikan di ganggu oleh Reivant.
"Kak Brandon??"tanya Arthur dan menunjuk Brandon yang sudah bergulat dengan alam mimpinya.
Padahal baru beberapa menit yang lalu mereka saling diam, pria itu langsung dengan mudah tertidur.
"Biarkan dia. Sebentar kakak akan menugaskannya untuk mengurus perusahaan di luar kota." Jawab Reivant dan berjalan meninggalkan ruang keluarga.
******
Kini kita beralih ke bungsu Park..
Saya akan menceritakan keseharian Bungsu Park di sekolahnya.
Aidyen Park..
Kini tengah di kerumuni oleh gadis-gadis di kelasnya, karena ia menghilang selama 3 hari kemarin. Hal itu membuat ia merasa risih dan ingin sekali mencaci-maki gadis-gadis gila itu.
Tapi, ia harus menjaga imagenya sebagai Tuan Muda Park yang terhormat, dan di dalam keluarga park tutur kata yang sopan lah yang selalu di ajarkan. tapi tidak untuk kali ini karena ia sudah terlalu kesal.
"Awass,,Minggir kalian. Aku mau lewat!."ujar Aidyen kesal dan mengusir para gadis itu.
Mereka hanya berdecak kesal, namun hal itu tidak membuat mereka berhenti mengagumi Putra Bungsu Park itu. Mereka menyukai gaya Aidyen yang cuek, namun begitu memesona.
Dasar si bungsu...
Bahkan kemana pun Aidyen pergi akan banyak para gadis yang mengerumuninya, hal itu membuat ia kesal dan ingin sekali ia berkata kasar.
Bahkan Aidyen pernah meminta untuk homeschooling tapi ia mengurungkan niatnya karena ia merasa ia begitu di kekang dan tak bisa merasakan dan menikmati dunia luar sana.
Berbeda dengan Michael yang memang dari kecil sudah homeschooling, karena kesehatan mentalnya yang terganggu dan ada yang terus mengintainya hingga mengancam nyawa putra keenam Park itu.
Makanya,Tuan Park dan Ny. Park memutuskan untuk homeschooling khusus Michael, dia juga tipe anak yang susah untuk bersosialisasi.
Baru akhir-akhir ini ia berani untuk bersosialisasi, karena ia berusaha untuk menghilang kan trauma dan ketakutan melawan itu semua berkat bantuan saudaranya.
*******
Kini kembali Ke Mansion Park.
Reivant dan Arthur harus menghadiri pertemuan denganĀ klien, Sebenarnya Arthur enggan untuk pergi, ia ingin beristirahat dan berbaring tapi perintah kakak pertamanya tidak bisa ia bantah.
Berbeda dengan Brandon yang masih bergelut dengan alam mimpinya, masih di posisi yang sama hanya kini ia dengan posisi berbaring di sofa.
Ia bahkan tidak merespon Suara baby Carlissa yang begitu ribut, seharian hanya mendengar coletehnya tanpa henti. Danien dan Michael begitu senang mendengar cerita baby Carlissa dalam bahasa Aliennya.
Ya itulah yang akan di katakan Chaiden jika mendengar Coleteh ponakan tersayangnya itu.
Bahkan suara Baby Carlissa memenuhi ruangan itu dan Brandon tidak terganggu sediktipun tidurnya.
"Dasar kebo." Umpat Danien sambil melirik adiknya itu.
Michael hanya tersenyum sekilas dan kembali bermain bahkan mendengar coletehan Baby Carlissa yang tanpa henti.
"Apakah dia tidak cape berbicara seharian, kak?"Tanya Michael dan mencium tangan Baby Carlissa.
"Entahlah, liat saja Papanya yang begitu cerewet dan akhirnya menurun pada anaknya ini." Jawab Danien dan mengacak Rambut Baby Carlissa yang hitam tebal dan terurai dengan cantik.
Hingga Bayi kecil itu menatapnya kesal, seolah mengatakan 'jangan menghancurkan rambut cantikku ini paman.'
Danien bahkan tertawa melihat Expresi lucu Baby Carlissa yang menggemaskan. Sungguh jiplakan kak Rei,," gumam Danien dengan senyumnya.
TBC.