PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
46. END



Disini lah Shera sekarang berada di sebuah desa yang kecil dan nyaman,, setelah tiga bulan yang lalu saat melarikan diri dari keluarga Rouwnd, yang kebetulan ia beralasan untuk melamar kerja di sebuah rumah sakit swasta dan bukan di rumah sakit keluarga Park.


Karena ia sengaja menghindar dari semua agar tidak ada kecurigaan yang terjadi karena dia. Ini adalah kampung halaman dari ibu angkat Shera yang dengan susah payah membantu shera melarikan diri, saat hari dimana shera melamar kerja ia pergi ke rumah orang tuanya dan mengatakan jika ia sekarang dalam keadaan hamil dan ia tidak ingin mengambil resiko dengan keluarga papinya itu. karena ia tahu pasti stella akan menyuruhnya untuk mengugurkan bayinya.


sudah tujuh bulan kehamilan nya sekarang dan ia sangat bahagia karena ia sudah bisa mengajak bicara anaknya itu, dan akan di balas dengan tendangan-tendangan kecil dari buah cintanya dengan Reivant suami yang sangat di cintainya.


"Maafkan aku Rei,," gumam Shera sambil mengelus perutnya yang bulat,,


"aku mencintaimu tapi keadaan lah yang memisahkan kita untuk sementara waktu hingga bayi kita lahir,," lanjutnya lagi dengan buliran air mata yang membasahi wajah cantiknya itu.


*****


Setahun sudah Reivant menjadi pria yang tak tersentuh sama sekali semejak kehilangan istri mungilnya membuat ia menjadi gila kerja dan sekarang ia sudah memegang kendali semua perusahaan yang bergerak atas nama Park Company, sekarang ia menjadi CEO di perusahaan ini, di bantu dengan kedua adiknya yang setia setiap hari menemani serta menghibur kakak tertua mereka.


Hari demi hari, bulan berganti bulan dan ini dua tahun tidak terasa, sekarang Shera berdiri di sebuah Mansion yang dulu menjadi tempat tinggal ia dan keluarga suaminya. ia sedikit menyamar agar tidak ada yang mengenalnya, ia datang dengan alasan melamar menjadi Maid karena Mansion keluarga park mencari beberapa maid untuk di mansion yang sekarang di tinggalin oleh ketujuh putrannya.


Dengan hati-hati ia menanyakan di mana ia harus melakukan pendaftaran itu pada security


"Maaf pak,, saya ingin melamar pekerjaan katanya disini di buka lowongan untuk maid,," tanya Shera dengan hati-hati


"Silahkan masuk nona,," ujar security itu dengan sopan


"Baik terima kasih pak,," ujar Shera dengan senyumannya


Dan ia melewati semua rangkaian tes yang di lakukan oleh Ny. Park dan ia sungguh sangat merindukan ibu mertuanya itu.


Dan Ny. Park mengatakan jika yang terpilih ada 10 orang termasuk shera, dan shera sangat bersyukur karena ia sangat ingin mengetahui di mana Mansion tempat tinggal suami dan adik-adik iparnya itu, karena tadi saat duduk menunggu ia mendengar jika maid yang di cari bukan untuk mansion Utama tapi untuk mansion tempat tinggal ketujuh putra Tuan dan Nyonya park.


Sehari sebelum mereka siap untuk bekerja di mansion itu, Shera datang untuk melihat seperti apa mansion tempat tinggal suaminya itu dan ia juga berencana untuk meninggalkan bayi mungil yang ada dalam gendongan nya saat ini, iya bayi itu anaknya dan belum ia kasih nama karena ia ingin suaminya yang akan memberikan nama pada anak mereka nanti.


Shera berjalan perlahan masuk ke halaman mansion itu, karena saat itu mansion ini tidak ada penjaga atau apapun jadi ia hanya berjalan pelan dan melihat mansion yang sangat nyaman dan asri tersebut.


"Maafkan mama sayang,," ucap shera pada anaknya tersebut dan mengecup pipi gembil anak manisnya itu.


"ini adalah rumah papamu dan paman-paman mu, mama yakin kamu akan aman Bersama mereka ,," lanjutnya lagi sambil mencium pipi gembil anaknya lagi.


"Mama akan selalu bersamamu sayang, jangan nakal turuti apa yang papamu bilang ya, kita akan Bersama lagi, nanti." Pesan Shera sebelum ia meninggalkan anaknya di sana.


Bayi gembil itu berceloteh dengan lucunya,, "mama,,," itu kata yang ia ucapkan dengan kedua tangan mungilnya ia meraba wajah mamanya, seolah ia berkata mama jangan khawatir.


Dengan perlahan shera berjalan menuju teras mansion itu dan meletakan bayi mungilnya beserta sebuah tas kecil yang berisi buku posyandu dan pakaian beserta popok. ( dan ini yang terlewatkan oleh ketujuh pria tampan saat menganti pakaian baby carli saat malamnya).


Shera mendudukan anaknya di atas kain gendongannya dan ia mencium bayi mungil itu dengan deraian air mata, serasa berat ia meninggalkan anaknya tapi itu harus ia lakukan, karena ia harus menyelesaikan masalahnya dengan keluarga papinya.


"Dasar,,sikap mereka tidak pernah berubah,," gumam Shera dengan senyuman di antara tangisnya.


Di saat mereka membawa anaknya kedalam baru lah shera meningalkan mansion itu, dan tujuannya sekarang adalah rumah papinya Rouwnd dan ia akan melakukan perhitungan, mungkin sekarang ia akan melakukan apapun tanpa harus ada yang ia khawatirkan.


****


Dan disini lah ia sekarang di depan gerbang yang menjulang tinggi, Rumah papi tirinya sekaligus musuhnya, dengan sedikit senyuman ia memanggil penjaga rumah itu, dan penjaga itu sangat terkejut saat melihat Shera karena selama dua tahun nona muda mereka menghilang tanpa kabar dan saat ini berdiri depanya, ia sempat berpikir apakah ini hantu.


"Nona muda,," ujar penjaga itu dengan terbata karena selama dua tahun mereka mencarinya dan sekarang nona mudanya datang dengan sendirinya.


"Bukakan pintu gerbang ini, biarkan aku masuk,," ujar Shera dengan tatapan mata yang dingin( seolah tidak boleh ada bantahan).


penjaga itu membuka kan pintu dan dengan langkah tegap tanpa rasa bersalah Shera melangkahkan kakinya ke dalam mansion itu dan di kebetulan di mansion ada tn. Rouwnd dan putri kesayangannya Stella.


"Selamat malam,," ujar Shera tanpa ada rasa takut sedikitpun


"wah,,wah,,,yang menghilang selama 2 tahun, dan membuat pusing keluarga ini harus mencarimu kemana pun, akhirnya pulang juga, papi pikir kamu sudah mati menyusul ayah mu itu,," ujar Tn. Rouwnd dengan nada mengejek.


"Maafkan Shera papi,,selama ini shera bekerja di luar kota dan menenangkan diri dari kerasnya hidup ,," jawab Shera dengan sedikit sindiran, dengan sedikit acting yang entah kapan ia mempelajarinya.


"Hahahah,,,kamu semakin pintar Shera,,ujar Tn. Rouwnd


"Hei gadis jelek, apa kamu menyerah dengan Reivant ku, setelah kepergian mu aku bisa dengan leluasa mendekatinya,," ujar Stella dengan bangganya ( padahal yang terjadi ia selalu di tolak oleh Reivant, sehingga membuat ia semakin bertekad menyingkirkan Shera).


"Baiklah sekarang saya sudah di rumah dan akan saya kerjakan semua yang kalian suruh, selama itu dalam batas wajar dan untuk mu stella aku sudah tidak perduli siapa pun termasuk lelaki bernama Reivant itu,," ujar Shera dengan tegas yang sebenarnya dalam suaranya ada getaran yang sedikit menyedihkan.


Begitulah akhirnya Shera kembali dan memulai misinya untuk menghancurkan papinya dengan bekerja di perusahaan Rouwnd walaupun ia harus membagi kerjanya karena ia juga bekerja di salah satu rumah sakit swasta yang ada disana, bukan Rumah sakit milik suaminya.


FLASBACK END.


TBC.


Hay Kakak-kakak pembaca terkasih.


Author ingin mengucapkan maaf karena keterlambatan meng-up cerita ini.


Dan Author juga ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan kakak-kakak pembaca selama ini.


Dukung terus dan jangan lupa Vote cerita ini.


Terima kasih🙏