PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
100.Hadiah untuk Baby Carli



"Ini ruanganmu Kai, mulai besok, dan Anne akan menjadi sekertarismu."Ujar Ny.park, karena mereka akan benar-benar meninggalkan pekerjaan mereka. Sekarang saatnya untuk anak-anak mereka yang mengambil alih semuanya.


"Iya mom,."Jawab Chaiden dan menatap mommy dan daddynya.


"Mohon kerja samanya ya kak Anne."Ujar Chaiden pada Anne.


"Iya Tuan muda, saya akan membantu sebisa saya."Jawab Anne dengan senyum, Dia anak Yatim piatu yang di besarkan oleh Ny. dan Tn.Park, tapi tidak di angkat anak karena Anne merasa ia tetap cocok seperti itu.


"Baiklah Ne, kami pulang dulu, besok kamu bantu adik mu Chaiden."Ujar Ny.Park dan di iyakan Oleh Anne.


Sudah jam 4 sore dan mereka kembali ke Mansion, dengan Chaiden dan Arthur mengunakan mobil Chaiden yang tadi di parkirkan oleh salah satu security.


"Tuan, ini kunci mobilnya."Ujar Aji security yang tadi menanyakan tentang siapa Chaiden, sekarang ia sudah tahu siapa Chaiden. ia adalah Boss baru di perusahaan tempat ia mencari nafkah.


Kedua kakak beradik menjadi pemandangan yang indah untuk para karyawan dan model-model wanita yang ada disana, karena ketampanan mereka tentunya.


"Aku tak menyangka jika anak Ny.Yunna sangat tampan".Ujar salah satu model dan menatap kedua kakak beradik itu.


"Iya, katanya anak Ny.Yunna ada Tujuh dan semuanya tampan-tampan."Jawab salah satunya


"Apakah benar, wahh berarti Rumah Ny.Yunna taman cogan dong."Balas yang satunya lagi dengan tersenyum sambil membayangkan setiap hari mereka akan bertemu dengan pria tampan itu.


****


Arthur duduk di kursi kemudi, karena ia yang menyetir mobil kakaknya itu, sepertinya ia juga merindukan mobil sport milik kakak ketiganya.


"Akhirnya hari ini aku membawa lagi mobilmu kak."Ujar Arthur dengan senyum bahagianya,yang tampak seperti anak kecil.


"Ya terserah kau saja,Thur."Jawab Chaiden yang pasrah dengan keinginan adiknya itu.


"Taruhan yuk,kak!."Ujar Arthur yang melihat jam tangannya, ia melihat berapa lama ia memacu mobil sport ini hingga ke mansion.


"Hei, jangan gila Thur, bisa-bisa mobil kakak akan di sita kak Rei lagi."Ujar Chaiden, karena ia tahu kemana arah pembicaraan adik nya itu.


Dulu mereka pernah balapan dengan hasil akhir selama sebulan mereka tidak di perbolehkan membawa mobil sendiri oleh kakak sulung mereka.


"Ck,, kakak gak asyik ihh."Ujar Arthur dengan wajah cemberutnya.


"Kak Rei sangat mengkhawatirkan kita dan juga keadaan sekarang masih belum aman, akan lebih mudah musuh mengincar kita,Thur."Ujar Chaiden lagi yang melihat wajah adiknya itu.


"Untuk kali ini ya, ada saat nya kakak akan mengajakmu duel mobil baru bersama."Lanjutnya lagi yang di sambut senyum bahagia dari adiknya.


Mereka berdua menikmati jalanan yang sedikit ramai, karena sebenarnya sekarang hari sudah senja, dan di malam minggu banyak pasangan yang berjalan dengan bergandengan tangan.


"Ck,,apa enaknya sih pacaran."Ujar Arthur yang melihat sepasang kekasih tampak saling suap yang duduk di sebuah kedai.


"Kakak juga tidak tahu Thur, karena kakak juga belum pernah pacaran."Jawab Chaiden dengan wajah polosnya.


Percakapan yang tidak jelas antara kedua kakak beradik itu terus berlanjut hingga tiba di mansion. Tampak Ketiga saudara mereka, serta Rachel yang juga baru pulang dari Perusahaan memasuki rumah.


"Kak,,"Panggil Arthur yang membuat kedua kakaknya termasuk Chaiden yang duduk di sampingnya melihat ke arahnya, tidak dengan Reivant dan Rachel yang sudah lebih dahulu masuk.


"Ada apa,Ar?"Tanya Danien, karena posisi mobil sport yang sudah berhenti itu, terbuka capnya jadi lebih mudah untuk melihat kedua manusia aneh itu.


"Tidak, aku hanya ingin bertanya apa kalian baru pulang?."Jawab Arthur dengan senyum jahilnya,membuat ketiga kakaknya menatap gemas pada Arthur yang di balas cengiran dari Arthur.


"Bima, tolong parkirkan mobil ya."Ujar Chaiden pada bima.


"Baik Tn.muda!."Jawab Bima dan berjalan ke sebelah pintu stir, karena Arthur sudah keluar dan berjalan duluan meninggalkan kakaknya Chaiden, ia berjalan Bersama Danien dan Brandon.


"Dasar anak itu, kadang dewasa, kadang kekanankan."Ujar Brandon yang melihat tingkah adik kelimanya itu.


"Ya itulah dia."Jawab Danien, yang di bicarakan hanya tersenyum menanggapi perkataan kedua kakaknya.


"Selamat malam semuanya, Arthur si pria tampan pulang, malam baby caca, apa baby merindukan unclemu yang tampan ini?."Sapa Arthur pada penghuni rumah dan juga ponaan cantiknya itu.


"Ur, ur,,maam."Celoteh baby Carli yang seakan mengatakan ia makan.


"Makan lah baby, uncle mandi dulu ya. Supaya Ketampanan Uncle tidak luntur."Jawab Arthur dan mencium pipi gembil ponaannya.


"Mandi sana Ar, baru setelah itu, kamu cium baby."Ujar Ny.Park yang melihat anaknya yang baru pulang itu.


"Iya Kak! Sana pergi mandilah, aromanya sangat tidak enak untuk di hirup." Ujar Michael yang tak jauh duduk di sana dan meledek kakaknya itu.


"Ck,,Setidaknya aku tetap tampan, mike." Ujar Arthur dan meledek adik keenamnya itu.


"Dad, Mom bagaimana dengan pengangkatan Kai tadi?."Tanya Reivant pada kedua orangtuanya saat mereka duduk di ruang keluarga.


"Aman Rei, mulai besok adikmu sudah mulai bekerja."Ujar Ny.Park pada putra sulungnya itu


"Bagaimana kuliahnya mom??"Tanya Reivant lagi, karena ia tahu adik badungnya itu belum menyelesaikan pendidikannya.


"Bulan depan ia sudah wisuda, dan skripsinya juga sudah selesai, jadi kamu tahu lah adikmu itu seperti apa,Rei."Ujar Ny.Park kembali.


"Mom,bulan depan baby ulang tahun, hadiah apa yang bagus untuk baby?."Tanya Michael yang duduk di karpet dengan Ipad dan Laptop tentunya.


"Wah tanggal berapa Mom?."Tanya Rachel yang ikut antusias mendengar ulang tahun anak menantunya eh calon maksudnya.


"Tanyakaan pada kedua orang tuanya itu."Ujar mommy Park yang ikut melihat ke arah Shera dan Reivant yang hanya tersenyum melihat mereka dari tadi.


"Tanggal 24,Chell."Jawab Reivant, karena sesuai dengan buku pink yang pernah ia lihat di tas yang di bawa Shera Bersama baby carli saat itu.


"Ohh,,berarti tak lama lagi dong. Hmm,mike hadiah apa yang cocok untuk Baby Carli?". Tanya Rachel pada Michael.


"Entahlah,Kak Chel! Mike juga bingung,karena apapun yang akan di hadiahkan sudah di miliki oleh Baby Carli." Jawan Michael dan menggaruk tengguknya sambil berpikir.


"Apa aku buatkan sebuah game yang mengatas namakan Baby Carli yah?". Ujar Michael lagi.


"Sepertinya itu ide bagus. Tapi,game yang bisa di mainkan oleh semua kalangan dari anak kecil,muda hingga orang tua." Ujar Rachel dan di setujui oleh Michael.


Reivant hanya menatap adik dan sahabatnya itu, Shera hanya tersenyum menanggapinya. Entah ide konyol apa itu, tapi masuk akal juga. Hadiah yang sangat beda dari yang berbeda.


"Mom,, Daddy dimana?". Tanya Baby Axell dan langsung memeluk Rachel.


Entah Bayi tampan itu dari mana saja, karena tak seperti biasanya. Dimana ada Baby Carli pasti ada dirinya, tapi tidak kali ini.


"Daddymu di kamar,Baby!". Ujar Rachel dan mengatur rambut putranya yang sedikit berantakan.


"Hay baby cantik. Aku ke kamar daddy dulu yah,sebentar kita main lagi." Pamit Axell dan berjalan menuju kamar Danien.


"Cucu Mami sangat tampan." Ujar Ny. Park dan terus memperhatikan Axell yang kini telah menghilang dari pandangannya.


"Daddy. Apakah Daddy didalam?".Tanya Axell dan mengetuk pintu kamar Danien.


"Iya Baby,Daddy di sini. Masuklah!". Ujar Danien yang sepertinya baru selesai membasuh dirinya. kenapa Danien bisa mendengar suara Axell karena pengedap suaranya sedang di non aktifkan olehnya.


"Aku masuk yah."Ujar Axell dan membuka pintu kamar Danien.


"Ada apa,baby?". Tanya Danien dan menatap putra tampannya itu.


"Axell merindukan Daddy." Ujar Axell dan bergelanjut manja pada Danien.


"Hahah... Maafkan Daddy, Pekerjaan Daddy sangat banyak. Daddy juga merindukan anak daddy yang tampan ini." Ujar Danien dan membawa Axell ke gendongannya.


"Daddy, apakah Axell boleh bertanya Sesuatu?". Tanya Axell dan menundukkan wajahnya.


"Silahkan sayang. Apa yang baby ingin tanyakan?". Ujar Danien dengan senyum yang sangat tulus pada pria kecil itu.


"Apakah, Daddy menyukai Mami?". Tanya Axell dengan tatapan mata yang penuh dengan harapan.


Deg....


"Hahah,,Ya,Daddy menyukai mami. Mamimu adalah wanita yang hebat,Paman Brandon, Daddy Rei juga menyukai mami,kita semua menyukai mamiMu." Jawab Danien dengan senyum yang tetap menghiasi wajahnya.


"Terima kasih,Daddy!." Jawab Axell dan pria kecil itu tersenyum masam.


Ternyata Rachel berdiri di depan pintu kamar Danien. Tadi, dia di minta oleh Ny. Park untuk memanggil mereka karena sudah waktunya Makan malam.


Rachel hanya berdiam mendengar jawaban Danien. Antara kesal, kecewa dan, tidaknya semuanya bercampur menjadi satu.


"Bodoh,Chell! Dari awal kamu pasti tahu, siapa yang di sukai, Danien. Kamu terlalu berharap." Gumam Rachel dan memaksakan Senyumnya.


TBC.


Bonus pict. Paman Michael Park.


heheh,,sudah lama yah,tak pernah melihat visual dari paman yang satu ini. 😁