
Sekitar jam 4 sore, setelah acara ulang tahun baby Carli selesai.
Dr.Diki datang dengan masih mengunakan jas lengkap, karena ia akan mandi dan berganti pakaiannya di kamar yang ia miliki di mansion ini, ya ia mempunyai satu kamar khusus untuknya. Karena ia adalah adik lelaki dari Ny.Park, selain adik perempuannya yaitu ibu kandung Danien.
"Sore.."Sapa Diky saat memasuki Mansion ketujuh putra Park.
"Sore Ky, ada apa?."Sapa Tn.Park pada adik iparnya itu dan menanyakan kedatangan adik nya itu. Tadi saat perayaan ulang tahun baby ia tidak bisa datang karena ada pasien yang urgent.
"Reivant tadi menelpon ku, katanya Shera sakit."Jawab Diky pada kakak iparnya.
"Eh kok saya tidak tahu."Ujar Tn.Park dengan bingungnya.
"Kan kakak masih sibuk sama cucu cantik kita itu."Jawab Diky yang menunjuk ke arah baby Carli yang bermain,ah tepatnya menyiksa Axell dengan menarik rambut baby tampan itu.
"Baiklah, ganti lah pakaianmu itu, malam ini nginap disini."Ujar Tn.Park pada Diky.
"Ya lihat saja jika tak ada pasien kak."Jawab Diky dengan pasrah.
"Ky, apa Michael Hospital, hanya memiliki satu dokter."Ujar Ny.Park yang baru datang dari kamarnya, dan menjawab perkataan adik sepupunya itu, ya mereka adalah sepupu kandung.
"Ah kakakku yang cantik, ayolah aku hanya bercanda, ya aku akan menginap disini malam ini."Ujar Diky dan tersenyum manis pada kakaknya,sebelum Ny. Park semakin mengocehinya.
"Kapan kamu akan menikah, Ky?."Tanya Ny.Park saat Diky baru ingin beranjak ke kamarnya.
"Menikah? Hmm,,Mungkin nanti."Jawab Diky asal dengan senyuman yang sangat mirip dengan Aidyen.
"Liat ponaan mu sudah memberikan cucu, dan kamu jangankan istri, pacar saja tak punya."Ujar Ny.Park dan Diky hanya menyengir dan itu sangat mirip dengan ponakannya Aidyen.
"Aku masih muda, kenapa aku harus cepat-cepat menikah." Ujar Diky dengan santai.
"Apa kamu mau, kakak mengenalkanmu pada teman kakak."Lanjut Ny.Park lagi dengan senyuman yang di buat semanis mungkin hingga membuat Diky merinding.
"Paman, jangan mau di kenalkan oleh mommy."Ujar Chaiden yang baru keluar dari dapur dengan segelas jus jambu.
"Wanitanya pada menor-menor dan mereka sudah tua dan sangat tidak cocok dengan Paman."Lanjut Chaiden lagi dengan tertawa melihat wajah kesal mommynya.
Diky hanya tertawa melihat ponaannya, dengan kakak sepupu yang merupakan kakak sekaligus ibu, karena Ny.Park lah yang ikut merawatnya dan membesarkannya, saat ibunya sakit-sakitan.
Dan jarak usia Diky dan Reivant tak terlampau jauh, usia mereka hanya berjarak 2 tahun. Karena untuk mendapatkan Diky, sangatlah susah dan untuk mendapatkan nya tante dari Ny.Park dan suami harus melakukan bayi program, dan saat Diky lahir Papanya meninggal karena sakit, di susul mamanya saat ia berumur satu tahun lebih.
"Kai, apa kamu mau mommy menyita semua mobil koleksi mu."Ujar Ny.Park pada anak ketiganya.
"Paman, jika mobilku disita, aku nginap di apartement paman saja yah, dan aku akan mengenalkan paman pada dosen-dosen cantikku di kampus."Ujar Chaiden sambil berlari meninggalkan kedua orangtuanya dan pamannya menuju kamar kakak keduanya.
Akhirnya Diky pamit pada kakaknya untuk kekamar, karena ia harus mandi dan berganti pakaian, Reivant sudah menanyakan dimana pamannya berada, ya di balas oleh Diky jika ia sudah ada di rumah.
Tanpa mengetuk, Chaiden masuk dan melihat kakaknya masih tertidur pulas di atas sofa di kamarnya.
"Ck, manusia ini, ada Kasur empuk malah tidur di sofa."Gumam Chaiden yang melihat kakak keduanya itu.
Tak lama, Baby Axell masuk dan melihat paman Chaidennya yang berbaring di kasur dan Daddy-nya tertidur pulas di sofa.
"Uncle,Kai." panggil Axell pelan bahkan berbisik dan berjalan kearah Chaiden.
"Ada apa, Ell?". Tanya Chaiden yang terkejut dengan keberadaan Axell.
"Tolong berikan Axell,selimut yang ada di bawah,uncle." pinta Bayi tampan itu dan Chaiden memberikan Selimut,tidak lebih tepat Badcover yang bahkan lebih besar dari tubuh Axell.
"Apa yang akan Ell, lakukan dengan ini?" tanya Chaiden bingung.
"Sepertinya Daddy kedinginan." Ujar Axell dan menunjuk kearah Daddy-nya.
Chaiden melihat apa yang di lakukan oleh baby tampan itu yang dengan pelan dan kesusahan memasangkan selimut di badan Danien dan akhirnya Chaiden turun tangan membantu Axell memasangkan selimut di badan kakak keduanya itu, dalam diam ia tersenyum atas perlakuan anak dari Rachel itu.
"Anak ini sungguh sangat menyanyangi kakak, dan kakak sangat beruntung."Inernya dan tersenyum melihat Axell yang mencium pipi Daddynya.
"Axell,menyayangi Daddy." Ujar Axell pelan. Chaiden mengabadikan moment itu di ponselnya.
*****
Disisi lain, tampak Aidyen dan teman-temannya berada di kamarnya,entah apa yang mereka lakukan itu urusan mereka.
"Aku tidak mengenalnya dan mereka baru berkenalan tadi dan langsung akrab." Jawab Arvin dengan wajah yang pasrah.
Karena, sejujurnya ia lelah harus bersembunyi dari gadis itu,begitu juga dengan Aidyen, yang turut merasakan apa yang Arvin rasakan.
"Apes nasib kalian bedua,,"Ujar Mereka bertiga bersamaan yang di sambut tawa oleh kelima anak remaja itu.
****
Okey,,sekarang kita ke Teman Baru.
Harld dan Michael terlihatnya semakin akrab, baru kali ini Michael bisa akrab dengan cepat dengan orang baru.
Sedangkan, teman se-tim gamernya, untuk berkenalan dan dekat dengan mereka, Michael membutuhkan waktu yang lama untuk bisa ia akrab dan dekat dengan mereka.
"Harld, kamu ingin memakan apa?". Tanya Michael pada Harld yang tampak sibuk dengan Game yang ada di komputer Michael.
"Entahlah, Mike. Aku cukup susu coklat saja." Jawab Harld tanpa berpaling wajanya dari layar komputer.
"Baiklah! Aku keluar sebentar yah, aku sangat lapar." ujar Michael.
Michael berjalan kearah dapur dan melihat Liliana yang tampak sibuk mengatur bekas sisaan makanan dengan para maid.
"Kak Lian. Apakah ada makanan?". Tanya Mike dengan wajah memelas.
"Coba lihat di kulkas,Mike. Sepertinya ada." jawab Liliana
"Kak Lian. Susu coklat ada?". Tanya Michael dan sibuk membuka setiap laci lemari.
"Untuk? Ohh,,untuk Siapa yah, adiknya Rachel yah?". Tanya Liliana yang tampak berpikir.
"Ada, coba lihat di laci penyimpanan susu Baby carli ,ada punya mu dan Pria tampan itu." Jawab Liliana.
"Okey,kak! Maaf, Mike menganggu." ujar Michel dan meninggalkan dapur setelah dia selesai dengan kebutuhan perutnya.
"Ayolah,kak Chel. Kau harus membantuku kali ini." ujar Brandon pada Rachel yang kebetulan lewat di depan Michael.
"Tidak,Don. Aku tidak punya hak dalam hal itu, kau harus bisa sendiri. Bukankah kau pria yang gentle." Jawab Rachel dan meninggalkan Brandon dengan wajah cemberutnya.
Sedangkan,Michael hanya menatap kakak keempatnya dan berlalu ke kamarnya.
"Hay,,Paman." Sapa Arthur kepada paman Diky yang baru keluar dari kamarnya.
"Hay,Ar. Bagaimana kabarmu?". Tanya Paman Diky.
"Baik, Aku baik-baik saja. Bye,paman aku mau mencari kak Chaiden." Jawab Arthur dan mencari keberadaan kakak ketiganya yang tentunya berada di kamar Danien.
"Ck, anak itu. Memang tidak bisa jauh dari kakaknya yang tengil itu." Ujar Paman Diky entah pada siapa.
Dan ia berlalu menuju kamar ponaan sulungnya ya siapa lagi kalau bukan kamar Reivant park yang sedari tadi menerornya dengan Chat dan telpon.
Tok,,tokk (bunyi ketukan pintu kamar Reivant).
Reivant berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu, di lihatnya pamannya yang sudah seger dengan rambutnya yang agak sedikit basah, sungguh Paman yang sangat tampan (Aku tersepona,paman Diky.)-author bilaikš¤¤.
"Ck,,apa paman ingin membuat para Maid disini histeris."Ujar Reivant pada pamannya, ya karena jarak mereka yang hanya terpaut dua tahun jadi ketampanan Diky juga tak di ragukan lagi.
"Isss, paman gerah Rei, jadi mandi dulu, apalagi paman kan baru dari rumah sakit."Jawab Diky.
"Mana istrimu??."Tanya Diky saat masuk tak melihat menantunya itu.
"Mungkin...."Jawaban Reivant terputus saat pintu toilet di buka,tampak Shera dengan wajah yang agak pucat berjalan ke arah mereka.
"Hati-hati sayang."Ujar Reivant yang membantu Shera untuk jalan.
"Apa kamu merasakan mual,Ra??."Tanya Dr.Diky yang di balas anggukan dari Shera, karena ia masih merasakan pahit di mulutnya.
TBC.