PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
29. TURNAMEN



Hari ini yang di tunggu, turnamen game terbesar yang sudah lama di tunggu para Gamers sejati, tidak terkecuali Michael yang sudah sangat bersemangat walaupun expresi wajah nya biasa saja tapi ia begitu menantikan nya.


Dan di sebuah villa sudah terdengar hiruk pikuk penghuni villa itu siapa lagi kalau bukan keluarga Park yang sangat hebohnya mempersiapkan barang yang akan di bawa terutama untuk putri kecil Park itu.


"Ndon apakah kamu sudah menanyakan Michael," Tanya Ny. Park kepada putra keempatnya


"Iya Mom,, Michael mengatakan hari ini ,hari pertama untuk turnamennya," Jawab Brandon dengan tidak melihat Mommynya karena ia masih sibuk dengan Putri kecil Reivant itu yang sekarang duduk di pangkuannya.


"Kak, apakah kak keenam tidak merasakan kehadiran kita," Ujar Aidyen khawatir.


"Kurasa tidak. Karena, ia tadi sempat Video call dengan aku dan berkata bahwa ia merindukan rumah terutama baby Carlissa. Ia ingin cepat pulang." Jawab Arthur yang baru saja datang dari arah kamarnya.


"Hmmm,,dapat di percaya. Karena, Putra mommy itu tidak pernah berbohong." Jawab Ny. Park dan menyuapi makan untuk cucu tercintanya itu.


Baby Carlissa menatap Pamannya Danien yang baru saja datang dengan pakaian santainya. Duduk di samping Ny.Park dan menyandarkan tubuhnya di belakang sang Mommy, sambil memeluk tubuh sang Mommy dari belakang.


"Dan... Mommy tidak bias bergerak, lihat ponaanmu sedang makan." Ny.Park menggeserkan tangan Danien dari menghalangi tangannya.


"Sebentar saja Mommy." Jawab Danien dan bahkan semakin erat memeluk Mommynya.


Baby Carlissa memukul tangan Danien dan ia sedang mengomeli Danien yang menganggu Grandmomnya, Baby Carlissa bahkan berdiri dari pangkuan Brandon dan ikut memeluk Ny.Park.Seolah ia mengatakan pada Danien bahwa ini Grandmomnya dan hanya punya dirinya.


Mereka di buat tertawa oleh tingkah gemas Baby Carlissa yang duduk di pangkuan Ny.Park, sambil memeluk tangan Ny.Park dan menariknya dari rangkulan Danien.


"Kenapa boneka kecil ini sungguh menggemaskan. Sini sama uncle tampanmu saja!" Ujar Chaiden yang mengambil Baby Carlissa dari pangkuan Mommynya.


Baby Carlissa memberontak dan tangannya terulur kearah Ny.park meminta pertolongan Grandmomnya untuk menyelamatkannya dari manusia gila ini sekarang.


"Papa...papa...." Tangis Baby Carlissa mencari sang Daddy. Ia berharap Daddynya datang dan menyelamatkannya.


Baby Carlissa tak mau jauh dari Ny.Park, ia tak suka jika melihat Grandmomnya di peluk oleh Pamannya yang lain, karena, sekarang Baby Carlissa hanya ingin Bersama Ny.Park atau Brandon.


"Kembalikan Bayi kecilku,kak!. Ujar Brandon dan mengambil Baby Carlissa dari pangkuan Chaiden dan membawa kabur Bayi kecil itu Baby Carlissa memeluk leher Pamannya Brandon dan menatap Chaiden seolah ia sedang mengejek.


"yah,,aku tidak habis pikir, kenapa boneka hidup itu pandai bersandiwara. Lihat wajahnya seolah sedang mengolokku." ujar Chaiden dan menghela nafas Panjang.


"ck,,dia sangat mirirp sepertimu, kak!. Bahkan sifatmu di copy dengan baik oleh bayi kecil itu." Jawab Arthur seolah mengolok kakak ketiganya itu.


"Kau,, yak! kenapa aku harus memiliki adik kurang ngajar seperti dirimu." Chaiden menjepit leher Arthur dengan tangannya.


Ny.Park hanya menggeleng melihat tingkah kedua putranya itu. Ny.Park memilih untuk kembali ke dapur dan mengatur perrlengkapan makan Baby Carlissa.


"Kapan kita berangkat, sekarang sudah setengah 8." Tanya Aidyen yang dari tadi hanya menjadi penonton aksi kedua kakaknya itu.


"Bersiaplah, kita berangkat sekarang. Usahakan kedatangan kita tidak mengundang perhatian orang lain terlebih Michael." Pesan Ny.Park dan menuju kamarnya mengambil tasnya dan tas kecil milik cucu tercintanya,Baby Carlissa.


Brandon menunggu mereka di depan Villa dengan Baby Carlissa yang sibuk mengoceh sambil menunjuk pohon-pohon dan juga burung yang berterbangan di langit.


Mereka tiba di tempat Turnamen Michael, Ny.Park mengajak kelima putranya mencari tempat duduk yang bisa dengan mudah melihat Michael, tanpa menimbulkan kecurigaan. Brandon menatap kesetiap sudut tempat itu, ia menyunggingkan senyumnya saat melihat beberapa orang kepercayaannya dan Kakaknya Reivant berdiri tak jauh dari tempat Michael.


Ternyata Reivant tak membiarkan Michael pergi sendiri tanpa pengawasan ketat. Bodyguard-bodyguard itu bukanlah pengawal biasa mereka orang sangat di percaya dan tak sembarang melukakan tugas tanpa perintah dari dirinya ataupun kakaknya Reivant.


"Ada apa?.tanya Ny. Park yang merasa curiga melihat expresi Brandon.


"Ternyata Kak Reivant tak membiarkan Michael sendiri, Mommy lihat disana. Beberapa orang yang berdiri tegak yang tak jauh dari Michael. Mereka orang kepercayaan Kak Reivant." Tunjuk Brandon dan Ny.Park hanya mengangguk bahagia, karena ia merasa aman putranya di lindungi oleh kakak-kakaknya itu.


"tata,,,,tielll.tiellll." Tiba-tiba Suara Baby Carlissa memecahkan keheningan di sana dan membuat mereka terkejut mendengar suara kecil itu.


Brandon yang memangku Baby Carlissa spontan menutup mulut Baby Carlissa dan mereka langsung menutupi wajah mereka masing-masing, saat Michael berbalik dan menatap Kearah sumber suara. Ia sangat mengenal suara itu, dan membuatnya semakin rindu dan ingin cepat-cepat pulang kembali kerumah.


"kenapa aku seperti mendengar suara Baby Carli,," gumam Michael,, "ahh mungkin aku hanya merindukan rumah dan keluargaku," lanjutnya seolah menepis rasa penasarannya.


"Tielll... Tielll.." kembali suara itu menggema di telinganya. Saat Michael berbalik ia hanya melihat beberapa orang yang pergi dari tempat itu dan salah satu dari mereka sepertinya sedang menggendong seorang bayi.


Michael hendak menghampiri mereka,namun langkahnya di tahan oleh seseorang. Sehingga ia mengurungkan niatnya itu, matanya terus mengikuti mereka hingga beberapa orang itu hilang dari pandangannya.


"Dia seperti Mommy. Ahh,, aku terlalu merindukan mereka hingga ku sering berhalusinasi." Ujar Michael menepiskan pikirannya itu.


Ia naik keatas podium dan menuju ke tempatnya, di pakai nya Headphone dan menatap layar komputernya dengan intens.


Ia harus menang,itu niatnya saat itu. Ia harus menang dan dengan cara itu dia bisa membantu kakaknya Danien mengungkapkan kematian kedua orang tuanya.


Dan membuat acara untuk penyambutan Baby Carlissa, semuanya tergantung pada Michael. Jika ia gagal maka semuanya pun akan gagal, Michael tidak ingin mengecewakan Mommy dan saudara-saudaranya.


Ia menghela nafas panjang dan menggerakkan otot-otot tangannya. Pria Tampan itu menampilkan smirknya dengan menatap tajam layar komputer.


" akan ku taklukan kau." Gumam Michael dengan percaya diri.


Disisi lain, Ny. Park mengkerutkan keningnya dan menatap Brandon kecewa.


Inginnya ia marah tapi tidak mungkin Ny. Park marah pada cucu tercintanya, karena telah mengagalkan acara nonton nya.


Ini live dan itu juga pertama kalinya ia menonton Ny. Park menonton pertandingan putranya Michael.


"Baby Carli sayang,, Setelah acara ini grandmom akan mempertemukan diri mu dengan pamanmu Michael. Tapi,sekarang kita dukung pamanmu dulu yah,sayang." Ujar Ny. Park lembut dan baby Carlissa menatap Grandmomnya seolah ia mengerti.


Ny. Park tersenyum dan mengusap pucuk kepala baby Carlissa. Bayi kecil ini benar-benar pintar dan cepat mengerti, Ny. Park benar-benar bangga Kepada putra pertamanya yang menurunkan kepintarannya kepada Baby Carlissa.


TBC.


👼🏻: Hay tante-tante dan paman-paman kesayangan baby Carli,, Aku mencintai kalian semua. Maaf jika Baby Carli tidak bisa membalas komentar kalian satu persatu, Terima kasih. Dukung terus baby Carli dengan Cara Vote "PRINCESS DADDY'S." Terima kasih😉