PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
128. I don't know



Di Kediaman Rouwnd, sebenarnya Rouwnd tak kuat dengan keadaan tubuhnya saat ini, ia berencana untuk menemui Dr.Diky karena ia lupa jika seharusnya hasil pemeriksaannya sudah keluar.


Sebenarnya ia sudah lama merasakan kelelahan, sakit kepala, dan juga mimisan, dan gejalah lainnya, tapi entahlah ia seolah tak memperdulikan tubuhnya, yang ia perdulikan hanya ingin menguasai semua harta milik sahabatnya, Ramons.


"Ram, temani saya ke rumah sakit."Ujar Rouwnd


"Baik Tuan!."Balas Ram tangan kanannya, Sebenarnya Ram ingin menanyakan keberadaan anak dari Tuannya itu, tapi ia memilih untuk diam saja.


Saat ia akan bersiap untuk pergi, seorang pemuda masuk dengan santainya, dia adalah Gavin, yang baru saja tiba dari luar negeri karena ia juga mengurus perusahaan disana.


"Hallo paman." Sapa Gavin Pada Rouwnd.


"Vin kapan datang?, kenapa tidak mengabari paman?."Tanya Rouwnd


"Barusan paman, Gak sempat, eh paman kenapa pucat sekali, apa paman sakit?. "Tanya Gavin dan menatap wajah Rouwnd yang tampak pucat.


"Hanya sakit kepala selama akhir-akhir ini, paman gak apa-apa kok."Balas Rouwnd sok kuat dengan senyum.


"Hm, bagaimana rencananya lancar paman?."Tanya Gavin


"Ya sekarang anak bungsu Ramons ada disini, paman menculiknya."Jawab Rouwnd tanpa beban.


"Oh, bagus itu."Ujar Gavin, setidaknya ia gak harus repot-repot


"Nanti malam, kita akan bertemu dengan mereka, Vin."Ujar Rouwnd dan mengatakan hal lain yang merupakan inti dari semua usahanya selama ini.


"Baiklah paman, dan aku akan mengerahkan beberapa anak buahku juga."Ujar Gavin lagi dan mengangguk setuju.


Dan percakapan mereka terus berlanjut hingga membuat Rouwnd lupa tujuan pertamannya yaitu ke Rumah sakit.


****


Kondisi jalanan yang di lewati oleh putra ketiga Park cukup ramai, karena kesibukan para manusia yang mencari nafkah entah itu usaha sendiri ataupun menjadi karyawan.


Chaiden melajutkan mobil sportnya dengan kecepatan sedang karena ia juga hanya ingin ke kampus, saat di lampu merah ia melihat sebuah mobil BMW berwarna purple yang menarik perhatiannya


Chaiden mengagumi warna mobil itu sungguh cantik terkena sinar mentari pagi, entahlah ia hanya berharap yang mengendarainya adalah seorang wanita.


"Hei apa yang kau pikirkan Kai."Gumamnya sendiri saat tersadar


Lampu hijau menandakan semua kendaraaan harus cepat melanjutkan perjalanannya begitu juga mobil BMW berwarna purple itu. Chaiden hanya melihat saja, karena tujuan mereka berbeda, ia hanya tersenyum.


****


Markas King, yaitu markas yang di miliki oleh Rayn di negara B, Markas ini adalah markas kedua terbesar setelah markas di kota asal Rayn sendiri dan mobil yang di kendarai oleh Rayn untuk masuk ke dalam Mansion besar itu.


Markas itu berupa Mansion yang lebih besar dari kediaman keluarga, karena ini untuk menampung semua anak buahnya di negara ini.


Pintu gerbang terbuka, tadi saat mereka pulang dari rumah sakit, Rayn meminta ia yang menyetir mobil itu, kebetulan Reivant juga sudah Lelah, ia hanya ingin istirahat sedikit sebelum malam nanti.


Mobil itu tiba di depan pintu mansion dan mereka berdua keluar, serta di sambut oleh anak buah Rayn.


"Siang Boss."Sapa salah satu tangan kanan Rayn.


"Hm, siang Bass, ini kenalkan saudara saya Reivant, kalian akan menjadi anak buahnya juga mulai hari ini."Ujar Rayn Panjang lebar dan memperkenalkan Reivant pada anak buahnya.


"Baik boss."Jawab Bass orang kepercayaan Rayn yang mengurus Markas disini.


"Selamat siang Tuan muda." Sapa Bass dengan menundukan kepalanya pada Rayn dan di balas anggukan Reivant.


Dan mereka berdua masuk untuk mendiskusikan taktik yang harus di gunakan mereka Bersama anak buah mereka.


"Bass, intinya kalian tidak boleh membunuh kedua orang ini."Tunjuk Reivant pada kedua foto yang terpampang di meja yaitu foto Rouwnd dan Gavin.


"Baik Tuan muda, tapi jika mereka melukai boss dan tuan muda, kami harus melumpuhkan mereka."Jawab Bass dengan sopan.


*****


Sekarang jam sudah menujukan pukul 6 sore, dan Reivant serta Rayn baru saja tiba, sedangkan keluarga mereka sudah menunggu mereka semua di ruang keluarga. Sebenarnya, mereka sangat letih tapi masalah ini harus selesai hari ini. Mereka sudah cukup bersabar selama ini menghadapi sikap Rouwnd dan hari ini mereka ingin menyelesaikan.


"Apa kalian sudah pikir kan semua strateginya, Rei?."Tanya Tuan Park melihat wajah Lelah putra sulungnya itu.


"Sudah Dad, semua nya akan berjalan sesuai rencana, yakinlah pada kami."Jawab Reivant sambil tersenyum melihat mommy dan istrinya.


"Baiklah bersihkan badan kalian, kita langsung makan malam, karena kedua kakek kalian sudah menunggu di ruang makan."Ujar Tuan Ramons karena kedua kakek itu asyik main dengan kedua cicit kesayangan mereka.


"Baik dad."Jawab Reivant dan Rayn bersamaan dan menuju kamar masing-masing.


Beberapa menit kemudian, Reivant dan Ryan sudah berkumpul Bersama semua keluarga di ruangan itu, dan mereka mulai untuk makan malam, kali ini makan malamnya di percepat karena mereka harus bersiap untuk menuju tempat yang sudah di janjikan untuk bertemu Rouwnd yaitu di pacuan kuda milik Rouwnd itu.


Setelah selesai mereka makan malam, sekarang Semua berkumpul di ruang keluarga Mansion putra Park, tanpa terkecuali, termasuk Rachel yang akan ikut ambil bagian dalam penangkapan, Rounwd dkk.


"Chell, apa kamu akan ikut juga?."Tanya Ny.Park khawatir dengan Rachel yang sudah ia anggap anak sendiri itu.


"Iya mom, tenang saja, ada Kai yang akan menjaga ku, benarkan Kai."Ujar Rachel yakin dan tersenyum pada Kai.


"Iya mom, tenang saja, aku akan menjaganya, dia takkan terluka sedikitpun."Ujar Chaiden meyakinkan mommynya itu dan mengusap kepala Kakaknya Rachel.


Rachel hanya memicingkan matanya melihat kelakuan Chaiden yang sepertinya sengaja memancing Kakak keduanya yang tak jauh dari sana.


"Huhh, baiklah, mommy percaya pada kalian, ingat jangan sampai terluka, mommy akan menghukum kalian."Ujar Ny.Park memperingati anak-anaknya.


"Baik Mom." Jawab Rachel dan Chaiden bersamaan dengan wajah tengil mereka.


Shera menatap suaminya, iya tahu lelaki yang sudah menjadi bagian dalam hidupnya itu tampak Lelah, ia sangat merasa bersalah, tapi ia tahu suaminya sangat ingin menyelesaikan semua agar anak-anak mereka aman kedepannya.


Sedangkan Stella hanya menatap kosong, entah apa yang ia pikirkan, ia hanya merasa kenapa keluarganya seperti ini, ia hanya menyesali kenapa papinya tak berhenti saja.


Kenapa harus membunuh orang hanya untuk ambisi sesaatnya itu. Terkadang ia menyesal telah hadir di dunia, tapi ia ingat pesan mamannya untuk tetap menyayangi kakaknya yaitu, Shera.


Danien menatap Rachel dalam diam, ia tak menyangka jika wanita yang menjadi istri Virtualnya itu bukan wanita biasa yang hanya hidup dalam gelimang harta.


Tapi, ia salah satu wanita terkuat di clan mafia milik keluarga Aharon, itu juga ia baru tahu tadi, tentang kebenaran siapa Rachel yang sebenarnya dan ada sedikit rasa sakit dalam hatinya, tapi ia tak tahu apa itu.


Sekarang Reivant, Rayn, Chaiden dan Rachel mereka sudah bersiap dengan perlengkapan mereka, dengan Chaiden dan Rachel dengan dandanan yang tampak seperti gembel dengan pakaian yang mereka kenakan.


Entah dari mana mereka mendapatkan itu, tapi jangan salah di dalamnya mereka mengunakan pakaian lain, dengan Rachel yang mengenakan pakaian yang selalu ia gunakan jika menyerang musuh dulu, sudah lama sekali iya tak melakukan kegiatan menyenangkan itu. Selama ini ia bertingkah seperti wanita lemah lembut dan manis. hahaha.


"Kalian hati-hati, ingat jangan terluka."Ujar Kakek Wilson pada cucunya itu.


"Baik Kek, kami akan kembali dengan tanpa cacat. Aku akan menjaga kak Rachel dengan baik."Ujar Chaiden sambil tersenyum dan menggandeng tangan Rachel. (Teruskan Paman Chaiden, Author mendukungmu.😊)


"Dan, kami mengandalkanmu dan juga Mike serta Harld disini."Ujar Reivant pada Danien.


"Baik kak, itu pasti."Balas Danien dan dia hanya menatap datar kelakuan Chaiden dan Rachel yang dia sendiri tidak tahu perasaan apa yang ada di dalam dirinya. Sejujurnya, dia tidak suka melihat Chaiden yang begitu dekat dengan Rachel.


Mereka berempat masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan untuk mengantarkan mereka pada tujuannya, dengan seorang anak buah Rayn menjadi sopir


"Ir, nanti turunkan mereka di jalanan tanjakan."Ujar Rayn pada sopirnya.


"Baik boss."Jawab Ir sopir itu


Rayn juga sudah mengirimkan pesan pada anak buahnya untuk menuju ke pacuan kuda X, hanya sebagian yang di kirimkan dulu, karena yang lainnya akan menyusul mereka dan menjaga dari tempat yang tidak jauh dari sekitar sana, menjadi bayangan di belakang boss mereka.


TBC.


(Pada intinya jangan serakah dengan apa yang bukan milikmu, apapun yang kau dapatkan saat ini Nikmati dan Syukuri karena kebahagiaan bukan di ukur dari seberapa banyak kekayaan yang kau miliki. tapi seberapa banyak kau bersyukur dengan apa yang kau miliki saat ini pada Yang Maha Kuasa dan berbagilah dengan sesama). hehe


Hai kakak-kakak pembaca semuanya, kami sebagai penulis abal-abal mengucapkan kata maaf karena baru bisa menguplod hari ini, karena kesibukan yang sangat menguras tenaga dan pikiran, semoga kakak-kakak semuanya tidak bosan untuk menunggu cerita Gaje ini, sekian dan Terima Saham