PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
94. Mengunjungi Aidyen 2



Sepertinya perjalanan yang sudah di pastikan dua jam sampai, harus tertunda karena ada sedikit kecelakaan kecil pada jalan yang mereka lewati yang melibatkan beberapa warga sekitar dengan orang-orang yang tidak tahu siapa.


"Tuan muda sepertinya kita sedikit terjebak."Ujar Pak Agus melalui line telpon yang ada di mobil tersebut.


"Ada apa pak?."Tanya Reivant karena ia tidak bisa melihat di depan.


"Ada sedikit kecelakaan tuan."Ujar Pak Agus memberitahukan keadaan


"Baik pak, pantau apa ada yang mencurigakan."Ujar Reivant sambil menyuruh pak Agus memperhatikan sekitar, karena sekarang ia membawa keluarga nya, jadi ia harus memperhatikan apapun sedetail mungkin.


"Baik Tuan muda."Jawab pak Agus dan sambungan telpon terputus.


"Dan, suruh anak buah kita lihat apa yang terjadi di depan."Ujar Reivant pada adiknya Danien


"Baik kak!."Jawab Danien dan mengambil ponselnya serta menelpon salah satu orang kepercayaannya.


***


(Salah satu Taxi)


"Baik tuan muda."Ujar Bodyguard yang tadi menjawab panggilan telpon dari Salah satu Bossnya, siapa lagi kalau bukan Danien.


"Kamu dan kamu, ikut aku."Ujar Kepala pengawal itu, kenapa mereka yang mengunakan taksi karena mereka lebih mudah untuk berbaur dengan sekitar dan penampilan mereka juga tidak mencurigakan, karena biasa saja.


"Baik!."Jawab Mereka berdua bersamaan dan mereka keluar dari taksi, yang sebenarnya sopir taksi tersebut juga adalah salah satu bodyguard juga.


"Kamu disini saja, berjalan lah pelan jika jalan nya sudah mulai lancar."Ujar kepala bodyguard itu lagi pada temannya.


"Baik,,"Jawabnya


Dan mereka bertiga berjalan meninggalkan taksi yang sebenarnya posisinya ada di belakang mobil Reivant dan keluarganya.


Setelah mereka berjalan melewati mobil tuannya, akhirnya mereka sampai pada salah satu mobil tepatnya dua mobil yang saling berciuman eh salah bertabrakan maksudnya.


Ternyata mereka adalah orang-orang yang baru pulang berkunjung melihat anaknya di agensi tempat Aidyen berada dan masalah kecil itu pun beres. Sehingga perjalanan Reivant dan keluarganya bisa di lanjutkan.


"Akhirnya sampai."Ujar Ny.Park yang sudah melihat bangunan dengan arsitektur kuno tinggi nan indah serta halaman yang luas dan asri, enak di pandang mata. Itu adalah agensi dan sebelah kiri asrama untuk idol pria serta kanan untuk wanita.


"Wahh disini bagus sekali mom,sepertinya Rachel menyukai tempat ini."Ujar Rachel yang ikut mengaggumi tempat tersebut.


"Iya Chell, mommy akan sangat ingin tinggal di daerah seperti ini."Ujar Ny Park yang dari awal kedatangan mereka begitu mengagumi tempat itu.


Sedangkan Reivant ,Danien serta Shera yang sedang mengendong baby Carli hanya tersenyum menanggapi perkataan mommy Park.


"Iya mommy, akan mempunyai satu tempat disini, yaitu villa keluarga Park."Ujar Reivant menjawab keinginan Mommynya.


Posisi sekarang mereka sudah keluar dari mobilnya, tampak beberapa bodyguard yang memakai pakaian layaknya pekerja biasa membawa beberapa bingkisan yang tadi disiapkan oleh Ny.Park untuk putra bungsunya.


Tak berapa lama seorang pria datang tergesa-gesa menyambut mereka dengan ramah, karena ia baru mendapatkan telpon dari atasanya jika salah satu pemilik saham AGY Enterteiment datang.


Dan itu membuat ia kalang kabut karena saat di beritahu jika mereka datang, orang yang di bicarakan sudah tiba di Agensi, bagaimana tidak shock.


"Selamat sore tuan, Nyonya."Ujar pria itu, dia adalah tangan kanan dari Tn.Orlando.


"Sore Hardi."Ujar Reivant karena ia kenal pria muda di depannya itu,Hardi akan selalu ada jika Tn.Orlando mengadakan meeting tentang Agensi dan Idol,yang juga melibatkan Reivant tentunya sebagai presdir dari Park Company.


"Oh ya Hardi, dimana adikku dan teman-temannya?."Tanya Reivant todepoint, karena ia melihat wajah mommynya yang sudah tidak sabaran untuk bertemu anak bungsunya itu.


"Ah iya, mereka ada di ruang latihan sekarang tuan."Jawab Hardi


"Antar kan kami kesana."Ujar Ny.Park dengan senyumnya dan sudah tak sabar untuk bertemu anak bungsunya itu.


"Baik Ny. mari ikut saya."Jawab Hardi dan menyuruh keluarga itu mengikutinya menuju di mana Aidyen berada.


"Tidak Ny,,"Jawab Hardi dengan sopan, (Ye boro-boro mau kasih tahu, dia nya saja baru tahu kedatangan keluarga Park saat mobil sudah di Parkiran).


"Bagus!."Ujar Ny.Park yang berjalan bersama Reivant dan Danien, sedangkan Shera dan Rachel di belakang Bersama baby Carli dalam gendongan Mommynya.


"Mami,,Den, Den,,"Celoteh Baby Carli yang seperti tidak sabar untuk bertemu pamannya.


"Iya Baby, kita sekarang akan bertemu Uncle mu,Aidyen."Ujar Shera sambil tersenyum gemas pada anaknya, ah ia bersyukur menikah denga pria yang sangat menyayangi nya dan di karunia putri yang cantik serta mengemaskan, Siapa lagi kalau bukan Tn.Reivant park tercintanya author hehe.


"Baby Cantik tidak sabar ya, ingin bertemu pamannya."Ujar Rachel yang gemas dengan Gadis kecil itu.


"Oh ya Chell, siapa yang menjemput anak mantu ku yang Tampan?."Tanya Shera yang ingat akan Axell.


"Oh tadi Chaiden yang menjemputnya. "Ujar Rachel karena sebenarnya Axell ada kegiatan di sekolah jadi pulang sedikit terlambat. Karena tadi ia mengirimkan pesan pada Chaiden untuk menjemput Axell dan di balas dengan senang oleh Chaiden, karena ia juga menyukai anak itu.


*****


At The School


Axell tampak duduk di sebuah bangku kecil di halaman sekolah ia menunggu maminya menjemput karena ia tidak tahu jika maminya pergi Bersama Daddy Reivant dan Daddynya serta grandmom dan baby cantik miliknya.


"Hufff mami di mana ya."Gumamnya karena tidak biasanya maminya terlambat menjemputnya.


hingga


"Baby Boyyyy,,sorry uncle tampan mu ini sedikit terlambat menjemputmu, karena uncle baru dari kampus."Ujar Chaiden yang datang menjemput pria kecil itu


"Eh, dimana mami?. Kenapa harus uncle Chaiden yang menjemput ku? Dimana paman Brandon atau paman Arthur?."Tanya Axell bingung karena bukan maminya yang datang ataupun daddynya tapi malah uncle absurd yang datang ataupun paman nya yang lainnya.


"Ck, apakah Axell tidak menyukai uncle yang tampan ini menjemputmu? mami mu masih pergi Bersama daddy mu."Jawab Chaiden karena ia tahu anak itu pasti sangat menyukai Danien kakak keduanya itu


"Benarkan uncle?."Tanya Axell dengan mata berbinar, yang tadi nya tidak semangat tapi saat mendengar mami dan daddynya pergi bersama ia langsung tersenyum dengan menampilkan deretan giginya yang kecil dan putih.


"Iya, mami dan daddy mu ada urusan sedikit, jadi uncle tampanmu ini yang menjemputmu."Ujar Chaiden dengan senyum nya yang di ikuti dengan garis matanya.


"Baiklah, uncle, Axell boleh jalan-jalan Bersama uncle?."Tanya Axell ragu


"Baby Boy mau kemana, uncle akan membawamu berjalan-jalan."Jawab Chaiden sambil mengendong Axell berjalan menuju Mobil Lamborghini Huracan Evo berwarna biru tersebut.


"Wow,,mobil uncle bagus."Ujar Axel yang kagum dengan mobil yang akan ia naik


"Apa kamu suka?."Tanya Chaiden dengan tersenyum dan mendudukan Axell di kursi sebelah nya dan memasangkan sabuk pengaman pada Pria kecil itu.


"Iya Uncle, sepertinya aku ingin uncle menjadi partner ku."Ujar Axell


Chaiden Shock dengan perkataan anak dari Rachel tersebut, karena selama ini selalu ia yang mengajak orang menjadi partnernya tapi hari ini, baby kecil ini malah mengajaknya menjadi partner dari anak kecil ini.


"Apa-apaan anak ini."Gumam Chaiden pada dirinya sambil melirik pada Axell yang tampak sibuk dengan Ipad Chaiden yang ia taruh di mobil itu.


Awalnya Chaiden tidak memperhatikan apa yang di lakukan oleh Baby Axell, Chaiden hanya melirik sekilas dan kembali fokus pada kemudinya, kemudian barulah Chaiden sadar bahwa Baby Axell memainkan ipadnya.


"Bagaimana pria kecil ini tahu kata sandi ipadku,hingga dia bisa membobol masuk ipadku,ck tidak heran jika Papi dan Paman dari pria kecil ini sangat pintar di bidang ini."Gumam Chaiden yang masih bingung, bagaimana cara Axell membuka pola kunci ipadnya, dan akhirnya ia memutuskan menerima pertemanan dari bocah luar biasa itu.


"Hm,Baiklah mulai hari ini kita berdua partner."Ujar Chaiden yang membuat Baby boy itu tampak senang dan menujukan jari kelingking pada Chaiden yang membuat Chaiden semakin bingung.


"Papi bilang jika ingin janji nya di tetapi,harus membuat jari seperti ini Uncle,," Ujar Axell menatap penuh harap pada Chaiden.


"Hahaha, baiklah boy."Jawab Chaiden yang akhirnya menautkan jari kelingkinya pada kelingking mungil milik Axell yang sangat imut itu.


"Jadi hari ini uncle adalah partner ku dan uncle ku."Ujar Axell membuat Chaiden tersenyum karena ia bangga, di jadikan paman kesayangan dari pria kecil putra sulung Rachel. (Kenapa ia mengatakan putra sulung Rachel, karena ia berharap Kakaknya Danien bisa Bersama dengan Rachel).


TBC.