
Reivant dan Shera sudah di dalam mobil Mercedes Benz yang melaju dengan pelan membelah jalanan menuju Michael Hospital.
"Pa.."Ujar Shera memanggil suaminya yang tampak sibuk dengan ponselnya.
"Iya sayang, ada apa?."Tanya Reivant menatap istri kecilnya.
"Apa yang menganggu pikiranmu pa?."Tanya Shera, walaupun Reivant tersenyum dan seperti tak ada masalah, tapi Shera bisa merasakan jika suami tampannya memiliki sesuatu yang menganggu pikirannya.
"Kamu ini."Ujar Reivant tersenyum pada istrinya, ia menatap mata wanita yang telah memberikan buah hati itu.
"Hmm,, ada sedikit masalah sayang, dan sepertinya papa harus ke kota S minggu depan."Ujar Reivant akhirnya menceritakan apa yang terjadi, karena ia tidak ingin istrinya memikirkan yang tidak-tidak.
"Apa ada masalah besar pa?."Tanya Shera.
"Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan, suamimu ini akan menyelesaikan semuanya."Balas Reivant sambil tersenyum.
"Dih kamu kepedean pa."Ujar Shera lega, hingga membuat Reivant tertawa gemas akan tingkah istrinya itu.
"Bagaimana kabar anak papa hari ini."Ujar Reivant sambil mengelus perut istrinya dan ada pergerakan yang di lakukan didalam sana hingga membuat Reivant dan Shera tersenyum karena anak mereka memberikan balasan.
"Sepertinya ia akan menyayangimu pa."Ujar Shera tersenyum kepada suaminya.
"Ia akan menjadi jagoan papa untuk melindungi mama dan kakaknya."Ujar Reivant dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.
Pak Yaya hanya tersenyum melihat Tuan muda dan istrinya, ia senang keluarga ini mendapatkan kebahagiaan. Dia berharap semoga keluarga park selalu di limpahkan rejeki.
****
Tk Saint Angel, semua murid dan orang tua mereka sudah ada yang datang, untuk mengikuti acara wisuda yang di adakan oleh sekolah itu, sedangkan Axell hanya berdiri di salah satu pagar, ia menikmati pemandangan di depannya hingga suara cempreng sahabatnya mengalihkan perhatiannya.
"Yak, Ell apa yang kamu lakukan disini?."Tanya Leon dan berjalan kearah Axell.
"Tidak ada, hanya melihat."Jawab Axell malas.
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan."Ujar Leon dan menepuk pundak sahabat nya itu.
"Apa mama mu datang Le?."Tanya Axell
"Entahlah."Jawab Leon singkat sambil mengangkat kedua bahunya.
Mereka masih Tk tapi pengucapan kata yang mereka gunakan sudah sangat tersusun rapi, karena Baik Axell maupun Leon adalah anak terpintar di Sekolah, dengan sikap mereka yang tak pernah berteman dengan yang lain hanya mereka berdua saja.
Pertemuan mereka berdua juga karena ketidaksengajaan yang terjadi di mana Leon di bully oleh beberapa anak hingga Axell tak tega serta membantu anak itu, disana lah mereka berkenalan dan berteman hingga saat ini. (Wah masih kecil saja sudah ada pembullyan).
Sebenarnya ini hari adalah acara wisuda mereka, sebentar lagi mereka akan menginjak bangku sekolah dasar dan baik Axell maupun Leon memilih sekolah yang sama.
Saat mereka berdua asyik entah dengan pikiran masing-masing (Ck anak kecil mikir apa woe).
Terdengar keriuhan yang terjadi tak jauh dari sana tepatnya pintu masuk, disana tampak tiga orang berdiri, siapa lagi jika bukan Chaiden, Rena dan Anna yang datang ke sekolah, tampak Kepala sekolah terbaru-buru menyambut salah satu putra Park itu.
"Siang tuan."Sapa Kepala sekolah itu.
"Iya siang pak."Balas Chaiden dengan senyum menawan membuat para ibu-ibu histeris (ckckc).
"Di mana keponaan saya pak?."Tanya Chaiden, karena ia tak melihat anak dari Rachel tersebut.
"Maksud tuan?."Tanya Kepala sekolah itu bingung, karena ia tidak pernah tahu.
"Axell Aharon Park."Ujar Chaiden dengan seenak jidat menambahkan nama belakang keluarga Park pada Axell.
"Oh, iya tuan ada."Jawab Kepala sekolah itu gugup, pantesan anak itu pintar, paman-pamannya saja pintar itu lah yang terpikir di otaknya saat ini.
Dia menyuruh mereka bertiga masuk ke Aula karena sebentar lagi acara akan di mulai.
Ketiga manusia itu duduk di depan, itu juga baru disiapkan karena kedatangan mereka yang tak terduga.
"Kai, kakak gak enak duduk disini."Ujar Anna pada atasan nya itu (saat di luar kantor Chaiden selalu menyuruh Anna memanggil namanya saja).
"Tenanglah kak, nikmati saja."Balas Chaiden sambil tersenyum.
Acara di mulai yang di dahului dengan beberapa pentas dari anak-anak itu, tapi tidak ada Axell maupun Leon.
Entah kedua anak itu tak tertarik dengan kegiatan-kegiatan membosankan seperti itu, mereka berdua memilih hanya menjadi penonton saja.
"Dimana anakmu kak?."Tanya Rena pada Anna.
"Itu Ren, yang duduk dengan Tuan muda Axell."Jawab Anna sambil menujuk dengan matanya ke arah kursi baris kedua dimana kedua anak itu duduk.
"Wahh anakmu tampan kak."Ujar Rena, walaupun ia melihat dari samping saja, kalau anaknya Rachel ia pernah melihat di Hp nya Chaiden ia akui anak-anak itu bibit unggul semua.
Anna hanya tersenyum, ia hanya bergumam "iyalah karena papanya saja bibit unggul". Tapi, sayang mereka tak akan bisa bersama lagi.
Tibalah puncak acara yang di tunggu, seorang guru maju ke podium dan memulai acara wisuda itu, dimana Axell dan Leon menjadi pusat perhatian karena dengan wajah rupawan dan juga mereka menjadi anak yang terpintar di sekolah itu.
Chaiden melambaikan tangannya pada ponaan kecilnya itu, dan Axell tersenyum, anak itu tak menyangka jika paman partnernya datang ke acara wisudanya.
"Hai Boy, paman bangga padamu."Ujar Chaiden sambil mengendong Axell sedangkan anak itu memberontak karena ia malu dengan Leon, setelah acara penerimaan piagam itu selesai.
"Uncle turunin Ell."Ujar Axell
"Hai boy, siapa namamu?".Tanya Chaiden pada Leon.
"Leon, Uncle."Jawab Leon dengan senyum menawan.
"Wah kalian berdua Sungguh tampan."Ujar Rena gemas pada dua pria kecil yang berlaga dewasa itu.
"Aunty juga cantik."Ujar Leon dan tersenyum kepada Rena.
Anna hanya tersenyum melihat interaksi Anaknya dengan Axell dan Chaiden yang ternyata sangat mudah untuk bergaul dengan anak-anak kecil itu.
"Uncle mulai sekarang Leon akan menjadi partner kita."Ujar Axell
"Oke boy, baiklah, mulai saat ini Leon menjadi anggota kita."Ujar Chaiden membuat kedua wanita dewasa itu tertawa, Rena bahagia ia tak salah pilih jika pria yang di sukainya sangat menyukai anak kecil sama sepertinya.
***Michael Hospital***
Shera dan Reivant sudah tiba di pelataran rumah sakit tersebut, mereka berdua turun dari mobil dengan Reivant yang memegang tangan istrinya, dia sangat menjaga istrinya.
Mereka berdua menjadi daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya, mereka kagum dengan pasangan suami istri itu.
Akhirnya mereka berdua sampai di ruangan Dr.Gina yang sudah menunggu kedatangan pasien nya itu
"Pagi Dok."Sapa Shera.
"Pagi juga, wah akhirnya hari ini di temani ya."Ujar Dr.Gina sambil tersenyum mengoda Shera.
"Iya Dok, saya ingin melihat jagoan kecilku."Ujar Reivant
"Baiklah, Shera berbaringlah."Ujar Dr.Gina menyuruh Shera untuk berbaring di tempat tidur itu.
Ia mulai mengoleskan jelly ke perut Shera dan mulai memeriksa mengunakan alat untuk melihat jenis kelamin bayi dari Tuan muda Park itu
"Wah, selamat ya ini benar jagoan."Ujar Dr.Gina dan ia juga mengatakan jika bayi kecil berjenisl kelamin laki dan ia juga sangat sehat, membuat kedua pasangan suami istri itu tersenyum bahagia dan lega. Mereka menunggu dua bulan lagi akan kehadiran bayi mungil itu.
Sedangkan di Park Company di waktu yang bersamaan tampak Danien baru masuk Bersama Rachel dan Agatha di belakang dengan membawa beberapa proposal kerja sama itu.
"Selamat pagi Mr.Gerald."Sapa Danien
"Pagi Mr. Danien, senang bisa langsung bertemu dengan Anda."Balas Gerald dan menjabat tangan Danien, Gerald sempat melihat wanita yang pernah ia kenal, ya itu Rachel.
"Hallo Mr.Gerald."Sapa Rachel sambil tersenyum dan di balas senyuman dari pria itu.
"Baiklah mari kita mulai meeting nya."Ujar Danien
Dan sudah di paparkan apa saja yang di ajukan dan apakah saling menguntungkan dalam kerjasama tersebut.
Akhirnya Meeting itu selesai dengan hasil yang memuaskan dengan terjalinnya kerjasama antara Perusahaan milik Gerald dengan Park company.
Sekarang mereka Bersama keluar dari ruangan.
"Hai kamu kan temannya Gavin kan, ternyata kamu disini."Ujar Gerald sambil bertanya pada Rachel.
"Wah, kita bertemu di restoran beberapa hari yang lalu, maaf kita tak sempat berbincang banyak saat itu, kamu tahu sendiri gimana Gavin."Lanjut Gerald lagi dan membuat Rachel tersenyum.
"Tidak apa-apa Mr. aku tak mungkin menyela pembicaraan kalian saat itu."Ujar Rachel dengan senyum tipis.
"Panggil saja Gerald."Ujar Gerald
"Baiklah. Jika di ijinkan." Ujar Rachel dan membuat Gerald tersenyum.
Sedangkan Danien menatap kedua manusia itu dengan sedikit heran, karena Rachel bisa mengenal lelaki yang baru saja menjalin kerja sama dengan mereka itu, ada rasa tak senang yang di rasakan pria itu.
"Oh maaf Mr.Danien, saya kebetulan mengenal sekertarismu, karena sabtu kemarin kita bertemu di AMH Resto."Ujar Gerald tak enak hati dengan pria itu.
"Tidak apa-apa Mr. Gerald."Ujar Danien
Akhirnya mereka berpisah, Gerald Kembali ke hotel tempat ia menginap bersama asistennya, sedangkan Danien dan Rachel juga Kembali ke ruangan Danien bersama Agatha yang menyusul dari belakang.
Tapi pikiran Danien melayang kemana-mana, ia berpikir jika sabtu malam Rachel di AMH Resto berarti hari yang sama dengan mereka kencan saat itu, pikirannnya saat ini kacau.
Dan tadi dia tak salah dengar kalau Rachel datang ke restoran itu bersama Gavin. Apakah itu Gavin Alexander Han?.
"Kenapa perasaanku tak senang begini"- Gumam Danien dan menghela nafas kasar.
TBC.
*Hay-hay jumpa lagi kita. Apakah ada yang merindukan Kami semua. Heheheh..
kemarin kan ada tu yg minta Visual Emak Rachel.
Jadi kami selaku keluarga besar Park Company meng-acc permintaan kalian.
Tapi, kami hanya bisa memberikan Visual Emak Rachel. Emak-emak yang lainnya jangan di minta yah, cukup kalian bayangin saja yah.
jreng jrenggggg... Hay emak cantik,, tunjukan pesonamu*... Mommy Rachel Aharon