PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
37. Terjatuh Part II



Arthur tetap pada posisinya sekarang memangku kepala kakaknya Reivant, karena ia tidak mau mengambil resiko cedera parah jika ia memindah kan atau mengangkat tubuh kakaknya itu.


Tak berselang lama sebuah ambulance datang, dan dengan siggap para medis mengambil alih tubuh Reivant.


Salah satu dokter menyarankan untuk membawa Reivant di rumah sakit terdekat, karena jika di bawa ke Rumah sakit keluarga Park itu akan memakan waktu yang lama. Arthur menyetujuinya


di saat bersamaan ia mendapat telpon dari kakaknya Brandon tapi ia hanya bias mengangkatnya saja tanpa berbicara karena ia masih sibuk. setelah ia selesai membereskan urusan kakaknya barulah ia memanggil kakaknya Brandon di line telpon dan menceritakan bagaimana kakak pertamanya mengalami kecelakaan itu,dan sekarang mobil ambulance itu berjalan meninggalkan area bangunan. tak berselang lama suara Daddynya lah terdengar, dan ia pikir mereka sudah tahu jadi ia langsung berbicara pada daddynya.


Arthur meminta sopirnya untuk menjalankan mobinya dengan cepat, kenapa ia tidak ikut di dalam ambulance, itu prosedur yang ia harus patuhi, karena sekarang tim dokter masih memasang semua alat-alat di badan kakaknya itu.


*****


Seseorang melewati Reivant yang diatas brankas dan di dorong oleh beberapa perawat dan juga dokter yang baru saja diturunkan dari ambulance, wanita itu memberhentikan langkahnya dan berusaha mencerna apa yang di lihatnya barusan.


"Tidak mungkin,,Tidak mungkin itu Rei." ujar Wanita itu dan wajahnya tampak gelisah dan panik.


Ia menghentikan langkahnya saat melihat Arthur yang datang menyusul Reivant. Wanita itu langsung menyembunyikan wajahnya dan menduduki dirinya di lantai koridor.


"Tidak Rei,,itu tidak mungkin kamu,Rei."Gumam Wanita itu dan menekukan kepala di kedua lututnya.


Arthur sempat berbalik karena ia melihat seseorang yang tak asing baginya, tapi ia Mengabaikan nya dan lebih mementingkan keadaan Kakaknya sekarang.


****


Tak lama kemudian keluarga Park datang dan menuju ke ruang ICU ,disana terlihat Arthur yang tampak khawatir dan gelisah. Melihat Ny. Park datang Arthur langsung menghamburkan pelukannya pada Sang Mommy.


"Maafkan Ar,Mom! Ar,,tidak bisa menjaga kakak dengan baik." Ujar Arthur dengan mata yang berkaca-kaca dan genangan air mata di sudut matanya.


"Tidak Ar. Ini bukan salahmu, Ar." Ny. Park berusaha menenangkan putranya itu, Ny. Park berusaha tegar walaupun sebenarnya ia juga sangat dan bahkan lebih Kuatir.


Michael berkali-kali menghela nafas, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Teringat lagi akan ibunya yang dulu mengalami hal yang sama seperti Kakaknya sekarang.


"Mami......." panggil baby Carlissa dan memecahkan keheningan, Dan serentak semua orang yang berada disana langsung menatap baby Carlissa.


Mereka mengikuti arah pandang Baby Carli dan tak menemukan siapapun disana.


"Siapa yang kau panggil baby?"tanya Michael yang menggendong baby Carli, Michael berusaha tegar dan kuat.


Sebenarnya ia mengalami trauma yang sama lagi. Tapi, ia tak mau membuat keluarga tambah kuatir akan keadaannya. Baby Carlissa terus memanggil seseorang dengan sebutan Mami, tapi siapa?.


Michael meminta ijin untuk keluar, karena prosedur RS sakit tak membolehkan balita di bawa ke dalam RS, karena tadi mereka sangat panik dan melupakan perarturan itu, Ny.Park menyuruh Aidyen mengikuti Michael dan Baby Carlissa,kembali ke mobil dan menunggu disana.


"Kau tidak apa-apa,kak??"tanya Aidyen dan memperhatikan wajah pucat Michael.


"aku tidak apa-apa,,mungkin karena kelelahan saja, aku butuh isitirahat sebentar,jaga Baby Carli yah." Pinta Michael dan memejamkan matanya serta menyandarkan tubuhnya di jok mobil.


Aidyen memangku baby Carlissa dan memilih bermain Bersama Baby Carlissa.


"Den,,den,,"Baby Carli mengoceh memanggil paman bungsunya itu, serta menarik ujung baju Aidyen. karena ia merasa pamannya tidak meresponya.


"Ia baby,,kenapa, apa baby haus?." tanya Aidyen, sambal mengelus rambut bayi mungil itu.


"maammm,,,"celoteh baby carli lagi


"Baby lapar,," gumam Aideyn bingung karena ia belum pernah menyuap baby carli, ia ingin membangunkan kakaknya Michael tapi ia tidak tega saat melihat kakaknya tertidur dengan pulasnya.Ia menurunkan kaca mobil itu.


"Pak,,pak,," Aidyen memanggil sopirnya yang ada di luar mobil.


"Iya Tuan muda, ada yang bisa bapak bantu,," tanya sopir nya


"Pak tolong telpon Kak Brandon sekarang pak, bilangin Tuan putri Carli lapar,," lanjut Aidyen.


"Baik Tuan muda,," jawab sopirnya dan berlalu dari mobil dan menelepon Tuan Brandon.


( kenapa Aidyen meminta supirnya yang menelpon kakaknya Brandon, karena ia lupa membawa handphonenya, karena terburu-buru tadi).


Brandon merasakan Handphonenya bergetar, dengan sigap ia melihat ID penelponnya adalah sopir pribadinya.


"Hallo Tuan Muda,," jawab pak Agus sopir pribadi mereka itu.


"Tuan Muda Aidyen menyampaikan pesan jika Tuan putri kecil meminta makanan,," lanjutnya lagi.


"Baiklah pak, saya akan ke parkiran sekarang, terima kasih pak,," lanjut Brandon, dan mematikan sambungan telponnya.


Pak Agus berjalan ke menuju ke arah tiga mobil yang terparkir disana, satu mobil Alphard putih dan mengatakan kalau Tuan Brandon akan datang, tidak lupa Aidyen mengucapkan terima kasih.


Tak berselang lama Ny.Park dan Brandon sampai di parkiran.


"Mommy, Baby Carli lapar,," ujar Aidyen pada mommynya.


Ny.Park masuk ke mobil dan melihat anaknya Michael tertidur dengan pulas, sebagai seorang ibu Ia tahu apa yang di alami Michael sekarang ia masih merasakan trauma.


Ny. Park hanya menyentuh ujung rambut Putra keenamnya itu dan tersenyum hambar, Ia tak tega menatap wajah polos yang sedang tersiksa itu.


"Putri kecil Grandmom lapar,," ujar Ny.Park sambil mengendong Baby Carli.


"mamama,,papaapa,," ocehan Bbay carli seolah ia mengatakan ia ingin makan Bersama Papanya.


Ny.Park, Brandon dan Aidyen hanya bisa menatap bayi mungil itu dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan. Brandon mengendong ponaan kecilnya itu dan mengusap pelan wajah mungil nya.


"Untuk sekarang baby makan Bersama grandmom dan paman ya,," Rayu Brandon pada bayi kecil itu.


Baby Carli menatap pamannya nya dengan matanya yang bulat mengemaskan itu.


Ny.Park telah selesai menyiapkan makanan baby carli dan ia mulai menyuapkan bayi mungil itu dengan makanan yang pastinya bergizi, tak ada penolakan dari bayi kecil itu mungkin ia juga sudah benar-benar lapar, dan selalu di seling dengan gurauan Aidyen pada ponakannya itu.


*****


Di luar ruangan Operasi, ruang di mana sekarang di lakukan pertolongan pada Tuan muda pertama keluarga Park. Tn.Park, Danien dan Arthur menunggu dengan wajah yang bisa di bilang biasa saja tapi hati mereka sangatlah hancur, mereka hanya bisa berdoa dan berserah semua pada Yang Maha Kuasa dengan bantuan tim medis.


Kenapa di lakukan Operasi pada Reivant karena ada sedikit pengumpalan darah di kepala saat terjadi benturan. sehingga ia di pindahkan dari ICU ke Ruang Operasi.


****


Setelah selesai makan, Baby Carli tertidur di pangkuan Brandon, karena setelah makan tadi ia memanggil papanya. Brandon hanya menatap ponaan kecil itu dengan perasaan sedih, seandainya wanita itu tidak meninggalkan Reivant mungkin mereka akan menjadi kelaurga yang bahagia, karena wanita itu adalah cinta pertama dan terakhir untuk kakaknya Reivant.


"Mom,," panggil Brandon pada Ny.park,


"saya akan ke ruangan, baby carli bagaimana?."lanjutnya lagi


Ny.Park memasukan tempat makan baby carli menatap bayi mungil itu yang tertidur,


"Mommy akan ikut juga Don," jawab Ny.park, biarkan baby disini Bersama Aidyen dan Michael


Baby carli di baring kan di kursi Panjang dalam mobil itu dengan di jaga Aidyen, dan Michael yang tertidur.


"Iya kak baby biarkan aku yang menjaga baby,," jawab Aidyen.


kenapa baby carli belum ada baby sitternya karena belum di cari sama Ny.park mereka masih menunggu persetujuan dari Reivant.


Ny.Park dan Brandon memasuki Rumah sakit tersebut, menuju ICU, tapi tak menemukan suami dan anak-anaknya dan berpapasan dengan dokter jaga disana.


"Maaf dok, keluarga pasien dengan nama Reivant Park dimana ya,," tanya Ny.Park


"Ohh ibu,,pasien dengan nama Reivant Park sekarang berada di ruangan operasi, karena ada sedikit pegumpalan darah dalam kepalanya."


Ny.Park shock mendengar ucapan dokter tersebut, ia nyaris jatuh tapi brandon menahannya, dan membawa mommynya untuk duduk di salah satu bangku tunggu tersebut.


Dan tak jauh dari sana, berdiri seorang wanita yang daritadi mengikuti Ny.Park dan brandon karena ia juga melihat anaknya disana, dia merindukan anaknya itu.


Ia juga merasakan seperti Ny,Park , ia shock mendengar jika lelaki yang ia cintai di operasi. ia merasa bersalah meninggalkan pria yang sangat amat di cintainya tersebut.


TBC.