
Suasana yang tadinya rame dengan keributan yang di lakukan oleh Traine-traine di ruang latihan tiba-tiba menjadi sepi saat Hardi datang dengan beberapa tamu yang mereka belum kenal, hanya jika di lihat mereka bukanlah orang biasa.
"Dimana putra ku?."Tanya Ny.Park pada Hardi karena ia tidak melihat Aidyen maupun Arvin anak dari Orlando di sana.
"Raz, dimana Aidyen dan Arvin??."Tanya Hardi pada salah satu teman grupnya Aidyen.
"Mereka di dalam Ruang pak, masih menulis lagu."Ujar anak bernama Raz menjawab pertanyaan Hardi.
"Tolong panggilkan mereka kesini sekarang, katakan saya ingin bertemu."Ujar Hardi dan anak itu hanya menangguk dan berjalan menuju ke ruangan di mana Aidyen dan Arvin berada.
Reivant dan Danien melihat sekeliling dan menatap satu persatu anak-anak yang di asuh oleh agensi AGY Enterteiment.
Sedangkan Ny.Park tak sabar ingin bertemu putranya, sebenarnya Aidyen sudah tinggal di asrama baru seminggu lebih. Tapi, bagi Ny.Park itu sudah sangat lama.
Tak berapa lama Aidyen dan Arvin keluar dengan wajah kusut dan tampak mengantuk, hingga suara baby Carli yang memanggilnya membuat ia terkejut dan melihat mami, kedua kakaknya dan kakak ipar serta sahabat kakaknya berdiri di sana tidak jauh darinya.
"Babyyyy,,"Teriak Aidyen yang tak perduli dengan keadaan sekitar karena ia hanya fokus pada ponaan imutnya yang ia rindukan. Carli yang masih berada di gendongan maminya tampak memberontak dan meminta turun.
Saat di turunkan, ia tampak berjalan dengan cepat,hingga Aidyen tak menyangka jika ponaannya sudah berjalan dengan lancar
"Jangan berlari baby."Ujar Reivant yang melihat anaknya tampak mempercepat jalannya dengan kaki yang mungil itu.
"Den,,den,,"Celoteh baby Carli memanggil pamannya.
Arvin mengikuti dari belakang, karena ia juga senang dengan anak dari kakak sahabatnya itu, bayi mungil itu sungguh mengemaskan, termasuk anak-anak yang ada disana mereka sangat gemas pada bayi cantik itu, tapi mereka hanya bisa menahan diri untuk tak menganggunya.
"Apa baby merindukan uncle?."Ujar Aidyen yang sudah mengendong gadis kecil itu dan di balas anggukan dari baby Carli.
"Sore tante,,"Ujar Arvin menyalami Ny.Park dan di balas pelukan dari Ny.Park. Karena, ia sudah menganggap Arvin putranya juga, kenapa Tn.Orlando baru mempunyai anak pertama seumuran Aidyen karena ia terlambat menikah. Sedangkan Tn.Park dan Ny.Park setahun setelah lulus kuliah langsung memutuskan untuk berumah tangga.
"Sore kak!."Ujarnya lagi menyapa kedua kakak dari sahabatnya Aidyen
"Sore Vin, bagaimana kabar kalian disini?."Ujar Reivant pada Arvin ia juga sudah menganggap Arvin adiknya.
"Baik kak,,kenapa tidak mengabari jika ingin datang kak, jadi kami tidak perlu latihan untuk hari ini."Ujar Arvin lagi, anak itu sangat dewasa dan bijaksana.
"Mommy lah yang meminta Vin, katanya biar surprise buat kalian."Jawab Reivant lagi.
"Mommy selalu seperti itu."Ujar Aidyen yang memeluk mommy nya, eh dimana bayi kecil itu, ia ada bermain di ruangan tempat mereka latihan tadi, dengan anak-anak yang menjaganya tampaknya bayi kecil itu tidak takut dengan orang-orang baru.
Dengan Danien dan Rachel yang ikut menjaga baby Carli karena Reivant dan Shera sedang pergi Bersama Hardi setelah ia berbicara denga Arvin tadi. Kemana mereka, hanya mereka yang tahu.
"Beginilah suasana disini Tuan."Ujar Hardi membuka percakapan.
"Iya selama ini aku hanya mendengar dari Tn.Orlando saat meeting saja, akhirnya hari ini aku bisa langsung melihat tempatnya."Ujar Reivant dan mengamati tempat itu dengan baik.
Shera hanya diam karena ia memang tidak ingin menyela pembicaraan suami dan partner kerja nya itu.
"Oh ya Di,,Apa disini untuk keamanannya juga benar-benar di perhatikan?."Tanya Reivant yang melihat kekiri kekanan ke atas kemana saja yang bisa ia jangkau untuk mencari keberadaan CCTV.
"Disini untuk keamanan sangat ketat Tuan Muda, dan untuk kedatangan tamu saja kita benar-benar teliti."Jawab Hardi atas pertanyaan Reivant. Entahlah perasaannya sungguh tidak nyaman.
"Hmm,,"Gumam Reivant hanya berdehem.
"Apa kah selalu ada buku tamu?."Tanya Shera akhirnya, karena ia melihat Ada sedikit kekhawatiran pada suaminya itu, hingga Ia berinisatif menanyakan.
"Biasanya ada Ny. hanya tidak selalu di pakai."Jawab Hardi dengan sedikit tampak berpikir.
"Mulai sekarang gunakan kembali buku itu ya, supaya kalian bisa mengecek data-data tamu yang datang."Ujar Shera lagi dan memberi saran.
"Baik Ny. akan kami lakukan lagi."Jawab Hardi pada istri dari Reivant.
Mereka berkeliling sepanjang agensi itu, membuat Shera semakin kagum dengan tempat tersebut.
"Apa kamu suka, jika kamu suka, aku akan membuatkan satu mansion disini."Jawab Reivant memandang wajah cantik istrinya.
"Tapi gak Mansion juga Rei"Ujar Shera,
"cukup villa aja,,"Lanjutnya lagi dengan wajah cemberut.
"Eh bukannya kalian sedang membangun villa di daerah sini?."Tanya Shera lagi dan mengingat pembicaraan mereka di mobil tadi.
"Iya itu Hadiah dari kami bertujuh, untuk ulang tahun pernikahan mommy dan daddy."Jawab Reivant
"Ya, itu sudah cukup, karena lebih baik kita berkumpul di satu tempat saat berlibur, yaitu di villa Mommy dan daddy."Jawab Shera dengan senyum di wajahnya.
"Benar juga itu, sayang."Jawab Reivant yang menyetujui perkataan istrinya.
Sepanjang perjalanan ia tak pernah melepas genggaman tangannya pada tangan mungil istrinya itu, seolah ia ingin memberikan kenyamanan dan perlindungan.
Setelah kepergian hardi yang ada urusan sedikit, kedua suami istri itu melanjutkan perjalanan mereka di sekitar Agensi tersebut
"Rei, bagaimana perkembangan masalah itu?.'"Tanya Shera pada suaminya
"Sekarang aku dan adik-adik, serta Rayn kakak Rachel, merencanakan untuk menyerang mereka terlebih dahulu."Jawab Reivant, dia tidak ingin menutupi apapun dari istrinya.
"Apa kalian akan mengunakan senjata tajam?."Tanya Shera kaget. Sekarang mereka berdua duduk di salah satu gazebo yang ada di taman agensi itu.
"Tidak sayang. Kami tidak akan menggunakan itu,kecuali sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi. Tapi, kami menyerang melalui dalam perusahaan dan IT."Jawab Reivant sambil tersenyum menatap wajah khawatir istrinya.
"Apa kamu takut suami mu ini terluka?"Tanya Reivant dengan sedikit menggoda istri mungilnya itu.
"Isss,,iyalah istri mana yang ingin suaminya terluka, yang saat kamu masuk rumah sakit waktu itu saja, aku hampir gila."Jawab Shera
"Aku ingin menjenguk mu setiap saat bahkan menjaga mu, tapi karena orang suruhan papi selalu mengintaiku, jadi aku mencari cara agar bisa masuk ke ruangan mu saat itu."Lanjutnya lagi
"Jangan Khawatir lagi, suamimu ini akan aman, dan akan selalu Bersama kamu dan baby cantik, asalkan kamu jangan pernah pergi, apa pun alasannya."Ujar Reivant Panjang kali lebar.
"Sebaiknya kita kembali hari sudah mulai gelap."Ujar Reivant menatap jam yang melingkar di tangan kirinya. Hampir menujukan pukul 7 malam, ya tak terasa waktu berjalan begitu cepat.
****
Di sebuah pusat perbelanjaan tampak dua pria beda usia yang tampak asik dengan permainan mereka, hingga lupa waktu, Ya mereka adalah partner baru yaitu Chaiden dan Axell.
Tadi saat pulang dari sekolah mereka kembali ke mansion. Tapi, setelah berganti pakaian dan makan siang mereka berdua memutuskan untuk bermain di salah satu pusat perbelanjaan yang besar dan disini lah mereka hingga jam segini belum pulang.
"Uncle, Axell lapar."Ujar Axell yang duduk di samping Chaiden. Mereka bermain game yang ada di layar monitor tak tahu apa namanya.
"Baiklah, Ell mau makan apa?."Tanya Chaiden yang memanggil Axell dengan sebutan El,,ya ia ingin saja, karena menurutnya memanggil dengan nama Axell kepanjangan jadi ia singkat jadi Ell.
"Apa aja Uncle, yang penting enak."Jawab Axell dengan puppy eyes nya.
"ck, singkirkan wajah mengemaskanmu itu Ell, jangan membuat uncle mencubit pipi mu."Ujar Chaiden dan ingin sekali menggemas Bayi tampan itu.
"Ya, setelah itu uncle akan di gantung papi, mami dan Daddy."Jawab Axell dengan smrik nya.
"Isss,, papi dan mami mu saja, uncle tak bisa melawan di tambah daddy mu, ya sudah Uncle menyerah."Jawab Chaiden sambil tersenyum.
"Oke,, sekarang kita let's go mencari makanan enak."Lanjut Chaiden dan mengendong baby boy itu.
"Anaknya cakep sekali."Ujar penjaga yang menjaga disana, karena ia tak mendengar percakapan kedua pria beda usia itu, yang ia pastikan mereka tampak seperti ayah dan anak yang so sweet.
"Cakep kan."Ujar Chaiden dan berlalu dengan Axell yang tersenyum, sambil melambaikan tangannya pada kedua wanita muda itu dan di balas oleh kedua wanita tersebut dengan senyum malu mereka. (Ck,,ayolah kai,,jangan menggoda wanita lain. Potek hati authorš¤£).
TBC.