
Perjalanan Reivant dan Arthur sebenarnya tidak lah memakan waktu yang lama hanya 60 menit jika jalanannya lengang, tapi untuk sekarang sepertinya harus memakan waktu hingga dua jam mungkin, karena ini adalah akhir pekan di mana para pejuang-pejuang cinta tengah berusaha mendapatkan tambatan hati atau hanya sekedar mengajak untuk berjalan menikmati malam, tapi tidak untuk kedua anak keluarga Park ini, di dalam mobil yang membawa mereka menuju perusahaan cabang ini sibuk dengan Handphone dan iPad nya masing-masing entah itu untuk pekerjaan atau hanya untuk menanyakan kabar di rumah.
Reivant melihat jam yang melingkar manis di tangan kirinya, menunjukan pukul enam petang, dan perjalanan ini terasa sangat jauh, ia terlihat kelelahan dengan pelan ia membuka dasi yang serasa mencekik lehernya dan membuka sedikit kacing kemejanya, tampilannya yang terlihat acak-acakan ternyata tak menghilangkan kesan maskulin dan ketampanannya.
Arthur hanya melirik kakaknya dan tersenyum,,,
"ckckckc apa kak Rei akan membuat para gadis-gadis mengikuti kita dengan style seperti itu,," ujar Arthur yang melihat penampilan kakaknya tersebut.
"Diam lah Ar,,kakak sungguh Lelah, biarkan saja, Apa yang ingin mereka lakukan," jawab Reivant dengan cueknya. dan ia memilih memejamkan matanya untuk tidur.( dasar Reivant nanti author culik loh ya).
"Ya, tidurlah jika sudah sampai akan ku bangunkan, sepertinya kak Rei akhir-akhir ini seperti kurang tidur,," ujar Arthur.
"Hmmm,,,apa kakak masih mencari keberadaan gadis itu," gumam Arthur, serta di tatapnya wajah kakak pertamanya itu dan ternyata di dengar oleh Reivant yang sepertinya belum tertidur.ckckckc
"Iya, kakak masih mencarinya, kakak ingin bertanya kenapa ia meninggalkan Baby Carli pada ku,," ucap Reivant keceplosan. uppshhh
"Maksud kak Rei,,baby Carli adalah anak kandungmu kak,," jawab Arthur pura-pura polos dengan wajah yang di buat terkejut. ( dasar Arthur bisa aja aktingnya).
Reivant di buat binggung dengan ucapanya sendiri,,ia hanya berdehem untuk mencairkan suasana dalam mobil saat ini.
"Ya,, jika kak Rei tak ingin terbuka dan bercerita saat ini Arthur tidak akan bertanya lagi,," ujar Arthur karena pertanyaan tadi sebenarnya hanya pertanyaaan asal yang keluar dari mulutnya. Ia memang tahu jika kakaknya Reivant pernah mempunyai seoarang Gadis yang sangat di cintainya hingga ia menolak di jodohkan dengan anak dari sahabat Daddynya itu, tapi setelah satu tahun belakangan ini ia tak pernah mendengar tentang gadis itu lagi.
"Kakak juga bingung sekarang Ar,," ujar Reivant,
"kakak ingin bersamanya kembali untuk bisa membesarkan baby Carli Bersama-sama, tapi kakak tak tahu sekarang ia ada di mana."
akhirnya Reivant memutuskan untuk menceritakan pada adiknya Arthur, dan Arthur hanya bisa menguatkan kakaknya dengan kata-kata. kalau soal cinta Reivant akan menjadi lelaki yang sangat lembut tapi jika soal pekerjaan ia akan berubah menjadi srigala jantan seperti julukan Aidyen.
Ya tidurlah kak, sepertinya perjalanan kita masih akan memakan waktu setengah jam lagi,," ujar Arthur
hemmm,,,hanya itu jawaban Reivant dan ia tertidur karena ia memang sudah merasakan kantuk yang tak terhingga.
Arthur menatap handphonenya di situ ada notip pesan dari kakaknya Brandon,,
" apa kah kalian sudah sampai" isi pesan brandon
" belum kak, disini sangat macet" Arthur
"Di mana kak Rei, aku menelponnya tapi tidak menyambung" Brandon
" sepertinya baterai Handphonenya lowbat kak, sekarang kak Rei tertidur" ada apa mungkin Arthur bisa sampaikan pada kak Rei" Arthur
" Biarlah, saat kalian pulang baru kita bicarakan,," Brandon.
Arthur menatap nanar handphonenya itu, entah apa yang di pikirkan pria itu.
*****
Di Mansion keluarga park sudah berkumpul di ruang makan, tanpa Reivant dan Arthur
pa,pa,papa,," suara baby Carli memanggil papanya Reivant.
Apa baby merindukan papa Rei,," tanya Ny.Park kepada cucu tercintanya itu, karena wajah mungil carli menujukan tanda seperti ingin menagis.
ohh sepertinya putri kecil Tuan muda Reivant sangat merindukan Papanya. karena baby Carli tak pernah menagis mencari papanya.
Michael mengendong baby Carli, Bayi mungil itu benar-benar sesegukan di dalam gendongan Michael, biasanya ia sangat mau dengan pamannya ini tapi untuk sekarang seorang Michael juga tidak bisa memenangkan tangis bayi mungil itu.
ada apa ini,," tanya Tn Park, kenapa baby menangis lanjutnya lagi
tak tahu daddy, sepertinya putri kecil itu merindukan daddynya,," jawab Danien
Don telpon Rei atau Arthur sekarang,,katakan suruh pulang sekarang,," perintah Tn.Park pada putranya Brandon.
Brandon menekan tombol memanggil untuk Arthur, dan yang ia dengar pertama kali bukan lah suara Arthur tapi seperi gemuruh kendaraan yang sangat ramai. ia mengernyit mendengar suara-suara gaduh itu.
Ar,,," panggil Brandon,,Arthur kamu dimana,," lanjutnya lagi. tapi tidak ada jawaban dari sana, ia merasa ada yang tidak beres yang terjadi pada kakak dan adiknya itu.
Ny.Park menatap Brandon dengan was-was,, kenapa Don,," tanya Ny.Park penasaran.
Brandon tak menjawab pertanyaan mommynya karena ia terlalu focus pada pendengaranya saat ini.
Hingga suara yang ia kenal memanggilnya dari sebelah, yaitu Arthur.
Ia kak, ada apa,," suara Arthur yang seperti orang yang baru habis lari marathon.
darimana saja kau Ar,," tanya Brandon ,ia masih binggung dengan suara gemuruh itu.dan terdengar suara sirene semakin membuat Brandon bingung.
Kak,," panggil Arthur dengan lemasnya
Iya Ar,,mana kak Rei, tanya Brandon menanyakan kakak pertamanya itu.
Kak Rei kak,," ujar Arthur dengan terbata,,kak Rei kecelakaan lanjutnya lagi
Brandon shock mendengar kakaknya Reivant kecelakaan
Dimana Ar, dimana kalian sekarang, Brandon tidak sempat menanyakan lagi, karena dengan sepihak handphone nya sudah berpindah tangan ke Tuan Park.
Arthur,," panggil Tn Park dengan wajah cemasnya, karena ia tidak mendengar tadi perkataan apa yang Arthur sampaikan pada brandon hingga membuat anaknya itu seperti terkejut
Daddy,,cepatlah kemari,,sekarang Arthur akan membawa kak Rei ke rumah sakit terdekat,," tanpa babibu Arthur menjelaskan pada daddynya itu, ia tidak tahu jika daddy belum tahu perihal kecelakaan yang menimpa kakaknya Reivant.
Aaapaa yang kau katakan Ar, Reivant kecelakaan, kata yang terucap dari mulut Tn.Park saat ini sukses membuat keluarga park shock terutama Ny.Park yang langsung menagis sesegukan saat mendengar putra pertamanya itu kecelakaan.
Dad apa yang terjadi pada Rei,," tanya Ny.Park di antara sela tangisnya
Daddy,," apa yang terjadi pada kak Reivant tanya putra park yang lain kecuali Brandon, karena sekarang ia sedang mengambil kunci mobil dan berjalan keluar,ia akan menyusul kakak dan adiknya itu.
Daddy,,suruh kak Bradon dan anak buahnya kesini sekarang Dad,," pinta Arthur
sekarang Arthur benar-benar kebingungan, saat mereka sampai di perusaahaan yang dalam tahap pembangunan ini,, Ia masih di dalam mobil dan kakaknya Reivant pergi mendahuluinya untuk meninjau proyek itu, dan satu hal yang tak terduga, saat naik di lantai dua Reivant salah menginjak papan yang terhalang disitu, papan itu tidak kuat untuk menopang tubuhnya, dan ia terjatuh di tangga hingga ke lantai satu,,( hayoo apa yang terjadi pada Reivant, murni kecelakaan atau ada yang ingin mencelakainya to) hanya author yang tahu.
Dan saat itu para pekerja sebagian sudah ada yang istirahat karena mereka akan melanjutkan pekerjaannya nanti.
Tuan,," panggil sopirnya pada Arthur yang baru bersiap untuk turun dari mobil, dengan berlari sopir pribadi Reivant memanggil Arthur.
ada apa pak,," tanya Arthur bingung, karena sopirnya tadi turun Bersama kakak pertamanya dan sekarang berlari dengan ngos-ngosan menghampirinya dengan berbicara yang terlalu terdengar jelas.
Tu....an Re....ivant,,Tu....an jatuh,," ujar sopirnya dengan terbata.
Apa katakan dengan jelas pak,,"desak Arhur sambal berlari, karena ia menangkap perkataan jatuh saja.
Tuan Reivant jatuh dari tangga tuan,," lanjut nya dengan jelas dan itu sudah tidak di dengarkan lagi oleh Arthur karena ia berlari memasuki gedung itu.
Dan benar saja apa yang ia lihat sunggu membuat nya shock, seorang kakaknya Reivant tergeletak di sana dengan darah mengucur dari kepalanya.
Kak Rei,, panggil Arthur pada kakaknya ia berusaha agar kakaknya tetap sadar.
Tapi itu sia-sia karena Reivant benar-benar tidak sadarkan diri lagi( pingsan).
Dan dengan sigap ia menelpon ambulance untuk datang sekarang, tanpa ada bantahan.
TBC