
Kota S, kota yang hampir sama ramainya dengan kota K, ya kehidupan kota seakan tidak ada matinya.
Siang malam selalu di padati oleh lalu Lalang kendaraan, di sebuah kamar hotel tampak dua pria tampan sudah siap dengan pakaiannya masing-masing.
Mereka akan menghadiri makan malam di kediaman partner kerja mereka Mr.Billy, yang secara langsung mengundang mereka untuk dating,dan sebenarnya makan malam yang di buat Billy adalah sekalian merayakan ulang tahun kakaknya yang ia tidak tahu keberadaannya sekarang dimana.
"Kak, Reza sudah menunggu."Ujar Danien memanggil kakaknya yang masih menelpon entah dengan siapa.
Reivant mematikan sambungan telpon itu, yang ternyata Brandon lah yang menelpon.
"Kenapa,kak??"Tanya Danien
"Ada sedikit masalah dengan perusahaan di kota M."Jawab Reivant
"Kakak sudah menyuruh Arthur untuk kesana, karena ia harus memegang perusahaan itu kelak."Lanjutnya lagi dan Danien hanya menagguk menanggapinya.
Mereka berdua keluar dari lift yang membawa mereka ke lantai satu, menuju lobby dimana Reza sudah menunggu mereka.
"Malam boss."Sapa Reza
"Malam,,"Jawab Reivant singkat, dan Danien hanya menganggukan kepalanya saja.
"Nie manusia berdua bisa gak sih kulkasnya di tinggalin, kaku amat kayak kanebo kering."Pikir Reza, "untung boss."Pikir Reza lagi.
****
Mobil yang membawa kedua tuan muda Park sampai di halaman mansion itu, hampir sama besar dengan mansion Park, hanya desainnya lebih ke model gaya Eropa kuno (klasik), yang sangat bagus di pandang mata.
Mereka berdua turun dari mobil dan langsung di sambut oleh Mr.Billy sendiri Bersama beberapa pengawal dan pelayannya.
"Malam Mr.Billy,,"Sapa Reivant saat berjabat tangan dengan tuan rumah,
"Kenalkan ini adik saya Danien Park."Lanjutnya lagi mengenalkan adik keduanya.
Danien menyambut uluran tangan Mr.Billy dengan senyuman serta mengenalkan dirinya.
"Malam juga."Jawab Billy dengan senyum yang hangat,
"Saya benar-benar bahagia bisa bekerja sama dengan anak muda seperti kalian."Lanjutnya lagi sambil menuntun jalan ke arah meja makan.
Disana sudah duduk seorang lelaki paru baya yang sangat kharismatik dan tetap berwibawa dengan tersenyum ia melihat kehadiran kedua anak muda yang tadi di katakan oleh anaknya billy.
"Rei, kenalkan ini ayah saya."Ujar Billy mengenalkan Ayahnya pada Kedua putra Park itu, kenapa ia memanggil Reivant hanya dengan Rei, itu permintaan Reivant tadi, karena ia merasa canggung harus di panggil tuan, padahal umur Mr.Billy seumuran dengan ayahnya.
"Apa saya boleh memangginya dengan sebutan kakek??."Tanya Reivant, sedari kecil ia tidak pernah merasakan kakek dan neneknya bagaimana, karena mereka sudah meninggal saat ia masih kecil.
"Itu lebih bagus lagi, panggil saya kakek Wilson."Jawab Tn Wilson saat mendengar permintaan dari Reivant. Entah ia juga merasakan kenyamanan saat bertemu anak muda ini.
"Saya Reivant kek, anak sulung dari Tn.Ramons Park, dan ini adik kedua saya Danien Park."Ujar Reivant mengenalkan diri pada kakek Wilson.
Reivant juga merasa seperti familiar dengan wajah kakek Wilson, hingga ia tidak Ragu memanggil Tn.Wilson dengan sebutan kakek.
"Anak muda kalian sangat sopan, kakek bangga, jaman sekarang masih ada anak muda yang sopan."Ujar kakek Wilson.
"Kami selalu di ajarkan oleh Daddy dan mommy seperti itu,kek."Jawab Danien sambil tersenyum, yang sedari tadi hanya diam.
"Orang tua kalian memang mendidik kalian dengan sangat baik. Baiklah mari duduk, kita masih menunggu sahabat kakek Wilson beserta cucunya." Ujar Billy,
"Dan hari ini sebenarnya bertepatan dengan ulang tahun kakak saya."Lanjutnya lagi. Tapi, tidak menyebutkan nama kakaknya anak dari Wilson Freya.
Sedikit ada perubahan dari wajah kakek Wilson saat Billy mengatakan tentang anak sulungnya itu, dia sangat merindukan putra nya itu.
"Dimana kamu berada, Arnold??."Gumamnya dalam hati.
Reivant dan Danien hanya mengangguk dengan senyuman yang tak pernah pudar di bibir mereka. Entahlah mereka merasa seperti di rumah sendiri.(Dasar lu berdua), dan mereka juga tidak bertanya tentang kakak dari Mr.Billy.
Tak berselang lama, terdengar panggilan dari ruang tengah.
"Wilson, apa kamu tidak punya kerjaan??."Teriak kakek Aharon sambil berjalan mengunakan tongkatnya dan di pegang juga oleh cucunya, Raynaldi.
Reivant dan Danien ikut menolehkan kepala mereka ke arah sumber suara.
"Kenapa wajah mereka seperti sangat familiar?."Gumam keduanya dalam hati bersamaan saat menatap wajah kedua manusia beda usia yang berjalan ke arah meja makan.
"Aiyoo,,Ron, bukan aku yang mengundangmu, tapi Billy lah yang mengundangmu dan cucumu, karena aku juga merindukan sahabat serta cucuku yang tampan ini." Jawab Wilson pada sahabatnya itu.
Akhirnya mereka berdua tertawa Bersama, dan keempat manusia lainya hanya menatap bingung pada dua kakek-kakek tersebut.
"Mari pa, silahkan duduk."Ujar Billy mempersilahkan kakek Aharon duduk bersebelahan dengan kakek Wilson.
"Dan mereka juga partner kerja saya."Lanjutnya lagi
"Ohh,, malam anak muda." Ujar kakek Aharon pada kedua putra Park
"Malam Tuan."Jawab Reivant dengan senyum khasnya.
"Kami para orang tua ini sangat bangga dengan anak muda seperti kalian." Ujar kakek Aharon lagi
Raynaldo menatap Reivant dan Danien, ia kenal mereka karena mereka adalah Boss dari adiknya yang hingga saat ini memintanya untuk menutup identitasnya dulu.
"Saya Raynaldi." Ujar Rayn sambil menjabat tangan Reivant,
"Saya senang bisa langsung bertemu dengan anda."Lanjutnya lagi sambil tersenyum
Reivant menyambut uluran tangan Rayn, dan ia juga tersenyum, tapi dalam hatinya ia seakan berpikir dimana ia pernah melihat pria depannya ini, sangat familiar.
"Baiklah mari kita menikmati makan malam ini, untuk urusan kerja sama, besok baru kita bicarakan."Ujar Kakek Wilson menjadi penengah
"Benar yang kamu katakan,Will."Balas Kakek Aharon,
"Anak muda sekarang semangat mereka sangat mengebu-gebu soal kerja sama seperti kita bertiga dulu, itu bagus. Lihat saja Cucuku ini, jika aku tidak memintanya bahkan mengancamnya. Dia tidak akan mungkin menemuiku." Lanjutnya lagi, dan Raynald hanya tersenyum menanggapi perkataan kakeknya, yang Sambil mengingat masa lalu mereka,
Bersama seorang sahabat mereka lagi yang tidak tahu dimana keberadaannya, setelah menyelesaikan kuliah mereka berpisah, karena sahabat mereka berdua aslinya dari kota B, dan sedangkan kakek Aharon dan Wlison berasal dari kota S.
Selama mereka makan, selalu di selingi dengat sedikit candaan dari kedua kakek itu, dan selama makan malam itu berlangsung baik Reivant maupun Danien mereka selalu berpikir bahwa kedua kakek itu dan juga pemuda bernama Rayn itu sangat- sangat familiar, seperti mereka sudah mengenalnya tapi dimana.
****
Kembali ke kota B
"Kakak ipar,,"Ujar Chaiden,Michael dan Aidyen bersamaan.
Ya itu adalah Shera dan Stella yang berjalan tak jauh lewat depan mereka bertiga, saat dari butik tadi Stella meminta Shera untuk menemaninya ke Mall untuk jalan-jalan.
"Kak, itu wanita yang Bersama kakak Ipar siapa??."Tanya Aidyen karena ia memang tidak tahu tentang stella.
"Mereka sedikit mirip, Mungkin adiknya kakak ipar."Lanjutnya lagi dan hanya asal menebak.
"Mami,,"Celoteh Baby Carli, karena bayi mungil itu juga melihat maminya, tapi benar-benar bayi yang pintar, ia tidak menangis sama sekali.
"iya,,Itu memang adiknya kakak ipar,Ai."Ujar Michael menjawab pertanyaan Aidyen dan membenarkan tebakan Aidyen.
"Pantesan mirip,ternyata tebakanku tak pernah salah."Ujar Aidyen dengan bangganya,
"Apa kita perlu menyapa mereka, karena sepertinya mereka juga makan disana?."Lanjutnya lagi
"Kita cari tempat yang lain saja."Jawab Chaiden karena ia tahu sekarang bukan waktunya ia menujukan wajah mereka, apalagi ada baby Carli sekarang.
"Baiklah!!." Jawab kedua bungsu park bersamaan
Dan mereka berjalan terus, sedikit melewati Shera dan Stella yang akan memasuki tempat makan itu. Saat mereka lewat, Shera tampak berbalik, ia seakan mengenal salah satu pemuda yang mengendong seorang bayi yang hanya kelihatan rambutnya saja.
"Kenapa aku merasa seperti melihat adik iparku."Gumamnya dalam hati dan mata nya tetap menatap ketiga pemuda yang berjalan dengan 4 orang yang mengikuti dari belakang.
"Ada apa kak??."Tanya Stella mengikuti arah pandang kakaknya itu
"Uhm orang kaya, selalu membawa bodyguard kemana-mana."Ujarnya lagi,
"Ahh nanti juga aku akan seperti itu, setelah menikah dengan kak Rei."Ujarnya lagi dengan pede tingkat tinggi dengan senyum yang mengembang di wajahnya, Shera hanya menatap adiknya itu dengan tatapan datar.
"Maaf kak ipar, bukan sekarang waktunya. Biar kak Rei yang akan menemukanmu."Gumam Chaiden dan tetap berlalu dari pandangan kakak iparnya, sambil menutup sedikit wajah Baby Carli dari Stella yang terus menatap kearah mereka.
TBC.
Maaf jika author telat upnya.
Tapi,author tetap berusaha untuk selalu up,kadang tidak tepat dengan waktu yang di janjikan.
Terima kasih atas dukungan kakak-kakak pembaca selama ini,yang selalu setia menunggu Kelanjutan cerita ini.
Terima kasih, jangan lupa yah,
Like,vote,dan dukungannya.
Terima kasih, ikuti terus yang ceritanya dan dukungannya.😊