PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
79. Weekend



Hari ini adalah hari dimana Rachel dan Axell akan di jemput oleh kedua kakak beradik Park, yang kemarin sudah di bicarakan oleh Reivant sahabatnya.


"Mom, apa Daddy yang akan menjemput kita??."Tanya Axell


"Iya daddy dan pamanmu yang menjemput kita."Ujar Rachel menjawab pertanyaan dari anak semata wayangnya


Tak berselang lama sebuah mobil Alphard putih terparkir manis depan lobby Apartemen Diamond Park, karena Rachel dan Axell sudah menunggu mereka, hingga tak membutuhkan waktu yang lama untuk kedua Tuan muda park menjemput mereka berdua.


Danien tampak keluar dari mobil itu dan berjalan menuju ke arah kedua ibu dan anak yang di sambut senyum manis dari mereka.


"Daddy..."Teriak Axell saat melihat Danien dan Axell berlari kearah Danien.


"Jangan berlari, Boy. Apa kalian sudah lama menunggu??."Tanya Danien pada mereka sambil mengangkat Axell dalam gendongannya dan mengacak rambut Pria kecil yang sekarang di gendongannya itu.


"Barusan saja, Dan."Ujar Rachel, entahlah apa yang ia rasakan akhir-akhir ini saat berdekatan dengan adik dari Sahabatnya itu.


"Iya Dad, Axell baru saja turun dan tak lama daddy dan paman datang."Ujar Axell juga


"Kak Rachel, apa hanya ini yang kalian bawa??."Tanya Brandon yang melihat sebuah Travel bag ukuran sedang.


"Iya, kan nanti suami virtual ku yang akan membelikan pakaian untuk ku dan Axell, Serta perlengkapan yang lainnya."Jawab Rachel mengoda Danien dan Brandon.  Entah ia hanya berusaha menyembunyikan perasaan nya yang tak tahu dari kapan muncul.


"Ya, kita langsung belanja sekarang."Ujar Danien yang di sambut tatapan tak percaya dari Brandon dan Rachel, karena tadi Rachel hanya berniat mengoda saja.


"Pak kita langsung ke Mall."Ujar Danien pada sopirnya.


"Baik Tuan muda."Jawab Sopirnya yang merupakan suami Amel,


Brandon yang duduk di samping sopirnya hanya menatap kakak keduanya dari spion, karena Danien, Rachel, serta Axell yang duduk di pangkuan Danien duduk di jok belakang.


"Mereka seperti keluarga kecil."Gumam Brandon melihat pemandangan indah di belakangnya.


Mereka tidak membawa bodyguard karena Danien dan Brandon akan menjaga Extra kedua manusia yang akan mereka bawa untuk tinggal di mansion Park


"Daddy..."Panggil Axell pada Danien yang tampak diam dalam lamunanya, entah apa yang ia pikirkan


"Iya Boy,,ada apa???"Tanya Danien pada Axell


"Apa, Axell boleh tidur Bersama Daddy??."Tanya Axell sambil menundukan kepalanya mungkin ia takut daddynya menolak.


"Hahaha, apa Baby boy ingin tidur Bersama daddy, boleh boy, Daddy akan sangat senang."Tanya Danien dan menjawab pertanyaan Axell


"Apakah boleh Dad??."Tanya Axell lagi dan di balas anggukan oleh Danien yang menimbulkan senyuman manis dari anak lelaki itu.


Rachel hanya bisa menatap gemas pada anaknya dan ia juga menatap dalam diam Danien yang memperlakukan anaknya seperti anak sendiri. Ia merasa Axell sangat dekat dengan Danien, ada rasa senang dan ada rasa sedih bercampur menjadi satu dalam dirinya.


Akhirnya mereka sampai di sebuah pusat perbelanjaan terbesar, mereka turun di lobby, serta membiarkan sopirnya untuk memarkirkan mobilnya


Axell meminta turun dari gendongan Danien dengan cepat ia berlari mengapai tangan pamannya Brandon yang sudah berjalan mendahului mereka, membuat Brandon kaget karena tangannya di gengam oleh sebuah tangan kecil dan ia melihat Axell lah yang memegangnya.


"Uncle, Axel Bersama uncle saja ya, supaya uncle ada temannya. Kasian dari tadi uncel sendiri."Ujar Axell saat Brandon melihatnya.


Brandon hanya tersenyum dengan tingkah dari anak Sekertarisnya itu, dan perkataan Axell tadi maksudnya apa coba, itulah yang di pikirkan oleh Brandon


Saat ia melihat kebelakang, ia melihat kakaknya Danien berjalan beriringan Bersama Rachel, ia sampai berpikir mereka tampak seperti pasangan yang sangat serasi, dengan cepat ia mengelengkan kepalanya,menipiskan pikiran konyol nya itu.


"Uncle kenapa???."Tanya Axell yang melihat Brandon mengelengkan kepalanya,


"apa uncle sakit??."Lanjutnya lagi


Hingga membuat Brandon mengusak gemas rambut baby boy itu, hal itu sukses membuat Axell memanyunkan bibirnya.


"Uncle, Axell jadi tidak tampan lagi??. "Ujarnya Axell dan merapikan rambutnya kembali dengan tangan mungilnya yang menggemaskan.


"Apa yang ingin di beli oleh mu,boy?". Tanya Brandon saat mereka melewati sebuah toko pakaian anak-anak.


"Tidak ada! Axell hanya mau menemani Mommy berbelanja saja." jawab Axell.


"Boy,apakah mau bermain di sana?". Tanya Brandon menunjuk kearah Timezone.


"Apakah boleh??". Tanya Axell balik dengan menatap Brandon seolah itu tidak mungkin.


"Iya boleh, kan Axell bermain bersama Uncle." Jawab Brandon dan Axell menangguknya dengan cepat.


"Mau kemana,boy?". Tanya Rachel dan hal itu tidak di dengar oleh Axell yang kini sudah memasuki Time zone bersama Brandon.


"Tenanglah, Brandon bisa menjaga Putra tampanku itu, aku akan menemanimu, berbelanja keperluanmu." Ujar Danien menyakinkan Rachel.


Sebenarnya Rachel tidak ragu akan hal itu, ia yakin Brandon dapat menjaga Axell dengan baik. Tapi, perkataan Danien barusan dengan mengatakan bahwa Axell putranya membuat Rachel merasa panas dingin tak menentu.


Rachel harus bisa mengontrol dirinya dan mengikuti langkah Danien dan kini berjalan di samping Danien.


*****


Di Mansion Park.


Aidyen tampak sibuk dengan beberapa lembar kertas yang bisa di lihat dalam Sebuah buku/binder lagu yang sedang di persiapkan oleh dirinya dan grupnya nanti saat mereka Debut.


"Den..den..." Panggil Baby Carli dan menarik kertas-kertas itu,serta membuangnya ke lantai.


Setelah melakukan itu, Baby Carli tampak senang dan tertawa sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Aidyen hanya bisa menghela nafas, tak mungkin ia marah pada ponakan imutnya itu, Aidyen hanya bisa pasrah dan kembali memungut kertas-kertas nya itu.


"Kakak Keenam, apa yang kakak lakukan?". Tanya Aidyen dan Michael hanya melirik sebentar kearahnya.


Karena, posisi Michael yang berbaring di sofa dan sibuk dengan Gamenya.


"Tidak!".Jawab Michael singkat.


"Apakah itu penting?". Tanya Aidyen lagi.


"Tidak." Jawab Michael dengan singkat.


"Bisakah kakak membawa Baby Menjauh dariku.?". Pinta Aidyen


"Hmm,,,aku rasa kau yang harus mengalah Ai, karena ini adalah wilayah kekuasaan Baby Carli dan juga diriku.". jelas Michael dan kembali melanjutkan Gamenya.


"Dasar kakak menyebalkan."Gerutu Aidyen dan berjalan menuju kamarnya.


"Tiell.. Tielll..! Den..den.. Alan-alan." Coleteh Baby Carli dengan menarik baju Michael sambil menunjuk kearah Aidyen.


"Paman Aidyen tidak jalan-jalan Baby, Paman Aidyen sedang belajar. Sini main dengan Paman Tiel." Ujar Michael dan memposisikan duduknya dengan baik.


Mengangkat Baby Carli ke pangkuannya.


Tak lama Chaiden masuk dengan wajah Kusutnya dan menghempaskan tubuhnya di sofa samping Michael dan juga Baby Carli.


"Dimana Mommy?". Tanya Chaiden sambil mencari Mommy Park.


"Mommy? Ohh,,mommy tadi pergi ke,,,entahlah kak, Michael juga tidak tau. Mungkin di kamar." Jawab Michael dan Chaiden hanya menangguk.


"Kak Rei?". Tanya Chaiden lagi.


"Hmmm,,, di kamarnya sepertinya." Jawab Michael tanpa melihat kearah kakaknya.


"Kak Danien?". Tanya Chaiden yang seolah sedang mengabsen satu persatu anggota keluarganya.


"Kak Danien dan Kak Brandon sedang menjemput kak Rachel dan juga Baby Axell, kalau Kak Arthur belum pulang dari kota M. Terus kalau papi Sedang istirahat di kamar dan Aidyen tadi meraju kepada Mike dan juga baby Carli. Kalau kak Liliana seperti istirahat, kalau Kak Amel dan Si cantik Vanya sedang pergi berbelanja. Apakah masih ada yang ingin kakak tanya?". Ujar Michael panjang lebar dan Chaiden hanya cengo mendengar penjelasan Adik itu dengan sangat lengkap dan terperinci.


"Sudah! Kakak sudah puas dengan jawabanmu, Mike." ujar Chaiden pasrah.


"Kakak darimana?". Tanya Michael penasaran, karena tidak biasanya pada hari minggu keluarga Park keluar rumah.


Kecuali ada urusan yang penting seperti Danien dan Brandon yang harus menjemput Rachel dan juga Baby Axell.


"Aku? Kakak baru saja pulang mengurus skripsi kakak di tempat dosen, biar cepat beres." jawab Chaiden dan merebahkan tubuhnya di sofa.


"Den..den.. Ainn,,ain.." Ujar Baby Carli memanggil Paman nya Chadien.


"Baby bermain dengan Paman mike saja yah, Paman Chaiden mau istirahat,sebentar baru kita main yah." ujar Chadien dengan senyumnya dan berjalan menuju kamarnya.


Tbc