
Sebulan sudah setelah semua masalah itu selesai, Chaiden juga sudah pulih seperti sedia kala, selama itu juga Rachel maupun Axell belum pernah datang lagi kemansion paling hanya Rayn.
Karena, Axell sibuk dengan sekolah dan Rachel dengan pekerjaannya di kantor, dan juga dia paling hanya bertemu dengan Brandon dan Reivant terkadang, tapi tidak dengan Danien karena mereka berbeda pekerjaan.
Chaiden juga sudah Kembali ke perusahaan yaitu Yunna Entertainment seperti biasa di temani oleh Arthur, hari ini mereka ada rapat di perusahaan sentral yaitu bersama kakaknya Reivant tentunya.
"Kak Anna, kamu ikut bersama kami ke perusahaan pusat sekarang."Ujar Chaiden saat keluar dari kantornya.
"Baik, ada beberapa berkas yang harus di bawa."Ujar Anna.
"Dimana Arthur?."Tanya Chaiden yang tak menangapi perkataan sekertarisnya, Anna.
"Pak Arthur di ruangan IT pak."Ujar Anna, saat di kantor dia akan memanggil Chaiden dengan sebutan pak.
Chaiden mengambil ponselnya dan mendial nomor adik nya itu serta menyuruh Arthur untuk cepat turun ke parkiran bawah karena mereka harus ke perusahaan pusat.
Chaiden langsung berjalan menuju lift yang akan mengantarkan ke bawah parkiran Bersama Anna sekertarisnya itu dan Arthur menyusul nya.
Akhirnya mereka sampai tak berapa lama Arthur datang dan langsung duduk di samping kakaknya, sedangkan Anna duduk di kursi depan samping sopir, hari ini mereka memakai salah satu sopir.
"Bagaimana keadaan di perusahaan di kota M?."Tanya Chaiden, karena Arthur sebenarnya baru balik dari kota M, selama 3 hari ia disana untuk mengurus yang di sana.
"Aman kak, sudah terkendali semenjak kejadian pengelapan dana itu."Jawab Arthur karena memang dia yang bertanggung jawab untuk perusahaan yang disana.
"Baiklah, nanti kita akan pergi bersama kesana, kakak ingin melihatnya secara langsung."Ujar Chaiden
Setelah dari masalah itu, Chaiden semakin menjadi pria yang lebih dewasa dalam bersikap dan dalam bekerja, ia tidak pernah mentolerir kesalahan apapun.
Dia hampir sama seperti Reivant, hanya kalau ia masih bisa memberi kesempatan sedangkan Reivant tak ada kesempatan kedua jika sudah pernah buat salah.
Reivant tak pernah memberi ampun pada rekan ataupun karyawannya jika salah ya salah, tergantung kesalahannya apa, contohnya pengelapan dana sekolah yang mereka bangun, pria yang bertanggung jawab tersebut akhirnya berakhir di tangan Reivant seorang.
Mungkin ia terlihat lembut jika terlihat, tapi sebenarnya ia pria yang kejam dengan orang yang berbuat salah padanya.
Sebenarnya ia bisa saja melenyapkan Rounwd, tapi ia masih menghargai Daddynya, karena bagaimana pun Rounwd pernah menjadi sahabat daddynya.
Terkadang Brandon sendiri bingung dengan kakak pertamannya itu, Rayn adalah mafia sebenarnya tapi jika kekejaman, Reivant kakaknya juga bisa menyaingin Rayn.
**Back**
Mobil sedan jenis Mercedes benz berwarna hitam yang di tumpangi oleh Chaiden dan adiknya Arthur akhirnya sampai di lobby kantor, Anna keluar terlebih dahulu dengan beberapa berkas di tangannya tak lama Chaiden dan Arthur keluar dari pintu masing-masing.
Mereka menjadi pusat perhatian, karena baru kali ini Chaiden masuk lewat pintu Utama, biasanya jika ia datang langung ke parkiran pribadi dan langsung masuk ke lift khusus ke ruangan kakaknya.
Jika Arthur sudah biasa di lihat, hanya sudah beberapa bulan ini ia tak pernah ke Park company, karena ia sibuk di Yunna Entertainment.
Mereka bertiga berjalan Bersama menuju lift yang menghubungkan ke ruangan kakak pertamannya, Chaiden tampak cuek dengan pandangan memuja ataupun pujian.
Karena yang ada dalam hati nya saat ini hanya dokter cantik Sharenna, akhirnya ia mengungkapkan isi hatinya pada dokter muda itu dan mereka resmi menjadi sepasang kekasih baru seminggu ini. Shera dan Reivant sudah mengetahui itu, mereka mendukung saja selama tidak ada yang saling menyakiti.
Sedangkan Brandon dan Agatha juga sudah semakin serius dalam hubungan, dengan Brandon yang sering mengantarkan Agatha pulang dan ibu Tety juga sudah merestui hubungan anaknya dengan pria kaya yang sudah membantu panti asuhan dan sekarang panti asuhan itu sudah layak huni dan kehidupan di panti asuhan tersebut sudah terjamin dengan orang-orang kepercayaan Reivant yang mengurusnya.
Semakin banyak anak-anak yang tinggal di sana, mereka bahagia karena mereka juga di sekolahkan dengan gratis karena sekarang panti asuhan itu di bawah naungan Park company langsung.
Sekolah yang pernah terbengkelai dulunya sekarang sudah hampir rampung tinggal mengisi peralatan seperti meja, kursi, lemari dan keperluan yang di butuhkan untuk anak didik dan guru.
Akhirnya mereka sampai dan Agatha tampak berbincang dengan Devi yang baru mengantarkan laporan dari bossnya untuk di berikan pada presdirnya itu.
"Selamat siang."Sapa Anna pada kedua sekertaris itu.
"Siang bu, siang pak."Sapa Kedua Sekertaris tersebut mereka sudah tahu jika adik dari atasan mereka datang karena mereka ada meeting bulanan.
"Siang."Balas Arthur dengan senyum, sedangkan Chaiden sudah berjalan duluan tanpa mengetuk ia langsung membuka pintu ruangan kakaknya.
"Siang kak."Sapa Chaiden pada Reivant yang baru saja berdiri dari kursi kebesarannya.
"Siang Kai."Balas Reivant
"Lah, mana kak Danien dan Brandon, kak?."Tanya Chaiden karena kedua saudaranya tidak Nampak.
"Danien dan Brandon sebentar lagi datang."Jawab Reivant dan duduk di sofa.
Tak lama muncul Arthur dan Brandon yang datang dengan muka kusut seperti pakaian belum di seterika.
"Napa lu Don?."Tanya Chaiden pada adiknya itu.
"Nieh anak."Ujar Brandon menujukan Arthur dan yang di tunjuk biasa saja merasa tak bersalah.
"Sudahlah, kalian berdua sudah biasakan, jadi berbaiklah."Ujar Chaiden karena ia tak ingin konsentrasi kakaknya terganggu, walaupun sebenarnya Reivant sangat mudah membaginya.
Tak lama Danien datang dengan membawa kotak makanan yang tadi di berikan oleh Agatha, sebenarnya tadi Agatha ingin mengantarnya tapi Danien mengatakan biar ia yang membawa, itu makanan yang di kirimkan oleh Ny.Park dan Shera untuk putra- putra Park tentunya, padahal kantin di perusahaan itu makanannya juga enak dan sangat higenis.
"Siang."Sapa Danien dan memasuki ruangan Kakaknya.
"Siang kak, wah makanan sudah sampai."Ujar Arthur dengan antusias.
"Kita makan siang dulu baru mulai untuk meetingnya."Ujar Reivant karena ia juga sudah lapar.
"Oke kak."Jawab kembar bersamaan, dan setelah itu, mereka berdua saling pandang dan tertawa.
Mereka pun makan dengan lahap karena makanan yang di masak oleh Ny.Park dan Shera itu sudah terjamin enak.
"Silahkan presentasikan pencapaian kalian selama ini."Ujar Reivant setelah mereka selesai makan.
Akhirnya mereka satu-persatu menjelaskan tentang pencapaian mereka pada kakak sulung sebagai presdir itu, setiap bulan mereka akan meeting khusus untuk mereka sendiri.
"Oh ya Dan, kakak lihat untuk beberapa anak buahmu sudah mulai menunjukan kemajuan."Ujar Reivant pada adik Keduanya. Danien menghandel bagian pemasaran, padahal bidangnya IT tapi ia dengan mudah mempelajarinya.
"Iya kak, aku selalu mengadakan sidak setiap harinya."Jawab Danien hingga membuat adik-adiknya tertawa.
Karena kakaknya bukan orang yang suka berkeliaran tapi demi perusahaan ia rela sidak ke semua devisi yang ada di bawah naungan pimpinannya.
"Bagus, kakak suka itu, kalau kamu bagaimana Kai, kakak dengar salah satu film yang di naungi rumah produksi Yunna entertainmant di batalkan."ujar Reivant dan bertanya pada adik ketiganya.
"Iya kak, karena saya sudah membaca naskahnya dan itu Sungguh tidak masuk akal, mereka ingin membuat perfilman Rumah Produksi Yunna Ent. di hujat penonton."Ujar Chaiden cerita tentang tim yang memberikan proposal itu.
"Iya, kakak percaya pada keputusanmu. "Ujar Reivant menyetujui ide adik ketiganya itu.
"Oh ya Don, bagaimana perkembangan pemantauan kalian di ruang IT perusahaan?."Tanya Reivant pada Brandon.
"Hingga saat ini masih aman kak, bagaimana dengan mu kak Danien?."Ujar Brandon dan ia juga bertanya pada Danien.
"Sama, selama ini perkembangan yang ku pantau juga aman."Ujar Danien
"Untuk saat ini saham kita masih aman, bahkan sedari kemarin naik terus."Ujar Danien lagi, karena ia juga sebenarnya memantau perkembangan saham perusahaan juga.
"Baiklah terima kasih adik-adikku, kakak percaya kalian bisa lebih dari kakak nantinya, kakak harap semua ini tetap menjadi baik dan menjadi lebih baik."Ujar Reivant menutup meeting khusus mereka.
"Iya kak, terima kasih sudah mengajarkan kami banyak hal selama ini."Ujar Danien di angguki oleh adik-adiknya.
Mereka tersenyum bersama dalam hati mereka berdoa semoga kebahagian selalu ada dalam hubungan persaudaraan mereka walaupun tak sedarah.
"Oh ya kak Don, kapan kakak lamar Agatha?."Tanya Arthur dan membuat Brandon menatapnya datar.
"Ha, Don apa kamu ingin melangkahi kakakmu ini?."Ujar Chaiden tak terima dengan hal itu.
"Ih masih lama kali kak, Thur tolong jangan sebar gosip ya."Ujar Brandon pada kakaknya dan adiknya itu.
"Ya, siapa tahu, oh kak Danien kah yang duluan, astaga aku hampir melupakan Kakak kedua kita."Ujar Arthur pada kakak Keduanya.
"oh ya,, tunggu apa kakak sudah jadian dengan Devi?."Tanya Arthur penasaran termasuk saudaranya yang lain terutama Chaiden.
"Iya mereka kan sudah menjadi sepasang kekasih sekarang Thur."Ujar Brandon, ia tahu karena Agatha yang cerita.
Chaiden hanya menatap dalam diam, karena ia tahu pasti Rachel yang sudah menjadi sahabatnya juga patah hati, sedangkan Reivant hanya diam saja, toh ia tak punya hak mencampuri urusan asmara adik-adiknya , selama mereka bahagia ia akan mendukung.
"Tidak ada harapan lagi." Gumam Chaiden dan menatap Kakak keduanya.
TBC.
hay,, i'm back.
Wah,, tidak terasa yah,, sudah berapa hari saya tidak menyapa kakak-kakak pembaca semua.
Terima kasih, atas dukungan yang selalu kakak-kakak pembaca berikan, berupa like,coment dan votingnya. Terimakasih.
Betewe,, ada yang rindu gak sama Uncle Brandon Park. Kayaknya gak ada deh.
Gpp deh, Saya tetap kasih Spesial Pict.
Uncle Brandon Park.