PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
81.



Setelah kedatangan Rachel dan juga baby Axell, suasana di mansion semakin ramai, bahkan Axell yang sudah bangun sedaritadi langsung mencari baby cantik, ya siapa lagi jika bukan Baby Carli tercinta.


dan baby carli akan selalu marah pada Axell yang seakan tiada henti menganggu nya,


"Papa,,papa,,"Ocehan baby Carli memanggil papanya, dan berjalan menuju Reivant, di ikuti oleh Axell dari belakang yang seakan menjaganya.


"Daddy Rei, baby cantik tidak mau bermain bersama Axell."Ujar Axell pada Reivant,


"Mungkin baby ngantuk,boy."Ujar Danien pada Axell, yang duduk tak jauh dari kakak pertamanya itu.


Sedangkan Reivant hanya tersenyum pada Axell dan mengangkat Baby Carli ke pangkuannya, tampaknya bayi mungil itu memang mengantuk dengan matanya yang sayu.


"Baiklah daddy."Jawab Axell, dan mata nya menatap pada gadis kecil yang baru masuk Bersama Amel, ya itu adalah Vania


"Dad, itu siapa?"tanya Axell lagi sambil menujukan jari mungil nya ke arah kedua manusia beda usia


"Oh, itu Vania dan ibunya."Jawab Danien lagi


"Gadis kecil itu teman nya baby cantikmu."Ujar Brandon yang ikut mendudukan diri di samping kakak keduanya,


Dimana Carli, jangan di tanya karena sekarang ia sudah masuk ke dunia mimpinya di pangkuan papanya, karena memang ia sudah mengantuk.


"Oh,,"Jawab Axell singkat, dan matanya beralih kembali menatap baby Cantiknya yang menurutnya seperti boneka.


Tak berselang lama, Rachel datang dari arah belakang Bersama Ny.Park yang membawa sekeranjang buah segar hasil panen kebun kecil milik Ny.Park.


"Wooww, apa sudah musim panen ,Mom."Tanya Brandon yang takjub dengan isian yang ada dalam keranjang tersebut.


"Ya, dan karena ada anak perempuan ku disini, jadi mommy membawanya memanen buah-buahan ini."Ujar Ny.Park sambil menunjukan isi keranjang


"Apakah tidak mengandung peptisida, mom?".Goda Chaiden yang tadi ikut bergabung setelah merehatkan diri.


"Kai,,mommy mu tak akan meracuni kalian dengan buah-buah ini, ini alami tanpa peptisida, tapi mommy mengunakan pupuk alami, dari kandang kuda."Ujar Ny.Park tersenyum menatap Chaiden yang tanpak bergidik, karena ia tidak akan pernah menyentuh buah-buah itu.(dasar Kai, itukan pupuk alamin, tidak beracun)


****


Pukul 7 malam, sekarang keluarga Besar Park, Bersama Rachel dan anaknya Axell, duduk di meja makan, mereka menikmati setiap rasa yang ada di makanan tersebut tanpa ada percakapan, begitu pun Axell yang sedari tadi menganggu baby Carli(melindungi versi Axell) tampak tenang dengan makanannya.


"Boy,selesaikan makanmu dulu sayang,sebentar baru bermain dengan baby Cantik,yah." Ujar Rachel pelan pada Anaknya itu dan Axell menuruti perkataan Mommy nya.


Semua kembali hening dan hanya terdengar dentingan Senduk yang beradu dengan piring.


Setelah selesai makan, Rachel membantu Ny. Park merapikan meja makan. Walaupun memiliki begitu banyak maid, Ny. Park selalu turun tangan sendiri jika menyangkut makanan untuk keluarganya dan juga selalu di bantu oleh Liliana.


Sekarang adanya Rachel di rumah itu, juga ikut turun tangan membantu. Rachel tak mau menjadi beban dan hanya datang tinggal tanpa berbuat apa-apa.


Sedangkan di rumah aslinya, Rachel di perlakukan Bag Tuan Putri, karena dia putri satu-satunya keluarga Aharon.


"Mom,, Axell boleh tidur di kamar, daddy?". Ujar Axell yang menyusul Rachel ke dapur.


"Boleh sayang. Apakah Axell sudah mengantuk?". Tanya Rachel dan merapikan anak rambut Axell yang sedikit berantakan.


Ny. Park tersenyum melihat Interaksi ibu dan anak itu yang menggemaskan.


"Memangnya Axell akan tidur dengan siapa?". Tanya Ny. Park yang penasaran siapa 'Daddy' yang di panggil Axell.


"Daddy Danien,Grandmom." Jawab Axell dengan sopan.


"Oh, ya sudah Ajak Daddymu untuk tidur." Ujar Ny. Park dan Axell pamit kembali ke ruang tamu.


"Dia sangat pintar. kamu mendidik nya dengan sangat baik Chell." Ujar Ny. Park memuji Axell.


"Terima kasih mom, Hanya hal itu yang bisa aku terapkan demi masa depan nya nanti." Ujar Rachel dengan senyum.


Berbeda di ruang keluarga, Tampak Reivant dan adik-adiknya, serta baby Carli yang sedang bermain dengan Vanya dan Axell, sudah tentunya Baby Boy itu sudah sangat mengantuk. Tapi tetap memaksakan diri untuk bergabung Bersama kedua gadis kecil itu


Karena,Selama ini hanya tinggal Dirinya dan Mommynya,mereka berdua saja. Jam sudah waktunya Axell tidur, bukan karena sudah jamnya.


Tapi,karena hanya tinggal mereka berdua dan suasana tampak sepi,mengundang rasa ngantuk dengan cepat. Sepertinya hal itu terbawa hingga ke Mansion Park.


"Daddy, Axell mengantuk." Ujar Axell kepada Danien dan pria itu menatap Putra tampannya itu.


Sekitar beberapa menit kemudian Danien kembali berkumpul dengan saudara-saudara nya, sepertinya Baby Axell sudah terlelap.


"Kak Rei." Panggil Michael tiba-tiba dan membuat semua yang ada disana, termasuk Tn. Park menatap Putra keenam Park itu dan Minus Arthur yang belum kembali juga dari kota M.


"Ada apa,mike?". Tanya Reivant yang seperti penasaran, kenapa Michael memanggilnya tiba-tiba.


Karena setau mereka, sedari tadi anak itu tampak sibuk dengan gamenya.


"Sepertinya pria ini sangat familiar,aku pernah melihatnya, tapi dimana?". Ujar Michael menunjukkan sebuah Foto seorang pria yang tampak di kerumuni oleh beberapa orang yang tampak seperti bodyguard.


"Mana, Aku penasaran. Manusia Rumah sepertimu mana mungkin bertemu dengan orang Luar." Ujar Chaiden yang juga tampak penasaran.


"Ini kak. Aku yakin kak Kai pasti pernah melihatnya. Yah, Mike ingat kejadian beberapa hari yang lalu saat kita ke Mall dan saat kita sedang bermain peperangan kecil di jalan. Pria ini ada disana, Tapi sepertinya dia bukan bos mereka." Ujar Mike menyakinkan.


"Benar. Pria ini yang selamat dan mereka sangat melindungi dia. Kalau dia bukan bos pasti dia tangan kanan, orang kepercayaan bos mereka." Jawab Chaiden membenarkan perkataan Michael saat dia melihat foto yang di tunjuk Michael.


"Mungkin benar perkataan Kai. Kalau sampai orang kepercayaannya Turun tangan. Pasti ada sesuatu yang sangat misterius di balik ini, Siapa dalang dari semua ini." Ujar Tn. Park


"Benar Dad. Sepertinya orang ini menyimpan dendam kepada keluarga kita dan Kita sendiri tidak tau dimana kesalahannya." Ujar Reivant menanggapi perkataan Daddy-nya.


"Hmm,,bisa jadi sih,Kak Rei. Tunggu,Pria ini,, bukannya dia yang waktu itu berlari sesaat setelah, Brandon datang dengan bantuan, yah Kak kai?". Ujar Brandon yang juga sempat melihat pria itu di TKP ( tempat Kejadian Peperangan versi Chaiden dan Michael).


"Mr. X." Ujar Danien yang ternyata juga masuk ke ID Michael.


"Mr. X?? Nama yang sangat asing. Apakah orang tuanya sangat pelit hingga hanya memberi namanya sesingkat itu." Ujar Aidyen yang dari tadi hanya menyimak.


"Mungkin itu hanya nama samarannya saja Ai." Jawab Reivant dan di angguk setuju oleh Brandon.


Ny. Park dan Rachel yang ikut berkumpul di sana, sempat bingung dengan topik pembicaraan Mereka.


"Apakah kalian tidak bisa membahas hal lain saat di ruang keluarga. Tidak kah kalian lihat kedua Putri mungilku disini." Ujar Ny. Park menegur mereka.


"Ini masalah besar,mom!." Sambung Chaiden yang mimik wajahnya yang di buat-buat serius.


"Kembali ke tempat kerja kalian dan bahas hal itu. Disini tempat berkumpulnya para Wanita-wanita cantik." Usir Ny. Park


"Ini sangat penting mom." Sambung Brandon.


"Baiklah. Kita harus membahas hal ini di tempat lain." Ujar Reivant menyarankan.


"Sepertinya kita harus ke markas." Jawab Chaiden dan bangkit dari tempat duduknya.


"Bukankah di markas kalian ada Baby Boy yang sedang tidur." Ujar Ny. Park yang teringat Axell yang tidur di kamar Danien


"Yah,benar? Selama ini kamar Kak Danien adalah markas kita, jadi dimana lagi Markas kita, selain kamar kak Davien?" Ujar Michael


"Bukankah ada kamar Kak Rei. Dengan dua benda ini ku rasa cukup." Saran Brandon di angguk setuju oleh Kedua manusia yang pastinya Chaiden dan Michael.


"Apakah kalian akan mengacak-acak kamarku?. " Tanya Reivant yang kaget mendengar ide Brandon.


Dan ketiga manusia itu sudah berjalan ke kamar Reivant, di susul Danien dari belakang.


"Hanya kamarmu tempat terakhir kita kak. Bersyukurlah karena tidak adanya Arthur jadi kamarmu sedikit terselamatkan." Ujar Danien dan menyengir kearah Kakaknya Reivant yang hanya bisa menghela nafas panjang.


Dan untuk Aidyen,dia  harus masuk ke kamarnya dan istirahat karena besok dia harus ke sekolah.


TBC.


*Hay kakak-kakak pembaca. Maaf yah, thor baru hadir lagi, setelah sekian lama menghilang. Maaf Thor lagi sibuk, soalnya lagi ngebantu Captain Amerika dan Iron Man melawan Nyi roro kidul di teluk atlantik.


heheh,,🤭🤭


intinya Author minta maaf yah,karena telat up.


Terima kasih atas dukungannya selama ini.


Dukung terus yang cerita ini.


😊*