
Semua keluarga sudah Kembali ke Mansion termasuk Ny.Park karena itu permintaan dari anak-anak Ny.park termasuk Chaiden karena ia aman di rumah sakit milik mereka sendiri.
Sekarang yang menjaga Chaiden ada Arthur dan Aidyen karena ia belum Kembali ke Asramanya, tapi teman segrup dan managernya sudah di kabari jika ia sudah di rumah.
Dengan beberapa Bodyguard kepercayaan Reivant dan anak buah Rayn juga ada disana juga ada Dr.Louis yang di minta untuk memantau keadaan Chaiden. Saat ketiga anak Park itu bercanda Gurau masuklah salah satu bodyguard yang datang memberi laporan.
"Selamat Siang tuan muda, ini ada Dokter yang di minta oleh Boss untuk membantu Dr.Louis."Ujar Kepala bodyguard yang bertugas di rumah sakit itu.
"Oh baik lah, ijinkan dia masuk."Ujar Chaiden pelan.
"Baik tuan muda."Jawab Kepala Bodyguard itu dan pamit berlalu keluar untuk memanggil Dokter tersebut.
Sepeninggal Bodyguard tersebut Arthur menatap Kakaknya dan juga adik bungsunya seakan dia bertanya siapa.
"Jangan menatap ku seperti itu Ar, kakak juga tidak tahu siapa Dokter itu."Ujar Chaiden yang seakan bisa membaca tatapan adiknya.
"Hm, kita lihat saja dulu kak, siapa tahu jodohnya kak Kai kan."Ujar Aidyen sambil tertawa dan Arthur juga tertawa sedangkan Chaiden menatap mereka seakan ingin menenggelamkan kedua adiknya itu.
Sedangkan Louis hanya tersenyum dengan tingkah konyol anak-anak Park itu, ia baru tahu jika keluarga Park adalah keluarga yang baik dan juga selalu mempunyai keanehan, tapi tidak untuk kedua kakak beradik yang pertama dan kedua,terkadang mereka juga ada sisi lucu tapi terkadang sulit terbaca.
"Louis,, apakah kamu punya obat penenang?."Tanya Chaiden dan menatap ke arah Louis.
"Untuk apa Tuan muda?."Tanya Louis bingung dan menyerngit menatap Chaiden.
"Untuk mereka berdua, mereka sangat ribut."Jawab Chaiden dengan jengkelnya, sambil menunjuk kedua adik nya.
"Dan jangan panggil aku tuan muda, cukup panggil Kai saja, ku rasa kita seumuran."Lanjutnya lagi yang di balas anggukan dari Louis.
"Selamat siang."Sapa sebuah suara yang terdengar merdu di telinga Chaiden dkk.
Mereka dengan serempak melihat ke arah suara itu, disana terlihat seorang Dokter cantik, Dokter yang di minta oleh paman Diky adalah dokter wanita yang tidak lain adalah Sharenna adik angkat Shera.
"Hai Dok, kita bertemu lagi."Ujar Chaiden saat ia melihat siapa dokter tersebut.
"Oh, Siang tuan muda, maaf saya Dokter yang akan membantu Dr.Louis untuk merawat anda."Ujar Rena, ia menjadi kaku sendiri saat tahu pasien nya adalah adik dari Kakak angkatnya. Pria tampan yang sangat ia kagumi dari saat pertama bertemu hingga saat ini.
"Oh jadi kamu Sharenna yang akan menjadi partner ku."Ujar Louis sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya dan di balas oleh Rena.
"Wahhh kakak Dokter engkau cantik sekali, seperti kak Shera."Celoteh Aidyen yang sukses membuat Rena memerah pipinya.
"Kak Shera lebih cantik."Balas Sharenna tersenyum.
"He anak kecil jangan goda orang dewasa."Ujar Chaiden yang tampak jealous jika di perhatikan sedetali mungkin.
"Ihhh,, Ai hanya bilang kakak dokter cantik, siapa tahu bisa jadi salah satu kakak iparku kan."Jawab Aidyen tanpa rasa bersalah, dan berlalu menuju ruang Tv dengan membawa ponsel milik Arthur.
Chaiden dan Arthur hanya melongo mendengar perkataan Anak bungsu keluarga Park itu, Louis hanya tersenyum sedangkan Sharenna tersipu malu.
"Ah, Dok jangan di dengar omongan Ngawur adik ku ya."Ujar Chaiden yang melihat rona merah di pipi dokter muda itu, membuat Chaiden seperti terpana.
"Benar Dok, adik bungsu memang suka begitu, tapi kadang omongan Ai ada benar juga."Ujar Arthur juga mungkin ia merasa kasian dan ikut membenarkan perkataan Aiden.
"Sudah, lakukan tugasmu Dokter Rena."Ujar Chaiden, sebenarnya ia masih ingat nama dokter itu saat perkenalan mereka pertama kali tempo hari.
"Baiklah kalau begitu kami permisi Tuan."Ujar Sharenna, begitu juga dengan Louis karena sebenarnya di dalam Ruangan VVIP ini terdapat ruang Dokter.
Sepeninggal kedua Dokter tersebut, Arthur menatap kakaknya
"Aku tebak, kakak tertarik dengan dokter Rena kan."Tembak Arthur pada kakak ketiganya itu.
"Sembarangan kalau ngomong, sana pergi aku mau tidur."Jawab Chaiden tapi ada senyum tipis di bibirnya.
"Hayo lah, mata kakak tak bisa membohongi Arthur si Raja Cinta ini."Ujar Arthur menggoda kakaknya.
"Dih, pacaran saja belum pernah, malah memberi diri sendiri Gelar Raja Cinta, kamu mah raja Jomblo."Ujar Chaiden dan meledek adiknya.
"Ihhh,, kakak jujur lah, tenang Ar gak akan gosip kok."Ujar Arthur yang seakan menjadi wartawan akun gosip.
"Mungkin,,kita lihat saja nanti."Jawab Chaiden asal dan membuat adiknya tersenyum seolah sedang menggoda kakaknya.
Mereka tidak sadar jika Aidyen mendengar percakapan mereka , dan ia tersenyum memikirkan ide yang pas untuk mengerjai kakaknya itu sebelum ia Kembali ke asrama.
"Kak, ini Hp mu, bosan, Ai mau jalan-jalan ke ruangan Paman."Ujar Aidyen dan mengembalikan handphone kakaknya Arthur.
"Jangan jauh-jauh Ai."Tegur Arthur
"Iya tenang saja, Ai hanya ke ruangan uncle saja."Jawab Aidyen dan ia berjalan ke luar.
Di luar beberapa bodyguard tampak siaga saat pintu ruangan terbuka tampak di sana muncul tuan muda bungsu.
"Ada yang bisa di bantu tuan muda?."Tanya kepala bodyguard.
"Emm, aku butuh satu atau dua anak buahmu paman, untuk menemaniku ke ruangan uncle ku."Ujar Aidyen yang langsung di pahami oleh kepala bodiguard itu dan ia menujuk dua anak buahnya yang satu dari markas King dan yang satu anak buah Reivant.
"Kalian berdua jaga tuan muda."Perintahnya pada kedua bawahannya.
***Markas King***
Rayn dan juga Rachel tampak duduk di depan Gavin, Gavin hanya menatap mereka dengan malas, ia belum tahu siapa kedua manusia di depannya itu, dan ia juga merasa tak pernah bermusuhan dengan mereka.
"Hai Vin, ini kali kedua kita bertemu kan."Ujar Rachel
"Eh salah ini yang ketiga, apa kamu lupa saat kamu mengajak Reivant kerja sama dulu."Ujar Rachel seakan bercerita.
"Apakah kamu wanita yang Bersama Reivant dan Brandon?."Tanya Gavin.
"That's Right Friend. it's me. Aku kira kau melupakan ku."Jawab Rachel, sedangkan Rayn hanya duduk memantau dalam diam.
"Oh ya Vin, kami punya kejutan untukmu."Ujar Rachel dengan senyum manis di wajahnya.
Dia berjalan ke arah anak buah kakaknya meminta mereka memberikan laptop dan juga USB untuk di berikan pada Gavin, agar ia melihat dan tahu kejadian yang sebenarnya.
Anak buah Rayn menyiapkan meja di depan Gavin dan membuka laptot serta menghidupkannya, setelah itu ia mulai membuka File yang terdapat video pembunuhan ayah Shera dan juga CCTV pas ayahnya di bunuh.
Mereka mendapatkan semua file itu dari salah satu jaksa yang menangani kasus itu beberapa tahun silam, tapi jaksa itu di pecat dan di kucilkan, tapi mereka tidak tahu jika ia tetap bekerja di luar itu.
"Apa yang kalian lakukan, aku tidak akan percaya tipu muslihat kalian."Ujar Gavin
"Lihat dulu, baru protes Boy."Ujar Rachel dengan santainya sambil minum minuman kaleng yang ia minta di anak buah kakaknya tadi.
Setelah beberapa menit melihat video dan rekaman suara yang di putar tadi Gavin menatap satu persatu dari Rayn, Rachel dan beberapa anak buah King yang berjaga disana.
"Apa ini nyata?."Tanya Gavin seperti orang linglung.
"Apa itu seperti rekayasa Gavin?."Ujar Rayn dengan malasnya dan menghela nafas lelah.
"Kamu bisa melihat sendiri kan, kamu tahu mana yang asli mana yang palsu."Lanjut Rayn
"Itu semua Kembali pada keputusan mu, untuk tetap di jalan yang salah atau mau membela keadilan untuk Ayahmu."Ujar Rachel ikut menimpali perkataan kakaknya.
"Aku tak menyangka jika selama ini, aku bekerja sama dengan pembunuh ayahku."Ujar Gavin
"Dan gadis kecil itu, dia teman kecilku, dulu ayah kami selalu bertemu, Shera kecilku."Ujar Gavin lagi saat ingat gadis kecil itu.
"Ya, kamu tahu dia, ayah kalian adalah korban keegoisan dari Rouwnd. Yah,, manusia itu sungguh sangat kejam.."Ujar Rachel dan bergidik ngeri membayangkan hal itu.
"Dimana Shera sekarang, apa kalian tahu, sudah lama aku mencarinya tapi tak pernah ketemu?."Ujar Gavin dengan mata berbinar saat ia tahu jika gadis kecilnya masih hidup.
"Apa yang akan kamu lakukan jika bertemu dengan nya?."Tanya Rachel penasaran.
"Aku merindukannya, apa ia masih seperti yang dulu."Ujar Gavin.
"Mungkin."Jawab Rachel asal.
"Bolehkan aku bertemu dengannya, apa ia masih mengingatku?."Tanya Gavin entah pada siapa.
"Nanti juga kamu akan bertemu dengannya tapi ingat jangan berharap banyak, karena jika aku perhatikan kamu menyukai nya bukan, hingga kamu memanggilnya gadis kecilmu."Ujar Rachel Panjang lebar dan tebakannya benar jika Gavin menyukai Istri dari sahabatnya itu.
"Kenapa,,?apa aku salah?."Tanya Gavin
"Ya, salah karena gadis kecilmu itu sudah menikah dengan partner kerja mu dulu."Ujar Rachel, sedangkan Rayn hanya diam menatap dan mendengar percakapan kedua manusia di depannya itu.
"Tunggu, jangan bilang jika ia istri Reivant, atau Brandon?."Tanya Gavin memastikan bahwa yang di dengarnya itu benar.
"Yang tepatnya ia istri Reivant."Ujar Rachel yang membuat Gavin langsung terdiam.
"Ikhlaskan Vin, aku yakin kamu pasti akan mendapatkan jodohmu juga."Ujar Rayn sok bijak padahal dia sendiri belum menemukan jodohnya.
"Iya, mungkin harus, tapi aku hanya ingin bertemu dengan nya."Jawab Gavin pasrah.
"Itu adalah hal benar yang harus kamu lakukan. Kak, kapan kau akan menikah?". Ujar Rachel dan menatap kakaknya.
"Entahlah, mungkin aku akan bujangan hingga tua." Jawab Rayn santai dan meneguk minuman milik adiknya.
*****
Ruangan lain Markas King, tampak Rounwd duduk terdiam di sebuah kursi kayu yang ada di balik meja.
Disana sudah ada Reivant dan Brandon yang mengintrogasi Rounwd dengan pertanyaan- pertanyaan dan pernyataan yang menyudutkan Rounwd, disana juga sudah ada polisi dan orang dari kejaksaan yang bekerja di bawa naungan Park Company.
TBC.
penyogokan again๐๐๐.
Biar semangat mari kita lihat paras tampan
Uncle Arthur Park๐.