
Perjalanan seakan jauh sekali, mungkin karena mereka kelelahan, apalagi Reivant dan Danien yang sudah dua hari tidak tidur dengan benar, tampilan mereka sekarang nyaris seperti zombie dengan pakaian kusut serta muka yang kucel. (kalua Zombi modelan seperti putra Park author relaa hihi).
"Istirahalah kak,,"Ujar Arthur yang tak tega melihat kakak keduanya yang tampak memaksakan diri untuk tetap sadar.
"Sebentar lagi,Thur."Jawab Danien yang tampak tetap sibuk dengan Ipadnya, entahlah apa yang ia kerjakan lanjut.
"Tapi wajah mu sudah seperti zombie hidup kak."Ujar Arthur lagi
"Yayaya, cerewet, setelah melewati jembatan ini kakak istirahat."Ujar Danien dan mengalah untuk tidak berdebat dengan adiknya itu, alhasil ia akan tetap kalah.
Arthur hanya menganggukan kepalanya, ia tetap fokus dengan mobilnya, karena ia tidak ingin terjadi apa-apa pada saudara-saudaranya.
Akhirnya mereka sampai di Mansion setelah menempuh perjalanan yang melelahkan padahal hanya 30 menit saja, tapi seperti setahun saking lebaynya mereka.(Ck,,terlalu mendrama🙄).
"Pak, bawakan mobil ke garasi."Ujar Arthur yang memberikan kunci mobil pada pak Agus supir pribadi kakak pertamanya itu.
"Baik Tn.Muda."Jawab Pak Agus ramah, dan di balas Arthur dengan anggukan dan senyuman.
Pak Agus menatap kelima putra Park yang tampak kusut dan wajah yang kusam, ia berpikir apa mereka bekerja sangat giat hingga harus pulang pagi hingga seperti mayat hidup."pikirnya.
Kelima putra park masuk ke mansion, entahlah sepertinya hari ini mereka tidak ke kantor karena mereka ingin memberekan masalah pribadi dulu dan istirahat.
"Kak, nanti biar aku dan Arthur saja yang ke kantor sebentar.Ujar Brandon pada kakak sulungnya.
"Ya baiklah, handel dulu yang kalian bisa."Jawab Reivant dan mereka berjalan menuju kamar masing-masing untuk berganti pakaian, dan lima menit mereka seperti janjian keluar bersamaan menuju Ruang makan.
Saat mereka tiba di ruang makan tampak semua keluarga Park berkumpul untuk sarapan.
"Papa,,papa,,"Celoteh baby Carli yang turun dari gendongan maminya dan berjalan menuju papanya
"Pelan-pelan baby."Ujar Reivant, karena baby carli tampak seperti berlari, dan di belakangnya selalu Axell menemani baby cantiknya itu.
"Hei boy, sudah siap ke sekolah."Tanya Reivant pada pria kecil itu.
"Iya daddy Rei, tapi karena Daddy Rei dan daddy belum pulang jadi Axell menunggu untuk ke sekolah."Jawab anak itu.
"Baiklah karena sekarang daddy sudah pulang, sekarang Axell ke sekolah ya."Ujar Danien yang mensejajarkan dirinya dengan anak itu.
Reivant melihat interaksi dari adiknya dan Axell,entah ia merasa jika adiknya Danien sungguh sudah sangat cocok mempunyai anak.
"Dan, apa kamu tidak ingin menikah secepatnya."Goda Shera yang melihat perlakuan Danien pada Baby boy itu.
"Pasti!. tapi tidak sekarang Ra."Jawab Danien tersenyum
"Wahh, apa kak Rachel siap di tinggalkan pujaan hati."Goda Chaiden yang duduk di sebelah Rachel.
"Ck, masih banyak pria tampan di luar sana, Kai."Jawab Rachel pelan di dengar oleh Chaiden.
"Iya sih, banyak tapi yang lebih mengoda seperti kak Danien tidak akan ada duanya."Goda Chaiden lagi, hingga Rachel menatap sengit Chaiden yang di balas tawa oleh anak itu.
Ia sungguh senang mengerjai sahabat kakak sulungnya itu. Ya karena ia tahu jika Rachel menyukai kakak keduanya. (itu tebakannya tapi tebakan Chaiden selalu benar,bahkan ia akan mencomblangkan pasangan itu.).
"Sudah sudah!. Sekarang mari sarapan."Ujar Tn.Park
Dan mereka menikmati sarapan paginya tanpa pembicaraan, tapi tidak untuk Aidyen karena hingga kini ia belum pulang dari Asramanya, karena dalam waktu dekat ini mereka akan debut.
****
"Aku merindukan anak bungsu ku,Dad."Ujar Ny.Park menatap suaminya yang tampak siap untuk ke kantor. saat mereka di kamar
"Pergilah, bawakan makanan kesukaannya itu."Jawab Tn.Park, Karena ia tahu jika istrinya selalu akan begitu jika salah satu putra nya pergi lama.
Dulu saat mereka bertujuh memilih untuk tinggal di mansion yang mereka bangun sendiri.
Ny.Park sempat tidak menyetujuinya dan akhirnya sekarang ia memilih untuk tinggal Bersama ketujuh putra tampannya.
"OK Dad."Jawab Ny.Park dan berlalu meninggalkan kamar nya menuju dapur untuk memasak makanan kesukaaan Aidyen.
"Mom, mau kemana?."Tanya Shera yang yang mengendong baby Carli, kebetulan berpapasan dengan ibu mertuanya.
"Mom, mau ke dapur untuk membuat masakan kesukaan adik bungsu mu."Ujar Ny.Park
"Apa mommy akan ke asramanya Aidyen??."Tanya Shera
"Mami, Den, Den,,"Celoteh baby Carli, entah mungkin ia merindukan paman kecilnya itu.
"Apa Baby boleh ikut,Mom?."Tanya Shera menatap mommynya.
"Apa manusia balok itu mengijinkannya?. "Tanya Ny.Park balik, karena mereka harus meminta persetujuan dari Reivant, apalagi dengan kondisi sekarang.
"Mommy mau kemana?."Tanya Danien yang kebetulan ke dapur untuk mengambil minum, ia tadi sempat mendengar sedikit.
"Mommy mau ke tempat adikmu ,Dan."Ujar Ny.Park menjawab pertanyaan Danien.
"Apa Shera juga akan ikut?.'Tanya Danien pada istri dari kakaknya itu, dan ia tidak pernah memanggil shera dengan kakak, karena ia agak sedikit canggung, dan lebih nyaman memanggil dengan namanya saja.
"Iya Dan, kami ingin ikut tapi kamu kan tahu kakakmu seperti apa."Ujar Shera
"Iya, karena sekarang Rouwnd beserta anak buahnya pasti mencari mu sekarang, jadi menurut ku ya lebih baik jika ingin pergi harus Bersama kakak pertama."Ujar Danien dan sedikit memberi saran pada Shera.
Tak berselang Reivant masuk ke dapur ia melihat mommynya tampak sibuk dengan masakannya serta Shera dan Rachel yang tadi datang setelah selesai mengantar Baby Axell, mereka berdua membantu mommy Park dan juga Danien yang bermain Bersama ponaan cantiknya.
"Apa yang kalian lakukan?."Tanya Reivant
"Oh anak sulungku."Ujar Ny.Park dengan Dramatisnya.
"Ck, mom, Rei tanya apa yang kalian lakukan?."Tanya Reivant lagi
"Apak kamu tak melihat mommy sedang masak."Jawab Ny.Park dan berdecak kesal.
"Bukannya kita sudah sarapan mom."Ujar Reivant dengan wajah bingungnya.
"Mommy, akan mengunjungi adikmu Aidyen, jadi mommy memasak makanan kesukaannya dan untuk teman-temannya juga."Ujar Ny. Park
"Papa, papa alan, alan Den, Den papa,,"Celoteh baby Carli, ia seakan meminta ijin pada papanya untuk mengunjungi pamannya
"Baik lah, kita pergi."Ujar Reivant pasrah karena sebenarnya ia juga menghawatirkan adik bungsunya itu, entahlah perasaannya kurang baik hari ini,.
"Istirahat lah dulu Rei, nanti ku bangunkan."Ujar Shera yang melihat kantung mata suaminya itu.
"Kamu juga Dan, kalian pasti Lelah kan mengurus masalah ini, tapi kalian juga butuh istirahat untuk memulihkan tenaga kalian."Ujar Shera lagi
"Iya benar apa yang di katakan putriku ini, kalian berdua pergi sana,jangan mengacau Pekerjaan wanita."Usir Ny.Park.
dan Rachel mengambil baby Carli dari gendongan Danien, ia merasa sesuatu yang salah pada hatinya.
"Ya, bangun kan aku Sayang."Ujar Reivant mengoda istrinya.
"Hei perhatikan jomblo di sekitar mu, Vant."Ujar Rachel yang di balas tawa oleh penghuni dapur.
"Maaf kan suami ku, Chell."Ujar Shera yang ikut mengoda Rachel.
"Sudah pergi, sana."Usir Ny.Park lagi pada kedua putra sulungnya.
Sepeninggal kedua putra Park, Ny.Park, Shera serta Rachel menyibukan diri dengan masakan dan kue yang akan mereka makan dan bawa untuk anak bungsu Park.
Sedangkan Carli Bersama Amel dan anaknya Vania, kedua bayi itu asyik dengan permainan mereka dengan segala ocehan-ocehan yang hanya di mengerti oleh kedua bayi itu. (Karena author juga tidak mengerti, sepertinya harus kursus Bahasa alien Chaiden say) dan Amel yang ekstra menjaganya.
TBC.