
Akhirnya Baby Carli tidur Bersama Stella, dan bayi kecil itu sangat tenang bersama auntynya hingga membuat Stella sangat bahagia.
Belum pernah ia merasakan kebahagiaan seperti yang ia rasakan hari ini. Semua penghuni bumi terlelap dalam damainya malam hingga kicauan burung dan sinar mentari pagi membangunkan mereka untuk memulai hari yang baru dengan aktifitas yang seperti biasa.
****
Didalam kamar tampak Reivant baru saja membuka matanya , ia melihat istri mungilnya yang masih terlelap dalam pelukannya, akhir-akhir ini Shera jauh lebih manja padanya, hingga membuat Reivant tersenyum, di kecupnya kening istrinya.
"Selamat pagi sayang."Gumamnya yang ternyata di balas ucapan yang sama dari Shera dengan suara manjanya.
"Sayang, hari ini aku ingin memberikan hadiah padamu."Ujar Reivant sambil terseyum.
"Apa itu sayang, aku jadi penasaran."Balas Shera yang belum melepas tangannya yang berada di atas dada bidang suaminya. ( huffff bikin author iri aja, kasian author jones) hehehe.
"Nanti kamu akan tahu, jadi apa suami tampanmu ini meminta nya juga sekarang."Ujar Reivant dengan tersenyum jahil.
"Sana, bukannya sudah, aku harus mandi dan memandikan baby."Ujar Shera serta bangun dari tidurnya.
Entahlah setelah ia hamil yang kedua tak ada kendala yang berarti, yang ia ingin kan hanya mencium aroma maskulin suaminya saja dan ia sangat merindukan adik bungsu suaminya.
"Sayang, aku merindukan adik kecilku."Ujar Shera dengan wajah memelasnya.
"Ha, Aidyen? Kenapa Aideyn?."Tanya Reivant sedikit bingung.
"Iya, aku hanya merindukan adik kecilku."Jawab Shera dengan cepat.
"Tapi, ia masih menyiapkan comeback mereka sayang, nanti aku usahakan mereka kesini ya."Ujar Reivant , ia tak ingin anaknya ileran karena merindukan paman nya itu.
"Terima kasih sayang."Ujar Shera dan mengecup singkat bibir suaminya, dan berlalu ke kamar mandi, Reivant hanya tersenyum melihat tingkah wanita yang sudah memberikannya dua anak itu.
"Ah, sungguh manis istri kecilku."Ujarnya dan bangun dari tidurnya.
****
Tampak Stella sudah mandi dan berganti pakaian, ia tampak segar dengan baju pink celana kain hitam yang pas dengan badannya yang kecil, di tatapnya bayi mungil yang sudah bangun dan bermain dengan ponsel milik Stella entah apa yang ia buat yang jelas hanya menekan-nekat karena ponsel stella memakai pola.
"Hallo,morning baby."Sapa Stella dan mencium pipi ponaanya sayang.
"Uni,,uni auss,,"Celote baby Carli yang mengatakan ia haus.
"Ah baiklah, pasti kamu lapar ya."Ujar Stella dan mengendong Carli keluar dari kamarnya, ia sempat melihat Ny.Park yang berjalan menuju dapur.
"Pagi mom."Sapa Stella dengan senyum yang manis di wajahnya. Gadis itu memang sangat cantik,seperti kakaknya. Pantas saja jika baby Carli sangat cantik.
"Pagi Stella, pagi cucu nana."Ujar Ny.park
"Ada apa Stella?."Tanya Ny.park yang melihat wajah kebingungan Stella.
"Mom, baby haus, tapi Stella gak bisa buat susu."Ujar Stella jujur, ya karena ia belum pernah mengurus bayi.
"Baby mandi dulu ya, baru di buatkan susu."Ujar Ny.Park dan memberikan air putih pada cucunya.
Tak lama Amel datang, dan mengambil baby Carli untuk di mandikan dan berganti pakaian.
"Mom, apa yang mami buat?."Tanya Stella melihat Ny.Park sangat sibuk padahal maidnya banyak.
"Mommy buat kopi dan Teh buat daddymu dan kakak-kakakmu."UJar Ny.Park menjawab pertanyaan Stella.
"Tapikan ada Maid mom?."Tanya Stella penasaran.
"Selama itu masih bisa kita kerjakan, lakukan, jangan menunggu ataupun memerintah orang lain, walaupun kita membayarnya, tapi ada pekerjaan lain yang harus mereka kerjakan, jika hanya membuat kopi atau teh itu pekerjaan yang sangat mudah untuk di lakukan oleh seorang ibu, Tella."Ujar Ny.Park Panjang lebar.
"Wahhh, mom Tella harus banyak belajar dari mommy."Ujar Stella bangga dan memperhatikan gerak-gerik Ny. Park dengan saksama.
"Harus, karena nanti kamu juga akan menjadi seorang istri dan ibu kelak."Ujar Ny.Park lagi dengan Tersenyum.
"Kamu mau minum apa, Tella?"Tanya Ny.Park yang melihat wajah anak kedua sahabatnya itu.
"Mom, Tella mau buat susu coklat, tapi tella belum pernah membuatnya sendiri."Ujar Stella sedih, karena ia belum pernah mengerjakan apapun sendiri selain makan mandi dan shopping tentunya.
"Lian, bantu nona Stella dulu."Ujar Ny.Park pada Liliana yang masih menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga park Bersama beberapa maid lainnya.
"Baik mom."Ujar lian yang memanggil Ny.Park dengan sebutan mom, Stella sedikit bingung.
"Lian anak angkat mommy Tella, jadi kamu juga bisa memanggilnya kak Lian seperti saudara mu yang lainnya." Ujar Mommy Park memperkenalkan Lian yang tersenyum kepada Stella.
"Iya mom, kak Lian mohon bantuannya ya, terima kasih."Ujar Stella, membuat Lian gemas pada adik dari istri Reivant tersebut.
"Mari saya bantu."Ujar Liliana mengajak Stella menuju rak.
"Nona, mau susu putih atau cokelat?."Tanya Lian sambil menujukan beberapa kaleng susu yang ada dalam rak itu, termasuk susu untuk baby Carli, tadi Ny.Park sudah membuatnya.
"Cokelat aja kak."Jawab Stella karena ia memang menyukai susu cokelat
Tak lama Shera datang dengan mengendong baby Carli yang tadi sudah di mandikan oleh Amel, sedangkan Amel sudah di suruh Shera untuk mengurus anaknya.
"Pagi Ra, oh cucu nana sudah cantik."Ujar Ny.Park.
Shera melihat adiknya Bersama Liliana, entah apa yang di lakukan gadis itu yang jelas Shera tahu pasti adiknya itu belajar sesuatu yang belum pernah ia lakukan.
"Oh, adikmu belajar membuat susu untuknya sendiri."Ujar Ny.Park yang melihat kemana arah pandang Shera.
"Baguslah mom, setidaknya ia mau berubah menjadi lebih baik."Ujar Shera tersenyum menatap ibu mertuanya tersebut dan di balas senyuman oleh ny.Park.
"Nana, cucu,, auss,,"Celote baby Carli yang menarik mereka dari pikiran masing-masing.
"Maaf kan nana sayang, nana hampir lupa."UJar Ny.Park dan memberikan botol yang berisi susu ke arah cucunya, karena bayi kecil itu sudah bisa memegang sendiri.
"Pagi."Sapa Tuan Park yang tampak segar dengan pakaian rumahnya itu.
"Pagi Dad."Sapa Ny. Park dan Shera.
Tak berselang lama, muncul Chaiden, Brandon dan Arthur yang sudah rapi dengan jas masing-masing karena mereka akan ke kantor
"Pagi semuanya."Ujar Arthur dengan hebohnya dan memeluk Mommy nya tak lupa kebiasaannya yang selalu mencium Mommy.
"Thur ini bukan hutan dan hentikan kebiasaan burukmu."UJar Ny.Park yang membuat Arthur cengegesan menampilakan gigi putihnya.
"Kai, kapan kamu wisuda?."Tanya Tuan Park.
"Besok Dad,,"Jawab Chaiden santai
"Besok, dan kamu santai seperti ini kak?."Tanya Brandon dan menatap kakaknya bingung.
"Kan hanya Wisuda doang Don, paling acaranya jam 10 pagi, dari kantor aku langsung ke aula."Jawab Chaiden lagi yang membuat keluarga Park hanya geleng-geleng kepala.
"Apa besok mami damping kamu juga, Kai?"Tanya Ny.Park.
"Gak perlu mom, habis wisuda Kai langsung ke kantor, tapi Michael minta ia yang nemenin, aku di temani Mike aja."Ujar Chaiden
"Ya, ajaklah adikmu itu biar ia tahu dunia luar."Jawab Ny.Park , mereka sudah tahu jawabannya pasti Chaiden tidak ingin yang terlalu wah.
"Pagi Dad, mom."Sapa kedua Es kutub siapa lagi kalau, bukan Reivant dan Danien yang hampir datang bersamaan dengan setelah yang sudah sangat rapi.
"Pagi putra-putra tampan mommy."Jawab Ny.Park
"Mom, tadi Arthur tidak di sambut seperti itu."Ujar Arthur dengan wajah cemberutnya dan menatap kedua kakaknya kesal.
"Dek, kamu sangat menjijikan."Ujar Brandon yang melihat Arthur membuat Arthur makin kesal.
"Sudah-sudah, di mana Mike?"Ujar Reivant yang menjadi penengah untuk kedua adiknya itu dan bertanya.
"Pagi Dad, pagi mom, pagi kakak-kakak, pagi baby ponaan cantik paman."Ujar Michael yang datang dengan wajah mengantuknya walaupun sudah mandi dan menempati kursinya.
"Mike, apa kamu main game lagi semalaman?"Tanya Ny.Park dan menatap wajah mengantuk putra keenamnya itu.
"Gak mom, kan Mike masih buat Game untuk hadiah ulang tahun baby kemarin, ini masih perbaharui ,supaya semua kalangan bisa memainkanya."Jawab Michael dengan mata yang di paksanya agar melek.
"Ingat jangan memaksakan dirimu Mike."Ujar Reivant yang melihat adik kedua bungsu itu.
"Iya kak."Jawab Michael dan meneguk susu putih kesukaannya.
"Kak Kai besok kakak wisudah kan, Mike sudah siap untuk menemani kakak."Ujar Michael yang duduk di sebelah Arthur.
"Besok ikut kakak ke kantorĀ baru ke kampus."Ujar Chaiden yang di balas anggukan oleh Michael.
"Mike, saat kekantor Kak Kai, jangan berdandan yang rapi dan memamerkan ketampanan mu,kalau kau tidak mau di ganggu dan di culik oleh para artis dan model Mommy yang ada disana?". Ujar Arthur mengerjai adiknya.
"Benarkah, kak?." Tanya Michael dan rasa ngantuk nya hilang dan membuat Chaiden dan Brandon menertawakan wajah polos adik keenam mereka.
"Dia sungguh menggemaskan." Ujar Brandon yang duduk berseberangan dengan Michael.
Tak berselang lama, Stella juga duduk bergabung dengan keluarga Park mereka memulai sarapan pagi tanpa pembicaraan lagi.
Hingga selesai sarapan, putra park pamit ke kantor, begitu juga Chaiden yang sekarang bersama Arthur ke kantor nya.
Karena Arthur akan bersama Chaiden, perusahaan di kota M adalah cabang dari Yunna Company yang bergerak di bidang yang sama, jadi itu menjadi tanggung jawab mereka berdua walaupun tetap Reivant yang memengang kendali utamanya. Karena Yunna Company masih di bawah naungan Park Company.
Berbeda dengan Putra keenam Park yang sibuk dengan ipad dan laptopnya di ruang keluarga di temani Vania dan Baby Carli yang sibuk bermain di jaga oleh Amel.
TBC.
heheheh,, Hay-hay...
Mau kasih spesial pict lagi yah,, hmmm..
Uncle Michael Park.