PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
129. Chaiden & Rachel



Di Arena pacuan kuda yang dimana sudah di sterilkan oleh Rouwnd, entah apa tujuan nya ia memilih tempat itu, mungkin ia berpikir jika Reivant sangat mudah masuk jebakannya.


Tapi, ia tidak tahu saja jika di belakang Reivant banyak manusia hebat, termasuk Reivant sendiri bukanlah lawan yang mudah untuk di remehkan.


Rouwnd, Gavin dan anak buahnya serta Aidyen yang di ikat tangannya, duduk di sebuah kursi kayu yang terikat sudah menunggu kedatangan Reivant.


Aidyen benar-benar menikmati permainan itu selama ia tak babak belur dan untungnya mereka benar-benar tak menyakitinya sama sekali, ia hanya menatap malas pada anak buah dari sahabat daddynya itu.


Apalagi bodyguard yang sudah berkhianat itu, ia ingin nanti menghakimi lelaki itu sendiri, dendam, ya ia tipe manusia dendam. Apa kalian pikir Aidyen adalah anak lemah tidak, ia hampir sebelas dua belas dengan kakak pertamanya, tapi untuk sekarang ia ingin menikmati pertunjukan saja sebagai anak yang polos. hehehe


Tak berapa lama, sebuah mobil jenis Alphard datang dan keluarlah Rievant yang hanya di temani oleh Ir saja, karena Rayn turun di bawah tadi dan mereka menyerang dalam diam.


Sedangkan, Rachel dan Chaiden sudah turun di tanjakan jalanan yang tak jauh dari arena pacuan kuda tersebut, dan membuat Chaiden mengomel tiada henti, karena ia harus berkeringat untuk naik tanjakan yang tidak terlalu tinggi itu.( Dasar Chaiden manja).


Reivant menatap adik bungsunya yang tersenyum manis pada kakaknya itu, Reivant hanya berdecak saja melihat tingkah adik bungsunya yang terkesan polos dan tak berdaya


"Dasar adik laknat. Dia sungguh seorang idol yang pintar berperan. Seharusnya dia jangan menjadi idol, tapi jadi aktor saja. Ck." Gumam Reivant dan juga mengumpat adik bungsunya itu. (dasar kakak kagak ada akhlak).


****di tempat lain****


"Kai, apa kau akan terus mengoceh.-"Ujar Rachel yang masih tetap santai dengan karung yang isinya adalah beberapa buah senjata.


"Kak Chell, apa kau tidak Lelah, ahh kakak Rei dan kak Rayn sungguh kejam pada adik tampan mereka ini."Ujar Kai dengan nada yang membuat Rachel hampir muntah mendengarnya.


"Berhenti mengoceh Kai, sebelum peluru ini bersarang di dadamu."Ujar Rachel jengah dengan tingkah adiknya itu.


"Oh tidak, kak Chell apa kau tega menyakiti adikmu yang tampan ini."Balas Kai dengan wajah memelasnya dan Rachel hanya berdecak melihat kelakuan adik dari sahabatnya itu.


"Shutt,,diam Kai."Ujar Rachel sedikit berbisik dan menunjuk pada beberapa pria berpakaian hitam yang jelas bukan anak buah Rayn. Karena pakaian King ada lambang nya.


"Lets Play to game."Ujar Chaiden dengan mata berbinar, ia seperti mendapatkan berlian saja.


Mereka berdua berjalan dengan sangat pelan tak ada tanda jika mereka berjalan, seolah langkah kaki mereka tak menapak pada tanah dan tidak menimbulkan bunyi sedikipun.


Ada 10 pria berpakaian hitam yang baru saja datang, sepertinya ini rencana dari Rouwnd yang ingin menghabisi Reivant, tapi mereka tidak tahu jika lawan mereka ini lebih cerdik.


"Habisi semuanya kak."Ujar Kai dengan pelan dengan smriknya.


Kai membekap seorang penjaga yang berdiri paling belakang dan teman-temannya tak menyadari itu, begitu juga dengan Rachel yang menghabisi 5 orang pria yang baru saja turun dengan pistol bius yang sebenarnya isinya racun bukan bius biasa yang jelas mereka akan mati dengan sangat mengenaskan.


"Buat apa mengeluarkan tenaga jika dengan ini lebih ampuh."Ujar Rachel yang memainkan pistol bius yang ada dalam gengamannya. (Dasar Rachel Aharon)


Ia melihat Kai sedang melumpuhkan dua anak buah Rouwnd, ia hanya berdecak, anak itu seolah mendapatkan mainan yang sangat menyenangkan hingga tak ada satupun yang selamat dari seorang Chaiden. Akhirnya 4 orang itupun tumbang dengan patah di beberapa bagian badan mereka. (Ck, itu sangat mengerikan.)


"Ah gak seru, baru segitu saja sudah lumpuh,,huffff."Ujar Chaiden dengan wajah memelas dan membuang nafas kasar.


"Seandainya ada Mike pasti akan lebih seru lagi."Pikirnya lagi sambil mengeluarkan smirknya.


"Ck, ternyata mengerikan juga kamu Kai."Ujar Rachel yang berdiri di samping Chaiden sambil mengelengkan kepalanya melihat hasil karya dari seorang anak bermarga Park itu.


"Hehe, mereka sungguh payah kak, ini sangat tidak seru."Balasnya dengan kesal dan berjalan mendahului Rachel.


"Ayo, kita harus melumpuhkan mereka secepat mungkin."Ujar Rachel menarik Chaiden.


Asal kalian tahu sekarang mereka sudah tidak memakai pakaian gembel itu lagi, tapi Rachel masih menenteng karung, karena di dalamnya ada beberapa senjata dengan peredam suara yang takkan menimbulkan suara pastinya.


*****


Kembali ke Arena pacuan kuda


"Hallo Rei, lama tak berjumpa."Ujar Gavin pada anak dari sahabat papanya itu.


"Seperti yang kau lihat."Balas Gavin


"Hallo paman, ah bagaimana saya harus memanggilmu paman?."Tanya Reivant dengan senyum yang terkesan mengejek.


"Sesuka mu saja Rei, bagaimana apa kita sudah bisa menyelesaikan pemindahan kepemilikan saham Park company."Ujar Rouwnd todepoin.


"Kenapa harus terburu-buru paman, mari kita saling bersapa dulu."Balas Reivant santai.


"Aku akan memberikan berkas ini, dan sudah ku tanda tanggani, apakah adikku sudah bisa kalian di lepas."Ujar Reivant lagi menunjukan berkas yang ada di tangannya.


"Apa semudah itu, aku harus melihat berkas itu terlebih dahulu."Ujar Rouwnd lagi, ia juga bukan manusia yang mudah percaya begitu saja.


"Silahkan."Balas Reivant dan memberikan Map pada Ir sopirnya tadi untuk memberikan pada anak buah Rouwnd.


Ir memberikan berkas itu pada tangan kanan Rouwnd dan memberikan pada bossnya itu, Rounwd menatap berkas itu dan tersenyum, ia merasa sebentar lagi ia akan menguasai semua kepemilikan perusahaan Ramons.


Tapi, mereka tak pernah berpikir bahwa itu terlalu mudah untuk di dapatkan, sedangkan Gavin hanya menatap tak percaya, apa segitu mudahnya seorang Ramon Park memberikan Park Company pada Rouwnd.


"Kalian jangan berpikir yang tidak-tidak, aku memberikan perusahaan itu karena tak sebanding dengan nyawa adikku."Ujar Reivant seakan tahu pikiran Gavin, sambil menunjuk adik bungsunya itu.


"Ah benar sekali itu Rei, lepaskan anak itu."Ujar Rouwnd dengan mata berbinar melihat map yang ia pegang hingga.


Akhirnya Aidyen sudah berdiri di belakang kakak pertamanya, Reivant sempat melihat apakah adiknya ada terluka ternyata tidak sama sekali, hanya tangannya saja yang memerah karena bekas ikatan tali yang mengikat tangannya tadi.


Bunyi tembakan dari arah luar arena pacuan itu yang membuat semua yang ada di dalam langsung siaga satu dengan Rouwnd yang langsung menodongkan pistolnya ke arah Reivant, sedangkan Reivant tak punya, karena tadi saat masuk mereka di periksa.


"Kamu curang paman Rouwnd."Ujar Reivant masih tetap tersenyum, ia sekarang hanya ingin melindungi adik bungsunya itu.


"Kak."Ujar Aidyen


"Tetap di belakang kakak Ai, jangan kemana-mana, tetap tenang."Balas Reivant pada adik bungsunya itu dengan pelan.


Tak berapa lama beberapa lama Rayn datang dengan menarik seseorang yang merupakan tangan kanan Rouwnd, yang tadi ia suruh keluar saat mendengar bunyi tembakan dan perkelahian.


"Siapa kamu?".Tanya Rouwnd karena ia baru melihat pria yang berdiri tegak di depan pintu.


Sedangkan Gavin menatap pria itu dengan memicingkan matanya, ia seakan pernah melihat pria itu tapi ia lupa dimana.


"Hm, aku siapa ya, aku juga lupa paman."Jawab Rayn dengan santainya.


"Oh paman Rouwnd apa kamu lupa dengan ku?."Tanya Rayn lagi dengan wajah memelas seolah ia anak yang terlupakan (ck kagak cocok Rare).


"Aku balikin anak buah mu paman, maaf mereka terlalu lemah untukku."Ujar Rayn lagi dengan wajah kembali dingin.


Rouwnd langsung memerintahkan anak buahnya yang ada di sekitarnya untuk menembak Reivant,  karena jarak yang paling dekat ya Reivant, Aidyen dan Ir tentunya, sekitar 2 meter jarak mereka.


"Jangan maju, jika tidak peluru ini akan bersarang di kepalanya."Ujar Rouwnd yang sudah menodongkan moncong pistol ke arah kepala Reivant.


Begitupula Gavin dan anak buahnya yang tersisa disana juga bersiap dengan pistolnya.


Rayn maju beberapa langkah, seolah tak ada rasa takut dalam diri ketua mafia King, Raynald Aharon.


"Paman, boleh kah jika kita bermain dulu, aku dan anak mu itu."Ujar Rayn santai sambil menujuk Gavin.


"Baiklah aku terima tantangmu."Balas Gavin, ia percaya karena ilmu beladirinya cukup mahir.


TBC.


Hai kakak-kakak pembaca semuanya, maaf untuk part ini dan beberapa part kedepannya masih menyelesaikan masalah mereka dulu supaya selesai, dan setelah itu kita akan masuk pada couple-couple cetar dan kisah kehidupan sehari-hari mereka ya, hayo para pria jombol akan mendapatkan wanita pendampingnya masing-masing, jadi di tunggu, selain Rievant-Shera yang sudah sah dan Brandon-Agatha yang sudah menjadi sepasang kekasih. Mohon dukungannya dan saran serta kritiknya buat author abal-abal ini,. Terima kasih dan terima saham Park company dan Yunna company,, muaahhhhhh.