
Axell tampak tenang di gendongan Daddy Reivantnya, Walaupun sebenarnya Axell merasa risih dengan tatapan Karyawan Daddy Reivantnya, yang menatapnya terus dari awal mereka masuk.
Danien menatap Bayi tampan itu dan dia tahu apa yang di rasakan oleh Baby Axell.
"Daddy Rei, baby cantik kesini juga kan??." Tanya Axell tentang baby Carli pada Reivant.
"Iya Sayang, Baby Cantik juga datang, sebentar lagi bersama mommymu." Jawab Reivant dan mereka ada di dalam Lift
Agatha mendengar dan melihat setiap interaksi yang di lakukan oleh atasannya itu pada anaknya Rachel,
"benar-benar papa idaman,," pikirnya lagi.
"Apa yang kamu pikirkan, Tha?" Ujar Danien saat melihat pantulan wajah Agatha dari pintu lift itu.
"Tidak pak, saya hanya tidak menyangka jika Pak Reivant sudah menikah dan bayi cantik yang pernah di bawa adalah anaknya." Jawab Agatha jujur
"dan ia sangat cantik sekali ,pak."lanjutnya lagi, karena ia pikir baby carli adalah adik bungsu dari para Atasannya itu.
"Iya Tha, itu anak ku, ia cantik seperti maminya." Ujar Reivant sambil tersenyum.
"Apa kamu berpikir selama ini jika Baby Carli adalah adik bungsu kami juga??."Tanya Reivant lagi sambil tetap tersenyum, karena ia pernah mendengar seperti itu.
"Maaf pak, saya hanya mendengar dari karyawan lainnya."Jawab Agatha dengan polosnya. Membuat Reivant dan Danien hanya tersenyum menanggapi jawaban dari Agatha.
"Baby,, Apa yang baby Lakukan?". Tanya Danien dan memperhatikan Baby Axell yang tampak sibuk dengan sapu tangan di jas Reivant.
"Daddy,,ini apa?." tanya Baby Axell dan menunjuk pada Sapu tangan itu yang ada di saku jas Reivant.
"Ini sapu tangan Baby." jawab Danien dan Axell hanya menangguk menanggapinya.
"Oh,,Axel pikir ini Tissue Dad,,"Jawab bayi polos itu, yang membuat Reivant, Danien dan Agatha tersenyum, menanggapi perkataan polos anak tampan itu.
Lift yang membawa mereka sudah sampai di ruangan. Reivant dan Danien berjalan duluan dan di susul oleh Agatha.
Reivant menurunkan Axell di salah satu sofa dan mendudukan dirinya juga di sebelahnya.
"Apa Baby boy lapar?."Tanya Reivant pada Axell yang sibuk dengan Rubiknya, Rubik itu iya dapatkan di dalam mobil tadi.
"Axell sudah makan Dad, tadi di sekolah."Jawab Axell
Danien berlalu ke kamar untuk mencuci mukanya, sepertinya ia sedikit mengantuk.
Saat keluar ia sedikit melongarkan kancing kemejanya dan berjalan ke arah dispenser karena ia juga haus.
"Selamat siang,," Sapa Rachel yang baru masuk Bersama Baby carli dalam gendongannya, sejujurnya ia agak kesusahan mengunakan gaun sambil mengendong bayi cantik itu, Tapi ia bahagia.
"Mommy,," Teriak Axell saat melihat mommnya dan baby cantik.
"Hei boy, anak mommy yang tampan, kamu tidak menyusahkan Daddy-daddymu kan,"tanya Rachel dan mengusap pucuk kepala putranya itu, Dan Rachel memberikan baby Carli pada papanya, karena sepertinya baby itu merindukan papanya, dan ia berlalu menuju kamar, karena ia akan mengantikan pakaiannya kembali dengan pakaian yang tadi ia gunakan untuk bekerja.
"Hallo sayang, apa baby lapar??." Tanya Reivant pada anaknya itu, sambil mengelus pucuk kepala anaknya, yang mempunyai rambut berwarna hitam, serta halus seperti rambut istrinya.
"Ya, mamamm pal,," Celoteh Carli jika ia lapar.
"Dan, ambilkan kotak makan baby dengan tas nya itu, biar kakak bisa menyuapinya." Ujar Reivant pada adiknya.
Danien menatap tak percaya pada kakaknya, seakan ia berkata 'memangnya kakak bisa.'
"Hei apa kau ragu pada kakakmu ini??." Ujar Reivant lagi seakan ia tahu apa pikiran dari adiknya, saat melihat tatapan ketidakpercayaan dari adiknya itu.
Danien hanya tersenyum dan mengambil kotak makan, serta mengeluarkan dari tasnya, dan menyiapkan di atas meja depan kakaknya yang masih mengendong baby carli.
"Kak, sebaiknya baby duduk sendiri saja, supaya kakak bisa lebih gampang menyuapinya." Usul Danien lagi
"Uhm,,sepertinya harus begitu.," Jawab Reivant sambil mendudukan baby Carli di sebelah Axell yang melupakan rubiknya karena kehadiran baby cantiknya.
"Daddy Rei, baby cantik belum makan ya??."Tanya Axell saat melihat Daddynya membuka kotak makan baby cantiknya.
"Iya boy, baby cantik mau makan, apa Axell juga mau daddy suapin??." Tanya Reivant pada putra Rachel itu.
"No, Axell sudah kenyang daddy, biar baby cantik saja yang makan." jawab anak itu pada Reivant.
"Daddy,, apa yang daddy lakukan??"Tanya Axell saat melihat Danien mengotak-atik Laptopnya.
"Daddy kerja sayang, apa Axell mau bermain game??." Tanya Danien sambil memberikan Ipad pada Axell.
"Boleh dadd??." Tanya Axell, karena sebenarnya ia anak yang pintar dan ia sudah biasa membuka semua jenis barang elektronik, karena ia belajar dari papinya Raynaldo.
Ya, Axell memanggil kakaknya Rachel dengan sebutan papi, karena ia tidak pernah tahu siapa ayah kandungnya dan ia tidak mempermasalahkannya.
Tak berselang lama, Rachel keluar dari kamar Reivant dengan mengunakan pakaian kerja nya kembali, ia kagum pada sahabatnya itu, yang dengan telaten menyuapi anaknya, walaupun kelihatan sedikit kaku. hahhaha belajar vant.
"Chell, hari ini karena Brandon, boss mu masih ada urusan di luar, dan di kantor paling hanya mengurus system kerja CCTV, jadi kamu disini saja." Ujar Danien saat melihat Rachel keluar dengan pakaian formalnya.
"Baiklah supaya aku bisa mengurus kedua bayi ku ini." Jawab Rachel.
"Iya Chell, besok aku dan Danien berangkat kesana, mau nitip apa?."Tanya Reivant
"Gak mau nitip apa-apa, cuma nanya aja."Ujar Rachel
"Papa,,papa,," Suara baby Carli yang memanggil papanya, karena merasa ia tidak di suap.
"Ohh, maaf kan papa sayang."Ujar Reivant sambil menyuapi anaknya itu.
Tak berselang lama, Reivant selesai menyuapi anaknya dan makanannya habis, sekarang bayi mungil itu berusaha turun dari sofa untuk berjalan dan Reivant hanya menatap tak percaya anaknya sudah bisa berjalan dengan lancar.
Reivant bangun berjalan menuju meja kerjanya. Danien masih sibuk dengan pekerjaanya, serta baby boy yang bermain dengan Ipad Danien, entah apa yang di lakukan anak lelaki itu.
Ruangan kerja Reivant lebih mirip taman bermain daripada sebuah kantor, karena semua mainan anaknya berserakan di sana, selama anaknya masih ingin bermain ia tidak melarangnya, karena ia sengaja tidak memberikan barang-barang yang berbentuk elektronik untuk sekarang, mungkin hingga anaknya besar.
Reivant menatap pada anaknya itu, jujur ia merindukan istrinya, sangat-sangat merindukan belahan jiwanya. Ia berharap semoga ia cepat bertemu dan Bersama istrinya kembali.
*****
Di pinggiran kota metropolitan itu
Terlihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di samping Toko Atha, Brandon turun dan masuk ke dalam toko itu.
"Siang bu." Sapa Brandon pada ibu pemilik toko tersebut.
"Siang juga nak."Jawab ibu itu yang belum melihat wajah dari orang yang menyapanya.
"Ibu sehat, kita bertemu lagi."Ujar Brandon lagi dengan senyum yang menawan.
"Oh anak tampan toh, ibu kira siapa." Ujar ibu Agatha saat melihat pria yang beberapa hari yang lalu pernah datang membeli minuman,
"Bersama temannya juga, nak?."Tanya ibu itu lagi
"Iya bu, adik saya masih di mobil, kami numpang parkir sebentar disini boleh bu??."Tanya Brandon dengan ragu, dan memberikan kartu namanya pada ibu Agatha.
"itu kartu nama saya bu, jika ibu ragu dengan saya," Ujar Brandon Ramah dan ibu nya menerima kartu namanya dan membaca.
"Boleh nak Bradnon, tempatnya luas kok." Jawab ibu itu,saat tahu nama dari anak muda itu.
"Kalau ibu boleh tahu, nak Brandon cari apa di perkampungan kumuh begini?."Tanya ibu Tety, ya wanita seumuran Ny.Park itu bernama Tety dan ia adalah ibu kandung dari Agatha,Sekretaris Reivant.
"Ah,,ya kami sebenarnya mau menyumbang sedikit penghasilan kami pada panti asuhan yang ada di disini bu." Ujar Brandon
"Oh, panti Asuhan itu, mau dengar ibu cerita asal mula panti asuhan itu??."Tanya bu Tety sambil menatap Brandon, entah ia merasa jika anak muda depannya ini adalah anak yang baik, tak berselang lama Arthur masuk.
"Kak, hayu sudah siang nie." Ujar Arthur
Brandon dilemma, di satu sisi ia ingin mendengar cerita dari ibu depannya ini, disisi lain ia ingin cepat membereskan masalah ini, supaya ia bisa mengambil alih panti asuhan itu agar layak di huni.
Jika dilihat secara teliti bangunan itu sangat bagus di bandingkan dengan bangunan sekelilingnya, lebih seperti rumah mewah pada masanya hanya sekarang kurang terurus. Akhirnya ia memilih mendengarkan cerita singkat dari ibu Tety.
"Baik bu, saya dan adik saya mau mendengarkan cerita ibu dulu." Ujar Brandon dan menatap Arthur seolah mengiyakan ajakannya.
"Baik bu, saya juga mau dengar." Jawab Arthur akhirnya.
"Kita duduk di situ saja." Ujar Ibu Tety dan mengajak kedua kakak beradik ini duduk di ruang tamu yang tidak begitu besar.
Setelah mereka duduk, Brandon menatap sekeliling ruangan itu, tak ada apapun, yang ada hanya sebuah foto keluarga yang entah tahun berapa, karena disana orang-orangya masih muda, dengan mengendong bayi cantik.
"Baiklah ibu mulai ya, panti asuhan itu awalnya adalah sebuah rumah mewah milik salah satu keluarga, tuan yang ramah, dan juga Nyonya yang cantik serta ramah Bersama anaknya yang sangat cantik dan sangat ramah serta ceria, setiap akhir pekan mereka selalu kesini, mungkin menenangkan diri. Dulu ibu hanya membuka warung makan dan jualan sayuran, suami ibu menjadi salah satu yang pekerja di rumah gede itu, jadi biasanya anak saya bermain Bersama anak perempuan mereka." Cerita bu Tety sambil mengingat kejadian dulu.
"Oh, pantesan bangunannya tidak seperti panti asuhan pada umumnya." Ujar Brandon mengingat-ingat tentang panti asuhan itu.
"Iya nak, karena itu adalah rumah pribadi, ya orang-orang disini bilang rumah gedong karena bagus dan besarnya. Tapi terakhir kali mereka datang itu saat anak mereka ulang tahun yang ke 9 kalau tidak salah, karena di rayakan di rumah itu, anak saya juga ada. karena mereka berdua adalah sahabat masa kecil, anak saya sampai sekarang biasanya masih mengharapkan bisa bertemu dengan sahabat masa kecilnya itu." Cerita Ibu Tety lagi
"Jadi setelah itu, mereka tidak pernah datang lagi begitu,bu??" Tanya Arthur yang mulai penasaran
"Pernah." Jawab bu Tety sambil mengingat-ingat sekitar berapa tahun yang lalu
Brandon dan Arthur menatap ibu tety, seolah bertanya "Kapan??" secara bersamaan.
TBC.
*Dukung terus Baby Carlissa dan Daddy-Daddy Tampannya.
Jangan lupa vote,like dan dukungannya.
Terima kasih kakak-kakak Pembaca Semua😊
Spesial Picture Papa Reivant Park*