
Aidyen menatap kakaknya Michael agar membantunya, namun Michael tampak tenang dan sibuk dengan Playstationnya. Karena seharian ia harus mengurus Baby Carlissa sehingga pekerjaannya terabaikan begitu saja. Danien? jangan bertanya tentang pria nomor dua Park itu, karna ia tampak asyik dengan dunianya sendiri.
Mungkin perusahaan-perusahaan besar berhasil di bobol oleh Tuan Hacker Park itu, walaupun hanya menatap benda persegi yang penuh dengan istilah-istilah aneh dapat membuat dirinya tertawa dan tersenyum seorang diri.
"Danien, apa yang kau lakukan?"tanya Tuan Park tampak was-was.
"Tidak Dad, aku tidak melakukan apapun. Aku hanya mencari tahu seluk-beluk perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita." Tunjuk Danien benda persegi itu kearah Tuan Park. Tuan Park hanya mengangguk dan kembali dapat bernafas dengan lega. kekhawatirannya ternyata tak terjadi seperti yang ia bayangkan.
Back to Aidyen.
"Apa yang ingin kau lakukan pada jariku?"tanya Reivant penasaran.
"Kak, ingat tidak? dulu kalau kakak Lelah, aku sering membersihkan kukumu,agar kakak pertama terlihat tetap Fresh." Reivant menyerngit heran, kapan hal itu terjadi.
Ia sedikit curiga pasti ada sesuatu yang diinginkan oleh adik bungsunya itu, jika ia menginginkan sesuatu hal-hal kecil yang tak penting akan di lakukan oleh dirinya.
"apa yang kau inginkan.?"tanya Reivant menatap Aidyen lekat.
"Aku? aku hanya menginginkan kukumu,kak."Aidyen membulatkan matanya dan melirik Mommynya yang menggeleng kepala.
sedangkan tiga serangkai itu langsung menepuk jidat, tak habis pikir dengan jawaban Aidyen yang benar-benar POLOS.
"Aku,,,aku hanya ingin membersihkan kuku mu saja kakak pertama," lanjut Aidyen dengan muka di buat cemberut, "apakah tidak boleh aku berbakti kepada kakak ku," lanjutnya lagi dengan mimic muka yang di buat sedih.( ckckkckc ada-ada saja tingkah Aidyen).
Reivant hanya menatap gemas pada adiknya itu, ada apa denganya tidak seperti biasanya.
"Baiklah, kalau itu mau mu," jawab Reivant. dan memberikan tangannya pada adik kecilnya itu.
Dan semua mata terpana menatap tak percaya dengan jawaban yang di berikan oleh seorang Tuan Reivant, tapi mereka pura-pura tak melihat dan mendengarnya. Tapi satu yang mereka lupakan bahwa sosok Reivant adalah penyayang dan lemah lembut jika Bersama keluarganya.
"Sebelum kau membersihkan kuku ku, katakan dulu apa yang kau inginkan?." ujar Reivant bernegosiasi kembali dengan Aidyen yang seketika senyumannya luntur.
Aidyen tampak berpikir dengan keras, hal apa yang ia inginkan untuk mendapatkan kuku Reivant. Tiba-tiba Aidyen tersenyum dan menatap Reivant.
"Apakah salah jika aku hanya ingin memberikan perhatianku pada kakak pertama." ujar Aidyen dengan wajah memelas, "..dan selama ini kakak pertama selalu sibuk dengan pekerjaanmu, oleh karna itu sebagai adikmu yang berbakti ini ingin memberikan perhatian yang lebih kepada kakak."Lanjut Aidyen.
Reivant merasa tersentuh dengan jawaban adiknya yang tak terduga, apalagi dengan wajah memelasnya Aidyen yang sungguh menggemaskan di mata Reivant.
Berbeda dengan tiga Serangkai yang terkejut dengan jawaban Si bungsu Park yang tak terduga. Si bungsu sungguh tak mengecewakan. Ny. Park merasa terharu pada kesungguhan Si bungsu.
Reivant akhirnya memberikan tangannya dan membiarkan Aidyen membersihkan kukunya tanpa ada kecurigaan sedikitpun. Dalam diam Aidyen tersenyum kemenangan dan menatap kakak-kakaknya dengan tatapan sombong.
"Seorang Aidyen kok mau di lawan, hal seperti ini kecil untukku lakukan." Gumam Aidyen dalam hati.
Tapi sepertinya perjuangan Aidyen kita tidak lah mulus, karena putri kecil kesayangan Tn. Reivant selalu menarik tangan papanya, dan Aidyen hanya bisa menatap gemas pada baby Carlissa ia hanya bisa bersabar menghadapi Baby Carlissa.
"Baby Carli, pinjamkan aku tangan papa mu sebentar saja ," pinta Aidyen dengan lembut
Reivant hanya bisa tersenyum menatap tangan nya yang di gengam oleh putri kecilnya dengan tangan nya yang mungil, Baby Carlissa menatap Aidyen cemberut, bahkan ia memeluk tangan Papanya.
"Baby," panggil Reivant, "daddy mu ini hanya ingin membersihkan kuku papa sebentar saja," lanjut Reivant yang membujuk putri kecilnya itu.
Dan akhirnya Penantian Aidyen berakhir karena ia bisa melanjutkan pekerjaannya untuk mendapatkan kuku kakak pertamanya.
Misi pertama untuk mendapatkan sampel kuku Reivant berhasil. Ny. Park dan tiga serangkai tersenyum senang dalam diam, karena akhirnya mereka bisa menyelesaikan misi yang sangat rumit ini.
Dan jangan tanyakan reaksi Aidyen dia yang paling sombong, karena ia bisa membujuk kakak pertama yang di juluki macan itu, Michael menatap Aidyen sebentar dan kemudian melanjutkan pekerjaannya yang bisa di bilang tak ada nilai tambah bagi siapapun.
"Mom,, sepertinya minggu depan Michael tidak di rumah."ujar Michael yang sepertinya teringat sesuatu dan berbalik menatap Ny. Park yang tampak memperhatikan usaha anak bungsunya.
"Kau akan kemana,Mic?"tanya Tuan. Park
"Berapa lama,nak?"tanya Ny.Park kuatir karna ia tau anaknya yang satu itu, adalah tipe anak rumahan dan jarang keluar rumah,kecuali Bersama mereka.
"Hmmm.kurang lebih 3 hari. Tidak lama kok,mom." Senyum Michael berusaha menenangkan Ny.Park yang menatapnya cemberut.
"Kapan kau berangkat?."sambung Reivant yang sepertinya penasaran.
" Hari minggu. Aku bisa jaga diri, jangan kuatir tentang aku,kak." Michael berusaha menenangkan keluarganya.
"Apakah perlu Mommy mengantarmu??." tanya Ny. Park dan menduduki dirinya di sebelah Michael.
"Tidak perlu mom, Michael pergi Bersama teman-teman."
"Tapi mic, kau tau mommy sangat kuatir jika kau meninggalkan rumah,karna kau berbeda dari saudara-saudaramu yang lain." Michael hanya tersenyum dan mengenggam tangan Ny. Park, ia berusaha menenangkan Mommynya itu.
****
Aidyen menyimpan potongan kuku kakaknya di dalam saku bajunya, Reivant tak menyadari itu karna ia terlalu focus pada Michael, hal yang di kuatirkan Reivant saat itu adalah,jika Michael pergi siapa yang akan menjaga Baby Carlissa dan Ia tak rela jika adiknya pergi tanpa pengawasan dari dirinya. Apakah perlu ia mengirim beberapa pengawal untuk menjaga adiknya selama jauh dari rumah.
Aidyen tersenyum kemenangan dan terus melancarkan aksinya. Baby Carlissa terus memperhatikan Aidyen, ia menarik-narik lengan Reivant agar memarahi atau menegur Aidyen yang terus menjahili dirinya.
Dan satu persatu mereka meninggalkan ruang keluarga,, dan yang tersisa hanya Michael dan Danien.
Saat si bungsu Aidyen akan masuk kamar , ia di tahan oleh Mommynya.
"Mana sampel kuku kakakmu," tanya Ny. park pada putra bungsunya.
"Sabar Mom," Jawab Aidyen,, "di kamar saja ,jika di depan pintu begini," sambil melihat sekeliling, 'bisa ketahuan oleh kakak pertama," lanjut Aidyen lagi.
Ny.Park mengikuti Aidyen kekamarnya dan menutup pelan pintu kamar Aidyen.
"Mana?" Tanya Ny.Park dan meminta hasil usaha anak bungsunya.
"Sabar,mom." Aidyen merogoh saku baju, ia menatap wajah Mommynya panik.
"Ada apa?"tanya Ny.Park curiga dan sangat penasaran.
"Mom,dimana?" Aidyen menatap Mommynya resah dan terus membongkar saku baju hingga saku mantelnya.
Ny.Park pun ikut mencari, mungkin saja jatuh saat Aidyen merogoh saku, Aidyen keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga dengan perlahan, Ia berusaha untuk terlihat sepeti biasa saja seolah tidak terjadi sesuatu, karena di ruang keluarga ada Reivant yang mengantar Baby Carlissa pada Michael.
"Kenapa,kak?'tanya Michael dan menerima Baby Carlissa dari Reivant.
"Bertanyalah pada anak asuhmu itu, dia terus merengek dan meminta untuk di antarkan padamu." Jawab Reivant dan menduduki dirinya disofa.
"Kak,permisi." Ujar Aidyen dan mendorong Danien yang duduk di tempat ia dan Reivant duduk tadi.
"Ada apa?"tanya Danien pelan. Aidyen hanya menggeleng agar Reivant tidak curiga, sedangkan Baby Carlissa tampak tenang dan nyaman di pangkuan Michael.
Ia tertawa menatap Aidyen yang tampak risau dan kuatir, Aidyen menatap Baby Carlissa dan ia teringat sesuatu. Astaga tadi Baby Carlissa dan duduk di sampingnya dan sepertinya bayi kecil itu pelakunya. Dengan perlahan ia mencari potongan kuku Reivant yang di buang Baby Carlissa dari dalam saku baju tidur Aidyen.
"Carli..." Gumam Aidyen gemas, ia menduduki dirinya di samping Michael dengan tangan yang terus bergerak kesana kemari tanpa menimbulkan kecurigaan pada Reivant.
"Yes,,aku dapat." senyum Aidyen dan menggenggam potongan kuku Reivant, ia mengolok Baby Carlissa dan mencium pipi Baby Carlissa hingga Bayi itu merontak.
"Aidyen." Tegur Reivant pelan, Aidyen hanya menyengir dan berlari ke lantai dua kamarnya, membawa sampel kuku kakaknya kepada Mommynya yang tampak putus asa dan juga sedikit kesal karna kecerobahan Putra Bungsunya itu.
TBC.