
Setelah menyelesaikan mandinya, ia sudah berganti pakaian dengan mengenakan salah satu baju tidur yang ada di situ dan ia tidak mau mengunakan ligerie karena ia Merasa baju itu sangat aneh.
Dan malam ini adalah malam pertama buat Reivant maupun Shera tidur Bersama tapi mereka bahagia karena mereka saling mencintai dan mereka melewati malam yang sangat Panjang dan indah, mereka saling menyerahkan satu dan lainnya menjadi satu hati dalam satu keluarga.
Shera tak pernah menyesal ia merasa bahagia karena lelaki yang di cintainya telah menjadi suaminya, begitupun Reivant ia merasa sangat beruntung mencintai Gadis mungil itu.
Hari-hari di lalui Reivant dan Shera dengan kehangatan dengan semua keluarga yang sangat bahagia dengan kehadiran Shera, tawa canda selalu menghiasai suasana di Mansion itu, dan tidak ada yang menyadari jika ada mata-mata Tn. Rouwnd yang selalu melihat pergerakan dari Shera maupun semua keluarga park tersebut, mereka masih menunggu waktu yang pas untuk membawa Shera atau menculik mungkin itu yang pas, karena Stella sangat membenci Shera hingga ia ingin menjauhkan Shera dari Reivant.
*****
Tiga bulan sudah Shera menjadi istri dari Reivant dan seperti hari-hari sebelumnya mereka selalu melakukan aktifitas seperti biasa seperti saat ini, Shera menyiapkan pakaian buat suaminya itu yang akan pergi kerja dan ia juga akan bekerja di Rumah sakit, sekarang ia sudah tahu jika rumah sakit tempat ia bekerja adalah milik keluarga dari suaminya itu.
"Rei,,hari ini aku naik taksi saja,," ujar Shera sesaat setelah memakaikan Dasi pada suaminya.
"Gunakan mobil saja Ra." jawab Reivant pada istrinya tersebut
"Tidak apa-apa Rei, aku tidak ingin merepotkan pak Agus, ia harus mengantar kan mu, dan kamu ada meeting kan,," ujar Shera membela dirinya.
"Aku akan baik-baik saja sayang,," ujar Shera dengan mengecup bibir suaminya itu
Reivant selalu tersenyum dengan tingkah istri mungilnya ini
"Baiklah jika begitu, jika ada apa-apa, langsung kabari suamimu ini ya,," ujar Reivant dan mengecup Kening istrinya dengan sayang, entah hari ini ia merasakan perasaan nya tidak karuan seperti akan ada yang terjadi tapi ia menepis rasa itu, ia percaya istrinya baik-baik saja.
Perjalanan yang Shera tempuh dari Mansion hingga Rumah sakit St. Michael memakan waktu sekitar 20 menit dan ia tidak menyadari jika sejak taksi yang ia pesan keluar dari mansion itu ada sebuah mobil yang mengikuti taksi yang ia tumpangi, hingga saat di jalan yang sepi, sebuah mobil jeep hitam berhenti tepat di depan taksinya, hingga membuat sopir taksi tersebut menginjak Rem nya secara mendadak.
Saat ia akan keluar sopir taksi tersebut di todong dengan pistol oleh Pria-pria berjas hitam dengan tampang yang sangar, mereka salah satu pria membuka pintu belakang taksi tersebut dan meminta Shera untuk turun.
"Nona Muda turunlah,," ucap pria tersebut dengan nada datarnya tapi tak meninggalkan kesan hormatnya pada Shera.
Shera hendak menghubungi Reivant di saat bersamaan Handphone nya sudah berpindah tangan, dan hancur karena di banting oleh salah satu anak buah Tn. Rouwnd.
"Jangan mencoba untuk melawan Nona muda!." ujarnya kembali,
"Ikutlah dengan kami karena kami tidak akan mengunakan cara kasar jika nona bersedia."Lanjut pria berjas hitam itu.
"Apa mau kalian??" ujar shera dengan tatapan marah,
"Aku tidak akan mengikuti kalian". lanjut Shera dengan sedikit memberontak.
"Baiklah, jika begitu maka orang tua angkat nona akan berakhir dengan tragis,," ujar pria tersebut sambil menujukan sebuah video dimana kedua orang tua angkatnya di sandera oleh anak buah papinya.
"Baiklah,, aku akan ikuti kalian tapi aku mohon jangan pernah ganggu keluarga ku!" Ujar Shera dengan tatapan seolah mengatakan jangan menyentuh ku,aku bisa berjalan sendiri. (Shera sengaja tidak menyinggung pernikahannya dengan Reivant biarkan orang tahu jika mereka masih hanya sekedar tunangan, begitu juga Tn. Rouwnd dan Stella).
"Pak ini bayaran nya,," ujar Shera membayar taksi yang tadi ia tumpangi.
"Dan jangan katakan apapun,," ujar shera lagi karena ia kasihan melihat sopir taksi itu karena sepanjang perjalanan tadi sopir taksi itu menceritakan tentang keluarganya.
"Baik lah Nyonya!." ujar sopir itu dan berlalu meninggalkan Shera Bersama anak buah papinya.
Sesaat setelah tiba di kantornya Reivant menghubungi Shera tapi ponselnya tidak aktif hingga membuat Reivant gelisah, ia mencoba menelpon maminya, mungkin shera masih di rumah, dan ia mendapatkan jawaban jika shera sudah pergi sesaat setelah ia pergi.
Reivant semakin gelisah dan bingung, hingga membuat Brandon dan Arthur bertanya apa yang terjadi hingga membuat kakak pertamanya seperti itu.
Metting hampir mulai tapi keadaan Reivant sangat kacau, Badannya berada di sana namun, pikirannya sekarang memikirkan dimana istrinya itu, kenapa ponselnya tidak aktif dan tidak menghubunginya sama sekali tidak seperti biasanya.
"Kak Rei,," ujar Brandon menyadarkan kakaknya dari lamunannya.
"Ada apa Don,," ujar Reivant
"kak ada apa, kenapa wajah mu dari tadi seperti memikirkan sesuatu??." tanya Brandon lagi
"Kakak iparmu,ponselnya tidak bisa di hubungi,," ujar Reivant,
"Dan ini tidak biasa Don,, hubungi Danien cari tahu dimana Shera,," ujarnya lagi.
Brandon menelpon kakak keduanya Danien dan menyuruh ia melacak ponsel Shera dan Danien mengatakan ponsel Shera tidak bisa di lacak.
Dan itu semakin membuat Reivant langsung meninggalkan ruangan metting dengan di ikuti Brandon dan Arthur, mereka langsung pulang ke mansion sehingga membuat Ny. Park bertanya.
"Kenapa pagi sekali kalian sudah pulang,," tanya Ny.park, karena tadi ia ingin bertanya kenapa Reivant , menanyakan Shera.
"Mom,, apa shera tadi mengunakan taksi dan masuk ke dalam mansion ini,," tanya Reivant
"Ia, seperti biasa Rei,, ada apa ,," tanya Ny. park lagi
"Shera tidak bisa di hubungi mom, tadi Rei telpon ke rumah sakit mereka bilang Shera tidak masuk hari ini." Ujar Reivant dengan gelisah.
"Ha??" Ny.park shock mendengarkan apa yang di katakan oleh putra pertamanya itu.
Brandon menyuruh kakak nya Danien memeriksa CCTV yang ada di mansion untuk melihat plat, setelah mereka mendapatkan plat taksi itu, mereka menghubungi kantor taksi X itu menanyakan alamat sopirnya.
Disinilah mereka Reivant dan Arthur sekarang di rumah kecil milik supir taksi tersebut dan sopir itu hanya bisa berkata jika ia mengantarkan penumpangnya di jalan, karena itu permintaan penumpannya hingga Reivant dan Arthur, tidak tahu harus cari kemana.
Reivant hanya bisa berdoa dan berharap shera kembali, karena ia juga menelpon orang tua angkat shera menanyakan perihal keberadaan shera dan mereka juga shock karena shera juga sudah tidak pernah datang ke rumah semejak menikah dengan Tn. muda Park.
*****
Sebulan berlalu dan Reivant masih setia mencari keberadaan shera yang hilang seperti di telan bumi, hingga semua anak buah Tn Park juga ia kerahkan untuk mencari istri tercintanya, dan tak ada hasil, membuat ia hampir hilang harapan jika bukan Ny. Park yang selalu membuat Reivant sadar. Tapi sikap dan sifat Reivant menjadi lebih dingin dan pendiam walaupun ia tetap sayang pada keluarganya.
Di rumah Tn.Rouwnd, Stella selalu menyuruh shera melakukan apapun yang ia perintahkan karena ia marah dengan pertunangan lelaki yang ia cintai dengan kakak tirinya itu, padahal akhir sudah hampir 2 bulan shera selalu merasa Lelah dan letih, ia merasakan ada yang ia lupakan , dan sekarang ia sadar sudah dua bulan ia tak kunjung Haid, dan ia membeli sebuah tespack di sebuah apotik terdekat, dan kebetulan ia di minta oleh adiknya untuk membelikan buah di super market terdekat.
Tangan nya bergetar saat memegang tespack dengan garis dua terpapang nyata depan matanya, antara bahagia dan takut menjadi satu dalam dirinya saat ini.
Bahagia karena ia mengandung anak dari suami tercintanya, dan takut ya, ia takut ketahuan oleh papi nya dan adiknya, bisa-bisa ia kehilangan anaknya dan untuk itu ia menyimpan tespack itu dalam dompetnya yang ia rasa aman, hingga ia bisa kabur sebelum perutnya membesar.
TBC.