PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
150. judulnya apa??



Saat ini mereka berenam berada di satu mobil, mereka mengunakan mobil yang sudah di modifikasi dan bisa menampung mereka semua, yang menjadi sopir bukan pak Yaya, tapi Salah satu sopir yang tadi di mintai oleh Danien untuk mengantikan Pak Yaya.


"Tuan muda kita kemana?."Tanya sopir itu pada Arthur


"Ke restoran X."Jawab Arthur yang duduk di samping nya.


Danien Chaiden dan Rachel di bangku tengah sedangkan Agatha dan Devi di kursi belakang,


Tak ada percakapan yang terjadi, Danien sibuk dengan Ipad nya, sedangkan Chaiden yang duduk di depan Danien dan Rachel asyik berkirim pesan dengan pujaan hatinya yaitu Sharenna.


Beda dengan Rachel yang sibuk dengan pikirannya sendiri, entah apa yang di pikirkan ibu dari Axell itu.


Akhirnya mereka sampai di Restoran tersebut, dengan Arthur yang berjalan bersama Danien dan mengandeng tangan kakaknya.


Danien juga tak mempermasalahkan perlakuan adikknya itu, sedangkan Chaiden berjalan bersama Rachel dan Agatha serta Devi.


"Lihat lah bayi besar itu."Ujar Chaiden yang melihat tingkah adiknya itu.


"Sungguh bayi besar Kai, aku tak habis pikir dengan sifat manja Arthur."Ujar Rachel.


Agatha dan Devi hanya bisa tersenyum melihat tingkah pola dari adik Atasan mereka itu, ternyata anak itu Sungguh lucu.


Saat masuk mereka berpapasan dengan Azura dan Hans yang baru saja keluar dari private room.


"Hallo Mr.Danien."Sapa Hans yang melihat Danien.


"Hallo Mr.Azura, Mr Hans."Balas Danien dengan senyum membalas sapaan yang di balas senyuman dari Azura.


Rachel menatap dua pria yang berdiri di depannya itu, ia seperti mengenal pria yang menyapa Danien tadi, tapi dimana.


"Deg,,"Arthur dan Azura saling pandang entah apa yang ada dalam pikiran kedua pria itu, tapi mereka merasakan seperti ada sesuatu yang hangat dalam hati mereka. Hingga Azura memutuskan kontak itu terlebih dahulu.


"Kenapa Rasanya tidak asing."Iner mereka berdua.


"Baiklah jika begitu kami permisi."Ujar Azura dengan senyum tipis di bibirnya dan di balas anggukan dari Danien dan Chaiden dan mereka berjalan keluar meninggalkan partner kerja mereka itu.


"Siapa mereka Tha, apa yang satu nya Idol?."Bisik Devi yang di balas Agatha jika mereka adalah rekan kerja Park Company dan Devi hanya manggut-manggut.


Akhirnya mereka berenam masuk yang langsung di sambut oleh pelayan yang sudah menunggu tamu mereka datang.


Pelayan itu memberikan pada masing-masing tamunya buku menu dan dia hanya menjalankan tugas dan tak ingin menyinggung siapapun.


"Chell, kamu makan apa?."Tanya Danien pada Rachel.


"Aku sama saja dengan Agatha dan Devi."Jawab Rachel, sebenarnya ia tidak tega dengan wanita muda itu, terkesan disini dia terlalu di perhatikan oleh Danien padahal seharusnya Danien memperhatikan Devi.


Chaiden hanya melihat sekilas kakaknya itu, dan mereka mulai memesan makanan yang ada, dan memberikan pada pelayan tersebut.


Sambil menunggu makanan datang mereka tampak sibuk entah dengan apa, kecuali Devi dan Agatha yang hanya diam menatap meja mungkin.


Agatha sempat melirik ke arah Devi saat tadi Danien menanyakan tentang makanan yang Rachel inginkan, tapi mereka hanya sebagai sekertaris harus tahu diri, mereka tahu siapa Rachel, jadi menurut mereka itu hal yang wajar.


Hal berbeda yang di rasakan dengan Arthur entah saat ia melihat pria yang seumuran dengannya tadi, seakan ia mengenalnya padahal mereka baru bertemu tadi, itulah yang ia pikirkan.


Tak berapa lama makanan yang mereka pesan akhirnya datang.


"Wahhh akhirnya aku makan."Ujar Arthur karena ia sudah sangat kelaparan sambil menepuk tangan riang dan tingkahnya persis seperti anak kecil.


"Cuci tangan dulu Ar."Ujar Chaiden, karena terkadang adiknya itu agak lalai dengan masalah kebersihan.


Arthur langsung berjalan ke arah Wastafell yang ada di pojok ruangan, dan ia balik ke meja.


"Makan pelan-pelan Ar."Ujar Chaiden yang melihat adiknya seperti tak sabaran itu.


"Ar lapar kak, ini gara-gara kakak to."Ujar Arthur yang menyalahkan kakaknya.


"Lah kan, sekarang kita sudah makan."Balas Chaiden sambil tersenyum


"Mari makan semuanya."Ujar Arthur padahal nasi nya sudah di dalam mulut.


"Ck,,"Danien hanya bias berdecak dengan tingkah Arthur.


Rachel hanya bisa menahan tawanya karena Arthur akan berubah menjadi anak kecil jika bersama kakak-kakaknya.


Saat mereka masih makan, tak lama terdengar bunyi salah satu ponsel yang membuat mereka saling lihat, ternyata itu ponsel Agatha yang berbunyi.


"Maaf pak."Ujar Agatha gugup karena Danien dan Chaiden langsung menatap ke arahnya.


"Angkat lah, katakan jika kamu masih makan siang bersama kami."Lanjut Chaiden lagi.


"Baik pak." Ujar Agatha dan undur diri dari sana.


Danien hanya berusaha bersikap netral tapi terkadang ia kebablasan saat melihat Rachel.


Setelah beberapa menit Agatha Kembali tampak wajah berbinar.


"Wah ada yang senang nie."Goda Rachel yang baru menyelesaikan makan nya.


"Wah, apa yang di katakan kakak Playboy mu itu, Tha?."Ujar Arthur yang ikut mengoda calon kakak iparnya itu.


Agatha hanya tersenyum malu dengan wajah memerah, hingga membuat Chaiden, Danien ikut tersenyum melihat wajah Agatha.


"Sudah-sudah kasian Agatha."Lerai Danien akhirnya.


Setelah mereka menyelesaikan makan siangnya dan membayar akhirnya mereka Kembali ke kantor, dengan Chaiden dan Arthur yang Kembali ke Yunna Entertaiment.


Siang berganti sore, saat ini semua karyawan dari semua Devisi ada yang sudah pulang ada juga yang masih menyelesaikan pekerjaannya, termasuk CEO mereka yaitu Danien yang tampak sibuk dengan beberapa berkas di tangannnya, hingga bunyi Dering ponselnya membuyarkan konsentrasinya,


Di lihatnya ID penelpon yang tak lain adalah mommynya, eh tumben mommynya telpon.


"Hallo mom,,"Sapa Danien dengan suara khasnya


"Dan, apa kamu ke undangan Tuan dan Ny.Melvin,,"Tanya Ny.park karena ia juga dapat undangan itu.


Karena Ny.Melvin adalah pelangan butik miliknya dan untuk acara ini saja Ny.park turun tangan untuk membuat Desain untuk pelanggannya tersebut.


Walaupun mereka baru bertemu saat acara Fashion yang di adakan di kota z beberapa waktu silam, disanalah mereka bertemu dan yang lebih pentingnya adalah Tuan Park dan Tuan Melvin adalah saudara sepupu yang sudah lama terpisah. Tapi, mereka tidak pernah tahu tentang itu.


"Oh iya mom, Danien hampir lupa, Danien pulang sekarang."Ujar Danien


"Cepat,,"Ujar Mommy Park dan memutuskan Panggilan telponnya.


"Hufff,,aku hampir lupa,,"Gumamnya sendiri dan ia berdiri mengambil Ipad dan jas nya serta berjalan keluar di sana tampak sepi karena Devi sudah pulang duluan bersama Agatha tadi. Ia keluar dari perusahaan dengan Sopirnya yang masih setia menunggu tuan mudanya itu.


Setelah melewati perjalanan yang tidak begitu memakan waktu akhirnya Danien sampai di Mansion mereka, dengan cepat ia masuk ke kamar dan melakukan ritual setiap hari yaitu mandi dan bersiap-siap untuk menjemput Rachel, tadi ia Sudah mengirimkan pesan pada wanita itu.


Ia bingung akan memakai pakaian apa, akhirnya pilihannya jatuh pada Setelan Formal berwarna hitam, jangan lupakan sepatu yang berwarna senada.


Danien keluar dari kamarnya, ia melihat mommy dan Daddy nya yang juga sudah rapi dengan pakaian mereka.


"Mom, Dad."Panggilnya saat ia mendekat pada kedua orang tuanya.


"Kamu sudah siap, Dan?."Tanya Tuan Park.


"Wah anak mommy Ganteng banget."Ujar Ny.park, yang membuat Danien berdecak, (mommy Park gak nyadar apa ya kalau putranya tampan-tampan semua).


"Dengan siapa pasanganmu, Dan?".Tanya Ny.park dan merapikan sedikit Jas anaknya.


"Danien dengan Rachel mom, ini Danien duluan ya, mau jemput Rachel dulu."Ujar Danien dan pamit pada kedua orang tuannya.


"Dad, menurut mu, ada apa Danien dan Rachel?."Tanya Ny.Park dan menatap Suaminya itu.


"Daddy juga gak tahu mom, dengan siapapun pasangan Danien daddy dukung."Jawab Tuan Park


Nyonya Park hanya menatap suaminya tanpa mengatakan apapun, biarlah urusan asmara anak-anaknya menjadi urusan mereka, sebagai orang tua hanya mendukung jika pilihannya benar dan menasehati jika pilihannya agak melenceng.


Akhirnya Tuan dan Ny.park sudah di dalam mobil yang akan mengantarkan mereka ke AMH hotel tempat berlangsungnya acara.


Danien mengendarai salah satu mobil sport miliknya yang berwarna hitam, sesuai dengan pakaiannya, mobil tersebut berjalan dengan kecepatan sedang menuju kediaman Raynald Aharon.


Hari ini ada perasaaan berbunga di hatinya, entahlah ia merasakan seperti kencan saja, padahal tidak.


TBC


Hmmmm,,,,


kali ini spesial siapa yah???


karena di atas lebih banyak Paman Arthur yg Ngomeng jdi, Pict Nya Paman Arthur saja deh.