
Seharian berjalan dan berbelanja semua kebutuhan Baby Carlissa dari yang terkecil hingga yang terbesar. Membuat mereka lelah dan langsung menghempaskan diri di sofa.
Tidak untuk baby Carlissa yang tetap tenang di pangkuan Reivant yang kelihatannya lelah. Tiba-tiba saja Baby Carlissa menjulurkan tangannya pada Danien yang baru datang dari kamarnya.
Dengan senang hati Danien mengambil baby Carlissa dari pangkuan Reivant dan pria itu dapat bernafas lega.
"Bagaimana kamarnya, apakah sudah di siapin??"tanya Brandon pada salah satu maid yang membawakan mereka minum.
"Iya Tuan. Sesuai perintah,Tuan!" Jawab maid itu dan sesekali mencuri pandang kearah Danien yang memangku baby Carlissa yang tersenyum dan bermain dengan pria tampan itu.
"Selamat soree!." teriak Seseorang dari depan pintu dan siapa lagi kalau bukan si Jahil Aidyen.
"Baru pulang?"tanya Reivant dan memperhatikan adiknya sekilas.
"Hmmm,, Kegiatan di sekolah sangat padat, aku sebagai ketua osis tak mempunyai waktu untuk beristirahat sedikitpun."oceh Aidyen dan menghempaskan tubuhnya di sebelah Danien.
"Jangan menyentuh baby Carlissa dengan tangan kotormu, Aidyen!" Cegah Michael cepat saat melihat Aidyen ingin menguyel pipi baby Carlissa yang menggemaskan.
"Ck,,tanganku bersih..."
"Dengarkan perkataan Michael." Tegur Reivant dan membuat Aidyen membungkam.
"Maaf!" lirih Aidyen pelan bahkan tak bersuara.
"Dimana Chaiden?"tanya Arthur saat tak melihat keberadaan kakaknya yang satu itu.
"Mungkin sedang bermain dengan teman-temannya." Jawab Brandon yang bersender di sandaran sofa.
Aidyen bangkit dari duduknya dan berjalan kelantai dua menuju kamarnya.
Ia menutup pintu dengan keras dan membuat Reivant mengeraskan rahangnya.
Ada apa dengan anak itu?. Padahal yang di katakan Michael benar. Apa mungkin pernyataannya yang membuat Aidyen sedikit kecewa dan merajuk. Dasar anak kecil masih bau baby oil.
***
Setelah membersihkan tubuh dan juga Michael yang sibuk memandikan baby Carlissa dan menggunakan pakaian yang baru di beli dan sudah di cuci oleh para Maid.
Dengan baju bayi berwarna pink membuat kesan baby Carlissa tampak imut dan menggemaskan.
Brandon yang melihat baby Carlissa ingin sekali menggendong bayi kecil itu. Tapi,ia ragu apakah baby carlissa mau bersamanya.
"Bolehkan aku menggendong baby Carlissa?"tanya Brandon meminta persetujuan dari Michael.
"Boleh!" jawab Michael yang seperti menahan tawa kepada kakaknya itu.
Menggendong baby Carlissa saja harus meminta ijin padanya dulu. Dengan cepat baby Carlissa mengulurkan tangannya meminta Brandon menggendongnya.
Dengan perlahan dan pelan Brandon turun dari tangga sambil menggendong baby Carlissa. Ia sangat hati-hati dan waspada, baby Carlissa tampak tenang di gendong oleh Brandon.
"Baby Sasa. Good night baby."sapa Chaiden yang baru saja pulang.
"Hmm,,Sasa! Panggilan sayang dari diriku dan hanya aku yang berhak memanggilnya seperti itu." ujar Chaiden tegas.
"Serah kau saja!." Jawab Danien datar.
Dan Chaiden meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya. Danien hanya berdecak sambil menggeleng kepala menatap punggung Chaiden yang hilang di balik pintu.
"Dimana Aidyen??"Tanya Reivant yang tak melihat adik bungsunya,biasanya jam segini ia sudah ada di ruangan itu dan sibuk dengan Playstasion milik Michael.
Soal otak tidak di ragukan lagi, Aidyen memiliki otak yang jenius dan cerdas seperti kedua kakaknya. Jadi Reivant tak pernah mempermasalahkan tentang belajar kepada Aidyen.
"Papa." Panggil Baby Carlissa kepada Reivant.
"Papa lelah sayang, kau bersama Daddymu Brandon dulu." ujar Reivant pelan dan perkataan nya membuat Brandon melongo.
"Daddy! You call me DADDY??"Tanya Brandon mengulangi.
"Hmm,,Yah! DADDY. apakah ada yang salah, Kalian juga adalah Daddy bagi Baby Carlissa. Tak ada penolakan!." Tegas Reivant dan kembali ke kamar nya.
Sepertinya ia sangat lelah dan butuh istirahat. Reivant mengetuk pintu kamar Aidyen namun tak ada jawaban dari dalam.
Ia membuka pintu yang tak di kunci itu dan melihat Aidyen yang sibuk di meja belajar nya. Entah apa yang di lakukan Bayi besar itu, sepertinya ia sangat fokus pada laptopnya hingga tak menyadari Reivant yang masuk.
Reivant berdiri di belakang Aidyen dan memperhatikan apa yang di lakukan Aidyen. Ternyata Ia membaca cara-cara mengurus bayi dan hal apa saja yang di sukai dan tak di sukai oleh bayi.
Reivant menahan senyumnya melihat apa yang di lakukan oleh Adiknya itu, bahkan Aidyen menulisnya di sebuah buku kecil.
"Apa yang kau lakukan??"Tegur Reivant dan membuat aidyen langsung menutup buku dan laptopnya.
"Kakak pertama! Dari kapan kau berada disini??"tanya Aidyen yang sepertinya agak gugup.
"Barusan. Apa yang kau lakukan??"tanya Reivant lagi.
"Tidak! Aku sedang mengerjakan tugas." bohong Aidyen.
"Oh baguslah, Kalau sudah selesai. Turun makan yah, Kakak akan menunggumu." Senyum Reivant dan ia meninggalkan Aidyen menutup pintu kamar dengan pelan.
Aidyen menghela nafas lega dan menyandarkan tubuhnya di kursi. Hampir saja ia ketahuan.
Ia mengusap dadanya dan kembali menghela nafas.
"Ah,,hampir saja aku ketahuan." senyum Aidyen sambil membuka kembali laptop dan bukunya.
TBC.
Putra keluarga Park ke-enam