
Kota S, Reivant tampak mondar-mandir, entah perasaan apa yang ia rasakan sekarang, ia seperti merasakan sesuatu sedang terjadi di rumah, dengan gerak cepat ia mendial nomor Brandon.
"Hallo, kak Rei."jawab dari sebelah sedikit terburu-buru walaupun berusaha tetap tenang
"Don, apa yang terjadi di sana??"Tanya Reivant to the point
"Aku belum bisa cerita sekarang, karena aku harus pergi. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan,kak."Ujar Brandon
"Kamu tidak menyembunyikan sesuatukan??."Tanya Reivant lagi
Danien keluar dari kamar mandi, ia melihat kakaknya berbicara dengan raut wajah yang sangat serius. Tak lama Reivant menaruh ponselnya di meja dan menatap keluar seperti memikirkan sesuatu
"Ada apa kak??."Tanya Danien melihat wajah gusar kakaknya.
"Dan, coba Lihat keadaan di rumah, kakak merasa seperti ada sesuatu yang terjadi disana".Ujar Reivant melihat adiknya sudah selesai mandi dengan mengunakan kaos hitam celana jeans pendek.
"Baik kak," jawab Danien dan ia membuka laptop dan Ipadnya serta mengetik berbagai hurup dan angka tertera disana, tak lama tampak keadaan rumah , ia melihat Aidyen yang keluar dari mobil Bersama baby Carli dan juga mommynya yang memeluk mereka seolah ada yang terjadi.
"Dan, lihat Garasi mobil koleksi, kakak."ujar Reivant dan tampak gambar di Ipadnya itu adalah garasi mansion mereka dan ia melihat salah satu mobilnya tidak ada disana.
"Dan, Retas mobil Mansory Rolls Royce Cullinan, salah satu mobil koleksi kakak."Ujar Reivant. (Hayoo sampai dimana akan di sembunyikan dari Tuan Reivant kita tercinta).
"Oke kak." angguk Danien dan lagi, ia mulai mencari keberadaan mobil itu, semua kamera mobil itu menujukan keadaan saat ini.
Brakkkk,,itu bunyi meja yang di banting oleh Reivant.
"Shit, apa mereka sudah beraksi sekarang??."Gumamnya dalam hati dengan wajah yang merah padam menahan amarah. Karena sekarang kedua adiknya dalam bahaya, menjadi incaran target musuh.
"Kita pulang sekarang,Dan."Ujar Reivant tak ada bantahan, karena Danien juga merasakan hal yang sama EMOSI. Tapi, ia tetap berusaha tenang.
"Baik kak,"jawab Danien dan ia menelpon pilot pribadi mereka, karena harus melakukan perjalanan sekarang.
(oke kita tinggalkan kedua putra sulung Park yang bersiap untuk kembali ke kota B)
*Back To Action*
Chaiden beraksi dengan pistolnya, membalas setiap tembakan yang terlontar ke arah mereka. Michael jangan di tanya, ia masih sibuk mengacau system dari mobil musuh itu.
"Gotcha,,Duarrrrrr,," Lagi, Suara Michael yang kegirangan, karena berhasil menghancurkan kembali salah satu mobil musuh.
Ia benar-benar seperti mendapatkan mainan baru, hal itu sukses membuat Chaiden bergidik ngeri. Mungkin selama ini ia hanya bermain dalam game, dan itulah hanyalah Virtual belaka dan sekarang ia melakukan secara nyata dan membuat putra Keenam Park itu tampak kegirangan.
Mereka akhirnya bisa memusnahkan musuh yang begitu banyak karena bantuan dari Michael yang terus meledakan mobil musuh.
"Sungguh Psycho sejati."Gumam Chaiden saat melihat wajah bahagia dari adik keenamnya itu.
"Mike, apa kamu benar-benar merasa bahagia??."Tanya Chaiden yang melihat binar bahagia di mata Michael . Sekarang mobil mereka berhenti di ujung jembatan yang tadi di lewati untuk bertempur versi Chaiden dan Michael.
"Ini sangat menyenangkan kak, apakah masih berlanjut permainannya?."Jawab Michael masih dengan senyum yang terpatri di bibirnya
"Ha, kamu benar-benar menakutkan, mike."Ujar Chaiden lagi dan menggeleng kepalanya.
"Kakak juga sama, tadi saat menembak kepala musuh itu. Ck,,kakak sangat keren dan kakak tampak seperti sedang haus darah."Jawab Michael mengejek kakaknya itu.
"Hei, itu memang pantas di lakukan. Biar mereka tau, siapa lawan mereka."Ujar Chaiden membela dirinya.
Tak berselang lama mobil Brandon dan beberapa bodyguard tiba di sana dan mereka hanya bisa tercengang dengan keadaan yang ada.
Walaupun ke enam bodyguard terluka tapi tidak ada yang gugur, hanya kelompok musuh benar-benar hancur, ada beberapa mobil yang hangus terbakar. Di sisi lain ada seorang yang masih hidup dan menyelamatkan diri, pergi untuk melaporkan pada bosnya.
"Apa kalian baik-baik saja??."Tanya Brandon melihat keadaan dari kedua saudaranya itu
"Aman, kami baik-baik saja, lihat lah."Ujar Chaiden dengan songongnya sambil memutar-mutarkan tubuhnya, membuat Brandon dan Michael hanya mengelengkan kepalanya.
"Bagaimana bisa, kalian menghabiskan musuh sebanyak itu??."Tanya nya lagi, jujur Brandon seakan tidak puas dengan jawaban kakaknya.
"Kerja sama."Ujar Chaiden sambil melirik Michael yang hanya mengangguk menanggapi perkataan kakaknya itu.
"Kalian benar-benar mengerikan."Ujar Brandon,
"Padahal tadi aku sudah sangat menghawatirkan kalian. Tapi, ternyata aku mendapatkan kejutan yang wah. Kalian sangat keren kalau di puji, dan sangat Mengerikan kalau di bayangkan."Lanjutnya lagi
"Sedikit, karena sudah lama aku tak pernah merasakan nya. Apakah kau sebahagia itu,mike?"Ujar Brandon sambil tertawa dan memicingkan matanya menatap adik keenamnya, yang mengangguk dengan senyum yang puas di wajahnya..
"Antar pengawal yang terluka ke Michael Hospital."Ujar Brandon pada salah satu bodyguard yang tadi datang bersamanya
"Baik Boss,,kami undur diri."Jawab Bodyguard itu dan pergi membawa teman-teman mereka yang terluka.
"Hm,,sepertinya kak Rei sudah dalam perjalanan pulang."Ujar Chaiden sok tahu, ah karena ia memang tahu.
"Bagaimana kamu tahu, kak??"Tanya Michael
"Iyalah, ini kan salah satu mobil koleksinya, dan aku yakin pasti kak Danien meretas mobil ini."Ujarnya lagi.
"Ya bisa jadi, karena tadi, aku mendapatkan satu pesan dari kak Danien, jika kita tidak boleh terluka."Ujar Michael, saat ia bermain dengan laptopnya iya mendapatkan pesan dari XD, itu adalah alamat Ip kakak keduanya.
"Ha, pasti kakak akan marah, karena tadi ia menelpon ku."Ujar Brandon,
"Tapi, aku belum sempat memberitahukan padanya, karena memikirkan Psycho seperti kalian berdua."Lanjutnya lagi
"Hei, itu bukan Psycho,Don. Tapi, desakan dalam keadaan genting."Ujar Chaiden tak terima di bilang Psycho.
"Hahaha, kak muka mu sangat lucu seperti itu."Ujar Brandon tertawa yang senang menjahili kakaknya itu,
"Hmm, sebaiknya kita pulang sekarang, Don, apa kamu akan ikut Bersama kami berdua??."Tanya Chaiden
"Iya, mau gimana lagi, mobilku sudah di pakai bodyguard tadi mengantar teman-temannya yang terluka."Jawab Brandon
"Wow, ini sangat menakjubkan."Ujar Brandon lagi saat melihat body mobil mewah itu penyok di beberapa bagian, ya hampir semua.
"Ini akan menjadi pekerjaan ku."Jawab Chaiden sok cool sambil melihat ke arah tatapan Brandon
"Oh uangku!!".Ujarnya lagi dengan tampang memelas, karena ia akan benar-benar menguras semua tabungannya. ( poor,Kai)
"Cih, gak cocok kak."Ujar Michael sambil berdigik, melihat wajah tampan kakaknya
"Tunggu, apa mobil ini masih bisa berjalan?.?"Tanya Brandon ragu
Jangan tanya kekacauan tadi sudah di bereskan oleh anak buah Park, jadi tidak ada yang akan perduli termasuk pihak kepolisian sekalipun.
"Aman kak."Jawab Michael dan masuk duduk di kursi kemudi, di susul Chaiden di samping dan Brandon masuk duduk di belakang.
"Aku salut koleksi kak Rei, benar-benar sempurna."Ujar Brandon melihat-lihat isi mobil itu dengan wajah kagum.
"Memangnya kakak tidak pernah tahu tentang mobil ini??."Tanya Michael, karena yang ia tahu mereka selalu bersama.
"Salah Mike, kalau soal modifikasi mobil, itu kerjaannya kak Rei dan kak Kai."Jawab Brandon
"Oh, pantesan tadi kak Kai memilih memakai mobil ini."Ujar Michael seakan baru terjawab pertanyaannya,
"Iya, semua mobil koleksi kak Rei, aku yang modifnya, dan itu atas usulan kak Rei, supaya aman jika mau berpergian."Ujar Chaiden.
"Uhm, apa aku boleh meminta satu pada, kak Rei "Tanya Michael seakan ia senang dengan perlengkapan canggih yang ada dalam mobil itu
"Ini sangat nyaman."Ujarnya lagi dengan wajah bahagianya
"Ya, mungkin iya, mungkin juga tidak!."Ujar Brandon, karena pasti kakak pertama mereka tidak akan mengijinkan mereka berjalan sendiri, jika sudah ada keadaan seperti ini.
"Ya, padahal aku baru saja mendapatkan permainan baru yang paling seru. Kak kai, jika nanti kakak mendapatkan permainan baru lagi, harus hubungi aku yah, Mike siap membantu dengan senang hati."Ujar Michael dengan raut wajah yang memelas dan dalam hitungan detik kembali berbinar, sambil membayangkan permainan baru nanti.
"Yayaya, dalam hal ini, kau cocok jadi partnerku. Perhatikan jalan Mike."Ujar Chaiden saat melihat ada seorang ibu yang berjalan seperti ingin menyebrang.
Dan Michael memberhentikan mobilnya serta keluar untuk menuntun nenek itu untuk menyebrang jalan.
"Sungguh anak yang sulit di tebak."Gumam Chaiden yang masih bisa di dengar oleh Brandon, dan ia hanya bisa tertawa.
"Tapi, dia punya sisi manis jika seperti ini."Jawab Brandon di sela tawanya.
TBC.