
Reivant menatap istri mungilnya yang mengendong putri kecil mereka berjalan menuju ruang keluarga, setelah tadi dari depan teras mansion karena Rayn dan Rachel yang pamit untuk kembali ke mansionnya.
"Sayang, kamu ke Michael Hospital jam berapa?."Tanya Reivant
"Mungkin sebentar lagi Pa."Jawab Shera dengan senyumnya.
"Mami alan, alan,,"Celoteh baby Carli pada maminya dan menatap Mami nya dengan Mata yang berbinar.
"Gak sayang, mami pergi kerja sebentar ya."Ujar Shera sambil mencium gemas pipi gembil anaknya yang di sambut tawa dari anak itu.
"Biarkan aku mengantarmu."Jawab Reivant
"Tidak bisa Pa, apa kamu mau Stella dan papi melihatnya, selama ini kita sudah banyak mengecoh mereka."Jawab Shera membuat Reivant Nampak muram.
"Ya baiklah, jadi sekarang gimana? Baiklah biar Eko yang mengantarmu." Ujar Reivant pada akhirnya.
"Jangan sayang,,kan Eko yang akan mengantarmu,karena Pak Agus sedang sakit."Ujar Shera pada suaminya.
"Kakak ipar dengan ku saja, sekalian Kai akan ke kantor."Ujar Chaiden yang kebetulan lewat untuk ke kamarnya.
"Baiklah,kamu pergi Bersama Chaiden ya, aku akan merasa aman jika kamu pergi Bersama salah satu dari adik-adik."Jawab Reivant dan Shera hanya mengangguk setuju.
Danien keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi dan berjalan ke dapur melewati kakaknya Reivant begitu saja yang sedang menggendong Baby Carli.
Karena,Shera kembali ke kamar menyiapkan bawaan yang akan di bawanya ke RS.
"Kak Rei. Dimana Mommy?". Tanya Danien berbalik menatap kearah Reivant yang juga menatapnya.
"Sepertinya di dapur,kalau gak salah." Jawab Reivant dan bermain dengan Putri kesayangannya.
"Kak Rei. Kak Rei,," Panggil Michael dan berlari dari kamarnya yang ada di lantai dua.
"Ada apa Mike. Jangan berlari berbahaya."Ujar Reivant sambil menyerngit menatap adik keenamnya itu.
"Apakah Kak Rei akan ke Kantor Kak Rare?". Tanya Michael dengan mata yang berbinar.
Baru kali ini,Reivant melihat expresi seperti itu di wajah adiknya itu. Pasti ada yang di inginkan nya,jika Michael sudah tersenyum dengan expresi yang mengerikan itu,menurut Reivant.
"Ya,,Kakak akan kesana. Ada apa?". Tanya Reivant dan menatap adiknya.
"Apakah nanti ada Harld?". Tanya Michael dengan wajah yang penuh ceria.
"Hmm,, seperti ada Harld. Tapi,di sana dia tidak bisa bermain denganmu, Harld akan sibuk bekerja. Ada apa,hm?". Tanya Reivant dan mengusap pucuk kepala adiknya.
"Begitu yah,kak! Baiklah,mike tidak akan menganggunya. Padahal Mike ingin mengenalkan Harld pada teman-teman gamer Mike. Baiklah,masih ada waktu lain." Jawab Michael dan kembali ke kamarnya.
Reivant tersenyum menatap punggung adiknya yang tadinya begitu semangat,kini seperti anak ayam yang di tinggal ibunya.
"Tiel...tiell... Ain yuk." Panggil Baby Carli dan mengulurkan tangannya kepada Michael.
"Baiklah. Lets go baby." Ujar Michael dan menggendong keponakannya yang juga tampak bahagia di gendong oleh paman nya.
Reivant hanya menatap kedua bayi kecil di matanya itu dengan senyum yang merekah di wajahnya.
Berbeda dengan Danien yang kini berada di dapur dan duduk menatap Mommy nya yang sibuk menyiapkan makanan untuk Rare.
"Ada apa,Dan?." tanya Ny. Park yang sadar akan tatapan Danien.
"No Mom. Aku hanya ingin menatapmu,Mommy. Kenapa rumah terasa sepi yah,mom." Ujar Danien yang meneguk air mineral yang tadi di pegang nya.
"Apakah Danien merindukan Rachel?". Goda Ny. Park
"Hahah,,tidak mungkin,mom. Hanya karena tidak ada Arthur dan Brandon." Ujar Danien dan Ny. Park hanya tersenyum kepada anak keduanya itu.
"Mommy penasaran, apa yang di katakan Baby Tampan kepadamu,hingga membuatmu tersenyum,Dan?". Tanya Ny. Park
"Oh,,hahah itu. Mom,sejak kapan putra kecilku itu belajar narsis. Mommy tau apa yang di katakan nya, Daddy, Axell akan meramal bahwa nanti Daddy akan merindukan Pria tampan ini. " Ujar Danien dan tersenyum membayangkan wajah gemas putra itu.
"Sepertinya aku merindukannya." Ujar Danien lagi dan berlalu meninggalkan dapur. Ny. Park tersenyum mendengar penuturan putra keduanya itu. ia hanya tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepalanya.
Liliana bersandar di ujung meja dan menatap Ny. Park,kemudian menatap kearah adiknya yang sudah menghilang dari pandangannya.
"Mom. Apakah ini tidak aneh? Lian sedikit berpikir, siapa yang di rindukan oleh Danien. What? Apakah Danien merindukan Rachel, ohh couple kesayanganku." Ujar Liliana dan membuat Ny. Park berbalik menatapnya.
"Heheh,,kan bisa 50:50 kan,Mom." Ujar Liliana dan tersenyum.
Berbeda di kamar Michael yang tadinya begitu rapi,sekarang berantakan karena ulah Baby Carli. Bayi kecil mungil itu mengacak-ngacak semua permainan milik Paman keenamanya.
Michael hanya bisa menghela nafas melihat Baby Carli yang melempar playstick miliknya dan menginjak-injak barang-barang kesayangannya dengan kaki mungil nya.
Tak lama Shera datang dan Michael menatap kakak iparnya,layaknya anak kecil yang ingin mengadu pada ibunya.
"Kakak Ipar. Lihat Baby mengacak-ngacak kamar,Mike." Lapor Michael dan Shera hanya tersenyum melihat Baby yang tampak puas mengerjai pamannya itu.
"Baby! Jangan menginjak Permainan Paman. Kasian tuh,lihat Pamannya sedih." Ujar Shera dan menggendong Baby Carli dan membawanya turun di ikuti oleh Michael dari belakang.
"Paman tidak akan mengajak Baby bermain di kamar Paman mike lagi." ujar Michael dan Baby Carli hanya tertawa.
"Apakah kakak ipar belum berangkat kerja?". Tanya Michael lagi
"Sebentar lagi kita akan pergi. Masih menunggu kakak mu Chaiden." Jawab Shera dan mengatur rambut Bayi kecilnya yang sedikit berantakan.
"Ck,, Pria itu kalau berdandan,bahkan wanita tulen pun akan kalah lama dari dirinya." Ujar Michael dengan wajah mengejeknya.
"Tapi,aku jauh lebih tampan darimu,Mike." Jawab Chaiden yang baru saja turun dari lantai dua kamarnya.
"Aku tidak percaya itu. Aku ingin membuktikan apakah Kakak ketiga lebih tampan dariku." Ujar Michael seolah menantang kakaknya itu.
"Baiklah! Kalau begitu ikut kakak ke kantor dan buktikan siapa yang banyak di lirik bahkan di puji oleh para kaum hawa." Ujar Chaiden yang seolah tak mau kalah berdebat.
"Tapi,tidak untuk hari ini. Karena,bersama gadis kecilku lebih penting. Sana,pergilah Kak, kasian nanti kakak ipar telat." Usir Michael dan menggendong Baby Carli.
Setelah Shera dan Chaiden pergi. Tak lama Reivant datang dari arah kamarnya dan Danien yang juga tampak rapi.
"Baby,Papa kerja dulu yah. Mike,jaga ponakanmu." Ujar Reivant dan mengecup pipi putrinya dan juga mengacak rambut adiknya.
"Baik kak Rei. Tapi jangan mengacak rambutku yang bagus ini." Jawab Michael dengan wajah cemberutnya.
Danien mencubit gemas pipi adik itu,karena menurutnya itu sangat lucu. Michael menatap kakak keduanya bingung, sejak kapan Seorang Danien Park yang jarang berbicara dan jarang bercanda seperti itu atau melakukan hal-hal extrim menurut Michael.
Dan apa yang terjadi sebenarnya, pada Kakak nya itu. Michael terus menatap kakak keduanya dengan wajah bingung.
"Ada apa,Mike?". Tanya Danien bingung.
"Tidak! Kak,hati-hati yah." Ujar Michael dan hanya tersenyum.
"Kak Dan." Panggil Michael dan membuat Danien menatapnya lekat.
"Apakah kakak mendapatkan sebuah email atau pesan dari seseorang?". Tanya Michael dan membuat Danien semakin menatapnya.
"Tidak! Ada apa,mike?". Tanya Danien
"Barusan,Mike menerima nya dan Mike belum membuka isi pesan itu dan anehnya kenapa mereka mengirimnya ke Email Mike,bukan ke kakak atau kak Rei?". Ujar Michael dengan wajah bingungnya.
"Biarkan kakak yang mengurusnya,jika Mike mendapatkan Email atau pesan seperti itu lagi atau yang menurut Mike sedikit mencurigakan,segera kabari kakak.Okey,jangan diam sendiri, ini menyangkut keluarga kita." Ujar Danien dan mengusap pundak adiknya.
"Baik kak. Kak Hati-hati di jalan. Harus selalu waspada." Ujar Michael dan Danien tersenyum menanggapi pesan adik kecilnya itu.
"Kau sudah besar sekarang. Baiklah, baik-baik di rumah,jaga Daddy-Mommy dan terlebih Baby cantik." Ujar Danien dan menyusul kakak tertua mereka yang sudah menunggu dirinya di mobil.
"Michael janji,Kak." Gumam Michael pelan dan mendekap Ponakannya erat.
TBC.
*Hay kakak-kakak pembacaku yang setia.
Sebelumnya saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya,karena setelah sekian lama akhirnya baru muncul lagi dan hanya bisa up satu chapter.
Terima kasih sudah setia menunggu kelanjutan cerita ini. Maaf karena baru bisa up sekarang,karena satu dua kesibukan manusiawi,hehehe yang membuat saya telat up.
jika ingin marah,lampiaskan kekesalan kalian kepada Paman Chaiden saja,jangan padaku. aku gak sanggup😁.
Nih,,aku kasih Spesial Pict deh. jreng jreng Jreng*