PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
96. Berenang Ala Chaiden,Cs



Sekarang keluarga Park sudah menuju mobilnya untuk kembali ke Mansion beserta semua pengawal yang tadi datang Bersama mereka.


Di agensi maupun di asrama tempat Aidyen tinggal juga ada beberapa pengawal yang menyamar menjadi pegawai disana, agar tak terlalu mencolok, itu permintaan Aidyen karena ia ingin merasa nyaman bersama teman-temannya yang lain.


Tak jauh dari sana tampak beberapa orang yang menatap keluarga Park tanpa berkedip dan terus memperhatikan mereka.


"Apa yang mereka lakukan disini?."Tanya salah seorang di antara mereka bertiga.


"Apa kamu tak melihat anak kecil yang berpelukan dengan seorang wanita paru baya itu."Ujar seorang lagi pada temannya yang bertanya tadi.


"Apa itu anak bungsu dari keluarga, park?."Tanya orang yang ketiga, ya tak lain adalah Gavin Alexander sambil menujukan profil Aidyen. Namanya juga Idol pasti mudah untuk mereka dapatkan biodata dari Aidyen.


"Apa maksudmu, menujukan foto anak itu??."Tanya orang pertama dan memperhatikan foto Aidyen.


"Sepertinya aku merubah strategi, untuk saat ini biarkan mereka pulang ke mansion dengan aman."Ujar Gavin dengan smriknya menatap mobil limonsin yang meninggalkan Agensi AGY.


"Jadi maksud boss, target kita anak itu?."Ujar orang kedua sambil menujuk ke arah Aidyen yang masih berdiri disana di temanin Arvin sahabatnya.


"Tapi sepertinya Reivant bukanlah orang bodoh yang tidak menempatkan bodyguard di sekitar anak itu."Jawab orang pertama, ya mereka tahu tapi mereka tidak akan mundur.


"Ya, mari kita kembali ke Mansion dan kita pikirkan caranya."Ujar Gavin dan berjalan masuk ke mobil, serta duduk di kursi belakang dengan senyum yang tak luntur dari bibir tipisnya.


"Aku ingin kalian juga merasakan apa yang dulu ku rasakan, kesakitan di tinggal orang yang di sayang."Gumamnya, entah apa yang ia rencanakan.(author masih mencari ide).


Bagaimana mereka bisa ada disini, apakah mereka mengikuti keluarga park, jawabannya adalah tidak.


Sebenarnya mereka juga ada urusan disana. Tapi, mereka tanpa sengaja melihat Reivant, ya mereka mengenal Reivant serta Danien tentunya.


Mereka bertiga meninggalkan tempat tersebut menuju mansion berada, itu adalah Gavin atau yang biasa di kenal dengan nama Max, beserta kedua orang kepercayaannya.


At To Mall


"Uncle, apa mami dan Daddy sudah pulang?."Tanya Axell yang sekarang mereka berjalan menuju parkiran, setelah menikmati makanan enak. Akhirnya mereka sadar akan waktu untuk pulang ke Mansion.


"Mungkin!."Jawab Chaiden karena ia belum mendapatkan pesan dari Rachel ataupun kedua kakaknya.


"Uncle, apa Ell bisa meminjam ponselmu?."Tanya Axell yang ikut memanggil dirinya sendiri dengan sebutan Ell, sepertinya ia menyukai panggilan itu.


"Apa Ell ingin menelpon mami atau Daddy??."Tanya Chaiden lagi


"Telpon Daddy saja."Jawab Axell cepat.( ya ampun Ell lu anak siapa e)


"Baiklah."Ujar Chaiden dan mendial nomor kakak keduanya.


"Hallo kak,,"Sapa Chaiden saat telponnya tersambung


"....."


"Ell, ingin bicara sama daddynya, katanya."Ujar Chaiden pada kakaknya dan sedikit melirik pada Bocah tampan itu.


"...."


"Oh baiklah, kami juga akan pulang sekarang."Jawabnya,


"hati-hati di jalan, kak."Lanjut Chaiden dan menutup sambungan telponnya.


"Yahhh, uncle kenapa di matikan telponnya?."Tanya Axell dengan mempoutkan bibir kecilnya tanda ia kesal.


"Daddy masih ada urusan sebentar sayang, tadi daddy bilang nanti ia yang telpon."Jawab Chaiden dan membuka pintu samping mobil yang mereka gunakan tadi, serta mendudukan Axell disana dan memasangkan sabuk pengaman pada partner kecilnya itu


"Hmmm, baiklah."Jawab Axell pasrah, entahlah ia merindukan daddynya saat ini dan ingin sekali bertemu dengan daddy-nya itu.


Chaiden duduk di bangku kemudi dan menghidupkan mesin mobil itu serta mereka meninggalkan parkiran Mall tersebut, karena sekarang sudah pukul 8 malam.


*****


Hingga dua jam perjalanan tak terasa sekarang mereka sudah tiba di mansion park, tak berselang lama sebuah mobil Lamborghini sesto elemento hitam masuk ke Mansion Park yang tidak lain adalah Chaiden dan Axell. Ya ini adalah mobil-mobil koleksi dari anak ketiga dari Tn dan Ny.Park.


"Mommy."Teriak Axell saat ia sudah keluar dari mobilnya, hingga membuat Rachel tercengang karena anaknya jam segini baru pulang Bersama manusia absurd.


"Kalian darimana, Kai?"Tanya Danien yang mengangkat Axell dalam gendongannya.


Sedangkan Chaiden memberikan kunci mobilnya pada salah satu sopir untuk membawanya ke garasi khusus mobil sport miliknya.


"Ah,, kami bermain di Mall tadi kak, di rumah sangat membosankan. Tak ada yang seru, hanya menatap Michael yang sibuk dengan para gebetan nya.,,"Jawab Chaiden santai.


"Apakah Axell senang?".Tanya Rachel menatap wajah bahagia putra nya itu.


"Senang mom, uncle tampan sangat baik."Jawab Axell, membuat semua menatap Chaiden seakan tak percaya karena Ia belum pernah mengasuh bayi sendirian, tapi Axell kan bukan bayi.


Sedangkan yang mendapat perhatian hanya tersenyum dengan bangga, karena merasa dirinya berhasil menjadi paman yang baik.


"Mom,, kalian baru pulang?". Tanya Michael dengan semangkuk sereal yang baru kembali dari dapur dan mendapati keluarganya yang masuk bersamaan.


Beserta Kakak ketiganya dan Axell di gendongan Danien. Jangan di tanyakan soal baby Carli, karena bayi kecil itu sudah tertidur di gendongan Papanya,Reivant.


"Ya,,kami baru pulang. Bagaimana keadaanmu,mike? Jangan bilang kalau Mike tidak makan siang." Ujar Ny. Park dan menegur putra keenamnya yang sangat susah untuk makan siang.


"Makan mom. Ini Mike lagi makan." Jawab Michael dan menunjukkan mangkuk sereal yang di bawanya.


"Itu bukan makan Mike. Itu ngemil." Ujar Chaiden dan Michael hanya mempoutkan bibirnya.


"Bagaimana dengan Aidyen mom, apa ia sehat?."Tanya Michael, sebenarnya ia juga merindukan adiknya itu, tapi ia tidak bisa ikut tadi.


Karena ada pertandingan game online yang sangat di sayang kan jika dia lewatkan.


"Iya ia sehat, minggu besok mommy mau kesana lagi, kamu ikut ya Mike."Ujar Ny.Park pada Michael.


"Iya Mom."Jawab Michael serta mendudukan diri di sofa yang tadi ia duduki.


Reivant dan Shera sudah masuk ke kamar Bersama Baby Carli yang tadi tidur di gendongan papanya, serta Danien membawa Axell ke kamarnya dan Rachel yang menuju kamarnya sendiri, karena Axell bilang ingin tidur Bersama Daddynya.


Dimana Chaiden ia menuju kolam belakang rumah Bersama Brandon dan Arthur yang tadi pulang hampir bersamaan, karena mereka berdua baru selesai melihat keadaan panti asuhan AR.


"Kak, sudah lama kita tidak berenang bersama lagi, akhirnya hari ini aku menikmati segarnya air di malam hari."Ujar Arthur, karena dulu mereka berenam bahkan bertujuh jika Reivant ikut mandi.


Mereka akan berenang dan bermain hingga kedinginan, aneh memang anak-anaknya Tn. dan Ny.Park ini.


"Iya, rasanya sangat segarrr dan rasanya semua penat di badan ikut hilang."Ujar Brandon yang ikut menyelam.


Sedangkan Chaiden berenang sambil melihat kedua adiknya yang seperti bayi yang baru mengenal air.


Hingga tak berselang lama terdengar suara Ny.Park yang memanggil mereka untuk berhenti bermain air, karena takut mereka masuk angin dan sakit.


"Kai, ajak adik-adik mu itu untuk berhenti."Ujar Ny.Park yang berdiri di pinggiran kolam sambil bercakak pinggang.


"Kita akan makan malam sekarang, mommy tunggu lima menit tidak lebih."Lanjutnya lagi dan meninggalkan ketiga putranya yang sibuk mencari handuk.


"Ar, itu handuk ku."Ujar Brandon yang melihat Arthur memakai handuk miliknya.


"Sudah terlanjur kak, pakai punya ku saja."Balas Arthur dan tanpa rasa bersalah meninggalkan Brandon yang bete.


"Sudah, pakai saja."Ujar Chaiden dan melemparkan handuk milik Arthur ke arah Brandon.


Chaiden hanya tersenyum melihat Brandon dengan wajah cemberutnya,tapi tetap memakai handuk Arthur yang sangat panjang. Karena manusia itu lebih tinggi daripada kakak Keempatnya itu.


TBC.