PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
33. Chapter 33



Kelima Pria itu, tidak kurangi Brandon. Berdiri dari tempat duduk mereka dengan perasaan yang was-was. Danien membuka ipadnya dan melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya.


Ia tersenyum lega dan berjalan ke arah pintu, membuat ketiga saudaranya menatapnya tajam. Danien membuka pintu kamar dan Ny. Park berdiri di depan pintu sambil berkacak pinggang.


"Ada apa dengan wajah kalian?"tanya Ny. Park dan menutup pintu kamar Danien.


"Huffff,,ternyata Mommy, aku pikir kak Rey." ujar Chaiden lega.


"Kakakmu sudah terlelap, ia tidur bersama putri kecilnya, Baby Carli memang penyelamat kita." Jawab Ny. Park dan menduduki dirinya di tempat tidur Danien sambil menatap Brandon yang sedang bergulat dengan alam mimpinya.


"Akhirnya. Aku dapat tidur dengan lelap malam ini, aku kembali ke kamar dulu. Karena, besok aku harus sekolah. Bye mom dan Kakak-kakak". Pamit Aidyen dan kembali ke kamarnya.


"Aku juga harus kembali ke kamarku, karena besok aku ada mata kuliah tambahan,," ujar Chaiden sambil berlalu keluar kamar kakak keduanya.


Ny.Park menatap Arthur,,"apakah kamu akan tidur disini,thur?" tanya Ny. Park


"Ya Mom,,arhur tidur disini saja,," jawab arhur tanpa melihat jika wajah Danien seperti ingin menerkam orang.


"Baiklah,, tidur lah kalian,," ujar Ny.Park, pergi meninggalkan kamar Danien.


Dan sepertinya malam ini kelima Tuan Muda Park akan aman dan bisa tidur dengan damai, tapi tidak tahu apa yang akan terjadi besok,,heheheh.


Di kamar Reivant, ia tidur dengan memeluk putri kecilnya itu walaupun ia akan sesekali terbangun, karena takut kejadian tempo hari terulang kembali, dan seperti saat ini Tuan Reivant terbangun karena merasakan pergerakan dari anaknya ini,, ia menatap bayi mungil itu ada sesuatu yang terlintas dalam pikirannya.


"Dimana kamu berada,," gumam Reivant sambil menatap wajah putri kecilnya.


Apa yang ada dalam pikiran Reivant saat ini?? hanya Ia dan Author sajalah yang tahu. hehehehe😁


*******


Tidak disisi lain,, tepatnya di kamar Tuan muda Danien. Arthur menatap kakak keduanya dengan senyum kudanya dan duduk di ujung tempat tidur, Danien menarik bagian bawah tempat tidur dan mengaturnya dengan baik. Karena tempat tidur atas sudah di kuasai oleh Brandon seorang diri.


Bahkan Arthur hanya mendapatkan sisi tempat tidur yang kecil, hanya untuk meletakkan bokongnya, Danien menatap Arthur yang masih tersenyum kepadanya. Ada sedikit kecurigaan dalam hatinya, ia tau jika manusia kecil itu sudah tersenyum seperti itu pasti ada sesuatu yang ada di pikirannya.


" katakan apa yang kau mau?"tanya Danien dan membaringkan tubuhnya, serta meletakkan kepalanya di bantal.


"kak...apakah kau mau taruhan denganku?"tanya Arthur dan duduk melipat kaki didepan Danien.


"Taruhan seperti apa?" tanya Danien sedikit curiga di tambah senyuman Arthur yang semakin mencurigakan.


"yang kalah harus tidur dengan Kak..."


"Tidak!" jawab Danein cepat.


"Terus, siapa yang akan tidur Bersama pria gozila ini?"tanya Arthur dan langsung mendapat gelengan dari Danien.


"Ayolah sayangku. Biarkan aku tidur di sampingmu.?" Lanjut Arthur dan mengedipkan matanya seolah sedang menggoda sang kakak yang tidak tergoda sedikitpun dengan godaan maut pria itu.


"Tidak, Ar! tidurlah di samping kekasihmu itu." Jawab Danien dan memejamkan matanya.


"Ck,,dasar pria berhati dingin. Ayolahh,, aku akan berbaring di sini." Tunjuk Arthur ke samping Danien dan membaringkan tubuhnya di samping Danien sambil memeluk Danien.


"Menyingkirlah dari tubuhku, Ar." Ujar Danien dan mendorong tubuh Arthur menjauh.


"Tidak,,aku tidak mau. Aku mau memelukmu kak, kau tau aku tak akan bisq tidur jika tidak memeluk sesuatu." Jawab Arthur dan kembali memeluk Danien yang hanya bisa menghela nafas kasar.


"Kalau begitu kembali kekamarmu sekarang atau tidur di atas di samping Brandon." Ujar Danien dan mendorong Arthur yang berkomat-kamit sedang mengumpatnya.


Arthur memilih diam dan menarik bantal guling dari pelukan Brandon, ia mencoba memejamkan matanya. Baru saja ia mulai terlelap.


Plakkkk


Tangan iblis Brandon terdampar tepat di wajah tampan Arthur dan membuat pria tampan itu langsung melayangkan pukulan bantal tepat di kepala sang kakak, Danien yang melihatnya hanya tersenyum. Brandon hanya melenguh dan tetap diam serta terus bergulat dengan alam mimpinya, tidak dengan Arthur yang tampak kesal.


melihat kakaknya Danien duduk di sofa, Arthur menjatuhkan badannya di springbad bawah dengan menarik selimut dan bersiap menuju alam mimpinya, Danien hanya melirik dan hanya kembali tersenyum melihat tingkah adiknya itu.


******


Pagi hari di Mansion keluarga Park, Reivant sudah bangun dengan mengendong putri kecilnya itu yang mengoceh tiada henti saat dari bangun hingga menuju ruang keluarga, seolah-olah bayi mungil itu bercerita kepada papa nya. Reivant hanya tersenyum mendengar ocehan putrinya itu, sesekali ia menimpali ocehan putrinya.


P"apa,," ocehan Baby Carli


"Ia sayang,," jawab Reivant yang menimpali ocehan putrinya itu, "apa baby lapar??,,lanjut Reivant


"tatatata,,mamama,," ocehan Baby Carli kembali


Reivant membawa baby Carli menuju Dapur, dan di sana sudah ada Ny.Park, serta Tuan Park dan para Maid yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing untuk menyiapkan sarapan pagi keluarga itu. Dimana putra-putra tampan keluarga park, untuk sekarang jangan di tanya karena mereka masih bergelut dengan dunia mimpinya masing-masing.


"Mom,Dad, selamat pagi!".sapa Reivant kepada kedua orang tuanya itu


"Pagi Rei dan pagi putri kecil grandpa,," balas Tn.Park serta memanggil Baby Carli, dan meminta Reivant memberikan Baby Carli untuk di gendong.


Reivant memberikan Baby Carli untuk di gendong daddynya, dan bayi mungil itu tersenyum dan mengoceh dengan mulutnya yang kecil itu seakan melanjutkan ceritanya tadi kepada papanya, dan sekarang grandpa nya.


Reivant menarik salah satu kursi serta mendudukan dirinya disana. dengan wajahnya yang sedikit mengantuk karena tadi malam ia kurang tidur,,( lah siapa yang suruh gak tidur Rei).


Ny.Park hanya memperhatikan sekilas, ingin ia bertanya ada apa dengan putra pertamanya itu, tapi di urungkannya, karena prioritasnya saat ini adalah membuat susu untuk putri kecil Park.


"Kenapa Rei, daddy perhatikan kamu seperti kurang tidur,," Tanya Tn Park


"Sedikit Lelah Dad,," jawab Reivant asal,, karena ia juga bingung apa yang di pikirkan nya semalam hingga ia kurang tidur. (hayoo Reivant mikirin siapa ya,,mikirin author kali ya😁).


Tuan Park ingin melanjutkan pertanyaannya pada Reivant, tapi terdengar suara gedebuk dari arah ruang keluarga, dan pelakunya adalah Aidyen, putra bungsu keluarga park yang saat ini sudah mengenakan seragam SMA. berjalan dengan terburu-buru menuju dapur.


"Mommy,," rengek Aidyen, "kenapa tidak membangunkan ku,,"lanjutnya lagi sambil meminum susu yang sudah di siapkan maid untuk nya.


"Ahhh,,maafkan mommy sayang, Mommy lupa,," jawab Ny.Park seolah tak bersalah,, dan pada kenyataannya memang Ny.Park lupa.


"Kan aku jadi telat mih,,Daddy kenapa tidak membangunkan Aidyen sih,," ujar Aidyen beralih menanyakan pada Daddynya itu.


"Den,,kamu itu Daddy sudah belikan jam weker kenapa tidak di pakai,," jawab Tn.Park pada anak bungsunya itu, yang sekarang masih memakai sepatu dengan terburu-buru karena sekarang arah jarum jam sudah menujukan pukul 07.50 pagi. wkwkwk


"Rusak Dad,,karena berisik,," jawab Aidyen seakan tak bersalah pada jam weker itu.


Reivant hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah adik bungsunya itu. ada sedikit senyuman yang terpatri di bibirnya, mengingat ia juga saat sekolah sering terlambat. (tapi soal kepintaran tidak akan di ragukan lagi).


"den,,den,,den,,"terdengar suara kecil baby Carli yang memanggil Aidyen. Karena mungkin ia merasa Aidyen mengabaikannya.


"Baby Carli paman Aidyen pergi sekolah dulu ya, nanti pulang sekolah baru kita bermain,," ujar Aidyen serta mencium pipi gembul bayi kecil itu. Bayi mungil itu tersenyum seakan ia mengerti apa yang di ucapkan Pamannya itu.


"Mom, Dad , kakak pertama, Aidyen pamit sekolah,," ujar Aidyen kepada kedua orang tuanya dan kakak pertamanya itu.


"Sarapan dulu Den,," ujar Ny.Park


"telat mom,,nanti di sekolah saja aku sarapanya,," jawab Aidyen sambil berlari menuju mobil yang mengantarnya ke sekolah.


"Pak,,Bisa cepetan ya,, sudah terlambat nie,," ujar Aidyen pada sopir pribadinya.


"Ia tuan muda,," jawab sopirnya. Dan mobilnya meninggalkan Mansion Park menuju sekolah.


TBC


Dukung terus PRINCESS DADDY'S yah.


maaf jika keterlambatan Up ceritanya, keran cerita ini on going. Dukungan kalian akan membantu kelancaran Cerita ini, Terima kasih😊