
Di Lobby Diamond Park Hotel, Rachel baru turun dari mobil yang mengantarnya, ia membawa serta sebuah kartu nama yang sudah di buat Danien tadi untuk memudahkan ia masuk, karena acara ini memiliki pengamanannya yang sangat ketat. (Entahlah hanya mereka yang tahu author kagak tahu.)
Ia berjalan dengan anggunnya, dan saat di pintu masuk, penjaganya memeriksanya.
"Ny.Danien Park." Ujar Penjaga wanita itu sambil membaca identitas dari Rachel dan melihat wanita yang ada di depannya ini.
"Iya saya sendiri, suami saya Danien Park." Ujar Rachel dengan senyum manis. Serta menampilkan aura yang benar-benar cantik dan anggun di pandang mata.
"Silahkan Ny." Ujar penjaga wanita itu dengan ramah karena ia tahu, itu adalah salah satu putra keluarga Park, hanya ia tidak tahu jika salah satu pria tampan itu sudah memiliki istri yang cantik.
"Terima kasih." Ujar Rachel dan berjalan masuk dengan tetap mempertahankan keanggunannya.
Rachel berjalan di antara meja-meja yang sudah penuh dengan penghuninya, dengan berbagai obrolan yang mereka lakukan.
"Ck, selalu seperti ini, jika manusia-manusia elite sudah duduk berkumpul." Gumam Rachel dan mencari meja di mana ibu dari sahabatnya itu berada.
Matanya menatap pada seorang ibu dan bayi kecil di pangkuannya, ya ia tahu itu adalah Mommy Park, dengan langkah yang Panjang bak model ia berjalan menuju meja di mana Ny.Park dan Baby Carli berada.
"Wanita itu seperti familiar." Ujar Stella saat ekor matanya melihat sosok wanita yang lewat tak jauh dari meja tempat ia berada,
"Ya, wanita itu istrinya kak Danien." gumamnya lagi saat ia ingat pernah bertemu dengan wanita itu saat di kantor Reivant.
Matanya terus mengikuti kemana wanita itu berjalan, hingga ia terfokus saat wanita itu berhenti di samping Ny.Park, dan bayi mungil yang ia tak bisa melihat wajahnya.
"Oh,,ternyata datang Bersama mommy toh, ohhh aku juga ingin punya anak Bersama Reivant." Gumamnya sambil tersenyum, sehingga membuat tantenya yang duduk di sebelahnya menatapnya.
"Stella, kamu kenapa?." Tanya Tantenya bingung karena anak dari kakaknya itu seperti orang gila tersenyum sendiri.
"Gak Apa-apa,Tan." Ujarnya dengan senyum.
****
"Maaf Mom, Rachel sedikit terlambat." Ujar Rachel pada Ny.Park saat ia sampai di dekat mereka
"Oh, kamu sudah datang,Chel." Ujar Ny.Park,
"Duduklah, bayi kecil ini sungguh tenang di pangkuan mommy, hanya pinggang mommy pegal juga." lanjutnya lagi sambil tertawa.
"Baby cantik, sama mama yukk." Ujar Rachel sambil mengambil baby Carli dan memangkunya.
"Mama."Celoteh Carli melihat Rachel ada di sana, dan tersenyum dengan riang melihat Rachel sambil menepuk tangannya yang kecil dan menggemaskan itu.
Acarapun di mulai, Mc nya memulai acaranya dari awal hingga penutup, dan itu pasti sangat lama, jadi Rachel berkata pada mommy park, ia dan baby carli hanya ikut awal acara saja, karena kasian pada bayi mungil itu dan Ny.Park menyetujuinya.
****
Di Restoran Razt, sekarang mereka sudah keluar, dan keluarga Bima dan Amel sudah menyetujui kerja di tempat Tuan Reivant, dan keluarga kecil itu berkata akan datang ke alamat yang sudah di berikan Danien tadi.
"Kak, sepertinya kita langsung menjemput Baby Axell, mereka hari ini pulang agak terlambat karena ada acara di sekolahnya." Ujar Danien pada kakaknya itu
"Baiklah kita langsung kesana! Tha, kita ke sekolahnya Axell dulu."Ujaar Reivant pada sekertarisnya itu.
Dan mobil yang mereka tumpangi, membawa mereka keluar dari restoran itu menuju ke sekolah Axell.
Tak berapa lama, mobil mereka sampai di sebuah gerbang sekolah yang terbilang sekolah elit dan mahal.
Danien turun dari mobilnya, dan kebetulan acara mereka baru selesai, beberapa ibu-ibu yang anaknya juga disana terpana menatap kehadiran pria tampan depan mereka saat ini, hingga,,
"Daddy,,,,"Teriak Axell saat melihat daddynya Danien berdiri di depan gerbang, semua mata menatap tak percaya jika pria tampan yang mereka kagumi adalah ayah dari salah satu siswa.
"Anaknya saja tampan, ya tidak di ragukan karena papanya juga tampan." Ujar salah satu ibu yang ada disana.
"Iya,ibunya juga cantik, jawab yang lainnya." dan berbagai macam komentar yang mereka berikan hingga membuat Danien hampir salah tingkah, tapi ia tetap memasang wajah datar nya dan tersenyum saat Axell sudah sampai di depannya.
"Sungguh keluarga dengan visual yang menarik." pikir mereka.
"Jangan Berlari baby."ujar Danien sambil mengendong Axell
"Sorry Dadd, tidak akan Axell ulangi lagi." Ujar Axell sambil menatap Danien,
"Mommymu masih ada kerjaan sayang." Ujar Danien sambil mengusap rambut baby boy itu.
"Hayu kita pulang, di dalam mobil ada Daddy Rei yang sudah menunggu." Ujar Danien lagi.
"Daddy Rei di dalam?." Tanya Axell sambil menunjuk ke mobil
"Yes Boy, apa kamu senang?." Tanya Danien dengan mencium pipi gembil anak itu dan anak itu mengangguk tanda ia bahagia.
"Daddy jangan mencium Axell." Ujar Axell saat Danien mencium pipinya,
"Axell kan sudah besar." lanjutnya lagi sambil berpose layaknya orang dewasa dalam gendongan Danien. sungguh pemandangan yang menyejukan mata para wanita.(Seperti saya juga hihihi).
Danien hanya bisa tertawa dengan gemasnya melihat tingkah anak dari sahabat kakaknya itu. Entah ia juga merasakan seperti mempunyai seorang anak sekarang.hahahha
Pintu mobil di buka oleh sopirnya, dan Danien serta Axell masuk, membuat Axell sangat bahagia karena ia di jemput oleh kedua Daddynya.
"Daddy Rei..." Panggil Axell saat ia masuk ke mobil dan melihat Reivant yang masih menerima telpon.
****
Sekarang, Rachel Bersama baby Carli sudah keluar dari tempat acara itu berlangsung, karena baby carli sudah lapar.
Rachel mengambil ponselnya dalam tas kecil, dan melakukan panggilan pada sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Reivant.
"Hallo Chell,," Jawab Reivant dari seberang line
"Vant, aku sudah keluar, karena anak mantuku yang cantik ini, sudah lapar." Ujar Rachel
"Iya, ke kantor lah sekarang, kami ada di sekolahnya Axell sekalian menjemput baby boy." Ujar Reivant pada sahabatnya itu.
("Daddy Rei,,". itu suara Axell yang memanggil Reivant yang terdengar di telinga Rachel, ia tersenyum).
"Baiklah Vant, saya dan Baby Carli langsung ke kantor sekarang." Ujar Rachel dan menutup sambungan telponya.
Dan pak Agus sudah menunggunya di depan lobby itu, Pak Agus menjemput nyonya Rachel dan mengambil tas yang di pegang oleh Rachel karena itu salah satu tugasnya.
"Pak kita langsung ke kantor,ya." Ujar Rachel pada sopir pribadinya Reivant
"Baik Ny." Jawab Pak Agus.
"Papa,,," celoteh Carli, seakan tahu akan bertemu papanya di kantor.
"Iya Baby, kita akan bertemu papamu di sana." Ujar Rachel sambil mencium gemas pipi bulat anak dari sahabat satu-satunya Reivant.
"Mami.." Celotehnya lagi, entah bayi mungil ini seakan merindukan kehadiran maminya Shera.
"Tak lama lagi kamu akan bertemu dan berkumpul dengan mommymu, sayang." Ujar Rachel pelan sambil menatap wajah Carli.
Mobil yang membawa Reivant, Danien dan Agatha serta baby Axell sampai di lobby Park Company.
Mereka turun dan sekarang Axell berada dalam gendongan Reivant, hingga membuat semua karyawan disana menatap dengan tatapan kagum pada Atasan mereka, sebagian ada yang tahu jika anak lelaki yang di bawa oleh Bos mereka adalah anak dari salah satu sekertaris dari Brandon.
Tapi mereka tidak pernah tahu apapun tentang hubungan persahabatan antara bossnya dan sekretaris dari Brandon.
TBC.
Haii,, Kakak pembaca..
Dukung terus Cerita ini yah.
Jangan lupa,vote,like, dan dukungannya.
Terima kasih
Spesial pict. Danien Park