PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
133. Michael & Harld



Mobil Alphard yang membawa kedua kakek, Paman Billy, Tuan Park serta Rayn dan Aidyen akhirnya sampai di Mansion tujuh putra Park, sedangkan Reivant dan Brandon menyusul dari belakang.


"Dad, kapan Ai kembali ke asrama?."Tanya Aidyen saat mereka sudah masuk dalam kediaman mereka.


"Untuk dua hari kedepan, nanti biarkan daddy atau kakak- kakak mu yang mengantarkan kembali kesana."Jawab Tuan Park dan tersenyum kepada putra bungsunya.


"Papa, paman istirahat lah ini sudah larut malam."Ujar Tuan Park lagi pada kakek Wilson dan kakek Aharon


"Iya, baiklah kami istirahat dulu, kamu juga Ram."Ujar Kakek Wilson dan mereka pergi menuju kamarnya masing-masing untuk istirahat tentunya, tak berapa lama tampak Reivant dan Brandon masuk.


"Istirahat lah Don, besok baru kita urus masalah ini, kakak juga sudah Lelah sekali."Ujar Reivant menatap adiknya yang di balas anggukan dari Brandon dan mereka berdua berpisah menuju kamarnya masing-masing.


Dengan pelan Reivant membuka pintu kamar, di lihat istri mungilnya yang tertidur pulas tampak damai, ia masuk perlahan dan menutup pintu kamarnya serta berjalan menuju kamar mandi untuk membersikan diri dan berganti pakaian tentunya, karena tadi ia juga mengunakan kemeja pamannya.


Setelah beberapa menit ia membersihkan diri dan berganti pakaian, Reivant naik ke atas tempat tidur dengan pelan berharap tak menganggu tidur cantik wanita hamil itu, tapi ternyata tak sesuai harapan, Shera bangun.


"Sayang sudah pulang?."Ujar Shera dengan suara sedikit serak manja.


"Maaf aku membangunkan mu."Balas Reivant dan menarik tubuh mungil istrinya masuk ke pelukannya dan ia mengecup kening istrinya.


"Tidur lagi yuk,,aku Lelah sayang."Ujar Reivant lagi dan di balas anggukan dari Shera.


Mereka berdua mulai masuk ke dalam mimpinya nya masing-masing, ternyata Rievant benar-benar kelelahan dan tertidur dengan pulas sambil terus memeluk istrinya.


****


Jalanan yang seharusnya membuat mereka bisa lebih cepat sampai, ternyata tidak sesuai perkiraan, Danien mengajak Rachel untuk berkeliling sebentar karena tadi Rachel ingin menikmati Udara malam yang sudah lama tak pernah ia rasakan.


Mereka berhenti di salah satu jembatan yang tampak cantik dengan lampu warna warni, apa kalian pikir karena sudah larut malam akan sepi, tidak!. Tapi disini tampak ramai dengan manusia-manusia yang entah apa yang mereka lakukan di tengah malam begini, apa mereka tidak mengantuk ataupun cape?.(author juga kurang tahu.)


"Wah indahnya."Ujar Rachel, dari ia kuliah hingga punya anak, belum pernah ia berjalan kesini.


"Apa kamu suka Chell?."Tanya Danien yang tersenyum menatap wajah sumringah dari ibu Axell itu.


"Suka sekali, baru kali ini aku berjalan ketempat seperti ini."Ujar Rachel sambil menutup matanya, membiarkan angin malam menyentuh wajahnya dengan lembut.


Danien menatap Rachel sambil terus tersenyum, tangannya terangkat dan merapikan anakan rambut Rachel yang menutupi wajah cantik ibu satu anak itu.


"Sangat cantik." Gumam Danien yang masih bisa di dengarkan oleh Rachel.


"Hmm,,, siapa yang sangat cantik?." Tanya Rachel dan membuat Danien gelapan.


"Ahh,,pemandangannya sangat cantik, nanti aku akan mengajakmu sering-sering datang ketempat seperti ini. Apakah kau mau?". Ujar Danien dan Rachel hanya mengangguk setuju.


*****


Back to Mansion Park.


Di kamar Danien, lebih tepatnya di ruang kerja Danien Tampak dua pemuda tampan yang masih berkutik dengan komputer-komputer mereka, salah satu dari mereka menghela nafas Panjang dan merebahkan tubuhnya di sandaran kursi.


"Mike,, semua sudah selesai. Dimana kak Danien?" Tanya Harld dan membuat Michael menatap kearahnya.


"Entahlah, sampai sekarang belum kembali juga. Apakah Kak Danien ketiduran." tebak Michael dan mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya.


"Ck,,aku rasa itu tidak mungkin. Lapar, apakah ada yang bisa di makan?."Tanya Harld dan beranjak dari tempat duduknya, berjalan keluar disusul oleh Michael dengan wajah yang tampak kusut.


Kini kedua Pria tampan itu, berada di dapur sambil saling menatap satu sama lain, Harld menarik kursi dan menghempaskan tubuhnya sambil menatap Michael dengan Manyun.


"Kau ingin makan apa?." Tanya Michael dengan membuka pintu kulkas.


"Apa saja yang bisa di makan, ternyata duduk, bisa menyebabkan perut kosong, lambung menangis dan lapar yang merajalela." Ujar Harld, membuat Michael menatapnya dengan tatapan aneh dan sulit untuk di jelaskan.


"Darimana, kau bisa memiliki pemikiran seperti itu. Sungguh tidak masuk akal!." Michael menyodorkan segelas air mineral untuk Harld.


"Bukankah itu benar." Bela Harld yang mengakui bahwa perkataannya itu benar dan tak mau kalah.


Brandon yang kebetulan keluar dari kamarnya, untuk mengecek keadaan kedua adiknya, mendengar perdebatan kecil dari arah dapur. Seorang Harld dan Michael yang jarang bicara, kini begitu cerewet dan tak ada yang mau saling mengalah.


Brandon berdiri di depan pintu kearah dapur sambil bersandar di dinding menyaksikan kedua pria muda yang saling berdebat, bahkan tak ada yang mau mengalah. Brandon hanya bisa tersenyum mendengar kedua adiknya itu.


"Jika di tambah Aidyen, maka dapur ini akan hancur." Ujar Brandon pelan dan berjalan kearah kedua adiknya itu.


"Kak Don, kenapa kakak belum tidur.?" Sapa Harld.


"Bagaimana aku bisa tidur, jika suara kalian bisa memecahkan gendang telinga orang di rumah ini." Ujar Brandon, dan membuat Michael tersenyum mengejek kearahnya.


"Ck,, Apa yang kamu masak, Mike?". tanya Brandon dan duduk disamping Harld.


"Sesuatu yang bisa di makan." Jawab Michael.


Brandon hanya mengangguk, dan dia memilih untuk tidak mengatakan kepada Michael dan Harld akan keadaan Chaiden yang kini di rawat di RS, mungkin malam ini belum saatnya, Brandon pamit kembali ke kamarnya meninggalkan kedua adiknya itu yang tengah malam sibuk mengurus perut mereka.


Tak lama bunyi motor Danien memasuki perkarangan Mansion, membuat Michael sedikit berlirik kearah ruang keluarga, muncullah Rachel disusul oleh Danien dari belakang. Michael menyenggol tangan Harld dan menunjukkan kearah kedua kakak mereka yang baru masuk.


"Mike,, apakah mereka berdua sedang berkencan." Ujar Harld menatap kakaknya Rachel yang berjalan kearah kamarnya.


"Mungkin! Yah, apakah tadi kak Danien meninggalkan kita hanya utnuk menjemput Kak Chell." Ujar Michael dan di setujui Oleh Harld.


"Mulai saat ini, Saya Harld Aharon, akan menjadi shiper sejati kak Rachel- kak Danien." Ujar Harld sambil High Five Bersama Michael.


****


Michael Hospital.


Ny. Park duduk di samping tempat tidur Chaiden sambil terus menatap wajah putra ketiga itu. Arthur hanya menatap Mommynya, berjalan kearah Ny.Park dan menyentuh tangan Mommynya lembut.


"Mom,, beristirahatlah, biarkan Ar yang menemani Kak Kai." Ujar Arthur pada Mommynya.


"Baiklah, Bangunkan Mommy jika kakakmu siuman." Ujar Ny. Park dan bangkit dari tempat duduknya, membiarkan Arthur yang menemani kakaknya.


"Iya Mom."Jawab Arthur


"Dok, siapa namamu?."Tanya Arthur pada dokter yang mukanya baru ia lihat hari ini.


"Oh, saya Louis tuan muda, saya Dokter pribadi Markas King milik Kak Rayn."Ujar Luois Panjang lebar.


"Oh benarkah, wow kak Rayn Sungguh beruntung."Balas Arthur antusias


"Apa Dokter tidak tidur?."Tanya Arthur


"Aku harus mengecek keadaan Tuan muda Chaiden, ah panggil Louis saja."Ujar Louis


"Aku panggil kak Louis saja yah."Balas Arthur yang di balas anggukan dari Louis.


Dimanakah Paman tampan kita Dr.Diky, saat ini ia istirahat di ruangannya, karena ia juga harus gantian dengan Louis nantinya.


*****


Setelah selesai dengan makan subuh mereka, Michael dan Harld kembali ke kamar Danien, meninggalkan sisa makan mereka yang berantakan di meja dapur.


Sesampai di kamar, Michael mencari keberadaan kakak keduanya yang tak ada di dalam kamar itu, tapi pintu menuju ruang kerja Danien terbuka, mungkin kakaknya ada disana.


"Aku sangat mengantuk." Ujar Harld yang baru masuk dan menubruk tubuh Michael yang berdiri di depannya.


"Ck,, tidurlah. Ah, aku akan tidur di tempat tidur dan kamu di sofa." Klaim Michael dan berlompat ke atas tempat tidur Danien.


"Yayay,, ini tidak adil Mike. Aku tamu di rumah ini, jadi aku yang tidur di tempat tidur dan kamu di sofa." Ujar Harld dan naik ke atas tempat tidur Danien.


"No-No. Aku Tuan rumah disini jadi aku yang harus tidur di tempat tidur." Ujar Michael dan menarik bantal guling.


"Itu tidak masuk akal. Kamu harus mengalah untuk tamu yang tampan seperti ku." Jawab Harld dan merebut Bantal dari Michael.


Danien yang berada di ruang kerjanya mendengar keributan yang di timbulkan kedua bocah dari arah kamarnya, terpaksa dia keluar dan mencari tahu, apa yang di ributkan oleh dua manusia itu.


Danien hanya menghela nafas kasar, melihat tempat tidurnya yang berantakan, dan melihat kedua bocah itu saling dorong mendorong di atas tempat tidurnya.


"Mike, Harld! Diam! Kalian berdua tidur di tempat tidur bersama dan sofa untuk kakak. Tidak boleh saling rundung." Ujar Danien menghentikan kedua adiknya yang menatapnya dengan tatapan polos.


"Baik kak. Sini, Harld tidur di samping Mike." Ujar Michael dan memberi Harld bantal, bahkan berbagi selimut dengan Sahabat, sekaligus saudara barunya itu.


"Bagus, coba dari tadi kalian seperti ini." Ujar Danien dan berjalan kearah Sofa.


Sepertinya dia butuh istirahat juga, Karena beberapa hari terakhir ini dia sangat kurang tidur dan sangat lelah. Setelah memastikan kedua adiknya tidur, Danien langsung terbenam di dalam alam mimpinya.


Melepaskan semua rasa lelah dan penatnya dalam malam yang sunyi, senyap  itu. Hanya terdengar suara dengkuran kecil dari kedua adiknya yang tertidur di tempat tidurnya.


TBC.


Hai,,Hai Noona Author cambek lagi, maaf yoookkk baru up lagi, semoga kalian semua selalu di berikan kesehatan ya, terima kasih atas dukungan nya semuanya, maaf jika ceritanya Gaje yooo,,wkwkwkwkwk