PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
93.Mengunjungi Aidyen 1



Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 1 siang, dan mereka bersiap untuk ke asrama di mana Aidyen berada, tampak baby Carli sudah cantik dengan gaun berwarna coklat muda serta sepatu dan pita yang senada, ya itu hasil olahan Rachel karena tadi ia yang meminta untuk mengurus bayi itu, ya mungkin ia ingin memberikan waktu pada pasutri muda itu.( ih Chell kamu peka deh).


"Wahhh gadis kecilku sangat cuantikkk."Ujar Rachel memuji anak mantunya itu,hasil karyanya tadi, dengan bantuan Amel untuk mencari gaun yang cocok untuk bayi mungil itu.


"Kak Rachel sangat hebat."Puji Amel pada Rachel


"Ck itu juga bantunmu juga Mel, anakmu juga sangat cantik."Ujar Rachel dan memuji anak dari Amel.


"Terima kasih kak, anakku begini juga karena bantuan dari Tuan muda dan Ny."Ujar Amel


"Iya jadi bekerja lah yang baik, karena mereka sudah menganggap kalian keluarga."Ujar Rachel yang sudah sangat paham dengan keluarga sahabatnya ini,yang di balas anggukan dari amel.


"Baik kak. Amel akan berusaha melakukan yang terbaik." Ujar Amel dan Rachel hanya tersenyum menanggapinya.


Mereka keluar dari kamar baby Carli menuju ruang tengah dimana Ny.Park dan Danien sudah menunggu, dimana kedua suami istri itu, entahlah mungkin tidak lama lagi mereka akan bergabung.


"Aduh cucu grandmom cantik sekali."Ujar Ny.Park saat melihat Rachel yang berjalan ke arah mereka dengan mengendong anak Dari Reivant dan Shera.


"Dimana pasutri itu mom??."Tanya Rachel yang tak melihat sahabatnya itu


"Entahlah, mungkin membuatkan cucu untuk ku lagi."Ujar Ny.Park asal dan di tanggapi cekikikan kecil dari Rachel,Danien hanya berdeham dan memalingkan wajahnya kearah lain.


"Mommy,,"Panggil Shera saat mendengar perkataan Ny.Park barusan, karena ia merasa malu.


"Eh anak-anak mami sudah datang."Ujar Ny.Park tanpa rasa bersalah,


"ayo kita jalan sekarang."Lanjutnya lagi dan mengambil baby Carli dari Rachel serta berjalan berlalu meninggalkan mereka.


Rachel mengejar mommy park dan berjalan Bersama, dengan Danien yang mengikuti dari belakang serta kedua suami istri yang menyusul.


Beberapa Maid membawa barang-barang yang akan di bawa ke asrama Aidyen, mereka sampai bingung makanan sebanyak ini seolah ingin memberi makan satu agensi.


Mereka mengunakan satu mobil Rent Mercedes-Benz vito jenis Limonsin, ya karena sangat cukup untuk mereka berenam dengan satu sopir dan beberapa mobil pengawal yang banyak menyamar agar pihak musuh terkecoh, bahkan ada yang naik taksi. (emang ya,terlalu mendalami peran.🤦‍♀️).


Perjalanan terbilang aman dan lumayan jauh menurut mereka karena memakan waktu sekitar 2 jam lamanya, tapi itu tidak membuat mereka Lelah karena mobil yang mereka gunakan sangat nyaman.


Sedari pagi, baik Reivant maupun Danien entah menunjukan sesuatu yang berbeda, apa yang akan terjadi yang jelas mereka berdua merasakan perasaan yang tidak nyaman.


"Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa pikiranku tak bisa konsetrasi seperti ini."Pikir Reivant


"ada apa dengan perasaan ini"- Danien


"Rei, ada apa?."Tanya Shera yang melihat suaminya, ada yang berbeda dengan suaminya hari ini.


"Entahlah, aku merasakan perasaan tidak enak."Ujar Reivant akhirnya pada istri kecilnya itu.


"Mungkin karena kamu kurang tidur Rei, istirahatlah."Ujar Shera sambil mengelus lembut wajah suaminya, karena posisi mereka berdua duduk di kursi belakang.


"Dan, istirahatlah."Ujar Ny.Park yang melihat anak keduanya itu tampak sibuk dengan benda-benda persegi miliknya.


"Danien sudah cukup istirahat tadi mom."Jawab Danien lembut pada mommynya.


"Hei lihat wajah tampanmu sudah lusuh begitu, wanita akan lari menghindar melihat mu."Ujar Ny.Park lagi dengan nada candaan.


"Mom biar begini juga, malah semakin banyak yang menganggumi anakmu ini."Ujar Danien dengan Pede tingkat tingginya.


"Ck, dasar, ya anak mommy memang tampan."Ujar Ny.Park tiba bisa membalas kenarsisan anaknya itu, hingga membuat Rachel Tersenyum dalam diam karena ia juga salah satu dari penganggum Danien.


Karena sedari tadi baby kecil itu sibuk dengan permainannya yang di bawakan tadi, karena ia duduk sendiri di carseat yang ada di mobil tersebut, yang lebih tepatnya di siapkan oleh pak Agus sopir Reivant.


"Cucu nana haus ya?."Tanya Ny.Park pada cucunya, yang dibalas tatapan mata bulat mengemas itu, membuat Rachel dan Danien yang kebetulan melihat ponaannya gemas.


"Shera dimana tas makanan baby?."Tanya Ny.Park pada anak mantunya.


"Ini Mom,,"Ujar Shera, dan memberikan pada Danien yang duduk di depan mereka, karena Ny.Park dan Rachel serta Baby duduk berhadapan dengan mereka.


"Sebentar lagi kita sampai."Ujar Danien karena ia sudah mencari alamat asrama tempat adiknya berada dan kedatangan mereka ini tidak memberi tahukan pada Aidyen,ceritanya ingin memberikan kejutan pada bungsu Park.


"Dan, perintahkan pada pengawal untuk tidak terlalu terlihat saat disana."Ujar Reivant pada adiknya itu.


"Baik kak."Jawab Danien langsung menelpon pengawal kepercayaan mereka.


"Apa yang kamu pikirkan,sayang."Ujar Reivant yang melihat Shera tampak menatap keluar.


"Tidak ada Rei,,"Jawab Shera


"Apakah kamu tidak bisa terbuka dengan suamimu ini,Ra."Ujar Reivant menatap ke dalam mata istrinya.


"Aku hanya merindukan mami dan Daddy."Ujar nya Jujur


Reivant menarik Shera yang duduk di sampingnya merangkulnya dan membelai lembut rambutnya.(ya ampun papa mama nie gak ingat anak)


Hanya itu yang bisa ia berikan pada istrinya, menguatkannya.


"Apa kamu tidak lihat betapa lucunya anak kita."Ujar Reivant untuk melihat betapa lahapnya bayi cantik saat meminum susunya.


"Kamu dan baby adalah hadiah terindah untuk ku Rei."Ujar Shera yang tetap menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Apa kamu tidak ingin memberikan adik untuk Baby cantik kita."Goda Reivant sambil tersenyum, dan Shera hanya mencubit perut kekar suaminya.


"Kamu tahu Rei, apa yang membuat aku merindukan mami dan daddy, karena kami dulu juga setiap akhir pekan akan keluar kota dan melewati jalan seperti ini."Ujar Shera mengenang masa kecilnya


Ya karena sekarang jalan yang mereka lewati adalah jalanan pedesaan yang masih asri dan nyaman, karena letak dari asrama dan Agensi tempat Aidyen berada bukan di tengah kota yang padat tapi di sebuah daerah yang sangat asri dan sejuk, alasannya agar anak-anak merasakan kedamaian.


Mungkin sebagian orang berpikir mengapa membangun sebuah perusahaan hiburan di sebuah pedesaan. Tapi, untuk Tn.Orlando pemilik dari AGY Enterteiment memilih untuk memindahkan agensi tersebut ke sebuah pedesaan yang asri. Padahal sebenarnya jarak itu tidak lah jauh hanya memakan Waktu 2 jam atau paling telat 3 jam.


Dan membuatnya lebih besar lagi itu banyak pertimbangan dan lagi Park Company adalah salah satu penanam saham terbesar di Agency itu selain Tn.Orlando itu sendiri.


"Pemandangan disini sangat sejuk."Ujar Rachel yang ikut melihat sekitar jalan yang mereka lewati pepohonan yang rindang, petakan sawah yang indah dan anak-anak yang bermain dengan bebasnya.


"Rei, sepertinya mommy ingin punya satu villa disini."Ujar Ny.Park pada putra sulungnya itu.


"Apa Mommy belum tahu, kak? jika kita punya satu villa disini."Tanya Danien pada kakaknya.


"Jadi kalian punya villa di daerah sini?."Tanya Ny.Park karena putra-putranya tak pernah memberitahukan tentang aset mereka,yang ia tahu ya ada.


"Iya Mom, Villa itu sedikit lagi rampung di bangun."Ujar Reivant.


dan sebenarnya Villa itu untuk hadiah pernikahan Mommy dan Daddy mereka, sebagai anak yang berbakti mereka ingin membahagiakan orang tua mereka di hari tuannya.


TBC.