
Keluarga besar Park beserta kakek Aharon dan kakek Wilson serta Paman Billy, sekarang dalam perjalanan menuju Michael Hospital, dengan Michael serta Harld yang ikut Bersama Danien dan Brandon, sedangkan Aidyen satu mobil dengan Reivant, Shera dan anak-anak, mereka mengunakan mobil yang berbeda tentunya.
"Kak, apa yang terjadi?."Tanya Michael yang begitu penasaran. Sebenarnya apa yang terjadi kenapa mereka menutupinya.
"Nanti juga kamu akan tahu."Jawab Danien yang masih tetap Fokus pada Ipadnya.
Sedangkan Brandon sibuk menyetir karena mereka tidak membawa sopir. Beda dengan mobil yang di tumpangi oleh Tuan Park beserta kedua kakek dan paman Billy.
"Kak Kai dimana kak, dari tadi aku tak melihatnya?."Tanya Harld yang mulai menyadari keadaan.
"Nah nanti juga kamu akan tahu."Jawab Danien lagi membuat kedua manusia gamers itu merasa gemas sendiri dengan jawaban kakak mereka itu.
Di atas motor Sport milik Danien tentunya, Rachel memacu kuda besi itu dengan kecepatan sedang, ya tadi ia meminjam pada Danien agar sampai lebih cepat katanya, tadi sebenarnya Danien menawarkan untuk mengantarkannya terlebih dahulu dan di tolak oleh Rachel dengan berbagai alasan yang masuk akal tentunya.
"Wah akhirnya aku menikmati kuda besi lagi."Gumam Rachel dengan senyum manis di balik Helm full face tersebut, ia keasyikan dengan motor sport milik Danien dan juga ia mengunakan jaket kulit milik lelaki itu.
**FlashBack on**
"Dan, aku bisa pinjam motor mu yang semalam, boleh gak?"Tanya Rachel dengan senyum manisnya.
"Untuk apa?."Tanya Danien singkat, ia sempat terpanah dengan senyuman dari wanita itu.
"Aku ingin ke markas King."Jawab Rachel singkat.
"Kenapa tidak mengunakan mobil saja, motor berbahaya."Ujar Danien penasaran kenapa wanita itu lebih memilih pakai motor.
"Biar lebih cepat sampai, dan terhindar dari kemacetan."Jawab Rachel lagi dengan singkat
"Ayolah, aku takkan merusak motormu."Ujar nya lagi dengan wajah memelas dan memohon pada Danien.
"Motor rawan kecelakaan, Chell."Jawab Danien dengan lembut entah kenapa ia tidak pernah bisa menolak permintaan ibu dari Axell itu.
"Baiklah, pakai lah sesuka mu, intinya kamu jangan sampai terluka."Ujar Danien mengalah saat melihat wajah polos wanita itu.
"Ok, thanks suami virtualku."Balas Rachel dan berlalu menuju lemari tempat penyimpanan kunci motor milik Danien,. ia sudah tahu dimana letak kunci motor dan juga mobil di Mansion tersebut jadi tak masalah untuknya.
Danien hanya tersenyum saja melihat tingkah ibu satu anak itu, entah ia juga tak tahu dan belum menyadari perasaannya tersebut.
**FlashBack Off**
**Michael Hospital**
Tiga mobil masuk ke pelataran rumah sakit dan langsung menuju parkiran bawah yang di khususkan untuk parkiran keluarga Park tentunya, untuk hari ini mereka langsung menuju parkiran khusus karena menghindar wartawan serta musuh-musuh mungkin.
Tuan Park beserta kedua kakek dan paman Billy sudah keluar terlebih dahulu dan berjalan menuju lift khusus untuk mengantarkan mereka ke ruangan Kai tentunya.
Tak lama di susul oleh Reivant, Shera dan Aidyen yang mengendong Baby Carli serta Axell yang di gandeng oleh Reivant berjalan menuju Lift satunya.
Disana terdapat dua Lift yang bisa di gunakan untuk menuju ruangan VVIP dan Ruangan Dr.Diky, tujuan Reivant mereka menuju Ruangan Dr.Diky karena ingin memeriksa gigi kedua anak mereka itu, anak mereka kan Axell anak menantu kesayangan. wkwkwkwkw.
"Den, main yuk."Celoteh baby Carli
"Iya nanti Baby main, kita periksa gigi dulu ya."Ujar Aidyen dan mencium pipi gembil ponakannya itu.
Ia melihat keponaan nya itu semakin cantik dan lincah, berapa lama ia di asrama hingga tidak mengikuti perkembangan ponaan cantiknya itu.
"Main sama Ell."Oceh Baby Carli lagi
Axell yang berjalan bersama Reivant tampak menoleh dan tersenyum saat mendengar namanya di sebut oleh boneka kecilnya itu, Shera menatap gemas pada kedua anak itu.
Dr.Diky sudah menghubungi Dr.Gigi yang akan memeriksa kedua cucunya, ia selalu mencari dokter yang kompeten dalam bekerja dan ia mempercayakan pada salah satu Dokter gigi terbaik di Michael Hospital.
Sekarang Tuan Park dan kedua kakek serta paman Billy sudah berada di ruangan Kai, disana tampak Kai sudah sadar.
Mereka menghembuskan napas lega karena Chaiden sudah sadar dan saat ini ia sedang bercanda dengan Arthur, walaupun pergerakan dan perkataannya masih di batasi. Karena luka operasinya masih bisa terbuka jika ia melakukan pergerakan yang kuat.
"Syukurlah cucuku sudah sadar."Ujar Kakek Wilson sambil mengelus kepala Chaiden.
"Aku kuat kek. Bukankah aku tetap tampan."Balas Chaiden dengan tersenyum dan tetap narsis.
"Untung kamu masih sakit Kai."Ujar Paman Billy yang gemas dengan anak dari Saudara sekaligus partner kerjanya itu.
"Paman, aku kan salah satu tokoh Marvell. Kalau aku menjadi salah satu pemain Film Marvell, aku yakin akulah yang paling tampan."Balas Kai dengan senyuman jahilnya membuat mereka disana hanya mengeleng kan kepala, tanda tak habis pikir dengan tingkah konyol anak itu.
"Bagaimana perkembangannya Louis?."Tanya Kakek Aharon pada Dr.Louis anak buahnya tentunya.
"Kan, kakek gak percaya sama Kai sih."Ujar Chaiden narsis, Kakek Aharon hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat kenarsisan cucunya itu. Cucu lah karena mereka semua keluarga walaupun tak sedarah.
"Ck,, untung ada Arthur disini yang menemani Kakak, jadi kakak tidak sendiri." Jawab Arthur yang merasa terabaikan keberadaannya.
"Daddy bersyukur kamu baik-baik saja Kai."Ujar Tuan Park dengan haru, ia tahu dan yakin anak-anaknya kuat.
"Dad, bagaimana kak Rei?."Tanya Chaiden yang menanyakan keadaan kakaknya bukan memikirkan dirinya sendiri.
"Kakak mu baik-baik saja Kai, ia masih di ruangan Paman mu, karena ponaanmu periksa gigi hari ini."Ujar Tuan Park pada anaknya.
Tak berselang lama tampak keempat pemuda tampan memasuki ruang rawat itu, siapa lagi jika bukan Danien, Brandon serta kedua Gamers.
"Kak, apa yang terjadi dengan mu?."Ujar Michael sambil berlari ke arah kakak ketiganya.
"Kakak tidak kenapa-napa."Jawab Kai yang mendapatkan pelototan dari adiknya Arthur.
"Ck,, kalau tidak apa-apa, kenapa makannya masih harus Arthur suap." Protes Arthur yang tidak terima dengan pengakuan Sang Kakak dan membuat Chaiden tersenyum gemas melihat adik kelimanya yang sungguh bawel itu.
"Kakak tahu, sepanjang perjalanan Mike menanyakan kakak terus."Ujar Harld, mengadu mungkin lebih tepatnya seperti itu.
"Benarkah, wah adikku yang manis."Ujar Chaiden membuat Michael memutar bola matanya.
"Eh dimana, Ai?."Tanya Chaiden ia tak melihat adik bungsunya itu.
"Ada dengan kak Rei tadi, sepertinya ia mengikuti mereka ke ruangan paman Diky."Jawab Brandon
"Atau mungkin Ai butuh di periksa juga giginya." Ujar Arthur dengan wajah polosnya dan membuat Kedua manusia Gamers itu menertawainya.
Tampak disana Tuan Park, kedua kakek, paman Billy serta Ny.Park dan Dr.Louis di ruangan sebelah, berbicara entah apa, karena ruangan VVIP itu seperti satu apartement untuk mereka, karena besarnya.
Tak lama Reivant dan Aidyen datang, tak nampak Shera dan anak-anak karena mareka masih di ruangan Dr.Diky bersama Dr.Gigi yang di percayakan Diky untuk memeriksa gigi keluarga Park.
"Kai.."Panggil Reivant pada adik ketiganya itu.
"Ah kak Rei, kakak baik-baik saja kan?
"Ujar Chaiden dan menghawatirkan keadaan keadaan kakak pertamanya itu.
"Kamu ini, kakak menghawatirkan mu, kamu malah memikirkan kakak."Ujar Reivant sambil mengusak rambut berwarna milik Chaiden.
"Kak, rambut ku rusak jika kamu mengusaknya begitu, nanti aku tidak tampan lagi. Apakah kakak tahu dokter dan perawat disini sangat cantik-cantik, jadi aku harus menjaga ketampanan ku."Canda Chaiden dan mendapatkan jitakan maut dari Reivant, hingga membuat saudara yang lainya tertawa.
"Eh Ai, apa kamu baik-baik saja?."Tanya Chaiden saat melihat adik bungsunya itu.
"Kak, Ai baik kak, kakak yang gak baik."Ujar Aidyen gemas dengan tingkah kakak nya itu.
"Oh kakak mu ini juga baik-baik saja Ai, Lihatlah bukankah aku sangat sehat "Balas Chaiden tak mau kalah.
"Cepat sembuh dan ingat jangan bandel, tadi paman Diky bilang yang akan merawatmu salah satu Dokter terbaik di Rumah sakit ini."Ujar Reivant Panjang lebar..
"Semoga saja seorang Dr. wanita."Balas Chaiden senyum devilnya.
"Dih,,apa kak Kai sudah bosan menjombol?."Tanya Arthur dan membuat Kakaknya Chaiden menatap kesal.
"Mungkin saja!. Sungguh ketampanan yang sia-sia."Jawab Chaiden lagi dan membuat saudaranya tertawa dengan jawabannya itu.
TBC.
Holla,,, Welcome Back again di dunia Hallu ini. Apa kabar semuanya, Semoga selalu di dalam Lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dan selalu lancar Rejekinya. Terimakasih untuk Kakak-kakak pembaca yang selalu setia mendukung cerita Kami dan selalu setia menunggu kelanjutan cerita ini.
Dukung terus kami dengan cara Like,vote dan komentarnya yah.
Bagi kakak-kakak yang sedang menjalankan Ibadah Puasa, Selamat menjalankan ibadah Puasa dan selalu semangat yah.
Terimakasih.😊
ini saya kasih bonus deh.
sebagai ucapan maaf dari Kami Author yang jarang sekali meng-upload kelanjutan cerita ini.
jreng jrenggg....