PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
112. RR company



Di dalam mobil Shera tampak melihat sekeliling, ia merasa aman, dan lega karena sekarang masalah yang dulu ingin ia selesaikan sendiri ternyata tak segampang yang ia pikirkan selama ini, terlalu banyak pihak yang terkait dengan masalah kedua orang tuannya.


"Eko, apa kamu sudah memberikan berkas kepada suamiku?."Tanya Shera pada Eko


"Belum Kak., karena saya masih menunggu persetujuan dari kakak."Jawab Eko, jika mereka sendiri ia akan memanggil Ny.muda nya dengan sebutan kakak.


"Nanti bawalah berkas-berkas itu, karena itu adalah kepemilikan lahan dari panti asuhan."Ujar Shera


"dan juga USB itu berikan pada suamiku ya, kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan."Ujar Shera lagi dengan wajah sendu.


"Iya kak, nanti saya akan memberikan langsung pada Tn.Muda."Jawab Eko dan ia juga merasa sedih,karena bossnya ini sangat baik pada ia dan kedua orang tuanya.


Mobil yang di setir Eko berjalan dengan sedang menuju kediaman ketujuh putra Park dan satu mobil bodyguard yang setia mengawal dari belakang.


Tak berbeda jauh dengan Reivant dan Danien, mereka berdua sekarang dalam perjalanan menuju kantor Rayn sahabat kecilnya.


"Don, sepulang dari Panti, langsung ke kantor Rayn."Ujar Reivant todepoint saat panggilannya tersambung ke handphone adiknya itu.


",,,"


"Ya!." Ujar Reivant lagi dan mematikan sambungan telponnya.


"Kak, ternyata selama ini Eko lah yang membantu Shera untuk memantau panti Asuhan dan perusahaan AR itu."Ujar Danien.


Karena selama ini ia penasaran dengan orang yang dekat dengan Shera dan ia meretas email Shera dan ia mendapatkan fakta jika Eko sopir sekaligus anak dari pak Agus, sopir pribadi Reivant lah yang bersama Shera untuk memantau semua perkembangan panti dan perusahaan.


"Ya, makanya tadi kakak menyuruh Eko untuk datang ke tempat Rare."Jawab Reivant


"Jadi kakak sudah tahu sebelumnya?."Tanya Danien dan menatap kakaknya lekat.


"Shera pernah memberitahukan padaku, jika ia mempekerjakan Eko selama ini, makanya kakak ingin Eko datang dan mungkin ia bisa membantu kita."Ujar Reivant menjawab pertanyaan adiknya itu.


"Syukurlah setidaknya kita tahu siapa Eko, dia anak yang baik."Ujar Danien sambil mengangguk menanggapi perkataan kakaknya.


"Dan, kamu kirimkan alamat kantor Rayn pada Eko, supaya ia langsung kesini setelah mengantarkan Shera."Ujar Reivant dan menyuruh adiknya, untuk menelpon Eko sopir pribadi Shera sekarang.


Ya ia akan menyuruh Eko menjadi sopir pribadi Shera dan Baby Carli nantinya, Entahlah ia merasa tak nyaman jika harus mencari orang lagi, bukannya di rumah sopir sangat banyak.


"Oh ya Dan, bagaimana bapak-bapak yang kamu bawa itu, apa ia merasa aman selama ini?."Tanya Reivant pada Danien tentang pak tua yang Danien bawa tempo hari.


"Oh pak Arif kak, iya ia sangat bahagia, dan aku memberikan keamanan yang sangat ketat, karena pak Arif adalah saksi mata dari kasus Rouwnd selain Shera istrimu kak."Jawab Danien menjelaskan pada Reivant.


"Baiklah, ia akan keluar saat persidangan nanti, jadi jaga dengan ketat dan jangan membuat ia tak nyaman untuk tinggal di rumah."Ujar Reivant lagi


"Iya kak."Jawab Danien pasti


Mobil yang di tumpangi oleh kedua putra Park sudah tiba di lobby RR Company milik Raynaldi di kota B ini, dan perusahaan RR juga hanya setingkat di bawah Park Company jadi sangat mudah untuk menemukannya.


Reivant keluar terlebih dahulu yang di susul Danien dengan Ipad yang selalu setia di genggamannya, semua karyawan di perusahaan tersebut sangat kagum pada kedua pria Park itu, sungguh pemandangan yang indah di hari ini menurut mereka .(author gak ikut-ikutan.)


"Selamat Siang pak, ada yang bisa kami bantu?."Ujar salah satu receptionis menyapa kedua tamu tampan di depan mereka itu.


"Apa sudah membuat janji, pak?"Tanya Receptionis itu kembali dengan sopan.


"Iya sudah." Jawab Danien singkat padat dan jelas.


Jangan tanya di mana Reivant, dia ada disana hanya ia tak mau ambil pusing, sebenarnya mereka bisa saja langsung. Tapi, Reivant ingin melihat kantor sahabat kecilnya itu, jadi mereka mengikuti semua prosedurnya dengan damai.


"Baik pak, jika begitu teman saya akan mengantarkan bapak berdua ke ruangan Pak Ryan."Ujar Receptionis tersebut sambil mempersilahkan temannya dan kedua tamu atasannya untuk menuju ke ruangan Raynaldi.


"Mari pak."Ujar salah satu Receptionis kedua yang akan mengantarkan kedua tamu itu.


Itulah prosedur yang ada di kantor ini, mereka akan mengantarkan tamu mereka hingga ke meja sekertaris atasannya, dan juga salah satu receptionisnya sudah harus memberitahukan kedatangan tamu - tamu itu pada sekertaris atasannya agar tidak terjadi kesalahan.


"Selamat Siang bu, saya mengantarkan tamu pak Rayn."Ujar Receptionis yang mengantarkan kedua putra park tersebut, pada seorang wanita muda yang terbilang cantik.


"Selamat siang pak Reivant dan pak Danien."Sapa Sekretaris Rayn dengan sopan dan sedikit senyum mengoda yang di tujukan pada Danien. Dia sudah tahu karena tadi Atasannya Rayn sudah mengatakan padanya.


Danien hanya menatap sekilas pada sekertaris Rayn tersebut, menurutnya masih cantikan Rachel yang di padukan dengan keanggunan yang sangat mempesona, hingga ia tersadar saat pikirannya sedikit bermasalah menurutnya.( ups babang Danien kangen Rachel ya, hayo ngaku).


"Terima kasih, kamu bisa kembali ke tempatmu."Ujar Sekertaris Rayn pada receptionisnya itu dan receptionisnya tersebut pamit undur diri.


Tok,,tok.


Sekertaris Rayn mengetuk pintu dan tak berselang lama muncul Harld yang membukakan pintunya dengan wajah datarnya, karena sejujurnya ia tidak menyukai sekertaris kakaknya tersebut.


"Siang Harld."Sapa Reivant saat pintu terbuka dan dengan manis Harld menyambut kedua kakaknya itu dengan senyum yang tadi tak Nampak saat sekertarisnya yang bebicara.


"Siang kak, ayo masuk."Ujar Harld dan menyuruh Rievant dan Danien masuk, serta menutup pintunya tanpa melihat kehadiran Skertaris kakaknya yang masih berdiri tertegun di muka pintu karena baru hari ini ia melihat adik dari atasannya itu tersenyum.


"Rare, apakah tak ada penyambutan special untuk sahabatmu ini?."Tanya Reivant saat kakinya masuk ke ruang kerja Rayn.


"Apa aku harus mengulang untuk menyambutmu, dengan tarian dan nyanyian?."Jawab Rare/Rayn yang membuat Reivant berdecih tak suka dengan ide konyol sahabatnya itu.


"Kak, apa Mike tidak ikut?."Tanya Harld pada Danien setelah mereka mendudukan diri di sofa.


"Tadi sepertinya ia mau ikut, tapi karena kak Rei mengatakan kamu pasti kerja, jadi ia mengurungkan niatnya."Jawab Danien


"Yah, sebenarnya aku ingin menujukan game buatanku."Ujar Harld dengan sedih


"Hei jangan sedih, nanti datanglah ke rumah, ajak kak Rayn dan baby Axell."Ujar Danien pada Harld


"Ya kak, nanti aku akan mengajak kak Yue juga."Ujar Harl senang, Danien terdiam saat Harld mengatakan akan membawa Rachel juga, entahlah apa yang di pikirkan oleh putra kedua Park itu.


"Dan, apa kamu sudah mengirimkan alamat disini pada Eko?."Tanya Reivant sambil berjalan menuju sofa, setelah ia puas menjelajahi ruangan Rayn dan melihat anterior ruangan itu, dan ia juga melihat foto masa kecil mereka yang di taruh Rayn di atas meja kerjanya.


"Sudah kak, Eko dalam perjalanan menuju kesini."Jawab Danien dan menatap Ipadnya.


"Oh baiklah."Jawab Reivant setelah itu ia sibuk dengan ponselnya karena istrinya mengirimkan pesan jika ia sudah tiba di rumah.


TBC.