PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
130. Michael Hospital



Sebenarnya anak buah Rouwnd dan Gavin sangat banyak yang sudah di persiapkan oleh mereka berdua,tapi sudah di lumpuhkan oleh Rayn dan anak buahnya serta Rachel dan Chaiden.


Sekarang tinggal menunggu Rachel dan Chaiden yang dengan santai menembakan pistol bius pada beberapa anak buah Rouwnd, tidak semua mereka bunuh ada yang hanya di bius saja, karena mereka juga masih manusia yang punya rasa kasihan, walaupun mereka terkadang mematahkan sebagian anggota tubuh dari musuh mereka itu. (Sadesss)


****


Gavin membuang pistolnya entah kemana, begitu juga dengan Rayn yang mengeluarkan pistolnya dari balik jas nya, Rayn malah mengunakan jas lengkap hanya sepatunya saja yang mengunakan sepatu Cats. Entah style apa yang di adaptasi oleh ketua mafia itu, suka-suka dialah.


"Baiklah, tapi jangan sampai menyentuh jas ku yang mahal ini. Ini sangat mahal."Ujar Rayn dengan sedikit melentikan jari kelingkingnya merapikan jasnya. (nah ini gimana ceritanya dah, mau berkelahi tapi jasnya gak boleh Kotor, yang benar saja RaRe🙄).


Reivant hanya bisa berdecak melihat tingkah konyol sahabat kecilnya, sedangkan Aidyen hanya memutar matanya malas, dan Ir hanya bisa meratapi nasib, ia bingung bisa mempunyai boss yang agak gila menurutnya.


"Terserah."Balas Gavin, sepertinya ia sedikit menyesal menerima tantangan manusia gila di depannya itu. (menurutnya)


Mereka saling menyerang entahlah apa yang mereka lakukan, kalian bisa membayangkan sendiri saling menyerang, saling menjatuhkan dengan Rayn yang selalu memperhatikan pakaiannya, ck.


Akhirnya Gavin tumbang dengan sangat mengenaskan walaupun tidak patah tulang karena Rayn tidak ingin melakukan itu, karena disini Gavin juga korban Rouwnd, tapi mereka hanya ingin memberi pelajaran sedikit pada anak itu.


Sedangkan Rayn Nampak memasang wajah yang tidak bersahabat karena jas yang ia kenakan akhirnya terkena noda darah dari luka Gavin.


Membuat ia menatap Gavin seakan mau di terkam, sedangkan Gavin hanya menatap nanar pada Rayn. Karena ia tak menyangka jika lelaki di depannya itu sangat hebat, ia berharap kedepannya takkan menyingung lelaki itu.


"Siapa kamu?." Tanya Rounwd, karena ia heran lelaki yang tak ia kenal itu mampu mengalahkan seorang yang sangat hebat yang ia percaya yaitu tangan kanannya dan sekarang Gavin yang selama ini juga menjadi seorang terkuat di pihaknya.


"Ululu, paman Rouwnd sudah melupakan ku rupanya, aku jadi sangat sedih."Balas Rayn dengan nada sedikit menjengkelkan untuk yang mendengarnya.


"Baiklah perkenalkan namaku...",Ujar Rayn yang terpotong karena panggilan Rachel.


"Kakak, kenapa hanya sedikit menyisakan bagian untuk kami."Ujarnya dengan wajah berengut yang baru saja datang, sedangkan Chaiden masih belum masuk entah apa yang di lakukan anak itu.


"Hei siapa lagi kamu?."Ujar Rouwnd, karena disini Rachel mengunakan topeng setengah wajah, sehingga Rouwnd tak mengenalnya.


"Oh ini adikku, paman."Jawab Rayn dengan santai


"Hehe maaf, kakak sedikit khilaf, dan keasyikan bermain, jadi sedikit lupa untukmu."Ujar Rayn lagi tanpa rasa bersalah.


"Terserah kalian yang penting map ini sudah di tangan ku,,"Ujar Rouwnd


Dan tanpa ada yang menyadari jika Rouwnd menyuruh tangan kanan nya menembak Reivant karena targetnya yaitu Reivant entahlah, dan Reivant juga tak menyadari karena ia juga pas melihat ke arah datangnya Rachel, ia bingung adiknya tak ada. hingga


Dorr,, bunyi peluru yang terlontar dari induknya dan itu mengarah pada Reivant yang tepat sasaran yaitu jantung, jika tidak di tahan oleh Chaiden yang datang dan langsung berlari memeluk kakak pertamannya itu,  peluru itu menembus punggung kanan Chaiden.


Dengan cepat Rachel menembakkan pistol bius ke arah tangan kanan Rouwnd dan juga Rouwnd.


"Apa kamu juga ingin merasakan peluru bius ini, Vin?."Tanya Rachel pada Gavin yang menatap tak berdaya pada dua manusia yang langsung pingsan terkena bius. Entah bius jenis apa yang di gunakan oleh mereka, hanya mereka yang tahu. (author kagak tahu karena author hanya mengarang)hahaha.


"Tidak, terima kasih."Jawab Gavin dan ia melihat keadaan dari pria yang tadi memeluk Reivant, ia tidak tahu jika pria muda itu adik kandung dari Reivant.


****


"Kai,," Teriak Reivant yang tak menyangka jika adiknya yang menjadikan dirinya tameng untuk kakaknya.


"Kakak, kakak tidak apa-apakan."Ujar Chaiden masih dengan senyum, padahal sebenarnya ia sudah merasakan penglihatannya mulai gelap.


"Kakak..."Ujar Aidyen yang juga Shock dengan kejadian mendadak itu dan air matanya mengalir karena ia melihat sediri kakaknya tertembak.


"Tenanglah, mobil sudah menuju kesini." Ujar Rayn yang juga tak menyangka dengan kejadian itu.


"Rayn, Kai...Kai ia terluka karena ku."Ujar Reivant antara menyesal karena adiknya terluka, padalah tadi ia sudah berjanji pada mommynya agar tak ada yang terluka di antara mereka.


"Tenanglah Kai akan baik-baik saja, jika Kai tidak memeluk mu, yang pasti kamu langsung mati tadi, Vant."Balas Rayn dan berusaha menenangkan Reivant.


Sedangkan Rachel hanya menatap nanar dengan adik tengilnya itu yang sudah pucat wajahnya karena hampir kehilangan banyak darah.


Tak berapa lama, beberapa mobil masuk, dan Reivant langsung mengendong adikknya menuju ke mobil untuk mendapatkan pertolongan pertama.


Sebenarnya mereka tadi juga menyiapkan mobil yang menyerupai ambulance milik King, yang mana ada seorang anggota mafia kepercayaan Rayn dan juga berprofesi sebagai seorang dokter yaitu Louis Hilard, yang mana nama itu di berikan oleh Rayn dengan marga yang di ambil dari nama ibu kandung Rayn sendiri, dan ia juga yang menyekolahkan Louis hingga menjadi dokter.


"Louis, berikan pertolongan pertama pada adikku ini."Ujar Rayn pada dokter muda itu.


"Baik kak."Jawab Louis dan langsung memasangkan infus dan juga tranfusi pada kedua tangan Chaiden, ia bekerja sendiri tapi tidak di ragukan karena ia sudah terlatih menangani pasien dengan luka tembak.


Sebenarnya ia juga bisa mengoperasi tapi karena persediaan peralatan tidak mendukung hingga ia hanya melakukan pertolongan pertama.


Sedangkan Rouwnd, Gavin DKK sudah di bawa dengan mobil lain menuju markas King terdahulu hingga mereka sadar baru mereka akan mengirimkan Rouwnd ke kantor polisi.


Sudah prosedur mereka melakukan hal seperti itu. Tak ada yang salah mereka melangar toh mereka lebih becus menyelesaikan kasus ini daripada para apparat-aparat itu yang selalu mendengar apa yang pemimpin mereka katakan.


Sedangkan, Mafia mereka bekerja dengan apa yang menurut mereka salah ya salah tidak ada ampunan ataupun sogokan, itupun jika iman mereka kuat. hehehe


"Kak, apa Ai bisa ikut ke rumah sakit?."Tanya Aidyen dengan wajah memelas ia ingin memastikan kakaknya Kai itu selamat.


"Baiklah."Jawab Reivant karena ia juga tidak ingin adikknya itu di culik lagi. Reivant merangkul adiknya Aidyen dan membawa adik bungsunya itu kedalam ke pelukannya, Reivant ingin menenangkan adiknya yang tampak gemetar ketakutan.


"Semua akan baik-baik saja, Ai. Percayalah Kakakmu Kai akan baik-baik saja." Ujar Reivant pelan dan menenangkan adik bungsunya itu, yang di balas anggukan dari anak bungsu keluarga Park itu.


Mereka berempat masuk mobil, dan mobil-mobil itu beranjak meninggalkan arena pacuan kuda tersebut begitu juga dengan mobil yang membawa Chaiden dengan Louis yang selalu memperhatikan keadaan Chaiden.


Nah pasti ada yang bingung bagaimana tadi dokter memasangkan tranfusi, golongan darah Chaiden paling gampang yaitu O begitu juga Aidyen, berbeda dengan Reivant yang mempunyai golongan darah A.


****


Perjalanan yang lumayan lancar dan sekarang mereka sudah berada di depan IGD Michael Hospital dengan beberapa perawat dan Dokter yang sudah siap siaga.


Karena, tadi Reivant menelpon pamannya serta mengabarkan jika Chaiden terluka hingga membuat Paman Diky terkejut dan ia langsung menurunkan tim yang sangat berpengalaman untuk menangani ponaannya itu.


Ia tidak ingin terjadi apa-apa pada salah satu ponaan itu, dulu ia hampir kehilangan Reivant dan sekarang ia juga menghadapi hal yang sama.


Chaiden langsung di baringkan di brangkar dan di dorongkan langsung ke ruangan operasi karena peluru masih bersarang di punggungnya, setelah tadi sudah di lakukan pemeriksaan, dan juga tadi Louis sudah menjelaskan pada mereka penanganan yang tadi ia sudah berikan hingga mereka mengerti dan memutuskan langsung melakukan operasi.


TBC.


Bagaimana keadaan paman ketiga Baby Carli, kita tunggu saja di chapter berikutnya.


Hallo kakak pembaca semuanya, maaf karena baru Up lagi karena beberapa halangan dan rintangan di dunia Real yang membutuhkan pikiran jadinya Princess Daddy's sedikit terkedala, tapi kita tidak hiatus kok, tapi karena memang Noona Author lagi banyak pekerjaan yang harus di selesaikan, maafkan jika ceritanya kurang menarik, hehehe sekian dan terima Saham.