
Tadi Reivant sebelum mereka kembali ke Kota B, Reivant menyempatkan diir untuk menelpon Mr.Billy untuk membicarakan tentang kerja sama mereka.
Dia mengatakan jika ia tidak bisa bertemu sekarang, mereka harus pulang, karena ada urusan mendadak, dan di sambut baik oleh Mr.Billy, dan mengatakan masih ada waktu mereka untuk bertemu. Tapi, untuk kerja samanya sudah terjalin.
Sekarang Reivant dan Danien sudah di dalam Jet Pribadi mereka untuk pulang ke kota B, kota asal mereka, karena hal yang tadi mereka lihat di kamera yang ada di mobil yang di gunakan oleh kedua adik mereka.
"Kak, sepertinya ini awal yang akan berlanjut."Ujar Danien memecahkan kesunyian di antara mereka
"Hm,,aku tidak tahu siapa mereka, tapi jika kakak telaah lagi sepertinya ini ada sangkut pautnya dengan kecelakaan yang menimpa orang tua mu,Dan."Jawab Reivant
"Terus, apa yang akan kita lakukan kak??".Tanya Danien dengan raut wajah yang bisa di katakan sedih jika ia memikirkan kematian tak wajar kedua orang tuanya, yang sebenarnya sasaran Utama dari pembunuh bukan kedua orang tua Danien.
"Untuk sekarang kita ikuti permainan mereka dulu, aku salut dengan kedua adikku itu. Mereka benar-benar partner yang cocok dalam hal ini."Ujar Reivant
"Ya, mereka benar-benar partner kerja yang pas."Ujar Danien, Karena tadi mereka melihat apa yang terjadi, apalagi dengan tingkah Michael yang sangat menikmati setiap serangan yang ia lakukan.
"hm.." Reivant hanya bergumam, ia masih memikirkan siapa musuh mereka, dan apa tujuan dari semua ini. Sepertinya saat pulang nanti ia akan berbicara pada Daddy dan serta adik-adiknya.
Perjalanan yang memakan waktu 8 jam sunggu membuat Reivant tak tenang, akhirnya mereka sampai dan langsung di sambut oleh beberapa bodyguard nya,tak berselang lama Brandon muncul di belakang.
"Kak kenapa pulang??."Tanya Brandon dan berjalan menghampiri kedua kakaknya,
"Bukannya nanti lusa baru pulang?."lanjutnya lagi,
"Ternyata benar yang di katakan kak Kai." pikirnya lagi.
"Hm,,ceritakan pada kakak, apa yang terjadi."ujar Reivant tanpa menjawab pertanyaan adiknya itu
"Maaf kak, tadi Brandon benar-benar panik, makanya saat kakak menelpon tidak langsung bicara."Ujar Brandon sedikit gugup, karena ia tahu kakaknya jika sudah marah.
"Dan untungnya kedua manusia itu aman, serta memberikan mu kejutan." Ujar Reivant dengan sedikit senyuman yang sangat tipis.
"Maaf kak, Brandon belum bisa menjaga keluarga kita dengan baik."Ujar Brandon merasa bersalah. Setelah tadi ia menceritakan apa yang terjadi.
"Hei, itu bukan salah mu Don, tapi ini memang sudah saat nya mereka melakukan aksinya, dan kita harus berhati-hati mulai sekarang, dan bersiap dengan semua keadaan yang akan terjadi kedepannya."Ujar Danien menjelaskan pada adiknya itu.
"Oh ya kak, bukannya hari senin ini, kita akan melakukan janji temu dengan kakak ipar."Tanya Danien teringat pada tugas mereka itu.
"Ya, buatkan naskah yang bagus untuk Amel." Ujar Reivant menjawab pertanyaan adiknya itu.
Sekarang mereka sudah di dalam mobil menuju kediaman mereka, Mansion ketujuh putra Park.
Ini adalah Mansion yang sedikit tersembunyi karena berada di sebuah perhutaan buatan yang sudah lama di buat oleh Tn.Park.
Walaupun mansion itu masuk dalam komplek hunian mewah juga, sedikit Berbeda dengan Mansion Utama yang sudah sangat terekspos.
"Hm,,baik kak." Jawab Danien
"Kak, aku sudah mendapatkan tentang pemilik Panti Asuhan itu."Ujar Brandon yang teringat akan panti asuhan yang mereka kunjungi beberapa hari yang lalu.
"Menurut tetangga yang ada di sekitar panti, pemiliknya selalu di panggil Tn dan Ny. AR. Tapi, sekarang panti itu di urus oleh orang kepercayaan Tn.Ar yang bernama Ferdinan."Lanjutnya lagi
"Tn.AR??." Gumam Reivant seperti mengingat sesuatu
"Bukan kah namanya terdengar Familiar kak, seperti sama dengan perusahaan dari Mr.Billy."Ujar Danien yang membuat Reivant menatap nya seakan berkata ya benar.
"Iya,,kakak merasa nama mereka sama. "Jawab Reivant
"Apa hanya kebetulan saja."lanjutnya lagi sambil berpikir,
"Terus,bagaimana perkembangannya, apakah ada informasi lainnya lagi?."Tanya Reivant pada adiknya Brandon
"Hm,,kami sudah memberikan donasi itu, atas nama perusahaan yang di kota M, hanya inisial saja."Ujar Brandon
"Karena, jika di lihat-lihat, orang yang bernama ferdinan itu tidak bisa di percaya."Lanjutnya lagi
"Ya, lakukan dan selidiki lagi lebih dalam, dan ambil alih semua yang menurutmu itu benar, demi kebaikan anak-anak yang tinggal disana."Ujar Reivant memberikan kepercayaan pada adiknya
"Baik kak."jawab Brandon
"Bagaimana perkembangan perusahaan di kota M??".Tanya Reivant
"Sudah di tangani langsung oleh Arthur kak, dan sudah hampir selesai."Jawab Brandon
"Hm,,bereskan semua yang mencurigakan, kakak tidak mau itu menjadi boomerang kedepannya."Ujar Reivant
"Dan, besok kamu di rumah saja, lakukan tugasmu."Ujar Reivant pada adik keduanya
"Baik kak!!."Jawab Danien, karena ia tahu apa tugasnya, yaitu mencari tahu tentang penyerangan itu dan membuat naskah untuk Amel.
Akhirnya mereka sampai di mansion indah itu, Reivant dengan cepat turun dari mobil dan sedikit mempercepat jalannya untuk melihat putri kecilnya dan ketiga adik-adiknya.
"Malam!!."Sapa Danien yang berjalan tepat di samping kakaknya, dengan Brandon yang masih di belakang sibuk dengan ponsel pintarnya.
"Malam,,kalian kenapa sudah pulang??." Tanya Ny. Park saat melihat kedua putra sulungnya
"Iya Mom, kami menghawatirkan kalian."Ujar Danien dan menatap kedua adiknya yang tampaknya tidak merespon kedatangan mereka dan tampak sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Reivant langsung berjalan ke arah ketiga manusia yang duduk di Math, yang sedang asyik bermain, iya mereka adalah Michael, Aidyen dan Baby Carli yang berceloteh tiada henti.
Iya perlahan berjongkok di samping mereka, menatap mereka, entah apa yang ia pikirkan saat ini, yang jelas ia tak ingin hal buruk terjadi pada semua anggota keluarganya.
"Mike, apa ada yang terluka??."Tanya Reivant yang membuat Michael terkejut, sambil meneliti tubuh adiknya,karena ia sama sekali tak menyadari kehadiran kakak pertamanya itu, karena ia terlalu fokus pada gamenya.
Kenapa Reivant tidak menanyakan keadaan adiknya Chaiden, karena ia tahu Chaiden, tapi ia menyayangi mereka semua tanpa terkecuali.
"Kak Rei?."Ujar Michael,
"Wah tebakan kak Kai memang akurat, kakak pasti pulang dan sekarang berada di sini. Kak kai,seperti kakak cocok kalau menjadi cenayang."Lanjutnya lagi dengan senyum yang mengembang di kedua bibirnya dan menatap Chaiden yang hanya menanggapinya dengan senyum singkat.
Karena,Chaiden terlalu sangat-sangat sibuk dengan dunianya dan kesibukannya.
Reivant mengusak kepala adik keenamnya itu dengan lembut, dan ia menarik adik bungsunya Aidyen dalam pelukannya, karena biar bagaimanapun, Aidyen adalah adik kandungnya, di tambah lagi, Aidyen masih tampak sedikit syok dengan kejadian tadi.
Baby Carli yang melihat papanya, langsung berdiri, berjalan ke arah papanya.
"Papa, alang-alaaang.." celotahan bayi mungil itu serta menarik baju Aidyen yang masih di peluk papanya.
"Den,,den,,papa,, den,,"Celotenya seolah berkata Den itu papa saya, dengan bibirnya yang manyun, sehingga membuat Reivant tersenyum, begitu juga semua orang yang ada disana.
Reivant mengangkat anaknya serta mencium bayi gembil itu.
"Papa tidak akan membiarkan kalian terluka."Gumamnya sambil terus menatap anaknya yang sangat ia sayangi.
"Untuk kedepannya, tidak ada lagi yang berjalan sendiri-sendiri."Ujar Reivant tiba-tiba membuat semua yang ada disana menatapnya, termasuk Daddynya, Sambil menuju sofa di ruang keluarga park itu.
"Mom, mulai besok pergi Bersama empat bodyguard, Chaiden, dan Aidyen juga."Ujar nya lagi dengan keputusan yang final tidak ada yang boleh menganggu gugatnya
"dan untuk mu Kai, mulai besok tidak membawa mobilmu sendiri lagi."Ujar Reivant lagi pada adiknya, yang di balas anggukan malas oleh Chaiden. Karena ia akan kehilangan kebebasan.
"Daddy dan mommy, mulai besok juga, harus mengunakan mobil yang ada di garasi koleksi mobil Rei."Ujarnya lagi. ya ini adalah meeting dadakan ala Reivant Park pada keluarganya.
"Baik lah Rei, Daddy rasa juga sebaiknya seperti itu, karena ini akan sangat berbahaya untuk beberapa hari kedepan, atau beberapa bulan, kita tidak akan tahu hingga kita bisa menangkap dalang dari penyerangan tadi siang."Ujar Tn.Park menyetujui perkataan anak sulungnya.
"Iya Dad, untuk sekarang biarlah Daddy dan mommy disini, untuk Mansion Utama biarkan dulu ada yang mengurusnya."Ujar Reivant mengusulkan agar Daddy dan mommynya menetap disini hingga masalah ini selesai.
"Itu yang mommy inginkan, supaya mommy bisa memantau cucu kesayangan mommy."Ujar Ny.Park dengan wajah ceria.
"Minggu ini, Rachel akan tinggal sementara disini hingga ulang tahun baby Carli, dan ia juga akan mendapatkan pengawalan yang ketat, Dan itu salah satu tugasmu."Ujar Reivant dan menegaskan pada Danien untuk menjaga Rachel dan Baby Axell.
"Baik kak, mereka akan aman,selama bersamaku."Ujar Danien lagi dan di angguk setuju oleh Reivant.
TBC.
Terima kasih atas dukungannya.
Terima kasih karena masih setia dengan cerita ini.
Dukung dan ikuti terus Ceritanya.
Jangan lupa like,vote dan dukungannya yah, kakak-kakak pembaca.
Dukung terus Baby Carlissa dan Daddy-daddy tampannya.
Terima Kasih😊