
Salah satu resepsionis tersebut mencoba menelpon ke sekertaris dari atasan mereka, entah mengapa mereka juga mengikuti kemauan wanita anggun depannya itu dan telpon tersambung.
"Siang bu, maaf dibawah ada tamu yang ingin bertemu dengan pak Reivant."Ujar Receptionis 1
",,,,,"
"Atas nama Ibu Shera Cristella."Jawab Reseptionis 1 itu lagi, ya nama itu yang di tulis Shera di buku Tamu.
",,,,,,"
"Baik bu!." jawabnya lagi dan sambungan telpon terputus.
"Ny.Shera di mohon tunggu sebentar."Ujar Receptionis 1,pada Shera dan Sharrena karena ia harus menunggu jawaban dari Sekertaris Pak Reivant.
Ya karena hari ini juga Reivant tidak ada jadwal penting jadi Shera beruntung.
******
Tok,,tok,,, bunyi pintu di ketuk
"Masuk."Suara Reivant mengintrupsi Agatha untuk masuk karena ia tahu pasti Agatha. Tapi,ada apa? bukannya hari ini ia tak ada jadwal, selain berkunjung ke kantor Rayn sahabat kecilnya.
Di sofa tampak Danien sibuk dengan Ipadnya, tadi setelah memeriksa proposal- proposal itu, ia langsung membawakan nya sendiri pada kakaknya. (adik yang baik,,hmm atau dia merindukan kakaknya😁.
"Ada apa,Tha??"Tanya Reivant yang melihat Agatha datang tanpa membawakan laporan ataupun sejenisnya.
"Ada tamu yang ingin bertemu dengan bapak."Ujar Agatha sedikit gugup karena ia takut atasannya marah.
"siapa, apa itu Stella?."Tanya Reivant, karena hanya Stella yang sangat dengan kurang kerjaan menganggu nya.
"Namanya Sh,,Shera pak, Shera siapa ya."Ujar Agatha sambil mengingat nama Panjang yang di sebutkan oleh Resepsionisnya.
Dan hal itu sukses membuat Reivant kaget, itu nama istrinya tapi ia sedikit ragu karena istrinya belum pernah datang ke kantornya.
"Iya pak,Shera Christella."Ujar Agatha dengan semangat saat ia mengingat nama lengkap wanita itu.
"Dimana dia??."Tanya Reivant dengan sedikit berteriak, karena Agatha sangat lambat menginfokan pada nya, itu istrinya, istri mungilnya.
Agatha sedikit kaget dengan respon yang di berikan oleh atasannya itu. (Dan sepertinya Agatha lupa nama yang barusan ia sebut atau karena ia gugup, jadi,jika ia telaan lagi nama itu, pasti ia akan tahu kalau itu adalah sahabat kecilnya dan kakak yang sangat ia sayang) tapi saying itu terlewatkan olehnya.
"Di Lobby pak."Jawab Agatha pelan
"Dan, ke lobby sekarang, jemput Shera di bawa."Ujar Reivant pada adiknya itu yang sedari tadi mendengar percakapan kakaknya dan Agatha sekertarisnya.
"Itu istri saya,Tha."Ujar Reivant akhirnya mencairkan suasana karena tadi ia sedikit membentak Sekertarisnya itu.
"Benarkah pak, maaf saya tidak tahu."Jawab Agatha jujur
"Iya tak apa-apa, kembali lah ke meja mu, nanti saya kenalkan kamu dengan istri saya, ibu dari gadis kecil yang biasa ku bawa kesini."Ujar Reivant,
"Baik pak, saya permisi dulu."Pamit Agatha
Setelah itu Reivant memakai Jas dan akan segera turun ke untuk menjemput Shera di lobby.
"Saya saja yang menjemput kakak ipar kak, karena ini demi keamanan kak shera juga."Ujar Danien yang melihat kakaknya sudah rapi.
"Ha, baiklah , sepertinya memang harus begitu."Jawab Reivant pasrah dan duduk kembali ke kursi kebesarannya.😂
Danien turun ke bawah mengunakan lift khusus dari ruangan kakaknya, hingga pintu lift terbuka, dengan jelas dia melihat kakak iparnya dengan seorang gadis muda di sampingnya.
Danien berjalan langsung menuju ke tempat kakak iparnya duduk, dan ia tak memperdulikan tatapan kagum dari karyawan wanita yang ada disana, dan ia juga melihat tatapan kagum, dari para pria yang menatap istri dari kakaknya, hingga ia berdecak.
"Kakak ipar."Sapa Danien saat sudah berdiri di hadapan dua wanita itu.
"Dan, ah maaf apa saya menganggu kalian?."Ujar Shera merasa bersalah tapi ia benar-benar merindukan suaminya.
"Ayo kak, kakak sudah menunggu di atas."Ujar Danien menyuruh Shera dan wanita di sampingnya itu mengikuti dia.
Danien berjalan menuju meja Receptionis dan dengan pelan dia berbicara pada kedua Receptionis tersebut dan di jawab anggukan kepala dari kedua wanita itu.
Akhirnya mereka tahu jika wanita yang bernama Shera adalah kakak dari Atasan mereka yang ada di depannya itu, syukurlah mereka memperlakukan setiap tamu dengan sopan selama ini.
"Kak, apa dia adikmu juga?."tanya Sharrena menujuk Danien yang berada di depan mereka, yang di balas anggukan dari Shera.
"Wah apa kakak tidak capek di kelilingi cogan, suami cogan, paman cogan dan adik-adik kakak juga cogan."Ujar Rena lagi dengan suara pelan dengan wajah kagum nya.
Shera hanya tersenyum menatap tingkah Rena itu, ya ia akui keluarga dari suaminya tampan-tampan dan sangat tampan.
Mereka menaiki lift khusus, hingga semua mata menatap ke arah mereka, ada yang bertanya siapa kedua wanita itu, ada juga yang kagum akan keanggunan Shera.
"Kak, kenapa tak mengabari kak Rei, jika akan datang?."Tanya Danien saat mereka di dalam lift.
"Kakak tak ada rencana kesini, hanya karena dari rumah sakit tadi Rena mengantarkan saya, dan saya meminta Dr.Sharrena mengantarkan ku kekantor saja."Jawab Shera Panjang lebar dan Sharrena mengangguk setuju, karena sebenarnya dia juga terlibat di dalam hal itu.
"Bagaimana hasilnya, kakak tidak sakit parah kan??."Tanya Danien lagi, ya walaupun ia anak yang cuek tapi jika menyangkut keluarga ia akan sangat memperhatikan, sama seperti kakaknya Reivant.
"Tak apa-apa, saya baik-baik saja."Jawab Shera,
"Oh ya, Dan kenalkan ini Dr.Sharren yang selalu Bersama saya di rumah sakit."Lanjut Shera lagi mengenalkan Rena, karena ia tidak mau Danien salah kira, karena membawa orang asing ke perusahaan.
"Rena, ini adik kedua dari suamiku, namanya Danien."Ujar Shera lagi pada Rena agar tidak ada kecanggungan, ya ia ingin semua saling bersaudara, apalagi ia sudah mengenal Rena sangat lama, sebelum ia mengenal Reivant,tentunya.
Sharrena adalah tipikal gadis yang lincah dan sangat mudah bergaul, tapi ia pemilih dalam berteman, dengan buktinya ia hanya bisa akrab dengan Shera, karena Shera adalah kakaknya yang sudah ia kenal sangat lama, sedangkan rekan-rekan yang lain ya ia sekedar berteman.
Akhirnya lift yang membawa mereka bertiga sampai di raungan Reivant, pintu Lift terbuka, Danien keluar terlebih dahulu di susul oleh Shera dan Sharren yang menatap takjub dengan bangunan ini, ya karena keluarganya masuk jajaran kelas menegah kebawah menurutnya.
"Tha,,kamu telpon pantry untuk mengantarkan Teh ya."Ujar Danien saat di depan meja Sekertaris kakaknya itu.
"Baik pak."Jawab Agatha, ya ia melihat kedua wanita yang mengikuti Danien mereka berdua tampak anggun tapi ia langsung mengenal istri dari atasannya.
"Mereka sangat mirip, tapi kenapa wajahnya seperti familiar."Gumamnya melihat wajah Shera dan juga karena baby Carly sangat mirip dengan wanita cantik itu.
Dalam ruangan Reivant tampak mondar-mandir menunggu kedatangan istri mungilnya itu, ia sampai berpikir kenapa Danien lama sekali, bukankah hanya turun ke bawah.
Hingga pintu Ruangannya terbuka menampilkan Danien yang tampak bingung melihat kakaknya itu
"Mana Shera??."Tanya Reivant tak sabar (ya ampun Vant kan tiap hari juga ketemu eh).
"Ada kak."Jawab Danien dengan melebarkan pintu supaya kakak iparnya itu bisa masuk.
"Ra masuk lah, suami mu sudah tak sabar to."Goda Danien dan berjalan menuju sofa tanpa memperdulikan siapapun lagi.
"Ayo Ren masuk."Ujar Shera mengandeng Rena, mereka berdua masuk di sambut senyum oleh Reivant ya tepatnya pada istri mungilnya itu.
"Kenapa tak mengabariku,sayang?."Tanya Reivant tak tahu tempat serta memeluk tubuh mungil istrinya.
"Sayang, kasian adik-adik."Ujar Shera yang melihat Rena memalingkan mukanya malu.
"Terima kasih Rena, sudah mengantarkan istri ku kesini."Ujar Reivant tahu untuk berterima kasih.
"Tidak apa-apa Pak, kak Shera adalah kakak saya jadi saya senang bisa membantunya."Jawab Rena yang berjalan menuju sofa di depan Danien dan mendudukan dirinya di sana.
Tanpa ada yang menyuruhnya, tahu kan Rena akan nyaman jika lingkungan sekitar juga aman.
Danien hanya menatap sepintas pada Rena yang di balas senyuman dari Sharren, ya ia menganggumi cogan tapi bukan berarti ia menyukainya. Tapi,sekedar menganggumi saja.
Harus tahu menganggumi dan menyukai itu mempunyai arti yang berbeda.
TBC.