
Keadaan di luar ruangan operasi di penuhi oleh beberapa manusia, siapa lagi jika bukan Reivant, Rayn, Rachel, Aidyen dan Dr.Diky. Sedangkan Dr.Louis ikut masuk ke dalam ruang Operasi atas Ijin Dr.Diky tentunya, karena tadi ia yang menangani Chaiden pertama kali.
"Rei, apa kamu sudah menghubungi Daddy dan Mommy?."Tanya Paman Diky
"Belum paman, aku lupa, aku hubungi Daddy dulu."Ujar Reivant dan melihat adik bungsunya yang duduk dekat Rachel.
"Nanti paman yang akan mengurus si bungsu."Ujar Diky yang tahu arti tatapan ponaan nya itu.
"Baik paman."Balas Reivant dan berlalu entah kemana.
Dr.Diky berjalan ke arah Aidyen yang tampak menunduk, mungkin ia masih shock, walaupun mereka sudah terlatih sedari kecil tapi baru kali ini ia melihat langsung penembakan dan korbannya adalah kakaknya sendiri.
"Ai,,"Panggil Dr.Diky
"Paman, kak Kai."Ujar Aidyen, ia berdiri dan memeluk pamannya itu.
"Tenanglah, kamu tahu kan jika kakakmu itu adalah lelaki yang kuat."Ujar Paman Diky sambil mengusak lembut kepala anak bungsu Park itu.
"Paman tahu, Ai sangat shock tadi."Jawab Aidyen
"Apa kamu tahu Ai, jika kakak badungmu itu tadi melumpuhkan banyak musuh."Ujar Rachel yang ikut nimbrung, karena ia ingin adik bungsu dari sahabatnya itu tahu kakaknya adalah pria kuat, hanya satu peluru yang bersarang.
"Apakah benar kak."Balas Aidyen dengan semangat dan mata yang berbinar, seketika kesedihan sedikit sirna.
"Iya, itu benar Ai, jadi mulai sekarang belajar lah untuk bisa kuat, apa kamu lupa jika dulu kalian selalu latihan."Ujar Rayn juga dan menepuk pundak.
"Iya kak, Ai ingat, Ai akan bisa dan kuat, Ai kan pintar, iya kan paman,?."Balas Aidyen dengan tetap narsisnya bertanya pada pamannya yang di balas anggukan dan senyuman dari ketiga manusia yang ada disana. sedangkan Tangan kanan Rayn yaitu Ir sudah menuju markas King.
*****
Di Ruangan Dr.Diky, Reivant tampak sudah berganti pakaian karena tadi bajunya terkena darah adiknya.
Jadi ia memutuskan ke ruangan pamannya untuk menelpon Daddynya dan berganti pakaian tentunya, karena ia tidak ingin mommynya melihat bajunya yang bernoda darah.
Flashback
Reivant mendial nomor Daddynya dan panggilan tersambung
"Hallo Dad."Sapa Reivant dengan nada seperti biasa.
"Hallo Rei, bagaimana, apa sudah selesai urusannya?."Ujar Tn.Park
"Sudah Dad, Rouwnd dan antek-anteknya sekarang sudah di markas, tapi ada sesuatu yang ingin Rei sampaikan."Ujar Reivant.
"Ada apa Rei, perasaan Daddy jadi tiba-tiba tidak enak."Balas Tn.Park dari line sebelah
"Daddy dan Mommy ke Michael Hospital sekarang, Kai terluka."Ujar Reivant jujur
"Apa, baiklah, kami akan kesana sekarang."Ujar Tn.park, ia sempat kaget tapi ia berusaha tenang.
Panggilan telpon terputus, serta Reivant yang keluar dari Ruangan pamannya untuk ke ruang operasi lagi.
****
Mansion Park
Setelah mendapatkan kabar dari anak sulungnya tadi tentang Chaiden yang terluka, Tuan park langsung ke luar dari ruang kerja nya menuju ruang keluarga yang rame terisi oleh kedua kakek, paman Billy dan ada Shera, Stella dan Ny.Park tentunya beserta cucu-cucu mereka.
"Hufff,,'Tuan Park menghela nafasnya, ia yakin istrinya pasti akan menangis jika mendengar anaknya terluka lagi dulu Reivant sekarang Chaiden.
"Eh Ramons, bagaimana cucu-cucuku?."Tanya Kakek Wilson, saat melihat Ramons yang baru datang.
"Ayah, Billy kita ke ruang kerja ku sekarang."Ujar Tn.Park pada kedua kakek dan juga Billy. tanpa menjawab pertanyaan kakek Wilson.
Seakan mengerti dengan perkataan Ramons, Billy langsung mengiyakan dan mengajak kedua ayah mereka menuju ke ruang kerja, Ny.Park menatap suaminya seakan meminta penjelasan, tapi Tuan Park hanya tersenyum seakan mengatakan semuanya baik-baik saja.
Setelah keempat pria itu pergi, tinggallah Ny.Park beserta kedua anak perempuannya dan kedua cucunya yang sibuk bermain Bersama Amel.
"Mom, ada apa?."Tanya Shera pada mertuanya itu.
"Mommy kurang tahu Ra, tapi perasaan mami tidak tenang."Ujar Ny.park
"Kita tunggu daddymu saja."Ujar Ny.Park lagi yang di balas anggukan dari Shera, sedangkan Stella ia juga memikirkan keadaan papinya, bagaimana papinya apakah ia masih hidup.
Tak berselang lama, Tuan Park keluar dan menyuruh istrinya untuk memakai mantel karena mereka akan keluar. Bersama dengan kedua kakek dan juga paman Billy.
"Mom, pakai mantel mu, kita akan keluar sekarang."Ujar Tuan Park yang sempat membuat Ketiga wanita beda usia itu bingung. Tapi Ny.Park langsung mengiyakan dan pergi ke kamarnya.
"Shera, nanti jika adik-adikmu tanya kemana daddy dan mommy katakan kami keluar sebentar."Ujar Tuan Park pada anak mantunya itu
"Iya Dad."Balas Shera
Tak berapa lama, akhirnya mereka sudah siap untuk pergi, saat akan keluar tampak Danien yang keluar dari kamarnya melihat kakek, daddy dan mommy nya akan pergi.
"Kalian kemana, Mom?"Tanya Danien penasaran pasti karena Ny.Park yang paling belakang.
"Entahlah, mommy juga hanya mengikuti daddymu saja, jaga rumah."Ujar Ny.Park dan berlalu meninggalkan Danien yang sedang memikirkan sesuatu.
"Hm, sepertinya ada yang terjadi, aku akan melacaknya."Gumam Danien dan berbalik kembali ke kamarnya.
****
"Tella waktunya tidur, kakak akan menidurkan Kedua Baby itu."Ujar Shera pada adiknya itu.
"Baby, sudah malam, waktunya bobo ya."Ujar Shera pada kedua anak itu.
"Mami, apa mommy belum pulang?."Tanya Axell pada Shera.
"Sebentar lagi mommy pulang, Ell bobo sama baby Cantik ya."Ujar Shera pada Axell.
"Iya Mami,,"Jawab Exell dengan senyum bahagia karena ia sekamar dengan boneka cantiknya.
"Mami, papa mana?" Tanya Baby Carli dengan suara mengemaskan .
"Papa masih kerja sayang."Jawab Shera dan mengendong anaknya, serta mengandeng Pria kecil anak dari Rachel.
"Mel, ajak anakmu tidur, Axell dan Carli biar aku yang urus."Ujar Shera lagi pada Amel.
"Baik kak, kalau begitu kami permisi."Balas Amel dan mengendong Vania anaknya menuju kediaman mereka.
Akhirnya mereka berpisah dan menuju kamar masing-masing. Setelah sampai di kamar bernuasa pastel milik baby cantik alias Carlissa.
"Nah, Ell gosok gigi dulu, cuci tangan, cuci kaki ganti pakaian ya."Ujar Shera pada pria kecil itu.
"Siap mami."Jawab Axel dan menuju kamar mandi bersama salah satu maid yang tadi di suruh untuk mengambil pakaian dan kebutuhan Axell di kamar Rachel.
"Kamu bantuin tuan muda ya."Ujar Shera pada maid tersebut untuk mengurus Axell. Kenapa harus dengan menyebut tuan muda, karena memang Axell adalah Tuan muda di mansion ini.
"Baik Ny.Muda."Jawab Maid tersebut dan ia mulai mengurus Axell sedangkan Baby Carli, Shera sendiri yang mengurusnya.
"Mami, esok jalan-jalan sama Ell ya."Celoteh baby Carli pada maminya.
"Iya, besok baby jalan-jalan sama kakak Ell."Balas Shera tersenyum, anaknya itu sangat dekat dengan Axell entahlah semoga kedepannya mereka berjodoh itulah doa Shera.
Karena ia juga sudah merasa Axell akan menjadi pria yang tangguh dan bertanggung jawab kedepannya nanti.
Baby Carli dan Axell sudah berganti pakaian dengan kimono yang lucu dengan bentuk unik dari hewan kesukaan mereka.
"Waktunya bobo baby, selamat tidur."Ujar Shera mencium pucuk kepala kedua anak itu, dengan baby Carli yang sudah tertidur sedari tadi setelah Shera selesai memakai pakaiannya.
"Selama tidur mami."Jawab Axell diringi senyum di kedua bibirnya. Shera hanya tersenyum
Di kamar itu ada dua ranjang yang biasa di pakai oleh Vania jika Carli menginginkan teman buat tidur.
Shera mematikan lampu dan lampu tidur menyala dengan otomatis hasil karya paman Danien tentunya.
Shera keluar kamar anaknya dan berjalan menuju kamarnya saat di tengah ruangan ia berpapasan dengan Danien yang tampak memakai Hoodie nya rapi.
"Dan, kamu mau kemana?" Tanya Shera
"Oh, kakak ipar, aku keluar sebentar, ada sedikit urusan."Ujar Danien membuat Shera menatapnya penuh tanya.
"Apa ada yang kalian sembunyikan Dan?"Tanya Shera, ia langsung khawatir dengan suaminya tentunya.
"Tidak, soal kak Rei sepertinya ia baik-baik saja, kamu telpon lah."Balas Danien dengan tersenyum
"Oh, iya juga ya, ya sudah hati-hati di jalan."Ujar Shera dan menatap Davien yang tampak tergesa-gesa.
Mereka berpisah, Shera menuju kamarnya dan Danien menuju Garasi motor milik keluarga Park, tentunya itu milik Danien dimana banyak pilihan yang bisa ia gunakan.
Ia menjatuhkan pilihannya pada motor sport Yamaha R1 berwarna merah hitam. Ia mengambil salah satu Helm full Face. Danien menjalankan motor sport itu keluar dari mansion saat sampai di gerbang, seorang penjaga membungkukan badannya.
"Pak jangan biarkan siapapun masuk ke rumah selain pemilik rumah."Ujar Danien saat berhenti di depan gerbang tinggi itu.
****
Sedangkan Brandon dan Arthur yang baru pulang dari kantor langsung mengantar Agatha kembali ke rumahnya yang jauh dari kota itu.
Arthur menatap handphonenya dengan wajah yang berkerut, entah apa yang ada di pikiran anak itu, hingga Brandon menegur adiknya itu.
"Kenapa Ar?". Tanya Brandon dan melihat Arthur dari kaca spion depan, Brandon yang mengemudikan mobil dan Agatha duduk di kursi depan samping Brandon, sedangkan Arthur duduk di belakang di kursi penumpang.
"Tidak, Kak! Entah kenapa Arthur teringat Kak Kai. Ah,, kita harus cepat pulang dan malam ini Ar akan tidur bersama Kak kai." jawab Arthur dan terus memikirkan kakak ketiganya itu.
"Hmm, semoga saja rencana mereka berjalan dengan lancar." Ujar Brandon dan kembali fokus mengemudi.
"Ya, kenapa mereka tidak ada kabar yah." Arthur meletakkan Handphone dan menatap keluar jendela mobil.
"Langit sudah gelap, perasaan Ar tidak tenang." Monolog Arthur dan menghela nafas Panjang.
Setelah mereka berdua mengantarkan Agatha, mereka kembali ke kantor karena tadi Arthur melupakan sesuatu di kantor.
Setelah dari kantor mereka berdua melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah, dan saat di simpang yang kebetulan lampu merah, Brandon melihat salah satu motor sport yang sangat ia kenal itu milik Danien, karena hanya Danien yang hobby mengoleksi motor-motor tersebut dengan Plat yang sangat langka.
"Ar, bukannya itu motor kak Danien yah."Tanya Brandon pada Arthur yang sekarang duduk di sampingnya.
"Iya kak benar, aku sangat hafal motor kakak kedua, apa kita ikuti saja, karena aku baru lihat kak Danien pakai motor malam-malam begini."Ujar Arthur Panjang lebar dan tanpa babibu Brandon memutar mobilnya untuk mengikuti motor sport itu yang baru berjalan karena lampu sudah berwarna hijau.
TBC.
Hayo babang Danien mau kemana nie???
Hai Noona author comeback again, maaf ya kalau kami jarang membalas komentar kalian atu-atu, yang pasti kami selalu membaca komentar kalian semua kok, terima kasih atas dukungannya semua, kritik saran yang membangun selalu kami tunggu. maaf ya up nya atu-atu. Terima kasih semuanya,,,muahhhh dari babang Danien.