
Tadi, setelah mendapat telpon dari Danien, dan mengatakan jika ada tamu special yang akan datang, Tn dan Ny.Park tampak kebingungan hingga akhirnya Ny.Park memanggil koki dari Restoran miliknya untuk menyiapkan hidangan untuk tamu special tersebut.
"Dad, siapa yah, tamu special yang di katakan Danien tadi?."Tanya Ny.Park penasaran pada suaminya.
"Daddy juga gak tahu mom, kita tunggu saja kedatangan mereka."Jawab Tuan Park.
"Siapa yang datang, mom?."Tanya Shera yang baru keluar dari kamarnya, sekarang masa cuti, karena Reivant melarangnya, hingga Diky di buat pusing oleh ponaannya itu.
"Belum tahu Ra, tadi Danien telpon katanya ada tamu special, tanpa mengatakan siapa orangnya."Jawab Ny.Park dengan wajah kesalnya.
"Sudah, kita tunggu saja, Daddy rasa ada kejutan besar yang akan di berikan Reivant pada mu Shera."Ujar Tn.Park asal tebak, tapi biasanya ia seperti Chaiden yang serba tahu.
"Semoga yang baik dad."Jawab Shera
Tak lama, Stella muncul dengan baby Carli yang berjalan di sampingnya dengan tingkahnya yang lucu, baby cantik itu sudah mulai kuat berjalan, terkadang ia berlari kecil.
"Jangan lari baby."Ujar Shera yang melihat anaknya datang padanya.
"Mami,,mami,,uni ainn,,Nia."Celoteh baby Carli saat sudah di pangkuan maminya.
"Baby main sama aunty dan Vania yah?."Tanya Shera dan di angguk oleh bayi kecil itu, ia sangat mengerti karena baby cantik turunan daddy Reivant dan mami Shera yang terkenal dengan kepintarannya.
"Mom, boleh kan Stella memeluk mu?."Tanya Stella pada Ny.Park entah lah ia merindukan maminya.
"Kesinilah Tella."Ujar Ny.Park.
Ia tahu gadis ini anak baik, tapi papinya sangat tidak baik mendokrin anaknya supaya menjadi sepertinya, dan Stella memeluk mami Park di balas oleh Ny.Park.
Tuan park dan Shera hanya bisa tersenyum, karena mereka juga tidak tahu apa yang harus di katakan.
****
Tak terasa sudah pukul 5 sore, semua yang selama ini tersimpan sudah terkuak, Reivant tadi sempat ingin memberikan Video itu.
Tapi, ia mengurungkan niat karena ia takkan tega jika kakeknya melihat bagaimana sadisnya Rouwnd membunuh papa Arnold.
Sekarang Kakek Wilson dan Paman Billy sudah mandi dan bersiap untuk ikut dengan Reivant dan kedua adiknya ke Mansion putra Park.
Kakek Aharon dan Rayn serta Rachel dan baby Axell juga sudah bersiap juga, karena mereka juga akan ikut, karena baby Boy bilang ia merindukan baby cantiknya, boneka kecilnya itu.
Sekarang mereka sudah ada di mobil masing-masing, Kakek Wilson Bersama Kakek Aharon dan ketiga cucunya.
Sedangkan, paman Billy bersama Reivant dan kedua adiknya dan juga baby Axell dengan mobil yang berbeda dengan beberapa pengawal yang mengikuti mereka. Danien sudah mengirimkan pesan pada daddynya jika mereka hampir sampai.
Tuan dan Ny.Park , Shera serta Stella yang mengendong baby Carli, karena ia tidak ingin kakaknya cape, karena ia sudah tahu juga jika kakaknya sekarang sedang hamil lagi.
Mereka sedang menunggu kedatangan tamu special yang di katakan mereka tadi. Tampak juga Michael disana dengan Hpnya tentunya.
"Mike,,bisakah kamu meninggalkan benda persegi itu dulu?". Ujar Ny. Park dan menatap putra keenamnya itu.
"Tapi,mom.. Baiklah! Aku akan meninggalkan dia untuk sementara." Ujar Michael dan meletakkan handphone di saku hoodienya.
Akhirnya dua mobil jenis limonsin masuk ke mansion Tujuh putra park, tampak beberapa jeep hitam juga ikut dari belakang.
"Siapa mereka Dad, kenapa seperti akan terjadi perang".Tanya Ny.park sedikit bingung.
"Hmm,,kita lihat saja mom, siapa yang Reivant bawa."Ujar Tuan Park
Reivant turun dengan mengendong Baby Axell yang tampak berbinar melihat baby cantik.
"Daddy Rei, turun kan Ell."Ujar Axell pada Reivant, dan ia langsung berlari ke arah Shera.
"Mami,,Axell kangen."Teriak Axell pada Shera yang langsung memeluk anak lelaki itu.
"Mami juga kangen kamu boy."Ujar Shera
"Ell,,ell,,"Celoteh baby Carli yang memberontak di gendongan auntynya meminta turun dan Axell langsung memeluk boneka kecilnya itu.
Stella hanya cengok melihat pemandangan di depannya itu, bukannya baby boy ini yang tempo hari di kantor, sepertinya ia harus menanyakan hal ini pada Brandon nanti jika ia ingat.
"Grandmom,,Grandpa."Ujar Axell pada Tuan dan Ny.Park dan ia langsung memeluk mereka.
"Boy, ini aunty Stella, dia adiknya mami, apa Axell mau kenalan sama Aunty Stella."Ujar Shera dan menanyakan pada Axell.
"Hallo aunty, senang berkenalan denganmu."Sapa Axell dengan senyum manisnya.
"Hallo juga Boy, salam kenal juga."Jawab Stella, ia gemas dengan pria kecil di depannya,pria kecil itu sangat tampan.
Disana sebenarnya sedari tadi kakek dan paman Billy sudah keluar dari mobil, tapi mereka masih asyik melihat tingkah Axell yang mengemaskan itu dan gadis kecil yang seperti boneka tentunya.
Tuan Park tampak seperti terkejut melihat siapa yang berdiri di depannya itu, dia ingat itu adalah papa Wilson, ayah dari sahabatnya Arnold .
"Papa,,"Ujar Ramons aka Tuan Park.
"Apa kamu Ramons?."Tanya Kakek Wilson seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Kakek Wilson kenal baik dengan Ramons atau Tuan Park karena dulu saat Arnold masih duduk di bangku SMA mereka sering ke rumah bersama temannya itu.
"Iya pa, saya Ram."Ujar Ramons dan berjalan ke arah kakek Aharon dan memeluk pria tua itu, ya mereka menangis. Banyak cerita yang tak bisa di ceritakan tapi mereka tahu itu semua harus di lalui.
"Apa, Reivant anakmu Ram?".Tanya Kakek Wilson yang di balas anggukan dari Tuan Park.
"Apa kamu masih ingat dengan sahabat papa, Ram."Tanya Kakek Wilson menujuk pada kakek Aharon.
"Apa itu paman Aharon, tunggu jadi Rachel dan Rayn adalah cucu paman?."Tanya Ramons.
"Iya anak nakal, sedari dulu kalian sangat nakal, jika paman ke berkunjung ke rumah Wilson,kalian selalu berbuat ulah."Jawab Kakek Aharon yang di sambut tawa oleh semua yang ada disana, mereka tak menyangka akan ada cerita unik itu.
"Papa, paman, ayo masuk."Ujar Tuan Park.
"Hallo Mr,Billy, akhirnya kita bertemu disini."Lanjut tuan Park pada billy.
"Panggil billy saja."Jawab Billy
"Yang mana istrimu, Vant?"Tanya kakek Wilson karena di depannya itu ada dua gadis yang hampir mirip wajahnya.
Reivant berjalan ke arah Shera dan mengendong baby Carli yang tadi masih berdiri di bawah dengan Axell.
"Ini istriku Kek, dan ia juga adalah anak papa Arnold dan yang ku gendong ini cicit kakek yang pertama."Ujar Reivant mengenalkan Shera dan anaknya pada kakek Wilson.
"Ra, dia kakek kandungmu, ayah dari papamu."Ujar Reivant pada Shera yang seperti orang bingung.
"Kakek."Ujar Shera dan berjalan ke arah kakek Wilson, kakek Wilson langsung memeluk cucu satu-satunya itu, ingin rasanya ia menangis tapi ia berusaha menahannya.
"Maaf kan kakek Ra, kakek tidak pernah tahu tentang kalian".Ujar Kakek Wilson dengan suara yang bergetar menahan tangis dan emosinya.
"Kakek, Shera bahagia akhirnya Shera masih punya keluarga."Jawab Shera
"Vant kesini lah".jar Kakek Wilson pada Reivant.
Reivant berjalan ke arah kakek Wilson dengan baby Carli yang masih menatap mereka dengan mata bulat nan mengemaskan itu.
"Vant, kakek percaya padamu, kakek bahagia Cucu kakek bisa menemukan lelaki sepertimu, terima kasih kamu sudah menjaganya, tetaplah jadi suami yang setia pada pasanganmu."Ujar Kakek Wilson membuat mereka yang disana terharu.
"Baik kek, Rei akan menjaga Shera menyanyangi nya dan akan selalu ada untuknya."Jawab Reivant yang di balas senyuman dari kakek Wilson.
"Shera, cucuku, kenalkan itu pamanmu Billy, adik dari papamu."Ujar kakek Wilson.
"Paman."Sapa Shera dan mencium tangan pamannya itu.
"Kamu sangat mirip sama papamu Ra".Ujar Billy dengan mata berkaca-kaca.
"Cicit ku cantik sekali."Ujar Kakek Wilson yang sekarang mengendong bayi cantik itu.
"mami,,papa,,"Celoteh baby Carli entah ia mau memanggil mama papanya atau kah memberitahukan pada Eyang nya itu.
Setelah mereka saling berkenalan dan melepas kerinduan , akhirnya mereka ke kamar masing-masing yang sudah di siapkan Maid untuk para tamu special.
****
Sekarang mereka berkumpul di meja makan, bagian utara karena itu tempat yang paling besar yang ada di mansion ketujuh putra park.
Tampak Mommy Park, Shera, Stella dan Rachel juga turun tangan ikut mengatur makanan, padahal disana sudah ada maid.
Tapi, mereka benar-benar terampil apalagi dengan Stella yang mulai belajar untuk urusan rumah tangga, ia sangat semangat sehingga kakaknya tersenyum melihat adik kecilnya yang sudah dewasa itu.
"Mom, aku bahagia akhirnya Stella memilih mengikutiku."Gumam Shera dalam hatinya dan menatap adik semata wayangnya itu.
Merasa di perhatiin Stella berbalik kearah kakaknya dan tersenyum hangat kearah kakaknya.
"Kakak baik-baik saja?". Tanya Stella menghampiri sang Kakak.
"Hmmm,, Kakakmu ini sangat baik, sayang." Ujar Shera dan memeluk adiknya singkat, kemudian mereka kembali melakukan pekerjaan mereka.
TBC.