PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
148. Duo Chapter



Hari ini Reivant dan Brandon akan pergi ke kota S untuk mengurus beberapa permasalan di sana.


"Rei, apa perusahaan di sana ada masalah?."Tanya Tuan Park.


"Iya Dad sedikit, sekalian mengenalkan Brandon sebagai pimpinan nanti di sana."Jawab Reivant.


"Don,, apa kamu sudah siap?."Tanya Tuan Park pada anak keempatnya itu.


"Siap Dad, Brandon harus bisa ini demi kita semua."Ujar Brandon dengan senyum merekah.


"Kak, apa kakak akan meninggalkan kekasih hatimu disini?."Tanya Arthur yang langsung mendapatkan jitakan manis dari Brandon dan mereka disana hanya tertawa akan tingkah konyol kedua putra park itu.


"Papa.."Teriak baby Carli yang berlari dari arah kamar saat melihat papanya, selama ini ia hampir tak pernah bertemu papanya itu.


"Hai Girl, putri kecil papa."Ujar Reivant dan mengangkat anak nya itu dalam gendongannya.


"Papa, Allie main sama papa ya."Ujar gadis kecil itu dengan bibir mengerucut, tandanya ia kesal karena papanya jarang atau hampir tak pernah bermain dengannya.


"Sayang, sekarang papa kerja dulu, baby main sama mama ya, sama aunty Tella dan Vania dan Nana serta Opa."Ujar Reivant menawar pada putri kecilnya, sebenarnya ia tak tega tapi pekerjaan ini untuk anak-anaknya kelak.


"Hum,, papa mau pergi lagi?."Tanya anak itu dengan masih cemberut.


"Sebentar oke."Ujar Reivant sambil mencium gemas pipi gembil anaknya itu.


"Allie sudah besal papa, jangan di cium."Ujar gadis kecil itu tampak merajuk pada papa nya.


"Haha, okelah anak papa sudah besar, jadi papa kerja dulu ya, ingat jangan nakal, jaga mama dan adik bayi."Nasehat Reivant pada putri kecilnya yang membuat seolah dirinya sudah besar itu.


"iya papa, dede bayi akan belsama Allie, ia kan mam."Ujar Gadis kecil itu, hei di usianya itu ia sudah dengan jelas berbicara walaupun terkadang R nya hilang saat ia bicara dengan cepat dan Shera hanya mengangguk dengan senyuman dengan perkataan putrinya itu.


"Dad, Mom, Reivant pamit dulu ya."Ujar Reivant dan berjalan ke arah istrinya mencium puncak kepala istri mungilnya itu.


"Ingat pesan papa, jaga kesehatan, papa tidak akan lama disana."Ujar nya pada istri kecilnya itu.


"Iya pa, kan ada Mom, Dad dan Tella serta adik-adik."Ujar Shera menyakinkan suaminya.


"Yang pasti ada Plincess Allie."Jawab Carli yang duduk di pangkuan Stella yang hanya tersenyum mendengar celotehan ponaan cantiknya itu.


"Ihh gemes deh."Ujar Arthur dan mencubit gemas pipi gembil baby Girl itu membuat si empunya meringis dan mengigit balik lengan pamannya itu dan membuat Arthur berteriak kesakitan, hingga mereka yang disana tertawa.


"Rasakan itu siapa suruh ganggu cucu cantik mommy."Ujar Ny.park sambil mengajak Stella ke dapur bersama Carli tentunya, karena gadis kecil itu ingin bermain Bersama Vania.


"Papa pulang bawa boneka macan yang besarr ya."Teriak Carli sebelum menghilang dari balik tembok menuju ruangan belakang.


"Anak mu sungguh unik pa."Ujar Shera dan mengantarkan suami beserta adik iparnya ke depan karena mereka akan pergi.


"Iya, itu karena mami nya juga unik."Goda Reivant pada istrinya sambil tertawa.


"Dad, kami pamit."Ujar Reivant dan Brandon, setelah itu mereka masuk ke dalam mobil yang membawa mereka menuju bandara.


***


Sedangkan Danien sedari tadi ia sudah ke kantor karena ada berkas yang ingin ia periksa ulang, ia hanya pergi dengan setelan semi Formal, ah anak itu terkadang suka-suka dia selama itu terbilang rapi dan kemeja tentunya.


Sedangkan Michael masih belum pulang dari tempat turnamennya, ia memilih nginap di hotel bersama Harld, tapi tetap dengan pengawalan ketat.


Karena tempat turnamen dan mansion tujuh putra Park lumayan jauh jadi ia tak ingin kelelahan, awalnya Ny.park tak setuju.


Tapi, karena Rayn juga ikut menyakinkan jika anak buahnya menjaga mereka berdua dengan sangat aman, akhirnya Ny.park menyetujui nya.


****


Disebuah tempat yang sejuk dengan pemandangan indah dan asri tampak lima orang anak muda yang asik bernyanyi dengan gitar yang di mainkan oleh salah satu dari mereka. Ya itu adalah Aidyen dkk. Mereka sudah lama disini, banyak yang mereka lalui.


"Ah,, akhirnya kita akan Tour juga."Ujar Matthew dengan senang.


"Ya, perjuangan kita tak sia-sia."Balas Kevin sambil menyeruput minuman dingin yang mereka bawa untuk duduk di gajebo itu.


Tak ada yang bisa melarang mereka, walaupun jadwal mereka padat dengan konser kecil-kecil di tambah latihan yang mengunung tak membuat mereka lupa untuk menikmati hari sengang seperti saat ini.


Sejak kejadian penculikan yang di alami Aidyen tempo hari, membuat jadwal mereka sedikit berantakan, yang seharusnya Tour yang di adakan beberapa bulan lalu, akhirnya di tunda dan akan di lakukan bulan depan, dengan segala persiapan yang matang tentunya.


"Ai, apa yang lu pikirkan?".Tanya Arvin bingung melihat wajah sendu sahabatnya itu.


"Hm,, gw hanya merindukan masakan Mommy."Ujar Aidyen yang sukses membuat keempat temannya melongo tak percaya.


"Hei apa gw salah, pasti kalian juga sama kan."Ujar Aidyen seakan tak senang dengan tatapan teman-temannya.


"Hehe, iya Jack juga sangat rindu masakan mom."Ujar Jack bungsu disana yang membenarkan perkataan Aidyen yang di angguki oleh ketiga temannya.


"Dihh, gw kira kalian akan stay cool."Ujar Aidyen sambil tertawa dengan meledek keempat teman-temannya itu.


Akhirnya mereka melanjutkan permainan mereka entah apa itu, mumpung libur katanya, hehe.


****


Markas King, Rayn baru saja datang saat mendapat laporan dari tangan kanannya jika ada yang ingin bertemu dengannya, Rayn bertanya-tanya siapa yang ingin bertemu dengannya.


Sedangkan saat ini tak ada yang tahu tentang ia di dunia hitam, walaupun mereka tahu tentang King tapi mereka tak tahu siapa sebenarnya King itu sendiri, karena yang selalu turun tangan ya paling Bass dan Dr. Louis saja.


"Siapa yang ingin bertemu dengan ku Bass?."Tanya Rayn yang duduk di kursi plastik yang ada di Gudang, eh kok Gudang?. karena saat ini ia sekalian melihat senjata yang baru saja datang malam tadi.


"Katanya boss pernah menolongnya saat itu, tapi ia tak mengatakan namanya boss."Jawab Bass sedikit bingung menjelaskannya.


Karena, pria yang bertemu dengannya beberapa hari yang lalu, tak mengatakan apapun secara detail, ia hanya berpikir bagaimana pria itu tahu tentang Rayn bossnya.


Sedangkan, rahasia boss nya itu benar-benar tertutup, tapi sepertinya mereka melupakan anak yang pernah mereka tolong tempo itu.


"Ya baiklah, kau atur pertemuanku dengan nya."Ujar Rayn yang masih melihat-lihat produk senjata yang biasa ia pasarkan ke markas-markas militer, karena senjata yang ia pasok kualitasnya sangat bagus dan terjamin.


Sedangkan Bass hanya terdiam tumben bossnya itu mengiyakan pertemuan dengan orang yang tidak di kenal. (oke kita tinggalkan papa Rayn/Rare).


*****


Di kota S, Reivant dan Brandon baru saja tiba, hari sudah mulai gelap, mereka di jemput oleh tangan kanan Reivant yaitu Reza yang tampak senang saat tahu Brandon yang datang menemani presdir mereka itu, setidaknya ia tak akan jadi patung hidup, seperti saat ia bersama Reivant dan Danien.


"Malam Boss."Ujar Reza menyapa kedua atasannya itu.


"Malam Za, bagaimana kabarmu?."Balas Brandon dengan senyumannya( nah inilah yang Reza maksudkan), sedangkan Reivant hanya berdehem saja tanpa berminat untuk menyapa balik.


Akhirnya mereka masuk ke mobil yang menjemput tadi bersama Reza yang duduk di samping sopir.


"Bagaimana orang-orang itu?."Tanya Reivant


"Sudah saya tandai boss, saat boss datang baru saya akan memanggil mereka."Ujar Reza dengan sopan.


"Hm, urus semua sampai tuntas"Ujar Reivant.


"Kak, apa yang akan kakak lakukan pada mereka?."Tanya Brandon penasaran tentunya, karena kakaknya itu seperti Shinigami, kadang juga seperti malaikat tanpa sayap yang membantu orang.


"Kita lihat besok."Jawab Reivant dengan senyum yang manis hingga membuat Brandon merinding.


Ia tampak sibuk dengan ponselnya karena ia mengabari pada istrinya jika mereka sudah sampai di kota S.


Dan Shera meminta suaminya itu berkunjung ke rumah kakek Wilson, yang di balas ia dari Reivant.


Setelah itu ia menghubungi paman Billy, serta mengatakan jika ia ada di kota S, membuat paman Billy heboh karena ia ingin Reivant dan adiknya menginap di Rumah.


TBC.


Spesial Pict Paman bungsu Park.


Aidyen Park..