PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
41. Jatuh Cinta (Flashback part. II)



Setelah hari itu, Shera resmi menjadi pekerja tetap dan itu sungguh membuat ia bahagia, karena managernya juga memberikan waktu untuk ia bisa kuliah juga, jadi pekerjaanya tidak menganggu perkuliahaannya.


Dan selalu Brandon yang akan menjadi pelangan setia café tersebut untuk melihat keseharian Shera, dan hari ini ia akan mengikuti shera ke kampus karena ia ingin mengetahui lebih detail tentang gadis kesayangan kakaknya Reivant tersebut.


Pagi ini ia sudah menemui manager café tersebut, ya tentu saja manager tersebut kaget karena selama ini Bossnya ada di situ saja sudah membuat ia sulit Bernapas karena ia berpikir bosnya ini menyukai Shera tapi ia tidak tahu jika yang menyukai Shera adalah Reivant, apalagi sekarang.


"Ada yang bisa saya bantu, pak??" tanya Manager itu


"Saya hanya ingin bertanya, jam berapa Shera datang??" tanya Brandon dengan melihat kesana kemari mencari gadis itu,sambil melihat jam di tangannya


"Hari ini dia ijin pak, karena ujian semester katanya,," jawab manager tersebut, "atau bapak bisa langsung ke kampusnya saja!" Saran Manager itu,ia akan sangat menyesal jika telah mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal itu.


"Ahhhh,,, itu ide bagus,," ujar Brandon sambil menepuk pundak manager itu.


Sepeninggal Brandon, manager itu merasa lega, karena setidaknya ia tidak harus merasakan ketengangan sepanjang hari, apalagi dengan karyawan yang lain nya.


"Pak, apa boss sangat menyukai Shera,," tanya salah satu pekerja itu


"bukan urusan kita,," jawab Manager itu, karena ia ingin aman tidak ingin terlibat dengan yang namanya keluarga Park.


****


Sebuah mobil Ferarri Pininfarina Sergio terparkir dengan rapi depan kampus Shera, dan Brandon sadar ini adalah salah satu kampus terfavorit di kota ini, dan ia dengan santai nya keluar dari mobil itu dan berjalan dengan gaya coolnya serta memasukan sebelah tanganya di dalam saku celananya, dengan kacamata hitam yang bertengger manis di hidungnya yang bangir semakin menambah kesan maskulin dan tampan.( Dasar Brandon).


Ia berjalan melewati para mahasiswi maupun mahasiswa yang menatapnya dengan kekagumannya masing-masing. ia juga bisa mendengar bisik-bisik tetangga eh para mahasiswi itu.


Dan ia menuju ketiga mahasiswi yang berdiri tak jauh dari nya,


"Maaf, dimana ruangan Dekan kampus ini,," tanya Brandon pada beberapa mahasiswa yang kebetulan lewat.


"Kita bisa mengantarkan bapak kesana,," ujar salah satu dari mereka


"Wahh apakah aku setua itu di panggil bapak,," ujar Brandon dengan senyum yang mengoda


Mahasisiwi itu menjadi salah tingkah( ckckck dasar ya Brandon tebar pesona mulu).


"Ahh baiklah, jika kalian bisa mengantarkan saya kesana, saya sangat berterima kasih pada kalian,," ujar Brandon dengan senyum yang tak pernah hilang dari bibirnya.


Ketiga mahasiswi tadi mengantarkan Brandon ke ruang Dekan , dan disinilah mereka sekarang, ruangan bertulisakan Dekan itu.


salah satu mahasiswi tersebut mengetuk pintu itu, terdengar jawan dari dalam ruangan untuk masuk


"Permisi pak,," ujar mahasisiwi itu, "ada yang ingin bertemu bapak," lanjutnya lagi.


"persilahkan dia masuk,," ujar Dekan itu


setelahnya mereka mengundurkan diri dari ruangan itu, walaupun dengan berat hati meninggalkan pria rupawan( hadewww itu baru satu belum 6 orang yanhg datang bisa mimisan dah)


"Selamat bertemu kembali,," sapa Brandon dengan melepaskan kacamata hitamnya dan tampilan senyum yang tak pernah hilang dari bibirnya.


"Siang,," jawab pak dekan itu, dan menatap ke arah Brandon dengan tatapan yang sulit di artikan karena ia sungguh terkejut dengan kedatangan salah satu anak dari pemilik kampus ini.( hahahah kan keluarga Park yang punya).


"Ada apa Tuan muda datang kesini secara tiba-tiba, Apa ada sesuatu yang ingin di sampaikan?." tanya Dekan itu,


"sepertinya ada hal yang sangat penting," lanjutnya lagi.


"Hahaha,, anda mudah sekali menebak maksud kedatangan saya, saya hanya sedikit tertarik dengan salah satu mahasiswi di kampus ini,," jawab Brandon Tothepoint.


"Aku hanya ingin meminta data mahasiswi atas nama Shera,," lanjut Brandon lagi


"Mahasiswi atas nama SHERA CHRISTEL FREYA,," tanya Dekan itu dengan bingungnya, karena ia tahu mahasiswi itu adalah mahasiswi beasiswa karena kepintarannya.


"Ya, itu dia bisa ceritakan sedikit tentang dia ,," ujar Brandon karena ia tidak mau berlama-lama


Dan dekan itu menceritakan jika Shera adalah Mahasiswi beasiswa yang sangat pintar, ia sekarang mengambil kuliah jurusan kedokteran tingkat akhir, dan ia anak Yatim piatu itulah yang mereka tahu, karena fakta sebenarnya di tutup rapat oleh Shera sendiri.


Brandon undur diri dan kembali ke kantor nya, ia sudah mendapatkan apa yang akan di sampaikan pada kakaknya itu.


Setibanya di kantor Brandon langsung masuk lift khusus yang langsung menuju ruang Presdir


ia langsung masuk ke dalam ruangan kakaknya, yang masih menjadi tangan kanan Daddynya.


"Ada apa Don, wajah mu seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah dari ibunya,," canda Reivant pada adiknya itu.


"Aku sudah mendapatkan semua informasi tentang gadis bernama Shera itu,," ujar Brandon dengan antusiasnya


Reivant tersenyum pada brandon dan mengisyaratkan untuk melanjutkan ceritanya.


Dan disini lah sekarang seorang tuan muda Reivant di depan Café tempat Shera bekerja, ia sengaja membawa mobil nya sendiri tanpa sopir dan Brandon adiknya karena ia ingin melihat seperti apa pekerjaaan yang di lakukan oleh gadis kecilnya itu. ( wah Reivant langsung mengklaim Shera gadisnya)


Ia menatap dari dalam mobil semua aktifitas yang di lakukan gadis itu, terkadang ada yang membuat iya tersenyum tapi tak jarang ia mengepalkan Tangannya saat melihat Gadisnya di ganggu oleh pengunjung pria yang genit di café itu.


pukul 10 malam, Shera pulang dari café itu, dan Reivant masih setia menunggunya, ia menatap shera yang berjalan kaki entah kemana, mungkin ke kontrakannya.


tiba-tiba ada dua mobil van yang berhenti tepat di sebelah Shera, terjadi Tarik menarik antara shera dan beberapa pria-pria itu,.


Perlahan Reivant turun dari mobilnya, dan ia dapat mendengar suara Shera yang mengatakan ia takkan pulang ke rumah itu.


"Katakan pada Tua keparat itu, aku Shera Christel Freya takkan pernah menginjak rumah itu lagi, dia bukan ayah ku,," Teriak Shera pada bodyguard-bodyguard ayahnya itu.


Dan Reivant dengan mengunakan topi hitam tanpa banyak kata, datang langsung menarik Shera ke dalam pelukannya. dan para bodyguard itu kebingunan siapa pria ini yang memeluk nona muda mereka, iya itu nona muda mereka karena itu pesan dari tuan mereka Rouwnd. walaupun iya tidak mengangap shera anaknya tapi itu adalah anak istrinya, sesuai janjinya pada mendiang Christella.


"Hei,, siapa kamu,," tanya salah satu bodyguard dengan nada kasar


"Saya hanya seorang manusia yang tidak suka melihat seorang wanita di paksa seperti ini,," jawab Reivant, dengan tangannya yang tetap memeluk tubuh mungil gadis itu.


Dengan cepat ia membawa lari Shera dari para bodyguard itu, ia melupakan mobilnya dan mereka terus berlari, dengan Reivant sambil menelpon Brandon adiknya untuk menjemput mereka sekarang.


"kembali kalian,,," itu teriakan para Bodyguard


Reivant dan Shera terus berlari hingga sebuah mobil berhenti tepat di sisi mereka.


"Kak Rei, ayokk masuk,," ujar Brandon


Reivant langsung membuka pintu belakang mobil dan mereka masuk meninggalkan para bodyguard yang hanya bisa melihat tanpa bisa berbuat apa-apa, karena mobil mereka di tinggalkan saat mengejar kedua anak manusia itu.


"Terima kasih,," ujar Shera memecah kesunyian, karena ia bingung lelaki yang pernah ia lihat saat di café tempo hari menolongnya.


"tidak apa-apa kakak ipar,," ujar Brandon dengan jenaka


"Kenapa kalian menolong ku,," tanya Shera,, "dan,, ahh aku bukan kakak ipar mu,," ujar shera pada brandon sambil melotot pada pria tampan itu.


"ahh aku ralat,,calon kakak iparku,," ujar brandon dengan senyum yang menampilkan giginya yang putih itu.


Reivant masih sibuk mengatur nafasnya karena baru kali ini ia berlari sejauh ini, itu sungguh menyiksanya.


"Kenalkan aku Reivant,," ujar Reivant pada Shera dan mengulurkan tangannya, "dan dia adikku Brandon,," lanjut reivant lagi memperkenalkan adiknya pada shera.


"Aku Shera,," ujar Shera sambil menerima uluran tangan Reivant. dengan tersenyum malu.


"Aku sudah tau itu." Jawab Brandon dengan senyum jahilnya.


Dapat ia lihat expresi shera yang bingung,bagaimana bisa ia mengatakan hal itu.


"Apakah kalian menyelidiki tentang aku??"tanya shera dan membuat Brandon ingin sekali menertawakan gadis kakaknya itu.


"Ck,,bagaimana bisa aku tidak mengetahui namamu,, di seragammu ada name tag mu." Jawab Brandon dan membuat Shera Salah tingkah.


"sungguh gadis yang manis,," gumam Reivant dengan senyum tipis di bibirnya.


TBC


Hay kakak-kakak readers.


Maaf author baru kembali lagi dari dunia nyata,karena pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan.


Author janji akan tetap menyelesaikan cerita ini dan Ikuti terua cerita.


Terima kasih atas dukungannya.