
Ny. Park tersenyum puas saat Aidyen menyerah sample kuku milik Reivant, tanpa pamit Ny. Park langsung kembali ke kamarnya meninggalkan Aidyen yang kesal.
Karena dirinya di abaikan oleh Mommynya, yang kini sibuk dengan sampel kuku milik Kakak pertamanya. Aidyen akhirnya memutuskan untuk tidur karena sejujurnya besok ia ada presentasi tugas sekolanya tapi ia tidak pernah ikut mengerjakan tugas kelompok, bukan karena ia merasa pintar tapi karena ia merasa risih dengan para gadis yang selalu mengikutinya kemana pun.
Back to Topik
Ny. Park merasa bahagia, akhirnya apa yang ingin ia ketahui secara pasti sudah di depan mata, dan ia bisa tidur dengan nyenyak malam ini, besok ia akan ke rumah sakit keluarga Park untuk melakukan tes.
Hari yang di nanti kan Ny. Park tiba, dengan tidak menimbulkan pertanyaan dari seorang Tn. Reivant yang terhormat, walaupun sebenarnya Reivant tidak mungkin bertanya sih, hanya sekedar antisipasi. Michael menatap Mommy yang telah sangat rapi dengan senyum yang tak pernah pudar di wajahnya dari pagi tadi, dengan mata yang terus melotot ia menatap Mommynya, Tangan Michael sibuk mengurusi Baby Carlissa yang sejak semalam lebih agresif di dekatnya.
Kemanapun Michael pergi Baby Carlissa Akan terus mengikutinya sambal merengek. Danien menghela nafas Panjang dan melemparkan sebuah bantal kearah Michael yang dari tadi fokus menatap Ny.Park dan mengabaikan Baby Carlissa yang dari tadi belum di pakaikan bajunya.
"Kak,,,,".Ringis Michael dan cemberut menatap Danien yang tersenyum seolah tak bersalah.
"Mommy pergi dulu yah anak-anak Mommy yang tampan,jaga Baby Carlissa yah." Pamit Ny.Park dan melangkah dengan lenggang.
Danien menatap Michael singkat dan kembali kekamarnya, tinggal Michael Bersama Baby Carlissa yang berguling-guling di sofa, Reivant hanya bertolak pinggang sambil berdiri di tangga menatap Michael yang sibuk dengan dunia khayalannya.
"Mic,,,Yakkk.Apakah kau gila, kalau Baby Carlissa terjatuh ke lantai, Kak Reivant akan menggantung dirimu di belakang."Teriak Arthur Histeris dan membuat Michael terkejut.
Ia langsung menggendong Baby Carlissa dan menduduki Bayi itu dengan Baik, Reivant hanya menggeleng kepala dan menuruni anak tangga, ia memukul pelan kepala Michael dengan Berkas laporan kerjanya, Kemudian berlalu begitu saja menuju dapur.
Michael mengusap kepalanya dan menyerngit heran menatap Kak Reivantnya yang tidak seperti biasanya, sudah jam 8 masih di rumah. Biasanya belum jam 6 Reivant sudah berangkat ke kantor. Begitu juga dengan Arthur yang juga bingung dengan Kakaknya Reivant, tumben ia masih di rumah.
Chaiden menghempaskan tubuhnya di samping Baby Carlissa dan memeluk Bayi itu, dengan mata yang tertutup dan tangan yang memeluk Baby Carlissa. Baby Carlissa tenang dan sibuk memainkan rambut Chaiden dan menarik dengan kuat, hingga Chaiden merintih kesakitan.
"yah yah,,, aaaahhh. Baby jangan menjambak rambutku. Mic, Arthur tolong aku." Rintih Chaiden.
Sedangkan kedua adiknya hanya menatapnya,seolah mereka menikmati aksi Baby Carlissa yang menggemaskan. Reivant kembali dari dapur dan ikut menyaksikan aksi Baby Carlissa yang sangat bagus untuk di jadikan tontonan yang seru.
Baby Carlissa tertawa senang, kemudian ia menggigit lengan Chaiden. Dengan susah payah ia bangun, bangkit berdiri dan berjalan kearah Reivant, dengan tangan yang menjulur kepada Reivant. Reivant meletakkan gelas minumnya dan menggendong Baby Carlissa, membawa bayi itu menuju ke ruang kerjanya.
Michael dan Arthur hanya saling menatap dan kemudian kembali pada aktivitas mereka masing-masing. Tidak dengan dengan Chaiden yang masih meringis sambal mengusap lengannya yang di gigit oleh Baby Carlissa.
Ny.Park memasuki rumah dengan senyum yang mengembang di wajahnya, ia menduduki dirinya di samping Michael yang sibuk mengemasi perlengkapannya yang akan ia bawa nanti. Michael hanya melirik Mommy sekilas dan kembali sibuk dengan aktivitasnya.
"Apa ada berita baik,mom?"tanya Michael yang sepertinya penasaran dengan senyum Mommynya yang begitu berbeda kali ini.
"Ya, ini berita yang sangat baik. Dimana kakak-kakakmu?"Ny.Park mencari putra-putra tampannya yang tak terlihat muka hidung mereka.
"Kak Arthur dan Kak Brandon barusan pergi, kalau kak Chaiden dari tadi perginya,kak Danien hmm,,manusia itu pasti sibuk meretas perusahaan-perusahaan besar termasuk perusahaan Mommy, sepertinya." Senyum Michael jahil, ia melihat raut wajsh Ny.Park langsung berubah.
"Mic,kau ingin uang jajanmu di potong?"Ancam Ny.Park dan berhasil membuat Michael cemberut.
"Hehehe. Mommy aku hanya bercanda,aku menyayangi mommy." Goda Michael sambil memasang wajah memelas seolah tak bersalah.
"ya. Kalau nanti kakak-kakakmu sudah berkumpul semua selain kakakmu Reivant, hubungi Mommy dan Mommy akan menunggu kalian di ruang rapat kita. Okey." Ny.Park bangkit dari tempat duduknya dan Michael mengancungi jempol.
Reivant berjalan dari kamarnya dengan pakaian kasual biasa tanpa Baby Carlissa dan tumben-tumbennya Reivant ada di rumah hingga di siang bolong seperti ini. Apakah gerangan di timpuk oleh durian jatuh atau ada sesuatu di balik cerita ini.
Michael terus menatap Kakaknya tanpa kedip sedikitpun, sampai Reivant tersembunyi oleh dinding menuju dapur. Reivant kembali dari dapur dengan segelas air putih dan duduk di samping Michael yang mengatur peralatan gamenya.
"Kau baik-baik saja kalau pergi sendiri tanpa ada salah satu kakakmu yang menemanimu, atau biar kakak meminta Arthur atau Chaiden atau Brandon yang menemanimu kesana, batin kakak tidak tenang untuk melepaskan kau pergi jauh tanpa pengawasan salah satu dari kami." Reivant menatap Michael penuh sayang dan ia mengusap pucuk kepala adiknya.
"Aku bisa kok, kak! Percayalah, aku tidak mau merepoti kakak, aku tidak sendiri ada teman-temanku yang lain." Michael berusaha menyakinkan Reivant.
"Tapi, tidak Mic. Kau tidak pernah meninggalkan rumah, bahkan kau home scholling, walaupun kau kadang ke warnet itupun tak keluar dari kompleks ini." Michael hanya bisa menghela nafas, ternyata kakaknya yang ini super overprotektif,
Michael berpikir setelah kedatangan Baby Carlissa. Reivant akan berubah dan tidak akan terlalu mengawasi adiknya, ternyata tidak sama sekali. Reivant masihlah Reivant yang dulu yang overprotektif jika menyangkut dengan adik-adiknya. Michael menatap kakaknya dengan tatapan datar, ia meneguk air di bawa Reivant tadi.
"Kakak kembali ke kamar dulu karna Baby Carlissa sedang tidur dan kakak kuatir jika ia terbangun." Reivant kembali kekamarnya,meninggalkan Michael yang hanya menangguk iya. Dalam hatinya ia bersyukur karna akhirnya ia bisa bebas dari ocehan Kakak tertuanya itu yang bisa mengalahkan ibu-ibu komplek, Dan hari ini sepertinya Reivant tidak pergi ke kantor.
TBC