PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
25. Hasil yang memuaskan



Disebuah ruangan lebih tepatnya di sudut mansion terlihat beberapa pria Bersama Ny.Besar mansion itu, dan juga bayi kecil mungil di pangkuan seorang pria tampan. Siapa lagi kalau bukan Ny.Park Bersama keenam putra tampannya dengan cucu kesayangannya Baby Carlissa.


Dengan tenang bayi cantik itu duduk di pangkuan Michael, Kenapa Baby Carlissa bisa Bersama Michael setelah setengah hari ia habiskan waktu Bersama Papa tampannya Reivant Park. Reivant menemani sang Daddy ke sebuah pertemuan bisnis dengan berat hati ia harus meninggalkan putri mungilnya itu. Kenapa Arthur Dan Brandon tak ikut Bersama Reivant, karna seharian tadi mereka harus mengurus pekerjaan di kantor yang di tinggalkan Reivant demi bersama Baby Carlissa.


Jadi malam itu dengan bebas mereka berdiskusi hasil tes DNA Reivant dan Baby Carlissa, Brandon sangat penasaran dengan hasil tes DNA kakaknya, karena ia yakin pasti benar dugaannya selama ini. Ny.Park menatap wajah putranya satu persatu dengan senyum yang lebar, ia menarik nafas Panjang dan membuka map coklat yang belum di bukanya sejak ia pulang dari rumah sakit.


Bahkan setelah menerima map coklat itu, Ny.Park memilih untuk langsung pulang, biar ia saksikan hasil tes DNA Bersama keenam putranya yang lain, ia tak mau kecewa sendiri jika hasilnya di luar dugaannya. Dengan perlahan Ny.Park membuka kertas putih dan meletakkannya diatas meja, semua mata tertuju pada tulisan hitam di atas kertas putih 99,9%.


"Yeiii,,benarkan dugaanku selama ini."Teriak Brandon girang dan langsung mengambil Baby Carlissa dari pangkuan Michael.


Begitu juga dengan yang lain, mereka tampak bahagia. Ny.Park menangis haru akhirnya ia memiliki seorang putri di dalam keluarga Park, walaupun itu adalah cucunya, tapi masih darah dagingnya sendiri.


"Kita harus rayakan ini.yuhuuuuuu" ujar Ny.Park semangat dan di setujui oleh anak-anaknya.


"Kita harus adakan pesta yang meriah, kali ini pesta yang di khususkan untuk Baby Carli." usul Chaiden dan segera di setujui Ny.Park.


"Tapi tunggu,, Jika Reivant bertanya kita harus jawab apa?".Ny.Park menatap mereka yang juga tampak bingung.


"Katakan saja,kita merayakan kemenangan Michael dan acara itu akan di buat sehari setelah Michael kembali dari kegiatannya." Usul Danien, Ny.Park menepuk tangannya setuju dengan usul Danien yang lumayan masuk akal.


"Jika aku kalah,bagaimana?" pertanyaan Michael berhasil membuat mereka semua menatapnya kesal.


"Jika Seorang Michael Park kalah, itu sangat tidak mungkin, kali ini kartu ku ini jadi taruhannya jika kau kalah." Jawab Arthur dan meletakkan sebuah black Card limited di atas meja.


"Jika aku menang?"tanya Michael yang sepertinya sedang menguji sang kakak.


"Akan kuturuti kemauanmu." Jawab Arthur dengan santai.


"Baiklah, permintaanku cuma satu dan akan ku katakan malam ini juga, bantu aku mencari tahu siapa dalang dari balik kematian orangtua kak Danien." perkataan Michael membuat Ny.Park menatapnya, seolah ada sesuatu yang menusuk hatinya dan membuat ia sedih.


Begitu pula dengan Danien yang juga menatap Michael, ia tak percaya permintaan yang selama ini yang ia inginkan tapi belum pernah ia katakan akhirnya malam ini juga di katakan oleh salah satu adik kesayangannya, ia dapat melihat dengan jelas raut wajah sedih di wajah Mommynya.


"Tidak sekarang Mic," Cegah Danien. Michael menatap kakaknya dengan penuh tanya, selama ini itu yang ingin Danien wujudkan tapi belum pernah terwujud. Michael memilih diam, ia juga merasa suasana langsung berubah karena perkataanya barusan.


"Aku minta maaf." Michael bangkit dari tempat duduknya dan langsung pergi, ia masuk kedalam kamarnya. Memilih untuk menyiapi perlengkapan yang harus ia bawa nanti, ia juga sadar bahwa ia tak punya hak untuk berkata seperti itu.


*******


Reivant mengetuk pintu kamar Michael, namun tak ada jawaban dari dalam sana. Karena Baby Carlissa terus menangis mencari Michael yang sejak semalam tak kunjung keluar dari kamarnya, sebenarnya Michael ada di dalam kamarnya, hanya ia merasa tidak nyaman dengan perkataannya semalam dan ia masih enggan bertemu dengan keluarganya.


"Mic,,,,Michael. Baby Carli mencarimu. Mic, kau mendengar kakak?." Panggil Reivant dan terus menggedor pintu kamar Michael.


Perlahan pintu itu terbuka dan muncul Michael dari balik pintu, dengan cepat Baby Carlissa tersenyum dan meminta agar Michael cepat menggendongnnya. Baby Carlissa seolah memeluk Michael erat setelah ia di dalam pelukan Michael, perlahan rasa mengantuk datang dan membuat bayi kecil itu merengek.


"Aku bawa dia masuk." Ijin Michael dan menutup pintu kamar pelan.


Reivant hanya mengangguk dan berjalan meninggalkan kamar Michael, ada yang aneh dengan suasana rumah pagi ini. Tidak seperti biasanya ia akan mendengar suara ejekan Aidyen dan gelak tawa dari mereka yang seolah saling mengejek.


"Ada apa Sayangku? kau merindukan mommy?." tanya Ny. Park dengan segera Reivant menggeleng dan membuat Ny.Park kesal. Tapi dengan cepat Reivant memeluk mommy nya itu.


Ny.Park hanya bisa tersenyum dan membalas pelukan putra sulung nya dengan pelan di usap nya punggung anaknya.


"Ada apa Rei?", tanya Ny. Park tidak biasanya kamu seperti ini.


"Gak ada Mom,," jawab Reivant tapi tidak melepaskan pelukan Maminya


"Rei?, leher mommy sakit," dengan pelan di pukulnya punggung Rei, "kamu terlalu tinggi nak. ,," lanjut Ny.Park.


"Mom?, ada yang ingin Rei ceritakan. Tapi mommy mau mendengarkan Rei," Tanya Reivant


"ada apa sayang, ceritakanlah jika itu bisa membuat mu lega," tanya Ny lembut, karena ia tahu anak sulungnya bukanlah anak yang suka menceritakan tentang masalahnya. dan Ny.Park tidak mau gegabah dalam bertanya.


Jika ia salah berkata sedikit saja, Putra sulungnya itu langsung enggan untuk bercerita dan memilih untuk diam. Ny.Park menatap Reivant penuh harap dan membuat Reivant Tersenyum jahil, ia kembali memeluk tubuh Mommynya erat dan membuat Ny.Park memukul lengannya karena Ny.Park merasa susah bernafas.


"Apa yang ingin kau ceritakan Rei?". tanya Ny.Park sambil mengusap lengan Putranya lembut.


"Aku hanya ingin memeluk Mommy." Jawab Reivant seolah tak bersalah dan Ny.Park tersenyum menatap tingkah Putra Sulungnya itu.


Reivant pamit kembali kekamarnya, sedangkan Ny.Park berjalan menuju kamar Michael,dengan ragu Ny.Park mengetuk pintu kamar Putranya itu. Padahal tidak pernah sekalipun Ny.Park mengetuk pintu kamar anaknya sebelum ia masuk. Pasti ia akan masuk dan membuat kehebohan di dalam kamar putra-putra kesayangannya.


Michael membuka pintu kamarnya dan menatap Mommynya dengan mata berkaca-kaca, ia langsung memeluk mommynya dan mengumamkan kata maaf. Ny.Park menyentil kening Michael.


"Dasar cengeng, siapa yang mengijinkan kamu menangis, hmm." ujar Ny. Park dan mengusap air mata Michael.


"Mom, Mic minta maaf. Seharusnya Mic tidak boleh berkata seperti itu."


"Tidak putraku. Kini sudah saatnya kita membahas itu, hanya belum sekarang kita melaksanakannya. Masih ada waktu dan kita akan menyelesaikan semuanya Bersama dan sekarang kita tuntaskan satu persatu masalah." Ujar Ny.Park mengusap pucuk kepala putranya itu.


"Terima kasih mom." Ujar Michael dan kembali memeluk Ny.Park erat.


"Yak,,apakah kalian ingin membunuh mommy. Kenapa pelukan kalian sangat erat dan membuat mommy sulit bernafas." Dumel Ny. Park dan membuat Michael tersenyum.


"jangan salahkan kami, tapi salahkan Mommy yang memiliki tubuh sekecil ini, Ckck." Ujar Michael sambal berdecak.


Ny. Park menatap Michael dengan wajah kesal namun menahan tawa, Dari balik dinding ada trio Kepo Park yang menguping pembicaraan Ny.Park dengan Michael. Mereka tersenyum bangga akhirnya semua kelar dan suasana rumah kembali seperti semula. Danien yang tidak sengaja melintas menatap ketiga adiknya sambal menyerngit.


Dengan jahilnya Danien sengaja menekuk lutut ketiga adiknya dan akhirnya ia tertawa menatap wajah adik-adiknya yang seolah tersiksa.


"Kakakkkkkkkkkkk" teriak ketiganya serentak dan membuat Danien semakin keras menertawakan mereka.


TBC.


Mohon dukungan dan mohon Votenya yah kakak-kakak.😊🙏