PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
30. Mr.GM



Ny. Park dan kelima putranya plus cucu tercintanya kembali ke tempat duduk mereka,kali ini baby Carlissa aman terkendali.


Bayi cantik itu tampak sibuk dengan pacifiernya, kali ini baby Carlissa duduk di pangkuan Ny. Park, dan duduk dengan tenang. Dia tidak lagi merespon Pamannya Michael.


"Yeiii,,semangat Mik." teriak Chaiden semangat dan berdiri dari  tempat duduknya.


Arthur langsung menarik tangan kakaknya dan segera menutup mulut Chaiden dengan Topi baby Carlissa.


Ny. Park menatap tajam kearah Chaiden dan mengancam akan menghukum anaknya itu. Chaiden menelan salivanya kasar dan mengatur bajunya seolah ia mengalihkan pandangan Dari Mommy nya.


Ny. Park bersyukur karena saat itu Michael tampak fokus dengan turnamen nya dan mengabaikan suara manusia devil itu. Aidyen,Danien,Brandon dan Arthur hanya bisa menepuk kening mereka.


Bagaimana bisa mereka memiliki saudara yang memiliki kepintaran yang sangat haqiqi seperti Chaiden.


*****


Akhirnya Turnamen itu selesai dan di menangkan oleh Tuan Muda Michael Park. Ya,siapa yang bisa menandingi kepiawaian pria keturunan cina yang berparas tampan itu.


Ny. Park tak henti-hentinya memuji Putra kelima itu dan berkata akan membeli peralatan game baru untuk Michael.


Jika Michael mendengarkannya, ia akan mengoceh dan tak henti-hentinya berkata.


"Mom, Playstation ku ini masih bagus dan baru, lebih baik uang itu Mommy simpan untuk keperluan Michael atau Kakak-kakak kelak, atau bagi saja kepada yang membutuhkan." Ujar Michael dan mereka sudah sangat menghafal sifat anak satu itu.


Baby Carlissa seperti mengerti saja, ia menepuk tangannya dan tertawa riang. Tak hentinya  Baby Carlissa memanggil nama Michael.  Namun suara bayi kecil itu tak bisa menandingi suara sorakan pendukung atau fans Michael.


.....


Sepulang dari tempat itu. Ny. Park dan kelima putranya plus Baby Carlissa langsung kembali ke Villa.


Brandon menghempas tubuhnya di sofa di susul oleh Arthur dan Chaiden di sampingnya. Danien langsung menuju kamarnya mencari istri tercintanya yang sudah ia tinggalkan selama 2 hari, sedangkan Aidyen si bungsu langsung menuju dapur dan mencari sesuap nasi.


"Ya,, aku tidak mempercayai ini. Sejak kapan Michael memiliki Banyak penggemar cantik-cantik seperti itu, aku merasa tertandingi." ujar Arthur yang tak percaya akan hal yang dia lihat tadi.


"Aku juga tak menyangka akan hal itu, Bahkan penggemarku tak ada yang secantik penggemar Michael." Sambung Chaiden sambil menggeleng kepalanya.


"Sejak kapan adikku sepopuler itu?"tanya Brandon yang juga tak percaya.


"Kalian saja yang ketinggalan info,,Ck,,aku tidak menyangka bahwa saudara-saudara ku yang begitu terkenal ini, tidak mengetahui bahwa Gamer terkenal dan sangat Misterius itu adalah Adik mereka sendiri." Ujar Danien yang baru saja kembali dari kamarnya dengan menenteng ipadnya dan seolah sedang mengejek mereka.


"Gamer terkenal? Misterius??" tanya ketiganya bersamaan dengan wajah yang bingung.


"Ck,, betul-betul tidak bisa di percaya. Mr. GM itu adalah Michael." Danien menunjuk Profil Mr.GM yang terkenal di sosial Media.


"What.. Yah,,,selama ini kita mencari orang yang tinggal bersama kita, serumah, sepiring, sebaju, secelana, setempat tidur, seorang tua." ujar Chaiden lebay.


"Benar.. Aku tak percaya ini, kalau kak Rey tau pasti ia akan senang." Brandon tampak semangat dan langsung meraih handphone nya untuk menelpon Reivant.


"Yak,,apakah kau gila. Kalau kak Rey tau kita disini, bisa tamat hidupmu dan jangan lakukan apapun tanpa meminta persetujuan Michael." Larang Danien dan melemparkan bantal kearah Brandon.


Brandon menepuk dahinya, hampir saja ia membuat masalah besar. ia lupa jika sekarang mereka datang ke kota K dengan tanpa sepengetahuan dari kakak tertuanya Reivant dan juga Tn. Park karena mereka masih sibuk dengan urusan perusahaan.


Saat mereka masih melepaskan penat di ruang tamu, handphone brandon berbunyi, saat dengan ID penelponenya tidak lain adalah kakaknya Reivant.


"hallo siiiang kak,," sapa brandon dengan sedikit gugup, karena saat di turnamen nya Michael, salah satu anak buahnya Reivant melihat mereka, hanya ia tidak memberitahukan kepada Mommynya.


"Emmm,,,dimana kamu brandon,," tanya Reivant dengan sedikit penekanan


"Di rumah kak,," jawab Brandon berbohong dan ia tampak gugup


"Yakin Ndon,," lanjut Reivant, ia sengaja menunggu kejujuran adiknya itu.


Brandon terdiam, ia tidak tahu harus menjawab apa, antara gugup dan ragu menjadi satu


"Kak Rei kapan pulang,," tanya Brandon entah ia sengaja mengalihkan pertanyaan Reivant ataukah ia hanya berpura-pura untuk tidak jujur sekarang.


"hmm,,,besok kami akan pulang,," jawab Reivant dan ia tidak melanjutkan pertanyaan dan dengan sepihak Reivant mematikan sambungan telpon tanpa pamit atau apapun itu, sepertinya Tuan Reivant yang tercinta marah karena ketidakjujuran adiknya.


Brandon hanya melongo menatap layar Handphonenya yang menghitam. Dan ia menatap mommynya yang baru keluar dari kamar Bersama baby Carli dalam gendongannya.


"Mom,," panggil Brandon dengan wajah yang sungguh kacau, "kak Rei tahu kita disini." lanjut Brandon dengan wajah pucatnya


"what,,Seriously" jawab Ny.Park dengan terkejutnya, dan tanpa babibu Ny.Park langsung mengisyaratkan untuk berkemas sekarang dan menyuruh Danien untuk meminta Jet Pribadi menjemput mereka sekarang.


"Mom, apa yang akan kita katakan pada manusia Macan itu,," tanya Chaiden, karena ia tahu sifat kakaknya Reivant.


"Tenang, nanti serahkan urusan itu kepada mommy,," jawab Ny. Park


"Mom sebentar lagi Jet nya datang, bersiaplah kita kebandara sekarang,,"ujar Danien


untuk soal mobil yang di bawa pas datang, itu di tinggalkan saja toh disini villa pribadinya mereka.


Dan untuk kebandara mereka akan di antar oleh sopir yang ada di villa itu. dan untuk Chaiden, Arthur, dan Aidyen mereka tidak peduli karena yang mereka inginkan sekarang adalah pulang.


Mereka sangat was-was dan berharap semoga mereka duluan tiba di sana, sebelum Reivant dan Tn. Park pulang.


Baby Carlissa yang tadinya sudah tidur, ia harus terkejut karena kehebohan yang di lakukan oleh paman dan Grandmomnya, membuat bayi kecil dan imut itu tersadar.


Mereka bersyukur karena baby Carlissa bukan tipe bayi yang manja yang sedikit-sedikit menangis dan rewel.


Mobil Hitam itu berhenti di bandara dan mereka berlarian menuju ke jet pribadi, sebelum berangkat Danien dan Chaiden di tugaskan untuk meminta ijin penerbangan jet pribadi melalui bandara secara mendadak itu.


Bersyukurlah semua berjalan dengan mulus, Akhirnya mereka sudah di dalam jet dan hendak kembali ke mansion tercinta yang di tinggalkan selama 2 hari lamanya.


Baby Carlissa kembali melanjutkan bobo cantiknya di pangkuan Ny. Park dengan tangan kecilnya memegang Baju Grandmomnya. Sambil melilitkan jari  kecilnya di baju Ny. Park.


"Ck,, Kau betul-betul mirip paman Mu Arthur. Jika mau tidur pasti jarinya akan dj lilitkan di baju grandmom." Ujar Ny.Park dan mencium sayang Cucu tercintanya itu.


Danien tampak sibuk dengan Ipadnya, ia berusaha menunda jadwal Kakaknya Reivant dan ayahnya agar bisa di tunda hingga besok pagi. Karena, itu jadwal terakhir mereka, setelah pertemuan dengan klien tersebut maka mereka akan kembali malam itu juga.


Dengan kepintarannya yang bisa menghack akun tersebut, Danien terus berusaha, sesekali ia menghela nafas karena membutuh waktu lama dan akhirnya usahanya berhasil.


"Yess,,kita selamat malam ini." ujar Danien dan menghempaskan tubuhnya.


Ny. Park melirik Danien sebentar dan kemudian mengacung jempol. Bersyukurnya mereka memiliki Danien, kalau tidak. Ahhh,,tidak bisa di jelaskan lagi kalau mereka tiba di Kota B dimana tempat tinggal mereka dan Reivant sudah tiba duluan.


Maka akan terjadi perang dunia ketiga dalam mansion Park. Reivant takkan pernah berhenti mengoceh hingga ia lelah sendiri.


*****


Michael menelpon kakak-kakaknya tapi tidak ada satupun yang menjawab panggilannya. Michael menatap layar hitam handphone nya dan kemudian memutuskan untuk menelpon Reivant.


Sepertinya dia merindukan kakak pertamanya itu, sudah empat hari mereka tidak bertemu.


"Halo kak." sapa Michael riang saat Reivant mengangkat telponnya.


"Ada apa Mic?"tanya Reivant dengan nada suara yang lembut.


"Tidak,, aku hanya ingin mendengar suaramu. Dimana Baby Carli,, aku tidak mendengar suaranya?"tanya Michael penasaran dimana ponakan cantiknya itu.


"Ck,,,kakak kira kau merindukan kakak. Baby carlissa di rumah. Bagaimana turnamenmu?" Canda Reivant dan membuat Michael tersenyum.


"Sekarang kakak dimana? Tidak perlu di ragukan lagi, adikmu inikan Sudah master dalam hal ini." Jawab michael dan membanggakan dirinya sendiri.


"Tidak heran. Kakak sedang di luar kota mengurus urusan bisnis bersama daddy. Mic,sampai disini dulu perbincangan kita,kakak harus keluar menemani daddy menemui rekan bisnisnya. Jaga dirimu baik-baik,okey.. Ingat pesan kakak." Reivant memutuskan panggilannya.


Michael kembali menatap layar hitam handphone nya, Dia sudah sangat merindukan rumah dan Michael sudah tak sabar lagi untuk memamerkan kemenangannya dan mendapatkan apa yang di janjikan oleh Saudaranya yang lain.


TBC.


👼🏻: Baby Carlissa hadir lagi,,,


hay tante-tante dan paman-pamanku yang cantik dan tampan. Dukung terus yah baby Carlissa dan berikan cinta kalian kepada baby Carlissa dengan cara Ikuti terus "Princess Daddy's" dan berikan Vote sebanyak-banyaknya nya.


Terima kasih, aku mencintai kalian😘