PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
50.



FLASHBACK.....


Devi menghampiri Agatha di kantornya, gadis itu menatap temannya yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Hingga mengabaikan dirinya yang sudah berdiri di sana dari beberapa menit yang lalu.


"Agatha,, Tha..thata!" Panggil Devi dan Agatha menatapnya sekilas.


"Hmm.. Ada apa Dev. Sedikit lagi selesai,Dev." Jawab Agatha dan mulai merapikan mejanya yang sedikit berantakan menurut dirinya sendiri.


Tapi,tidak untuk Devi yang menyerngit menatap meja kerja Agatha yang berserakan dengan berkas-berkasnya.


"Yeii,, yuk. Aku sudah lapar harus menunggu mu yang begitu lama. Ada sesuatu yang ingin ku ceritakan padamu." Ujar Devi dengan semangat dan mengikuti langkah Agatha yang berjalan menuju Kantin perusahaan yang berada di lantai 1 perusahaan.


"Apa?? apakah itu sangat penting?." Tanya Agatha dan masuk ke dalam lift di susul oleh Devi.


"Hmm,, Sangat-sangat penting." jawab Devi yang tampak semangat dan sudah tak sabar ingin menceritkan hal itu pada Agatha.


Keduanya berjalan mencari tempat duduk dan memesankan makanan pada pelayan kantin, Devi langsung menduduki dirinya di kursi, kemudian Agatha yang tampak sibuk memilih menu makan siang.


"Apa yang ingin kau ceritakan,Dev??." Tanya Agatha yang juga tampak penasaran, karena raut wajah Devi sangat berbeda. Ada kegembiraan yang jarang ia lihat di wajah cantik temannya itu.


"Aku yakin, kau pasti sangat penasaran." Senyum Devi yang seolah menggoda, ia tahu Agatha pasti sangat penasaran.


"Terima kasih,,Apa, dev? Cepat katakan, aku hampir mati karena penasaran." Ujar Agatha pada waiters yang mengantarkan minuman di meja mereka dan langsung meneguknya hingga setengah.


"Beberapa hari yang lalu, saat kamu ijin, Bos besar memperkenalkan salah satu putranya yang selama ini tidak di ketahui oleh publik, dia sangat tampan, aku bahkan tidak bosan menatapnya." Cerita Devi dengan antusias dan semangat.


"Dan kamu menyukainya??". tebak Agatha,


"Ck,, kamu sangat benar! aku yakin Tha, jika kamu disana, pasti kamu akan mengaguminya." Senyum Devi yang membayangkan wajah Danien.


"Putra Bos besar. Arthur?". Tanya Agatha mencoba untuk menebak namanya.


"No! salah. Namanya Danien, putra kedua keluarga Park. Tha,, aku sungguh menyukainya. Akan ku pastikan lagi jika kau disana.."


"Tidak, hanya Pak Brandon yang aku suka." Jawab Agatha dengan cepat dan memotong pembicaraan.


"Ck,,, Yayayay.. Pak Brandon juga tampan, tapi Pak Danien lebih tampan. Aku menyukainya,Tha." Ujar Devi yang tiada henti mengagumi Danien. Agatha hanya menangguk menatap temannya itu.


Flashback End.


*******


"Dia lumayan tampan." Gumam Agatha dan di dengar oleh Arthur yang saat itu masih berdiri di hadapan Agatha.


"Terima kasih Agatha, aku tau aku tampan." Jawab Arthur dengan percaya diri.


"Tidak. aku tidak mengatakan padamu,Pak." Ujar Agatha dengan wajah datarnya.


"Ck,, Tidak Bosnya, tidak sekretaris Wajah mereka sangat datar dengan expresi dinginnya itu." Ujar Arthur dengan kesal dan meninggalkan meja kerja Agatha.


Arthur memasuki Ruang kerja Kakaknya Reivant dan melihat Baby Carlissa yang sedang bermain dengan Kakaknya Brandon. Danien, sangat sibuk dengan istri perseginya itu.


Brandon mengirim sebuah pesan pada Kakak keduanya itu, Danien menatap Kearah Brandon dan menangguk setuju dengan permintaan Brandon, itu hal yang cukup mudah bagi dirinya.


Apalagi yang di minta oleh Brandon, kalau bukan meminta untuk mencari tahu tentang RS yang tempat Kak Reivantnya di rawat dan mencari tahu tentang seseorang di tempat itu, Brandon sengaja tidak mengatakan secara langsung, Karena ini Rahasia dia dan juga Mommynya, Ny.Park.


Bahkan Arthur saja tidak mengetahui apa rencana Brandon dan Ny.Park, Danien menyanggupi permintaan adiknya dengan senang hati.


"Dari mana saja,thur?". Tanya Danien yang baru sadar dengan kehadiran Arthur di sana.


"Biasalah kak, Arthur lagi menggoda sekretaris Kak Rei." Jawab Brandon dan membuat Arthur yang menyerngit menatapnya.


"Kamu menyukai Agatha,Thur?". Tanya Reivant yang sempat-sempat menguping pembicaraan adik-adiknya itu.


"Hahaha, aku bisa mati jika harus berhadapan dengan wajah datarnya Agatha setiap hari. Orang yang di sukai Agatha itu Kak Brandon." Jawab Arthur sambil tertawa.


Brandon langsung memilih diam, Karena ia tak mau menanggapi perkataan konyol adiknya itu. Mana Mungkin Agatha menyukainya, dan mungkin dia akan melakukan hal yang sama yang seperti di katakan Arthur.


Tapi tidak ia pungkiri, jika sekretaris kakak pertamanya itu juga cantik dan anggun di saat bersamaan, Brandon akui itu, tapi mungkinkah gadis itu menyukainya, iner Brandon


Arthur menatap wajah kakaknya Brandon yang sedikit membuatnya nya tersenyum, apakah kakaknya memikirkan ucapannya tadi.


Tak berselang lama pintu ruangan Reivant di ketuk dan muncul lah Agatha yang dengan memegang map berisi proposal yang akan di tanda tangani oleh Pak Reivant.


"Siang pak,," sapa Agatha


"Iya!." jawab Reivant tanpa melihat kedatangan Agatha


"Ini Proposal yang Pak Reivant minta." ujar Agatha serta menyerah kan Map tersebut dan matanya teralihkan menatap seorang bayi mungil yang bermain Bersama Brandon dan Arthur.


"Apakah bayi kecil itu cantik,tha?"tanya Arthur yang juga memperhatikan arah tatapan Agatha.


"Ya,,dia sangat cantik dan juga imut." Jawab Agatha dan juga menangguk.


"Dia juga mirip sekali dengan ayahnya." Lanjut Arthur yang sepertinya ingin menggoda Agatha.


"Hah?? Si-siapa ayahnya?"Tanya Agatha dan menatap Arthur.


"Kak Brandon. Itu putri kak Brandon." Jawab Arthur dengan wajah yang di buat nya serius.


Disisi lain, Davien maupun Reivant ingin sekali menertawakan Agatha dan Juga Brandon yang tampak cengo dengan perkataan Arthur.


Sungguh Arthur yang kejam,dia sangat bisa membohongi anak orang, dan membuat Agatha terkejut.


"Itu anakku Tha namanya Carlisa dan kamu bias memangilnya Baby Carli." lanjut Reivant mengenal kan bayi mungil tersebut.


"Dia sangat cantik pak. Apakah benar dia anak Pak Reivant." ujar Agatha tanpa melihat Bossnya tersebut dan membutuhkan jawaban yang benar. Agatha tau Bosnya itu tidak pernah berbohong.


Reivant menangguk dan menyakinkan. Agatha tersenyum dalam diam dan mengusap dadanya seolah ia bersyukur,karena apa yang di bayangkan nya tidaklah benar.


Ingin sekali ia menjambak rambut Arthur saat itu juga,jika ia tidak memikirkan bahwa pria itu adalah adik dari Bosnya dan juga Pak Brandonnya itu.


"Apakah saya boleh mengendongnya pak,," lanjutnya lagi dan bertanya apakah ia di ijinkan.


"Iya,,,jika kamu tidak punya pekerjaan lagi." jawab Reivant datar


"Baiklah pak." ujar Agatha ia tahu walaupun bossnya itu menjawab dengan datarnya tapi ia di ijinkan.


"Pak Reivant, jam 13.00 siang ini akan ada meeting dengan para pemegang saham dari beberapa perusahaan, dan saya sudah menyiapkan materi untuk itu." ujar Agatha memberitahukan jika bossnya ada rapat penting.


"Baiklah Tha!terima kasih." jawab Reivant dengan tanpa melihat.


"Saya permisi." pamit Agatha dan meninggal kan ruangan tersebut walaupun ia sempat melirik pada adik dari bossnya itu siapa lagi jika bukan Brandon.


Brandon sedikit tersenyum menatap tingkah sekretaris kakaknya itu yang memerah wajahnya saat Brandon menatap nya tadi.


"Ternyata benar yang di katakan Arthur,, baru kali ini aku melihatnya secara jelas jika gadis itu cukup menarik." gumam Brandon yang ternyata di dengar oleh adiknya Arthur.


"Kan apa ku bilang, Gadis itu menyukaimu kakak." goda Arthur pada kakak keempatnya itu dengan senyum jahilnya


"Mama,,mamaa,," celotahan Bayi mungil itu mengalihkan semua mata yang sibuk dengan urusan masing-masing langsung menatap bayi gembil itu.


"Ada apa baby??." tanya Arthur


"mama,,papaa al,," celotahnya lagi


"Baby lapar?". ujar Brandon dan melihat jam di pergelangan tangan nya yang akan sedikit lagi menujukan pukul 13.00, waktunya untuk Rapat dan mereka tidak akan sempat memberi makan pada bayi mungilnya itu.


Reivant menekan tombol telpon di meja nya dan menyuruh Agatha datang, tak berselang lama Agatha masuk dengan sedikit tergesa-gesa.


"Ada yang bisa saya bantu pak?." ujar Agatha


"Tadi kamu mengatakan ingin mengendong anakku kan, bisa kah aku meminta tolong untuk menyuapinya sebentar Tha." ujar Reivant.


"Apakah pekerjaan mu sudah beres?." lanjutnya lagi yang melihat binar bahagia di wajah sekertarisnya itu.


"Iya pak sudah selesai semua." jawabnya cepat


"Ini makannanya Tha,," jawab Arthur sambil menyodorkan tas makanan pada Agatha


Agatha sedikit gugup karena ia akan duduk dekat dengan para adik-adik dari bossnya terutama Brandon.


"Jangan gugup Tha! maaf mungkin ini memang bukan pekerjaan mu, kami tidak bisa menyuap baby,dan karena itu kami meminta tolong padamu." ujar Brandon yang melihat Agatha yang wajah nya semakin memerah.


"Ba-baikkk pak." Jawab Agatha dengan gugup


Dimana Danien,,jangan tanyakan karena sekarang ia masih sibuk meretas CCTV rumah sakit tempat kakaknya di rawat dulu, dan mencari keberadaan istri dari kakaknya tersebut.


"Done,," ucap Danien tiba-tiba yang mengalihkan semua pandangan padanya.


TBC.


Spesial Pict. DANIEN PARK