
Reivant tampak sibuk dengan beberapa berkas di meja nya, ia membaca satu persatu dengan teliti tanpa terlewat satupun, hingga bunyi telpon membuyarkan konsentrasinya, membuat ia berdecak siapa yang menganggunya
Ia melihat ID penelpon, nomor tanpa nama.
"Siapa ya??".Gumamnya sambil mengangkat telponnya.
"Hallo,,"Sapa Reivant
"Vant, jam berapa ini, bersiaplah."Ujar penelpon dari sebelah todepoin
"Ya ampun Re, apa kamu meretas nomor telponku juga?."Ujar Reivant kesal, sahabatnya itu sungguh kurang waras.
"Hahaha, ayolah vant, aku sudah bersiap dengan beberapa orang-orang ku."Ujar Rayn/Rare tanpa memperdulikan pertanyaan sahabatnya itu
"Ya, sekarang kami akan bersiap."Ujar Reivant dan menatap Danien, seperti memberi kode pada Danien untuk bicara pada Brandon dan Arthur.
"Oke sahabatku tersayang.."Balas Rayn/Rare, ia sengaja mengerjai sahabatnya itu, hal itu sukses membuat Reivant hampir muntah.
"Dasar manusia kurang waras."Ujar Reivant yang membuat Rayn tertawa dan mematikan sambungan telponya
"Dan,,telpon bima sekarang, jemput Amel dari butik mami sekarang."Ujar Reivant pada adik keduanya itu.
Dibalas anggukan dari Danien dan ia menelpon Bima untuk menjemput amel dan mengantarnya ke Restoran W yang sudah di reservasi oleh Agatha tadi.
"Don, telpon Michael sekarang, suruh dia menelpon Shera sekarang."Ujar Reivant lagi pada adik keempatnya itu. walaupun sebenarnya mereka sudah mengirimkan pesan untuk shera kemarin dan di balas ya, tapi mereka ada perubahan lokasi pertemuan, agar bisa mengecoh anak buah Rouwnd.
"Baik kak,,"Jawab Brandon menelpon Michael, dan langsung di jawab Michael, jika ia sudah menelpon kakak iparnya dan di balas dia bersedia ke Restoran yang sudah di pesan ulang.
Sedangkan Arthur masih sibuk dengan ponaan cantiknya itu, entahlah ia masih malas untuk sekedar mencari tahu, karena yang dia tahu hari ini mereka akan bertemu kakak iparnya.
"Kak, 30 menit lagi, Amel sudah di Restoran sekarang."Ujar Danien, tadi ia mendapatkan pesan dari bima. Karena sebenarnya jarak antar Restoran dengan butik Ny.Park yang cabang tidak jauh, 10 menit juga sampai dengan mengunakan motor, karena kebetulan tadi Bima mengusulkan pada tuan mudanya cukup memakai motor saja.
Ting,, bunyi pesan di ponsel Reivant
"Shera sudah keluar dari Rumah sakit." isi pesan dari Rayn yang mana tadi ia menyuruh beberapa anak buahnya menyamar untuk memantau sekitar Shera.
"Y",,balas Reivant singkat padat jelas.
Reivant bangun dari duduknya menuju sofa dimana ketiga adiknya berkumpul termasuk baby Carli yang anteng duduk di pangkuan Arthur.
"Don, Ar, hari ini kakak akan langsung bertemu kakak ipar kalian dan langsung membawanya pulang ke mansion."Ujar nya sambil menatap anaknya itu yang tersenyum padanya seakan ia tahu jika ia akan bertemu mami nya sebentar.
Danien dan Brandon sudah pergi setelah Reivant berbicara, karena mereka yang akan bergabung dengan Rayn beserta anak buahnya, ya walaupun mereka membawa tidak banyak kelihatannya. Tapi, sebenarnya anak buah mereka tersebar dimana-mana. Sedangkan Arthur tetap Bersama kakak pertamanya dan baby Carli.
****
Restoran W, tampak Amel duduk di salah satu meja, ia sedikit gugup untuk bertemu dengan istri dari tuan mudanya, ya ia sudah melihat foto dari Ny.muda nya, jadi ia akan langsung tahu.
"Semoga Ny.muda tidak menanyakan kenapa aku yang disini."Gumam Amel pada diri sendiri dengan cemas plus gugup.
Ia menatap jam tangan yang melingkar di tangan kirinya, pemberian dari atasannya tadi, tak berselang lama tampak seorang wanita muda masuk dan berjalan dengan anggunnya menuju meja yang sudah di pesankan tadi, karena tadi ia mendapatkan pesan dari Hanna alias Michael.
Tampak beberapa mata pengunjung pria di restoran itu terpana, karena sekarang adalah jam makan siang, mereka menatap pada Shera, ya mereka menganggumi paras anggun dan cantik dari wanita itu.
"Permisi, maaf anda siapa??".Tanya Shera saat ia sampai di meja yang ia tuju, karena di meja itu sudah ada seorang wanita yang tampak asing untuk nya.
"Maaf Ny., saya yang mengirimkan pesan untuk anda tadi."Ujar Amel sopan, ia melupakan naskah yang sudah ia baca dan belajar, ternyata sulit untuk melakoninya, apalagi saat ini ia melihat wanita anggun di depannya itu, benar-benar cocok dengan tuan mudanya.
"Bagaimana kamu tahu nomorku??."Tanya Shera masih dengan nada lembut dan sopan, benar-benar wanita berkelas.
"Saya, hanya ingin menyampaikan pesan, jika sebenarnya ada orang lain yang akan bertemu dengan Ny."Ujar Amel gugup, ia benar-benar lupa akan naskahnya sekarang (poor Danien😢)
"Jangan panggil saya Ny. jika ku perhatikan kita hampir seumuran."Ujar Shera dengan senyum manis dan mendudukan badannya di salah satu kursi.
"Siapa namamu, kenalkan saya Shera."Ujar Shera mengenalkan dirinya dan menanyakan nama dari wanita di depannya ini
"Saya Amel kak."Jawab Amel, ya ia terpaksa memilih memanggil kakak kepada istri dari bossnya.
"siapa yang akan bertemu dengan ku, Mell?"Tanya Shera yang sudah bisa akrab dengan Amel.
"Itu saya kurang Tahu kak."Jawab Amel yang tak berani jujur,
"Saya hanya di suruh untuk bertemu dengan kakak,,"Lanjutnya lagi, hingga matanya menangkap Dua sosok Tuan mudanya masuk dengan Baby Carli yang di gendong oleh Tuan muda pertamanya,
Shera tidak melihat karena ia duduk membelakangi pintu masuk, jadi ia tidak melihat siapa yang datang.
Ya, itu adalah Reivant, Arthur serta baby Carli yang tersenyum menampilkan deretan gigi mungil nya.
"Hei kita belum memesan makanan."Ujar Shera yang tak terima karena Amel yang akan pamit untuk pulang
"Maaf kak,Tugas saya sudah selesai, nanti juga kita akan bertemu lagi kak."Jawab Amel dengan senyum tulus,Karena nanti dia pasti akan bertemu dengan Istri dari bosnya itu setiap hari.
"Hmm,,baiklah, hati-hati di jalan, karena aku juga harus kembali ke rumah sakit."Ujar Shera juga dengan senyum dan hendak berdiri untuk kembali ke rumah sakit.
Hingga,,,,
"Mami,,"Celoteh baby Carli sesaat sudah dekat di belakang maminya, itu juga Reivant yang menyuruhnya.
Shera sangat mengenal suara bayi kecil itu, ia berbalik menatap tak percaya pada ketiga manusia beda usia di depannya, antara haru dan bahagia bercampur menjadi satu. Shera tak menyangka ia akan bertemu dengan suami, anak dan adik iparnya secepat ini.
"Mami,,"Celoteh Carli lagi dan mengulurkan tangan nya pada maminya, meminta di gendong.
Shera mengulurkan tangannya karena posisi ia dan Reivant suaminya berhadapan jadi mudah untuknya mengambil gadis kecilnya itu. Ia mencium sayang wajah bayi mungilnya, rindunya pada anaknya sungguh terobati.
"Aku tak menyangka ternyata kakak ipar ku sungguh wanita yang tangguh."Ujar Arthur memecahkan suasana canggung di antara suami istri itu, ia sedikit heran kenapa tidak ada adegan seperti di drama-drama yang pernah dan sering mommynya tonton.
"Bagaimana kabarmu,Thur?".Tanya Shera yang mendengar perkataan adik iparnya.
"Hei, suami mu disini Ra, kenapa kamu tidak menanyakan kabarku."Ujar Reivant dengan wajah kesalnya
Shera dan Arthur tertawa mendengar perkataan dari seorang Reivant, yang sangat bertolak belakang jika ia di kantor atau bertemu dengan orang baru.
"Yak,,apakah tidak ada adegan seperti di drama yang sering di nonton mommy. Ayolah,,Arthur menunggu adegan itu." gumam Arthur dan menatap kedua di hadapannya kini.
"Aku tahu kamu baik-baik saja Rei."Ujar Shera dengan senyum tulusnya. Disisi lain dia bersyukur dan juga bahagia karena bisa bertemu lagi dengan orang yang di sayangnya dan juga ia rindukan.
"bagaimana luka mu??".tanya nya lagi
"Ternyata benar itu kamu."Ujar Reivant saat mendengar Shera menanyakan kondisi lukanya.
Mereka akhirnya duduk di kursi masing-masing di meja yang tadi di duduki oleh Shera dan Amel
"Apa ini yang di maksudkan Amel, kalian yang menyuruhnya?."Tanya Shera dengan baby Carli yang duduk di pangkuan maminya.
"Iya aku lah yang menyuruhnya, karena aku merindukan istri mungilku."Ujar Reivant tatapan mata yang sendu, menandakan ia benar-benar merindukan istrinya
"Hei kak, ingat disini ada anak di bawah umur, yaitu baby dan aku."Ujar Arthur yang mendengar perkataan kakaknya itu sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ck, pulang sana."Usir Reivant pada adik kelimanya itu.
"Kak kamu sungguh tega padaku."Ujar Arthur dengan wajah memelas.
"Kakak ipar lihat suamimu sungguh menyebalkan."Ujar Arthur lagi mengadu pada kakak iparnya dengan wajahnya yang manyun.
"Sudah lah Rei, biarkan adikku disini."Ujar Shera sambil menatap suaminya dengan senyuman manisnya. Arthur jangan di tanya ia bahkan tersenyum senang menatap kakak pertamanyanya dengan wajah yang mengatakan bahwa dia menang.(Dasar Arthur😁)
"Bagaimana kalian bisa kesini?."Tanya Shera yang celingak celinguk, melihat kesana kemari seakan takut ada yang melihatnya
"Tenanglah Ra, mereka tidak ada lagi disini."Ujar Reivant yang tahu apa yang membuat Shera Khawatir.
"Bagaimana bisa??."Tanya Shera seakan tak percaya
"Apa kamu meragukan suamimu dan adik-adik iparmu."Jawab Reivant yang di setujui oleh Arthur.
"Benar kakak ipar, tidak akan ada lagi yang bisa menganggu kakak lagi."Ujar Arthur dengan cengiran khasnya.
"Syukurlah, tapi bagaimana dengan papi?."Tanya Shera karena ia tahu papinya takkan tinggal diam.
"Tenanglah, biarkan kami yang mengurusnya, termasuk perusahaan dan panti asuhamu."Ujar Reivant,
"itu semua akan di ambil alih dari Rouwnd."Lanjutnya lagi dengan senyum yang sangat jarang ia tunjukan pada orang lain selain orang-orang yang ia sayang.
"Jangan pergi lagi, percayalah suamimu ini akan membereskannya Ra, kamu cukup merawat putri kecil kita dan adik-adiknya kelak."Ujar Reivant dengan suara datar tapi sedikit godaan.
Uhukk,,uhuukkk,, Arthur keselek air yang baru ia minum saat ia mendengar perkataan kakaknya, gombalan seperti apa ini denhan wajahnya biasa saja. Arthur menyerngit menatap kakaknya.(Sebenarnya ngapain sih,Rey?? Emangnya kamu sedang baca puisi dengan wajar datar🙄-Author Bilaik).
Tadi saat mereka baru duduk Arthur memanggil seorang waiter, untuk memesan beberapa makanan dan minuman untuk mereka dan juga baby Carli.
"Kak, wajah mu sungguh tidak cocok dengan perkataanmu." ujar Arthur pada kakaknya, sedangkan Shera hanya tersenyum malu mendengar perkataan terakhir suaminya.
"Yakk kalian melupakan ku."Ujar Seseorang yang masuk Bersama beberapa pria tampan lainnya.
TBC.