
Reivant,Danien, dan Brandon sudah tiba di kantor di antar pak Yaya yang sekarang menjadi sopir Reivant. Seperti biasa itu akan menjadi pemandangan indah untuk karyawan-karyawan disana.
"Don, bagaimana persiapan, apa sudah selesai?."Tanya Reivant pada Brandon.
"Sudah kak, sebagian anak buah Rounwd sudah kita amankan tanpa ketahuan dari Rouwnd, karena ia masih sibuk untuk mengincar daddy tentunya". Jawab Brandon dan berjalan dengan sangat wibawa di depan para karyawan nya.
"Baiklah, kita akan begerak cepat, jadi setelah dari sini kita langsung menjemput kakek dan paman Billy."Ujar Reivant lagi
"Don, bagaimana pihak keamanan?."Tanya Reivant lagi.
"Mereka sudah mempelajari berkas-berkas yang sudah saya beri, dan mereka menyatakan itu asli dan itu sudah sangat cukup untuk menjerat Rouwnd dan kak Rachel akhir-akhir ini bekerja dengan sangat ekstra."Jawab Brandon dan mengingat pada Rachel yang beberapa hari ini sering Lembur di kantor.
"Dan, apa kamu sudah mencari tahu tentang Gavin?."Tanya Reivant pada Danien
"Sedikit lagi kak, Gavin seperti benar-benar menutup informasi tentang dirinya."Jawab Danien menanggapi pertanyaan kakaknya.
"Baiklah kakak percayakan padamu, anak itu juga korban Rouwnd, kakak takut malah ia di manfaatkan Rouwnd, sekarang saja sudah."Ujar Reivant mengingat penyerangan yang pernah di lakukan anak buah Gavin pada adik-adiknya tempo hari.
"Baik kak."Jawab Danien
"Rachel juga tak pernah berkunjung lagi setelah pindah ke Mansion Rare,,"Ujar Reivant pada adiknya Brandon
"Iya kak, Kak Chell sibuk, kayaknya,,"Jawab Brandon
Sekarang mereka sudah tiba di ruangan Reivant, dengan Agatha yang ikut dari belakang.
"Tha, bacakan jadwalku hari ini."Ujar Reivant pada sekertarisnya itu.
"Hari ini ada meeting dengan CEO dari perusahaan cabang di kota M jam 12 siang Pak, hanya itu saja."Ujar Agatha dan menatap bosnya.
"Baiklah kembalilah dan persiapakan semua dan jangan ada kekurangan."Ujar Reivant
"Baik pak."Jawab Agatha dan ia pamit undur diri.
Brandon sempat melihat Agatha, ia masih ingat apa yang di katakan oleh adiknya Arthur saat mereka mengantar Agatha pulang.
Ingin ia mengungkapkan perasaannya pada gadis itu, tapi belum saat ini karena mereka masih harus menyelesaikan masalah Rouwnd.
Reivant mengeluarkan ponselnya dan mendial nomor Rayn, karena mereka akan ke mansion Rayn setelah Meeting.
"Re,,"Sapa Reivant saat panggilan tersambung.
"..."
"Iya, kami kesana selesai meeting, karena ini juga menyangkut perusahaan yang di sana."Jawab Reivant
"...."
"Ok,,"Jawab Reivant dan mematikan sambungan telponnya..
Danien dan Brandon sudah kembali ke ruangan mereka, karena sebentar lagi mereka juga akan ikut meeting tersebut.
****
Yunna company
Tampak Chaiden yang masih berkutat dengan kertas-kertas yang ada, dan Arthur yang sibuk dengan beberapa laporan yang tadi barusan di berikan oleh Anna sekertaris Chaiden.
"Kak, kapan Film ini akan di produksi?."Tanya Arthur yang membuka salah satu laporan.
"Itu kakak juga masih mempelajarinya, karena kakak harus mencari sponsor tambahan agar filmnya bisa booming."Jawab Chaiden tanpa melihat adiknya.
"Jalan ceritanya bagus, jika aku baca sinopsinya kak, lumayan untuk memacu adrenaline."Ujar Arthur lagi.
"Hmm, cepat selesaikan karena sebentar lagi kita ada meeting dengan perusahaan cabang di kota M."Ujar Chaiden pada adiknya itu.
"Siap Boss"Jawab Arthur dengan semangat dan membuat Chaiden tersenyum melihat wajah tengil adiknya yang berubah menjadi serius.
****
Tepat jam 12 siang ruangan meeting di park company sudah berisi beberapa anak muda yang di percayakan oleh Reivant untuk mengurus kantor cabang di kota M.
Tak berselang lama Reivant dan keempat adiknya dan juga Agatha tentunya, semua sudah berkumpul di ruangan tampak CEO muda itu mulai untuk membacakan laporan singkat, dan Reivant berserta adik-adiknya mendengarkan dengan teliti dan sambil membaca laporan yang mereka pegang saat ini.
"Baiklah, saya mengerti, jadi kalian ingin membuat teater untuk anak-anak muda disana?."Tanya Reivant
"Iya pak, karena banyak anak muda berbakat tapi mereka selalu terkendala dengan sponsor dan modal."Jawab CEO tersebut .
"Baiklah, kerjakan yang menurutmu bisa membawakan keberhasilan untuk anak-anak itu dan kemajuan untuk perusahaan kita tentunya."Jawab Reivant
"dan untuk kedepan nya jika ada yang ingin di laporkan, kalian bisa langsung ke Yunna Company."Ujar Reivant
"Kai mulai hari ini, untuk perusahaan di kota M, kamu harus mulai memegang kendalinya dan Arthur beberapa bulan lagi kakak akan mengangkat mu menjadi direktur di Kota M."Ujar Reivant pada kedua adiknya itu.
"Iya kak, kami akan mengerjakannya."Jawab Chaiden
"Mohon kerja samanya."Ujar Arthur menatap CEO muda itu dan beberapa bawahannya,tidak lupa dengan senyum yang menurut Chaiden itu senyuman terbaik yang di miliki adiknya.(senyuman tanda bahaya) hehe.
"Baik pak, terima kasih atas kepercayaannya."Ujar CEO tersebut
"Baiklah sampai disini meeting kita."Ujar Reivant dan mengakhiri meeting mereka.
Reivant beserta adik-adiknya meninggalkan ruang meeting tersebut, kenapa hanya Reivant yang berbicara tadi, walaupun semuanya ada disana, karena ia ingin adik-adiknya tahu bagaimana mereka kedepannya nanti.
"Kak, apa sekarang kita langsung ke rumah kak Rayn?."Tanya Brandon
"Kita makan siang dulu, Kai apa kamu mau ikut kakak ke mansion Rare?."Tanya Reivant pada adiknya itu.
"Ingin sih kak, tapi Kai dan Arthur masih banyak pekerjaan jadi kami bertemu kakek dan paman di rumah saja."Jawab Chaiden dan menatap Arthur yang hanya menangguk-angguk setuju perkataan kakak ketiganya itu.
"Baiklah, selesaikan pekerjaan kalian, tapi kita makan dulu."Ujar Reivant yang di angguki oleh adiknya.
"Tha, pesankan tempat untuk makan siang."Ujar Reivant pada Agatha
"Baik pak."Jawab Agatha
"Sekalian Bersama kamu dan ajak Devi juga, jadi kita jalan sekarang, tunggu Don,."Ujar Reivant lagi
"B,,Baik pak."Jawab Agatha gugup, setidaknya ia mempunyai teman.
"Kak Rachel dimana ya, kok gak kelihatan, sepertinya aku merindukannya?."Tanya Chaiden yang sengaja sambil melirik kakak keduanya itu.
"Kak Rachel? Hmm,, hari ini dia ijin kak, karena Ada Kakek Aharon dan Kakek Wilson di rumah." Jawab Brandon dan di Angguki oleh Chaiden.
Danien menghela nafas pelan, tanpa di sadari nya dan di dengar oleh Chaiden, mendengar hal itu. Imaginasi Chaiden mulai berkeliaran tak jelas dan dia tersenyum, ternyata kak Rachel tak bertepuk sebelah tangan.
Sedangkan, Arthur menatap seakaan bertanya pada kakak pertamanya, kenapa hanya kak Brandon dan kak Danien.
"Lah terus kak Kai, siapa yang damping?."Ujar Arthur menjahili kakak ketiganya itu.
"Ck, aku belum berpikir untuk mencari pendamping."Jawab Chaiden asal
"Hahaha, bilang saja kalau kakak kurang laris."Ledek Arthur lagi membuat yang di sana hanya tersenyum.
Reivant menarik adik kelimannya itu, karena saking jahilnya sampai Chaiden hanya pasrah dengan kelakuan adik kesayangannya itu.
"Kak, Ar belum selesai."Ujar Arthur dengan mimik muka di buat sedih.
"Ar kamu ini, sudah besar masih saja jahil."Ujar Reivant yang tetap menarik adiknya itu, jarang-jarang Reivant bertingkah seperti itu, jadi mereka akan sangat senang jika kakak pertamanya mulai memanjakan mereka.
"Kak, sepertinya kita harus cepat bertindak."Ujar Danien yang berjalan di belakang Reivant.
"Kenapa, ada sesuatu kah, Dan?"Tanya Reivant dan menatap adik keduanya.
"Hm, iya kak, sepertinya Rouwnd mulai curiga."Ujar Danien lagi
"Baiklah, setelah kita makan, kita ke rumah Rayn, kita langsung susun rencana disana, malam ini kita bertindak."Ujar Reivant dengan tegas.
"Baik kak."Ujar Mereka bersamaan.
Reivant dan keempat adiknya sudah sampai di restoran yang sudah tak lama Agatha dan Devi juga tiba dengan mobilnya. karena mereka mengunakan mobil yang berbeda.
Sebenarnya tidak terlalu jauh Restoran itu tapi mau bagaimana lagi harus pakai mobil.
Reivant, Chaiden dan Arthur sengaja berjalan duluan, supaya Danien dan Brandon bisa berjalan Bersama gebetan mereka.
"Kak, pasangan di belakang sangat cocok."Ujar Arthur dengan kekehannya.
"Biarkan, kakakmu sudah pantas untuk memiliki pendamping hidup, Ar."Jawab Reivant
"Apa kamu juga ingin, Ar?"Tanya Chaiden dengan senyumnya yang tampak di paksakan.
"Aku belum berpikir untuk itu kak, karena aku harus sukses, supaya wanita yang akan hidup bersamaku kelak tak akan merasakan hidup dengan kekurangan."Ujar Arthur dan Chaiden mengacak rambut adiknya bangga.
"Bukan hanya materi yang di cari wanita Ar, tapi kesetiaan, dan kasih sayang yang tulus yang kau berikan padanya."Ujar Reivant lagi.
"Kekayaan, kesuksesan itu sebuah bonus tapi kesetiaan dan ketulusan mu itu adalah sebuah anugerah yang berharga yang ia miliki."Lanjutnya lagi
"Jadi kesimpulannya carilah wanita yang bisa menerima mu dengan segala kekuranganmu bukan hanya kelebihanmu saja."Ujar Chaiden sok dewasa (lah,sudah dewasa kan dia)
"Begitu juga kita sebagai lelaki, jadi intinya kita bisa saling menerima kekurangan dan kelebihan pasangan serta semua yang ada pada pasangan kita."Ujar Reivant
Setelah acara saling menasehati, mereka sampai di ruang VIP yang sudah di pesankan oleh Agatha tadi.
****
Part Danien-Devi, Brandon-Agatha
"Kak."Brandon memanggil Danien yang seakaan tak peka dengan keadaan yang sudah di berikan oleh ketiga manusia di depan mereka itu.
"Hmm, kenapa, Don?"Tanya Danien yang sibuk dengan Ipadnya dengan di pegang Brandon tentunya sedari tadi (dasar Danien).
"Kakak dengan Devi ya."Ujar Brandon yang menatap tangannya di lengan kakaknya itu.
"Hm.."Balas Danien
Brandon mundur selangkah karena posisi Agatha dan Devi tepat di belakang mereka
"Dev, tolong temani kakakku ya."Ujar Brandon.
"Tapi,,"-Devi belum habis bicara
"Please, kamu cukup berjalan di samping kak Danien saja."Ujar Brandon lagi
Sedangkan Agatha jangan di tanya wajah nya sudah seperti kepiting rebus, antara malu, gugup entah apa lagi bercampur menjadi satu, dan Devi ia juga hampir pingsan mungkin.
Sekarang Agatha dan Brandon berjalan beriringan begitu juga Danien dan Devi, tapi memang dasar es kutub ia malah sibuk dengan Ipadnya hingga,
"Pak, apa bapak bisa berjalan tanpa melihat jalan?."Tanya Devi sedikit gemas dengan tingkah bossnya itu, karena ia lebih mementingkan Ipadnya daripada jalan di depannya.
"Apa kamu bisa membantuku."Ujar Danien yang tak menjawab pertanyaan Devi, tapi malah meminta bantuan.
"Apa itu pak?."Tanya Devi sedikit gugup, karena ia berbicara dengan Danien selama ini hanya jika menyangkut pekerjaaan saja.
"Aku bukan tipe orang yang suka di pegang oleh orang lain selain kakak dan adikku dan kedua orang tuaku tentunya, tapi pengecualian buat kamu karena adikku masih pendekatan sama sahabatmu itu."Ujar Danien membuat Devi kaget antara senang dan haru.
"Baik pak."Ujar Devi dan ia mengandeng tangan Danien yang menyuruhnya tadi.
Lain yang terjadi dengan Brandon dan Agatha.
"Tha, maaf mungkin aku selama ini kurang peka denganmu."Ujar Brandon
"Sejujurnya aku merasa nyaman jika melihat mu di dekatku, aku juga merasa merindukanmu disaat tak melihatmu."Ujar Brandon lagi dengan gombal,(eittsss itu bukan gombalan atau rayuan belaka, tapi itu perasaan yang terdalam dari diri Brandon Park).
"Mau kah kamu menjadi kekasihku Tata."Ujar Brandon lagi dan lagi (akhirnya Brandon mengungkapkan perasaannya juga)hehe.
"A,,akku, akku mau."Jawab Agatha malu-malu
"Ck pasangan yang kurang Romantis."Celoteh Danien ,walaupun ia sibuk dengan Ipadnya, percayalah jika ia bisa mendengar percakapan adiknya dan pacarnya Agatha.
"Dev, apa kamu mau menjadi pasanganku?."Tanya Danien todepoint.
"Ha,,,"-Devi hanya melongo mendengar ungkapan Danien yang terbilang hmmm,,apa ya
"Jangan jawab sekarang, dua hari lagi ku tunggu jawabanmu."Ujar Danien dan meninggal Devi yang cengo di tempat.
Hingga Agatha menariknya berjalan bersama, dengan senyum di bibir mereka, ckckc ini nie kalau lagi kasraman ehhh salah kasmaran.
Akhirnya Brandon dan Agatha resmi menyandang status pacaran, sedangkan Danien Devi masih gantung. (Kek baju aja di gantung).
TBC
Hay-Hay..... What ups Everybody...
Welcome back in Area.. Area para Daddy-Daddy tampan dan tak luput Author yang cantik jelita nan mempesona. Hadir lagi di tengah kesibukan kita semua. Semoga masih sehat dan tetap semangat semua yah...
Jangan lupa,dukung akyu dan para penghuni tampan di lapak ini. heheheh...
hmmmm,,kali ini dengan segala murah hati.. saya akan memberikan Spesial Pict...
hmmm,, Si bungsu Park saja yah,,because Author dan Mommy Shera sedang merindukan Bungsu Park. hihihi...