
Pintu ruang rawat Reivant terbuka dan munculah Ny. Park beserta brandon yang membawa kan minuman untuk Arthur karena tadi ia menyempatkan diri membeli minuman di café rumah sakit tersebut.
"Kak Rei sudah bangun." ujar Brandon dengan senyuman karena ia senang kakaknya sudah pulih kembali.
"Iya,,sekarang uruskan kepulanganku ku hari ini Don." jawab Reivant
"Apa kamu sudah merasakan lebih baik Rei??." tanya Ny.Park pada anaknya tersebut
"Iya mom, Rei sudah sehat! Rei benar-benar merindukan putri kecil Rei, mom." ujar Reivant sambil menatap mommynya itu.
"Baiklah, jika seperti itu, mommy telpon Dokter Diki untuk memeriksa kondisi mu, apakah sudah boleh pulang." ujar Ny. Park sambil mengeluarkan ponselnya dari Tasnya.
Brandon dan Arthur hanya diam dan menunggu. Tak berselang lama Dr. Diki datang Bersama seorang perawat, dan ia memeriksa keadaan Reivant.
"Reivant sudah di perbolehkan pulang hari ini." ujar Dr. Diki dan ia menjelaskan jika Reivant akan tetap di control keadaannya minggu depan dan ia akan ke Mansion.
"Terima kasih Diki." ujar Ny. Park karena Dr. Diki sebenarnya adalah sepupu dari Ny. Park
"Terima kasih Paman,," ujar Reivant pada Dr. Diki
"Iya Rei,,jaga kesehatanmu, dua hari lagi paman akan memeriksa kamu lagi. Selama ini istirahat lah dulu, jangan dulu banyak bergerak." ujar Dr. Diki pada ponaanya tersebut.
"Baiklah,, Brandon akan mengurus semua pembayarnya,Mom." ujar Brandon dan meninggalkan ruang rawat kakaknya.
Dan perawat yang datang dengan Dr. Diki tadi mulai melepaskan Infus yang melekat pada tangan Reivant.
Setelah semuanya beres, Arthur datang dengan setelan pakaian untuk kakaknya karena tadi saat pergi Brandon sempat menyiapkan pakaian untuk kakaknya karena ia yakin kakaknya bisa keluar hari ini.
Setelah itu Dr. Diki meninggalkan Ruangan dan menuju ruangan sementaranya untuk menyiapkan kembalinya ke Michael hospital, karena tugasnya menjaga ponaannya Reivant disini sudah selesai.
sepeninggal pamannya dan perawat, Reivant bangun di bantu Arthur yang memegangnya dan membawanya ke kamar mandi untuk berganti pakaian, dengan pakaian kasual yang nyaman dan sepatu kets.
Reivant tampak segar dan Rambutnya yang sedikit acak karena selama di rawat ia tidak pernah melakukan perawatan. Tapi itu tidak menghilangkan kesan maskulinnya.
"Anak mommy yang tampan akhirnya kita pulang Juga." canda Ny. park saat melihat Reivant keluar dengan pakaian yang rapi.
Tak berselang lama Brandon datang dengan membawakan kursi roda, dan hal itu berhasil membuat Ny. park , Reivant dan Arthur kebingungan.
"Apa yang kau lakukan dengan kursi roda itu Don?." tanya Ny. Park pada putra keempatnya tersebut
"Ini untuk kak Rei, Mom." jawab Brandon dengan wajah polosnya.
"Hei,, aku tidak akan mengunakan itu." ujar Reivant dengan menggelengkan kepalanya.
"kakakmu ini masih bisa berjalan Brandon." lanjutnya lagi dengan penekanan.
"Tapi, kak Rei belum pulih, lebih baik gunakan ini." jawab Arthur membenarkan tindakan kakaknya Brandon.
"Iya Rei, mommy pikir juga lebih baik kamu gunakan saja." timpal Ny. Park
"Hmm, Yayay,,,baiklah!." ujar Reivant Pasrah dan mendudukan dirinya di kursi roda tersebut dengan Brandon yang mendorongnya menuju lobby.
*****
Sepanjang perjalanan dari ruangan hingga menuju lobby rumah sakit tersebut, semua mata memandang serta memuja paras tampan nan rupawan yang di miliki anak-anak keluarga Park dan itu membuat Ny. Park hanya bisa tersenyum, karena ia bangga memiliki anak- anak yang super duper tampan.
"ckckck,,Mommy tak mengira jika tampang anak-anak mommy bisa mengalahkan seorang aktor, jika mommy liat pandangan para gadis-gadis itu." ujar Ny. Park tersenyum
"Mom,,ini sudah biasa terjadi, Bahkan di kantor kita mempunyai fans club."
ujar Brandon dengan bangga dan Ny. Park hanya menggeleng kepala.
"Mom.!" Panggil Reivant pada mommynya.
"Iya Rei,ada apa." ujar Ny. park
"Sepertinya Rei melihat Shera, Mom." lanjutnya lagi dan melihat Lorong di mana ia melihat siluit tubuh Shera, karena ia yakin itu istrinya.
"Mana kak, itu hanya pikiran kakak saja. " ujar Brandon karena ia tidak ingin kakaknya mengambil resiko dan mencari Shera sekarang.
Bisa-bisa ketahuan dan menghancurkan rencana ia dan mommynya.
Di balik tembok Lorong yang tadi di liat Reivant, Shera berdiri memegang dadanya, antara bahagia dan sedih bercampur menjadi satu, ingin rasanya ia berlari dan memeluk suaminya itu, tapi ia tidak ingin mengambil resiko, karena mata-mata papi nya dan Stella selalu ada di mana-mana.
Sebuah mobil Alphard hitam terparkir depan lobby Rumah sakit tersebut, sopir membuka kan pintu samping dan menunggu Ny. Besar beserta tuan muda nya masuk, barulah ia masuk dan mobil itu meninggal kan Rumah sakit tersebut.
Shera menjatuhkan airmata nya melihat kepergian suaminya, ada rasa senang karena suaminya sembuh tapi ada rasa rindu, karena setiap malam ia pasti masuk melihat kondisi suami.
"Tunggu aku Rei, kita akan bersama lagi, sedikit lagi, jaga anak kita." gumam Shera.
*****
Mobil Alphard memasuki halaman mansion itu, Ny. Park keluar di susul Brandon dan Arthur,
(Di mana mobil Brandon yang tadi di bawa oleh mereka, mobil itu di bawa oleh salah satu sopir keluarga park, karena tadi ada dua sopir di dalam Alphard).
Dan terakhir keluar Reivant, ia tersenyum dengan bahagia karena akhirnya ia pulang dan melihat putrinya lagi.
Ny. park masuk ke dalam mansion dan yang ada di sana, Danien, Michael, Chaiden dan putri kecil Reivant, Carlissa.
"Sore cucu tercinta grandmom." lanjutnya lagi dan berjalan menuju cucu gembilnya itu, karena ia sangat merindukan bayi mungil itu.
"Mommy,," ujar mereka serentak, mereka senang akhirnya mereka berkumpul lagi.
"nana,," celoteh Baby Carli saat melihat grandmomnya.
"Mommyyyyyyy,,," teriak Aidyen yang baru turun, awalnya ia akan ke dapur tapi saat turun ia melihat mommynya yang sedang mengendong Baby Carli, dan ia langsung memeluk mommynya itu.
"Mom,Aidyen rindu mommy." ujarnya dengan tidak melepaskan pelukannya
Ny. Park hanya tersenyum melihat tingkah anak bungsunya itu, yang rambutnya di Tarik-Tarik bayi mungil tersebut, mungkin ia tidak ingin nana nya di ganggu pamannya.
Reivant masuk Bersama Brandon dan Arthur.
"Kak Rei,," ujar Chaiden serta bangun dari duduk nya dan berjalan menuju kakak pertamannya, ia berjanji akan menyelesaikan skripsinya itu dengan cepat agar bisa membantu kakaknya.
Chaiden dengan cepat memeluk kakaknya, entah sejak kapan ia menjadi anak yang meloww dan penuh drama seperti ini.
"Kenapa Kai, apakah terjadi sesuatu padamu?." jawab Reivant dengan membalas pelukan adiknya itu, Reivant merasa adiknya ini semakin dewasa.
Ada sedikit yang berubah, karena Chaiden tidak akan pernah memeluk saudaranya jika ia lagi tidak merasakan kesedihan.
Reivant melepas pelukan Chaiden adiknya dan berjalan menuju adik kedua dan keenam nya itu dan menepuk pundak mereka.
"Kak Rei, aku senang akhirnya kakak pulih,," ujar Danien karena ia bukan tipe manusia yang heboh
"Kak Rei,,kak Rei di mana yang sakit?." tanya Michael karena ia adalah tipe anak yang sangat mengkhawatirkan keluarganya semejak ia kehilangan ibunya dulu.
Reivant hanya tersenyum melihat tingkah adik keenam yang sangat menghawatirkannya itu.
"Kakak Baik-baik saja,Mike." ujar Reivant
"Kakak pertama." Teriak Aidyen dengan hebohnya karena ia sangat menyayangi kakak nya walaupun ia sedikit jahil dan semejak kakak pertamanya kecelakaan ia tidak pernah menjenguk kakaknya itu.
"Den,,bagaimana sekolah mu??" tanya Reivant sambil mengelus kepala adik bungsunya itu dan lihat lah putri kecil Park langsung menagis dengan heboh nya saat melihat papanya.
"Papa,,"Celoteh baby Carli dan meminta papanya mengendongnya dengan tangan yang mungil itu, Reivant langsung mengambil anaknya dari gendongan mommynya.
"papa,,papa,," Celotehan Baby Carli memenuhi ruang tamu mansion itu, tangan kecilnya meraba-raba wajah papanya, seolah ia mengatakan jika ia sangat merindukan papanya itu.
"Baby,,apa baby menangis mencari papa?? Papa merindukan mu,baby!" tanya Reivant pada anaknya sambil terus mencium pipi gembil itu.
Dan suasana itu membuat semua mata tertuju pada mereka, ada rasa haru dan bahagia,,karena mereka mempunyai tambahan keluarga, yaitu CARLISSA REIVANETTE PARK.
"Mom,,aku rasa kita kekurangan kakak ipar sekarang ini, semua akan terasa lengkap jika kita berkumpul semua begini, seperti dulu." ujar Brandon.
Tak berselang lama Tn.Park pulang dan ia kaget melihat istri dan anak-anaknya berkumpul plus cucunya itu.
"Rei,," Tegur Tn. Park yang terkejut melihat keberadaan putra sulungnya disana.
"Bagaimana keadaanmu sekarang?" lanjutnya lagi
"Rei sudah baikan Dad, mungkin besok Rei sudah bisa ke kantor." lanjut nya
'Tidak kak Rei,,diam-diam lah di rumah dulu." ujar Bradon dan Arthur yang hampir bersamaan
"Belum bisakak, kakak baru saja pulang dan kakak masih harus istirahat hingga beberapa hari." lanjut Michael
"umm baiklah aku akan istirahat dua hari." ujar Reivant tanpa bantahan
Tn Park dan Ny. park hanya bisa menghela napasnya dan tersenyum melihat keakraban ketujuh anaknya itu.
"Mom,," panggil Tn park pada istrinya, dan Ny. Park berbalik menatap ke arah suaminya itu.
"Sekarang giliran Daddy yang di urus."Lanjut Tn. Park dengan senyum.
Ketujuh putranya hanya bisa cengo melihat tingkah Daddy nya itu dan hanya bisa melihat satu sama lain.
"Yah,, Daddy. Sungguh menyebalkan." Protes si bungsu Aidyen.
TBC.
Hay kakak-kakak pembaca,
author hadir lagi,heheh jangan pernah bosan dengan kehadiran author di tengah kesibukan kalian.
Ohh yah, Kunjungi juga cerita Author yang lainnya.
Dengan situasi keadaan seperti ini, semoga kita selalu di berikan kesehatan.
Terimakasih.
Dukung dan ikuti terus cerita ini.
Tidak lupa vote yang sebanyak-banyaknya. Terima kasih😘🤭