
Hari ini Ashera Chirstel Freya atau yang biasa di panggil dengan nama Shera, seorang dokter yang masih tetap cantik di usianya yang ke 29 tahun itu, masih tampak bergelut dengan beberapa berkas laporan di tangannya,
Hari ini dia libur dari rumah sakit tempat ia bekerja, tapi bukan berarti ia libur kerja, karena ia harus mengurus perusahaan kecil dan sebuah panti asuhan peninggalan terakhir dari kedua orang tuanya, ya panti itu yang benar-benar membuat ia naik darah karena ulah dari orang kepercayaan Daddynya, yang sekarang membelot dan membuat panti itu hampir tidak layak di huni.
"Ahhh orang ini benar-benar membuat ku muak."Gumamnya pada sebuah map yang berisikan laporan dari salah satu orang kepercayaannya.
"Ny, apa sekarang kita akan bertindak??."Tanya Pria itu pada bossnya.
Dia adalah Eko, orang kepercayaannya dan sekaligus sopir cadangan di rumah Reivant, dan anak dari pak Agus.
Eko tak sengaja bertemu dengan istri dari bossnya itu, saat ia mengantar ibunya ke pasar modern untuk belanja keperluan di mansion park.
Flasback on
Setelah Eko memarkir mobil di parkiran yang ada di pasar modern itu, ia berjalan Bersama ibunya untuk belanja karena belanjanya sangat banyak, dan Ia mendorong sebuah troli mengikuti kemana langkah ibunya itu.
Dia tak tahu jika sekarang ia tertinggal jauh dari ibu nya, saat akan buru-buru troli yang ia dorong menabrak seseorang.
"Maaf nyonya,saya tidak sengaja."Ujar nya sambill membantu wanita itu, saat wanita itu sudah berdiri, Eko menatap seakan tak percaya jika wanita depannya itu adalah istri dari Tuan mudanya.
"Nona,, eh,,Ny.Shera."Ujarnya dengan gugup takut, ya ia takut salah.
Shera menatap seakan bertanya kamu kenal saya.
"Iya ini Ny. Shera kan??."Tanya nya lagi memastikan
"Iya saya, kamu siapa, dan bagaimana bisa kamu mengenal saya??."Tanya Shera bingung, karena ia lupa siapa anak muda depannya ini.
"Saya Eko Ny. anaknya pak Agus, sopir Pribadi Tuan Muda Reivant."Ujarnya yang sukses membuat Shera kaget.
"Maaf saya tadi tidak mengenalmu, kamu sudah sedikit berbeda."Ujar Shera dengan senyum karena sebenarnya ia orang yang sangat ramah, tapi karena beberapa hal membuat ia menjadi lebih banyak diam dan bekerja.
Saat Shera masih berbicara dengan eko, tak lama, ibu Eko datang dan ia hampir akan memarahi anaknya, jika ia tidak langsung mengenal Ny.mudanya istri dari Tn.muda pertama Park.
"Non Shera."Ujarnya saat melihat wajah Shera.
"Bu Nur,,"Ujar shera saat melihat istri dari sopir pribadi suaminya,
"Kalian belanja untuk keperluan di rumah ya,bu?."Lanjutnya lagi saat melihat Ibu Eko orang kepercayaan Mommy park selain Liliana.
"Non kemana saja?.Tuan muda stress nyariian non kemana-mana gak ketemu."Ujar Ibu eko jujur
"Kita kesana aja bu."Ujar Shera sedikit berbisik, melihat salah satu Resto yang ada disitu, ia tampak melihat sekitar dan menyuruh Eko dan ibunya berjalan duluan ke arah Resto itu, karena Resto itu agak sedikit tertutup tembok.
Mereka berjalan menuju Resto itu dan memilih tempat duduk yang agak pojok, karena Shera sengaja mengecoh orang suruhan Rouwnd yang selalu mengikuti kemana pun ia pergi.(merepotkan bukan).
Tak berapa lama Shera muncul dengan wajah sedikit takut.
"Non kenapa??."Tanya Ibu Nur bingung melihat wajah Shera, tapi tidak dengan Eko, ia tahu karena tadi ia melihat Ny.Muda itu melihat kesana-kemari seperti mencari sesuatu.
Setidaknya Eko pernah kuliah walaupun tidak tamat, karena ia pernah mengalami kecelakaan.
"Ny. apa ada orang yang selalu mengikuti Ny??."Tanya Eko
"Kamu tahu??".Tanya Shera dan di angguki oleh anak itu.
"Baiklah, saya tidak bisa lama."Ujar Shera,
"Saya hanya ingin kalian tidak menceritakan pertemuan ini dengan siapapun di rumah, termasuk suami saya."Lanjutnya lagi
"Kenapa Nona?. bukankah lebih baik tuan muda tahu?."Tanya Bu Nur
"Tidak bu, sekarang saya tidak bisa, karena saya selalu di jaga dan setiap gerak-gerik saya selalu di awasi."Ujar Shera jujur
"Eko, bisa bantu saya?".Tanya Shera,
"kamu pernah kuliahkan??."Lanjutnya lagi
"Iya Ny."Jawab Eko,
"Maukah kamu bekerja untuk saya juga, tanpa sepengetahuan dari suami saya dan adik-adiknya."Ujar Shera lagi
"Apa yang bisa saya bantu, Ny?"Tanya Eko
"Kamu menjadi tangan kananku untuk mencari informasi semua tentang panti Asuhan AR yang di pedesaan K."Ujar Shera
"Apa saya bisa Ny?".Tanya Eko sedikit ragu dengan permintaan istri dari tuan muda nya
"Kamu tetap bekerja seperti biasa di rumah, kamu kerja dengan saya cukup 2 hari dalam seminggu."Ujar Shera lagi,
"Berikan nomor telponmu sekarang, nanti saya yang hubungi karena ponsel saya ini di sadap."Ujar Shera sedikit memohon, tadi saat ia masuk ia menitipkan tasnya di meja kasir. Pintarkan hehehe,( kenapa tidak di matikan, agar Rouwnd tahu jika nomornya tetap aktif)
"Baiklah Ny, saya akan bekerja pada Ny."Jawab Eko dan menuliskan nomor telponnya.
"Baiklah Non, ibu dan anak ibu duluan ya."Ujar Bu Nur pamit pada istri Tuan muda mereka
Dan Shera hanya mengangguk menandakan ia mengiyakan.
Setelah itu Eko dan Ibu nya duluan karena harus melanjutkan belanjanya dan Shera masih duduk disana, ia berharap ini bisa membantunya.
"Daddy mommy, bantu Shera dari sana ya, semoga Shera bisa menyelesaikannya semua dan berkumpul Bersama suami dan anakku."Gumamnya
Flashback Off
"Ini benar-benar sudah keterlaluan si Ferdinan itu."Ujar Shera dengan amarah
"Tapi Ny. beberapa hari yang lalu, saya pernah mengantarkan Tuan muda Brandon dan Arthur ke pedesaan itu, tapi saya tidak tahu apa yang mereka lakukan di sana, karena saya hanya menunggu di mobil."Ujar Eko menceritakan tentang dirinya yang mengantar dua tuan muda Park ke perkampungan di panti asuhan AR milik Ny.Shera nya.
Walaupun ia harus menyamar jadi pekerja yang mengantarkan susu setiap dua kali dalam seminggu, berbagi shif dengan temannya dan ada orang kepercayaan Eko yang menjadi sumber berita untuknya tentang panti itu.(semangat eko).
"Kenapa mereka kesana??."Tanya Shera,
"Kamu harus mencari tahu, itu tugas kamu Eko!"Lanjutnya lagi
"Dan awasi terus Ferdinan serta anak buah Rouwnd itu, saya berasa hidup di penjara."Ujar Shera lagi menyebut ayah tirinya dengan nama saja.
"Baik Boss."Jawab Eko, Ia kasian melihat Ny.muda nya itu harus menjalani hidup yang berat.
"Ah bagaimana kabar suami saya,ko?."Tanya Shera sambil menatap bawahannya itu, seakan berkata ceritakan padaku semuanya.
"Tuan Boss, sekarang berada di kota S Ny. dan tuan baik-baik saja walaupun terkadang acak-acakan."Jawab Eko memberitahukan keberadaan, serta keadaan Bossnya, suami dari Atasanyanya juga.
Terkadang ia bingung harus memanggil apa kedua suami istri ini sama-sama Bossnya.(poor Eko).
Shera hanya tersenyum membayangkan wajah suaminya yang acak-acakan semakin tampan itulah yang terlintas dalam pikirannya.
Dia juga merindukan anaknya tapi ia tidak mungkin menanyakan pada Eko, karena Eko tidak pernah tahu anak itu, karena mereka di rumah hanya tahu, itu anak yang di adopsi oleh keluarga Park.
"Kamu panggil saya kakak saja,Eko."Ujar Shera,
"Saya tidak punya saudara lelaki, kamu adik saya sekarang."Lanjutnya lagi menatap eko.
"Bagaimana bisa Ny, eh kak."Ujar Eko gugup
"Ingat kamu adik saya, kamu panggil boss cukup pada suami saya saja."Ujar Shera,
"ingat itu!."Lanjutnya lagi dengan sedikit mengancam, tapi di balik itu Shera menahan senyumnya melihat expresi Eko.
"Pergilah, sebelum tua bangka itu tahu tentang kamu."Ujar Shera, ya sekarang Shera ada di kantor Daddynya yang selama ini di jalankan oleh Rouwnd.
Kenapa bisa ia ambil alih lagi itu, karena ia melakukan kerja sama dengan Rouwnd dengan sebuah perjanjian, yang tidak merugikan Shera ataupun Rouwnd, tapi harus menguntungkan.
Shera harus membagi waktunya untuk perusahaanya dan tugasnya sebagai seorang Dokter.
Shera menatap berkas-berkas di meja kerjanya, tak berselang lama, Stella masuk dengan pongahnya.
"Kak Shera,,"Panggilnya ,Walaupun ia suka menindas kakaknya, tapi jauh di lubuk hati nya ia sangat menyanyangi kakaknya itu, dan ia masih menghargai kakaknya.
"Hm,,"Shera hanya bergumam
"Bantu aku."Ujar Stella,
"Apa??."Jawab Shera
"iss,, bisa gak sih kakak jawab agak Panjang gitu."Ujar Stella dengan muka cemberut, Shera melihatnya ia hampir tertawa tapi ia menahannya, adiknya itu tak pernah berubah dari dulu, jika meminta sesuatu akan menampilkan wajah seperti itu.
"Kenapa??."Tanya Shera lagi menatap adiknya itu
"Aku ingin mencari gaun yang pas dan cantik untuk ku."Ujar Stella,
"Bantu aku karena aku ingin dinner romantis Bersama kak Reivant."Ujarnya lagi.
Mendengar itu membuat Shera terdiam menahan rasa, entah rasa marahkah, cemburukah, tapi ia tahan karena ia tahu Suaminya tidak menyukai adikknya itu. Kasian stella, Shera berharap adiknya itu mendapatkan lelaki yang cocok untuknya nanti.
"Baiklah."Jawab Shera dan membuat senyum mengembang di wajah Stella.
TBC.